NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Para pegawai baru dan Manajer HRD berbondong-bondong keluar dari ruang rapat utama setelah sesi perkenalan yang menegangkan itu usai. Lia yang hendak melangkah mengekor di belakang Marco mendadak terhenti saat sebuah lengan berbalut blazer putih menghadang jalannya di koridor yang mulai sepi.

"Tunggu sebentar, Gadis Cupu," celetuk sebuah suara yang dibuat manis, namun sarat akan nada merendahkan.

Lia menghentikan langkahnya. Ia membetulkan letak kacamata tebalnya dan menatap Alana yang kini berdiri tegak di hadapannya.

Alana tidak langsung bicara. Wanita itu justru melangkah perlahan, memutari tubuh Lia dari depan ke belakang dengan pandangan menilai yang sangat menelanjangi. Ujung mata Alana menatap jijik pada blazer cokelat kedodoran Lia, rok panjangnya yang kaku, hingga sepatu pantofel hitamnya yang tanpa hak.

"Luar biasa," cibir Alana sambil menghentikan langkahnya di depan Lia, bersedekap dada dengan dagu terangkat tinggi. "Aku sungguh tidak mengerti bagaimana bisa Marco menurunkan standarnya sampai ke dasar jurang begini."

Lia memasang wajah polosnya. "Ada yang bisa saya bantu, Nona Alana?"

Alana tertawa sinis. "Kau tahu? Berdiri di samping Marco dengan penampilan buruk rupa seperti ini adalah sebuah kejahatan. Kau itu jelek, kusam, dan sama sekali tidak pantas berada di sisi pria sesempurna Marco!"

Lia menatap Alana datar di balik lensa tebalnya.

"Tugas saya di sini adalah menjadi sekretaris, Nona. Bukan mendampingi Tuan Maverick ke pesta dansa."

"Halah, jangan berlagak sok polos!" bentak Alana, menuding wajah Lia dengan jarinya yang berkuteks merah. "Nikmati posisimu itu selagi bisa, Magnolia. Karena tidak akan lama lagi, aku yang akan merebut posisi sekretaris utama itu darimu. Aku akan memastikan Marco menendang mu keluar dari gedung ini!"

Sebuah senyum tipis yang sangat tersembunyi berkedut di sudut bibir Lia. Nyali wanita ini boleh juga, batin Isabel dalam hati.

Lia mendongakkan kepalanya sedikit, menatap Alana lurus-lurus tanpa ada guratan rasa takut sedikit pun.

"Silakan dicoba, Nona Alana," sahut Lia dengan suara tenang namun menohok. "Tapi saran saya, persiapkan mental Anda baik-baik. Jangan sampai nanti hasilnya malah membuat Anda makin kecewa."

Mata Alana membelalak. "Apa katamu?!"

"Tuan Maverick itu seorang CEO jenius, Nona. Beliau tidak butuh perempuan cantik yang cuma tahu cara memoles wajah dan pamer lekuk tubuh," serang Lia tanpa ragu, suaranya mengalun santai namun tajam seperti silet. "Yang beliau butuhkan di sisinya hanyalah perempuan yang cerdas, cekatan, dan tahu cara bekerja dengan benar."

"Kau—! Berani-beraninya kau mengataiku tidak bisa bekerja?!" jerit Alana dengan wajah memerah padam. "Kau tidak tahu siapa aku bagi Marco! Kami punya masa lalu yang tak akan bisa kau tandingi!"

"Masa lalu?" Lia terkekeh pelan, tawa yang terdengar sangat mengejek bagi telinga Alana. "Jika masa lalu itu memang berharga, Tuan Maverick tidak akan melempar Anda ke tim marketing lapangan dengan ancaman pemecatan tanpa pesangon, bukan?"

"Kurang ajar!" Alana mengangkat tangannya, hendak menampar Lia karena terhina.

Namun dengan gerakan sigap dan tenang, Lia memiringkan kepalanya sedikit, menghindari tangan Alana dengan sangat mudah.

"Permisi, Nona Alana," potong Lia sebelum wanita itu makin meluapkan emosinya. "Saya harus segera menyusul Tuan Maverick. Beliau sangat benci menunggu, terutama menunggu orang yang tidak penting."

Tanpa memedulikan Alana yang mematung dengan napas memburu dan wajah menahan malu yang luar biasa, Lia berbalik dan melangkah pergi begitu saja.

Lia berjalan cepat menyusuri lorong menuju ruang kerja CEO. Rasa puas sempat melingkupi dadanya setelah berhasil membungkam wanita sok suci itu. Namun, begitu ia mendorong pintu kayu mahoni ruang kerja Marco, senyum di wajahnya seketika sirna.

Suasana ruangan itu sangat hening.

Di atas sofa kulit di tengah ruangan, Marco duduk sendirian. Pria itu tidak sedang memeriksa berkas atau memangku laptopnya. Tubuh tingginya membungkuk ke depan, kedua sikunya bertumpu pada lutut, dan jemarinya memijit pangkal hidungnya dengan sangat kuat. Jas mewahnya sudah tergeletak sembarangan di lantai.

Lia menautkan alisnya bingung. Ia melangkah mendekat dengan pelan.

"Tuan Maverick?" panggil Lia hati-hati. "Saya sudah kembali. Laporan perkenalan pegawai baru tadi sudah saya—"

Marco tidak menjawab. Pria itu hanya mengeluarkannya sebuah erangan pelan yang terdengar sangat berat dan tidak berdaya.

Lia makin heran. Ia mempercepat langkahnya hingga kini berada tepat di depan sofa.

"Tuan? Anda mendengarkan saya?" tanya Lia lagi, membungkukkan tubuhnya sedikit untuk melihat wajah bosnya.

Marco perlahan menghentikan pijatan di hidungnya. Ketika pria itu mendongak untuk menatap Lia, mata biru lautnya yang biasanya tajam dan berkilat kini terlihat sangat sayu, berselimut kabut tebal. Wajah tampannya yang biasa putih bersih kini memerah padam dari pipi hingga ke telinga.

"Magnolia..." panggil Marco dengan suara parau dan bergetar hebat. "Ambilkan... air..."

"Tuan?!"

Sebelum Lia sempat merespons atau bergerak mengambilkan minum, Marco mencoba bangkit dari duduknya. Namun, baru saja tubuh jangkung itu berdiri setengah jalan, lututnya mendadak lemas hilang tumpuan. Pandangan Marco berputar hebat, dan seluruh kesadarannya merosot tajam.

BRUK!

"Tuan Maverick!!" jerit Lia panik.

Tubuh besar dan tegap milik Marco ambruk begitu saja ke depan. Beruntung, Lia refleks menahan dada pria itu dengan kedua tangannya, membuat Marco jatuh telak ke dalam pelukannya. Kepalanya terkulai lemas di atas bahu kanan Lia, sementara kedua lengan kekarnya terkulai di sisi tubuh gadis itu.

Lia ketakutan setengah mati. Berat tubuh Marco yang menimpanya membuat Lia terpaksa berlutut di lantai karpet, memangku kepala dan dada bosnya.

"Tuan! Tuan Maverick! Bangun, Tuan!" panggil Lia heboh, menepuk-nepuk pipi Marco pelan.

Namun, begitu telapak tangan Lia menyentuh kulit pipi dan leher Marco, gadis itu terkesiap hebat. Panas luar biasa menjalar dari kulit pria itu, menyengat telapak tangannya.

"Astaga!" seru Lia dengan mata membelalak lebar di balik kacamata tebalnya. "Panas sekali! Anda seperti oven berjalan, Tuan!"

"Pusing..." gumam Marco parau di ceruk leher Lia, kelopak matanya terpejam rapat. Napasnya yang berhembus di kulit leher Lia terasa sangat panas membakar. "Kepalaku... mau pecah..."

Kepanikan murni menyergap dada Isabel. Rasa benci, gengsi, dan akting cupunya seketika menguap entah ke mana saat melihat pria arogan ini terkulai tak berdaya dalam dekapannya.

"Tuan, tahan sebentar! Jangan pingsan dulu!" cicit Lia panik. Ia berusaha keras menopang tubuh Marco agar tidak merosot ke lantai, sembari meraih ponsel di saku blazernya dengan tangan gemetar untuk meminta bantuan.

1
Muft Smoker
sabar yx marcoo😹😹😹😹
Sastri Dalila
😅😅😅😅
Muft Smoker
aduuuh Lia ,, hati2 si iblis tamvan sangat mudah mengenali mu🤭🤭🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣😅😅
ryuka
ciieeee marcooooo 😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
aaa tuan marcoo mulai nyaman niih ma sekertaris baruu ny🤭🤭🤭
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau di colok liaaaa idung kamu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
mau di colok tu hidung mu Lia 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣💪💪
Sastri Dalila
👍👍👍
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
ryuka
🤣🤣😍🤣🤣 bagussss marco pecat aja itu ceewe parasittt itu
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
mau jdi kutu rambut di hidup Marco yx Alana ,,
oooh tdk bisaaa ,, anda gx liat tuh calon pawang ny udh ngeluarin tanduk dari kening ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
ryuka
lanjuuutttt thoooooerr
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
ryuka
eeeaaaa.. eeaaaaa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!