NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hati Suamiku

Meluluhkan Hati Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Nikah Kontrak / Cinta Paksa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Erina, gadis pekerja keras yang selalu mengedepankan gaya. Dia dijodohkan dengan seorang pengusaha sukses. Namun, apa jadinya jika sang pengusaha mempunyai pujaan hati lainnya?
Mampu kah, Erina menjalin rumah tangga dengan tantangan meluluhkan hati suaminya, agar hanya melihat dirinya seorang?
Yuk ikuti kisahnya!
Terimakasih ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menyukainya

Uzair menarik napas, kala melihat Erina berada di barisan depan, berdampingan dengan Belinda. Hari ini, hari pertama semenjak Erina menikah, dia kembali ke pengajian.

Dengan mengatur degup jantungnya, Uzair mulai membacakan basmallah untuk memulai pengajiannya.

Dan kebetulan sekali, hari ini dia membahas tentang kewajiban-kewajiban para istri untuk suami.

Tak lupa, Uzair juga membahas tentang hak-hak istri yang harus suami berikan. Seperti contohnya, kenyamanan serta perlindungan. Karena dalam fitrahnya, istri adalah tulang rusuk, yang harus di perlakukan secara hati-hati dan lembut.

Termasuk juga dengan nafkah, lahir dan juga batin.

Seperti biasa, setelah pengajian usai. Belinda kembali mengunjungi Uzair dan juga timnya. Dia selalu berterimakasih pada Uzair karena telah memberikannya ilmu dan juga pengetahuan yang sangat berharga.

Maka dari itu, Belinda selalu memberikan santunan untuk Uzair. Dan juga, memberikan sedikit rezekinya untuk keberlangsungan pengajian tersebut.

Erina hanya menyimak setiap pembicaraan Uzair dan Belinda. Dia tidak berani menyela, dan juga melihat lelaki di depannya. Begitupun dengan Uzair, walaupun rasa kagum ataupun cintanya belum sepenuhnya hilang, dia juga tidak berani melirik ke arah Erina.

Selain karena takut dosa, dia juga takut jika syaitan akan menggoyahkannya.

Setelah kepergian Erina dan Belinda, Uzair pun izin pamit bersama adiknya yang bernama Iqlima, dan biasa dipanggil dengan nama Ima.

"Abang masih memikirkannya? Bukan kah, itu salah?" tanya Ima saat mereka dalam perjalanan pulang.

"Kamu benar, itu adalah kesalahan. Akan tetapi abang sudah mencoba melupakannya." lirih Uzair.

"Bagaimana jika abang menerima saja, permintaan dari salah satu jamaah abang, untuk menikahi anaknya?" tawar Ima.

"Abang tidak siap Ima, abang tidak mau mengorbankan gadis lain sebagai pelarian. Abang gak mau, jika nanti kamu akan mendapatkan karma dari perbuatan abang, abang pasti sakit hati. Jika ada lelaki lain yang akan memperlakukan itu padamu." papar Uzair melirik Ima sekilas, kemudian kembali fokus menyetir.

...🍁🍁🍁...

Clara yang sudah mulai jengah dengan sikap ibunya, memilih untuk pergi. Hari ini, dia memutuskan untuk bisa bertemu dengan Ervin.

Sekarang, disini lah, Clara. Dia berada di depan perusahaan Ervin. Karena sebelumnya dia dilarang masuk oleh satpam.

Setelah hampir dua jam Clara menunggu, mobil yang biasa di pakai oleh Ervin keluar. Tanpa menunggu lama, Clara pun menyuruh sopir taksi untuk segera mengikuti mobil Ervin.

Hatinya, kembali di bakar api cemburu, kala melihat Ervin membelikan sebuah buket bunga mawar.

Sampainya di depan gedung apartemen, Clara langsung menghampiri Ervin. Dia buru-buru mengejar langkah Ervin.

"Aku minta maaf, tolong jangan hukum aku lagi." pinta Clara langsung memeluk tubuh Ervin dari belakang.

Ervin menghentakkan tangan Clara, agar terlepas dari pelukannya. "Mau apa kamu kesini hah?" teriak Ervin.

"Aku minta maaf sayang, aku menyesal. Tolong maafkan aku." pinta Clara dengan tatapan penuh permohonan.

"Maaf? Memangnya kenapa aku harus memaafkan mu? Kamu bukan siapa-siapa aku lagi. Jadi, aku memaafkan atau tidak, itu tidak akan berpengaruh apapun lagi padamu. Karena sekarang, wanita ku hanya Erina. Jadi, ini terakhir kalinya aku melihatmu." jelas Ervin.

"Tapi aku ingin kita kembali seperti dulu Ervin, aku tidak mempermasalahkan jika sekarang tentang Erina. Aku akan menerimanya. Tapi tolong berikan aku kesempatan sekali lagi." mohon Clara setengah berteriak.

"Tidak ada kesempatan kedua di hidupku Clara, apalagi kalian berhubungan sudah sangat lama. Jadi, tolong jangan pernah lagi menemui ku." tekan Ervin.

Saat Ervin hendak berbalik. Clara merebut buket bunga dari tangan Ervin, kemudian menghancurkannya.

Clara berharap, jika Ervin mengerti bahwa sekarang dia sedang tidak baik-baik saja. Ataupun, sedang cemburu.

Ervin hanya menatap Clara dengan ekspresi datar. Dia tidak mengomentari apapun.

"Puas kamu?" teriak Clara.

Alih-alih meladeni, Ervin malah abai dengan kembali membalikkan tubuhnya, dan meninggalkan Clara dibawah tatapan orang-orang.

"Apa lihat-lihat." seru Clara sebelum meninggalkan gedung apartemen.

Ervin di sambut hangat oleh Erina. Dia menyambut tas yang berada di tangan Ervin dan membawa ke ruang kerja untuk disimpan.

Setelahnya, Erina juga mengambil segelas air putih untuk suaminya. Perlakuan sederhana, yang sempat di dengar dari Uzair. Jika itu, bisa menambahkan pahala untuknya.

"Bagaimana kerja hari ini?" tanya Erina basa-basi.

"Membosankan, kamu tahu? Sepanjang hari aku hanya memikirkan kamu." balas Ervin menatap manja ke arah Erina.

"Gak nyambung ..." balas Erina meninju pelan bahu Ervin. Akan tetapi, dia tidak bisa menyembunyikan rona merah jambu di wajahnya.

"Sari, kalian keluar lah ... Ini sedikit uang untuk kalian, agar bisa me time." ujar Ervin menyerahkan beberapa lembar uang merah pada Sari, yang sejak tadi memang berdiri tidak jauh dari kedua majikannya.

Sari menerima pemberian dari Ervin dengan senang hati. Karena dia paham, bahwa sekarang tuannya ingin menghabiskan waktu dengan sang istri tanpa pengganggu.

Setelah menerima uang tersebut, Sari langsung mundur secara teratur, dia mengajak rekannya untuk bersiap dan segera pergi keluar.

"Hari ini kalian bebas sampai besok." celetuk Ervin lagi, kala melihat kedua irt-nya hendak memasuki kamar.

Erina bangkit dan menuju ke kamar. Dia paham sekali kode yang diberikan oleh Ervin. Makanya, sekarang dia memilih untuk berdandan agar bisa menyenangkan Ervin.

Erina terpaku pada beberapa stel lingerie yang di kirimkan oleh Belinda. Iya, dua hari yang lalu Belinda mengirimkan tujuh steel lingerie untuk menantunya. Dia juga berpesan, agar Erina bisa memakainya supaya Ervin tidak mudah tergoda dengan wanita lain di luaran sana.

Karena bukan rahasia umum, jika seorang pengusaha pasti akan di kelilingi oleh wanita-wanita cantik nan seksi.

Akhirnya, pilihan Erina jatuh ke sebuah lingerie berwarna putih, dia langsung memakai baju itu di walk in closed.

Tak lupa, Erina juga memoles tipis wajahnya, dia juga memakai lipstik berwarna merah cabe, agar bibirnya terlihat lebih seksi.

"Kamu sangat cantik ..." sebuah suara terdengar begitu lirih.

Erina memutar tubuhnya, dan berjalan dengan langkah pelan.

"Sungguh? Apa tuan menyukainya?" tanya Erina menarik dasi yang belum juga di lepaskan oleh Ervin.

"Aku tergila-gila, bukan lagi suka ..." napas Ervin tertahan.

"Kalo begitu, bersihkan dulu tubuhmu. Dan aku siap menjadi pelayan mu ..." balas Erina menyeringai.

Dengan langkah cepat, Ervin menuju kamar mandi. Dia akan membersihkan seluruh tubuhnya, dan memastikan agar bakteri tidak akan mengotori tubuh Erina nantinya.

"Tadi, saat aku menyimpan tas, aku melihat desain kalung. Tapi, sepertinya itu belum selesai." ujar Erina sesaat setelah melewati sesuatu hal yang panas.

"Oh,,, tadinya aku ingin membuat sebuah kalung untuk Clara, dan akan di pamerkan di sebuah pameran." lirih Ervin dengan napas yang masih sedikit tersengal.

"Terus, sekarang kenapa tidak di lanjutkan? Apa karena Clara tidak lagi menjadi kekasihmu?" tanya Erina penasaran.

"Padahal aku menyukainya." lirih Erina lagi.

Akan tetapi Ervin malah memejamkan matanya. "Dasar egois ..." gumam Erina memindahkan tangan Ervin yang semula menjadi bantalnya.

Ervin tersenyum melihat tingkah laku Erina. Namun, dia memilih diam, karena nanti dia akan memberi sebuah kejutan untuk Erina.

1
nDutz👏²²¹º
weddeeewww clara.. kapan kapok nya siihhh
Teteh Lia
Tamvan na ketutup masker ini mah... ada2 aja, Elina.
Teteh Lia
Fix ... debay otw
Teteh Lia
Kasian Ervin kalau begini ... 🤭
nDutz👏²²¹º
ima.. warning ya.. jgn bayangin suami orang.. semoga yg di bayangin ima cowok bujangan tingting
nDutz👏²²¹º
wkwkkk cabay ga mau liat muka bapak nya🤭😂🤣🤣
nDutz👏²²¹º: ada kok yg bgitu.. aq juga dulu gitu.. kucing2an sama misua🤭🤣🤣
Muliana: aneh ya, tapi tetangga ku begitu. /Sob/
total 2 replies
nDutz👏²²¹º
duuhhh masalah deh.. bisa2an mereka di bodohi Nova.. semoga taubat deh itu mak nya c clara, selama tinggal sama ustadz uzair n ima..
bae2 bang ustadz, ntar kamu jodoh lho sama perempuan yg kamu blg aneh itu🤭
Teteh Lia
Terlihat jelas, watak Asli Bram.
Teteh Lia
Weh, bagaimana si Bram ini?
nDutz👏²²¹º
jangan jangan... jangan jangan ttuuhhh🤭🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️😅
Teteh Lia
mulut na... 🙄
nDutz👏²²¹º
asal jangan ada kalimat, sahabat adalah maut😏
Teteh Lia
PD jreng banget, Clara ..
Teteh Lia
Memang move on itu tidak mudah, butuh waktu..
nDutz👏²²¹º
tenang er, kalung itu pasti jadi milikmu.. tapi dlm desain yg lebih cantik lagi, tunggu aja kejutannya🤭
Teteh Lia
Kemarin2 nolak keras, sekarang bersyukur kan dapat berlian.
Teteh Lia
Semua berawal dari rasa iri dengki dan tidak mau kalah.
Teteh Lia
Ngarep banget ya... padahal yang di harapkan sudah tak lagi cinta loh.
Teteh Lia
Nantangin calon mertua? hadeuhhh...
Indriani Kartini
dan mudah2an ervi tak tergoda lgi okeh clara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!