NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minyak Goreng Promo

Lagi- lagi Vina tertampar mendengar ucapan Dafa. Kenyataan kembali menyadarkannya jika dirinya hanyalah sebatas teman dan mantan. Vina tidak bisa berkata- kata lagi setelah Dafa secara tidak lansung menegaskan bahwa status mereka saat ini hanya teman. Cowok itu juga langsung pamit pulang. Ponsel Vina berdering tanda ada panggilan masuk.

“Halo, Can?” sapa Vina.

“Lo udah sampe rumah?”

Vina mengernyitkan dahi mendengar suara Candra yang bindeng, juga suara sesenggukkan dari seberang membuat Vina curiga.

“Gue udah di rumah. Gimana, Can? Lo nangis?”

“Bang Nata sama Juno tengkar, Vin. Gue masih di jalan belum sampe rumah, gue nggak berani pisah mereka…”

PRAKK!

“Can? Halo? Lo masih di sana?”

Panggilan terputus secara sepihak, membuat Vina ikut panik jika sesuatu tejadi pada sahabatnya itu. Vina sudah sangat tau bagaimana perangai Juno. Ia segera keluar dari kamar dan mencari keberadaan abangnya.

“Bang Eky kemana, Dek?” tanya Vina saat melihat Faris sedang menyisir bulu Oren.

“Dikamarnya.”

Vina menjeblak pintu kamar Eky tanpa mengetuknya terlebih dulu. Eky menjerit kaget melihat wajah Vina yang tiba- tiba sudah ada di dalam kamarnya. Eky segera memakai kaosnya secara terburu- buru. Sementara Vina menatap datar abangnya itu.

“Bang, anterin gue ke tempat Candra sekarang.”

“Mau ngapain? Tadi juga udah ketemu sama si Candra. Lo berdua masih normal, kan?”

Vina menabok punggung Eky, “Normal, lah. Si Candra tadi nelpon katanya sepupu Candra sama Juno berantem. Gue khawatir sama Candra.”

“Emang si Candra ada dimana?”

“Ngomongnya tadi masih di jalan. Udah ayo cepet samperin mereka sebelum ada yang mati.”

Eky mendengus kesal dengan tingkah adik perempuannya ini. Akhirnya dengan berat hati ia mengikuti langkah Vina yang sudah keluar dari kamarnya.

“Kalian mau kemana?” tanya Bunda.

“Nih mau nganter Vina ketemu Candra.”

“Oh ya udah hati- hati. Dek, nanti pulangnya Bunda nitip minyak goreng dua liter yang lagi promo ya? Kamu juga beli, Bang. Tapi masuknya gantian jangan barengan, biar bisa dapet dua. Lumayan promo. Si Faris juga udah Bunda suruh beli tadi.”

Eky dan Vina mengangguk malas, mereka pun segera keluar setelah diberi uang oleh Bunda.

Eky dan Vina masih menyusuri jalanan yang terlihat sepi dengan lampu remang- remang. Memang jalanan menuju rumah Candra cukup menyeramkan jika sudah larut malam. Namun saat ini masih belum terlalu larut. Mata Vina menyipit saat melihat keramaian di depan sana.

“Bang, itu Candra bukan?”

“Iya kayaknya.”

Dua anak Pak Cahyo itu menghampiri orang- orang itu, di sana ada empat orang sedang meributkan sesuatu. Eky memparkirkan motornya tidak jauh darisana, Vina segera turun dan berjalan mendekat.

“Candra?! Lo ngapain?!” pekik Vina melihat Candra menjambak rambut Nata, sementara seorang pemuda di sana mencoba memisahkan Candra dengan Nata.

Di sana juga ada Juno yang sudah babak belur, ia terduduk di aspal dengan mata menatap lurus Candra.

“Vina? Nih orang jatohin HP gue. Lo liat nih sampe remuk gini dia injak!”

Candra masih emosi, air matanya juga terus mengalir. Vina meringis melihat wujud ponsel Candra yang sangat mengenaskan. Wajar jika Candra ngamuk kesetanan. Nata masih memohon ampun pada Candra, kepalanya terasa mau copot.

“Can, ampun. Gue janji nanti gue ganti.”

“Mbak Candra sudah, kasian Mas- nya. Kalau kepalanya copot nanti nggak ganteng lagi,” ucap seorang pemuda mencoba melerai Candra dengan Nata.

Pemuda itu mencoba sekuat tenaga menarik Candra. Ia menghembuskan nafas lega saat berhasil membuat Candra meredakan emosinya. Candra terduduk di aspal, lelah juga dirinya setelah mengerahkan semua tenaganya tadi. Vina menghampiri Candra dan duduk di sebelah gadis itu. Sebenarnya Vina juga penasaran awal mulanya terjadi pertengkaran ini. Eky ikut duduk bersama dengan Vina, tapi ia menoleh saat menyadari sesuatu.

“Mas Kasdi, kan?” tanya Eky.

Pemuda yang tadi memisahkan Candra itu menoleh mengernyit karena tidak merasa mengenal Eky.

“Kok tau nama saya?”

“Tau lah, depan rumah Mas Kasdi ada pohon mangga itu kan?”

“I…ya,” Mas Kasdi masih belum mengingat Eky.

“Bener, kan?! Makasih mangganya ya, Mas.”

Mas Kasdi hanya menyunggingkan senyum seadanya, merasa aneh dengan Eky. Pemuda itu pun pamit pada mereka semua dan berwasiat agar tidak ribut lagi. Setelah kepergian Mas Kasdi, suasana hening. Candra masih mengatur nafasnya yang ngos- ngosan, Juno juga masih diam, dan Nata memegang kepalanya yang sepertinya kendur.

“Gue mau pulang, Vin. Capek, laper juga, tenaga gue udah habis,” ucap Candra lemas.

Mendengar ucapan Candra, spontan Juno berdiri dan hendak berjalan menghampiri Candra.

“Lo balik aja, Jun. Makasih buat yang tadi, lo nggak perlu peduliin gue lagi,” tukas Candra tanpa menoleh melihat Juno.

Akhirnya Candra pulang bersama Nata, sementara Juno hanya bisa menatap dua orang itu dengan tangan mengepal kuat. Juno juga pergi darisana tanpa sepatah kata pun, bahkan melirik Vina dan Eky pun tidak.

“Dia anak mana sih? Sombong amat,” gerutu Eky mengendarai motornya.

“Mending lo jangan berurusan sama dia, Bang. Lo kan nggak bisa berantem, mending jauh- jauh dari makhluk macam dia.”

Eky membelokkan motornya menuju minimarket depan komplek perumahan untuk membeli minyak goreng pesanan Bunda tadi. Vina yang pertama masuk, sementara Eky duduk di depan minimarket itu. Tidak lama kemudian Vina keluar dengan kantong plastik berlabel nama minimarket itu.

“Giliran lo, Bang.”

“Merk minyaknya apa?”

Vina menunjukkan isi kantong plastik itu dan Eky mengangguk paham. Cowok itu segera masuk untuk mencari merk minyak goreng itu. Beberapa menit kemudian Eky juga keluar dengan kantong plastik, Vina tersenyum misi mereka berhasil.

“Mas Kardi! Belanja, Mas?” sapa Eky yang bertemu Mas Kardi di depan pintu minimarket.

Mas Kardi terseyum dan buru- buru masuk ke dalam, sementara Eky segera menghampiri Vina. Vina mengernyit saat Eky menyapa Mas Kardi tadi.

“Lo kenal sama dia?”

“Nggak juga sih, gue cuma tau nama dia doang.”

“Kok lo tau namanya?”

“Gue sering ambil mangga dia, enak banget sumpah mangganya. Manis sama harum.”

Vina bangkit dari duduknya, sudah tidak tahan dengan kegesrekkan abangnya ini. Batinnya menangis memiliki seorang kakak yang abnormal. Mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah karena malam sudah semakin larut.

“Assalamualaikum, Bunda,” ucap Vina memanggil Bundanya.

“Waalaikumsalam, dapet minyaknya?”

“Nih, Bun.”

Wajah Bunda langsung sumringah bahagia mendapat minyak goreng empat liter, Vina terkadang heran dengan Bundanya yang hobi menimbun minyak goreng promo. Vina pun naik hendak ke kamarnya, tapi langkahnya terhenti saat melihat sebuah ponsel di meja dengan layar menyala. Di sana ada foto seseorang yang Vina kenal.

‘Ini HP Faris, kan?’ batin Vina yang penyakit keponya kambuh.

...🐈🐈🐈...

Ini Mas Kasdi saat mencoba mengingat- ingat siapa itu Eky

1
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
Dhina ♑
jadi ngiler 🤤🤤🤤 teringat nonton ke Bioskop, makan Popcorn, minumnya Fanta
duh....nostalgila dehh

kalian bikin kepengen 😥😥
R. Yani aja
ih... sweet banget, Dafa...😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!