NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Transmigrasi: Penguasa Takdir Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Han Feng, seorang peneliti sejarah kuno dari Bumi, meninggal karena kecelakaan di situs penggalian. Jiwanya bertransmigrasi ke Benua Roh Azure, masuk ke dalam tubuh Tuan Muda Ketiga keluarga Han yang dikenal sebagai "sampah" karena meridiannya yang rusak.

Namun, Han Feng membawa serta sebuah Pustaka Ilahi di dalam jiwanya—sebuah perpustakaan gaib yang berisi semua teknik bela diri yang pernah hilang dalam sejarah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Han Feng menolak nasibnya sebagai sampah. Dia akan memperbaiki meridiannya, membantai mereka yang menghinanya, dan mendaki puncak Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Keheningan seketika melanda Aula Urusan Murid. Ratusan pasang mata menoleh serentak ke arah meja resepsionis.

Token Inti Ungu!

Di Sekte Pedang Langit, hierarki adalah segalanya. Murid Luar memegang Token Kayu, Murid Dalam memegang Token Besi, dan Murid Inti memegang Token Giok Ungu.

Status Murid Inti sangatlah tinggi. Mereka adalah elit terpilih, calon pilar masa depan sekte. Jumlah mereka tidak sampai satu persen dari total murid. Setiap Murid Inti memiliki hak istimewa yang setara dengan Diaken Sekte.

Dan sekarang, token legendaris itu diletakkan di atas meja oleh seorang "pengemis" berpedang besi tua?

"I-Ini... Dari mana kau mendapatkan ini?" Murid staf itu tergagap, tangannya gemetar ingin menyentuh token itu tapi tidak berani. "Kau... Kau mencurinya?"

Itu adalah reaksi yang wajar. Tidak masuk akal bagi seseorang dengan kultivasi Pembentukan Tubuh (Han Feng masih menyamarkan auranya di Tingkat 6) memegang token ini.

"Mencuri?" Han Feng mengangkat alis sebelah. "Kau pikir Tetua Zhang adalah orang bodoh yang membiarkan tokennya dicuri?"

Mendengar nama "Tetua Zhang", lutut murid staf itu lemas. Dia segera berdiri dan membungkuk dalam-dalam, keringat dingin membasahi punggungnya.

"M-Maafkan ketidaksopanan saya, Kakak Seperguruan! S-Saya tidak tahu! Mohon tunggu sebentar, saya akan memanggil Diaken Kepala!"

Murid staf itu berlari terbirit-birit menuju ruang belakang, meninggalkan Han Feng yang berdiri santai di tengah tatapan kaget, iri, dan curiga dari seluruh aula.

Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya berjalan keluar dari ruang belakang dengan langkah lebar. Dia mengenakan jubah biru tua—seragam Diaken Senior. Wajahnya kaku dan matanya tajam seperti elang. Namanya Diaken Wang, penanggung jawab Aula Urusan Murid Puncak Bumi.

Diaken Wang menatap Han Feng dengan tatapan menyelidik yang berat. Tekanan aura kultivasi Pengumpulan Qi Tingkat 7 memancar darinya, sengaja diarahkan untuk menekan Han Feng.

"Kau yang bernama Han Feng?" tanya Diaken Wang dengan suara berat. Dia mengambil token ungu dari meja dan memeriksanya dengan teliti, menyalurkan sedikit Qi untuk memverifikasi segel spiritual di dalamnya.

Han Feng merasakan tekanan aura Diaken Wang. Bagi murid biasa, tekanan ini akan membuat dada sesak dan kaki gemetar. Tapi bagi Han Feng yang memiliki Tubuh Dewa Naga dan telah membunuh ahli Pengumpulan Qi sebelumnya, tekanan ini hanya seperti angin sepoi-sepoi.

Han Feng berdiri tegak, punggungnya lurus seperti tombak, menatap langsung ke mata Diaken Wang tanpa rasa takut sedikit pun.

"Benar. Saya Han Feng," jawab Han Feng tenang.

Diaken Wang sedikit terkejut melihat ketenangan Han Feng. Token itu asli. Segel energi di dalamnya adalah milik Tetua Zhang. Tidak mungkin dipalsukan.

"Tetua Zhang benar-benar merekrut murid Pembentukan Tubuh langsung menjadi Murid Inti?" batin Diaken Wang tidak percaya. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sepuluh tahun terakhir.

Namun, perintah tetua adalah hukum. Diaken Wang, meskipun skeptis, tidak berani membantah secara terbuka.

"Verifikasi selesai," kata Diaken Wang, menyerahkan kembali token itu kepada Han Feng. Sikapnya menjadi sedikit lebih sopan, namun masih dingin. "Selamat datang di Puncak Pedang Bumi, Han Feng. Karena kau memegang Token Inti, kau berhak mendapatkan fasilitas tingkat tinggi."

Diaken Wang melambaikan tangan. Murid staf tadi segera membawakan nampan berisi satu set jubah ungu muda (seragam Murid Inti), sebuah cincin penyimpanan (storage ring) tingkat rendah, dan sebuah buku panduan sekte.

Han Feng menerima barang-barang itu. Cincin penyimpanan adalah peningkatan besar dari kantong kainnya.

"Sekarang, mengenai tempat tinggalmu..." Diaken Wang membuka sebuah peta besar yang menggambarkan Puncak Pedang Bumi.

Mata Diaken Wang berkilat licik sejenak. Dia tidak suka pada "jalur belakang" seperti Han Feng. Di matanya, Han Feng adalah anak manja yang mendapatkan posisi karena keberuntungan atau koneksi, bukan kemampuan. Diaken Wang ingin memberi sedikit "ujian" pada pendatang baru ini.

"Sayang sekali," kata Diaken Wang dengan nada pura-pura menyesal. "Sebagian besar Paviliun Murid Inti di zona pusat yang memiliki aliran Qi stabil sudah penuh. Yang tersisa hanyalah beberapa tempat di zona pinggiran."

Jari Diaken Wang menunjuk ke sebuah titik di ujung peta, di tepi tebing curam yang menghadap jurang tanpa dasar.

"Paviliun Angin Pisau (Blade Wind Pavilion)," kata Diaken Wang. "Tempatnya luas dan tenang, sangat pribadi. Tapi... lokasinya agak berangin. Karena kau adalah Murid Inti, aku yakin kau bisa mengatasi sedikit angin, bukan?"

Para murid di sekitar yang mendengar nama "Paviliun Angin Pisau" tersentak kaget dan saling berbisik.

"Paviliun Angin Pisau? Bukankah itu tempat terkutuk?"

"Angin di sana bukan angin biasa. Itu Angin Astral yang bertiup dari Jurang Hantu! Rasanya seperti disayat pisau setiap detik!"

"Murid Inti terakhir yang tinggal di sana pindah dalam seminggu karena mengalami kerusakan meridian akibat hawa dingin angin itu. Diaken Wang jelas sedang mengerjai anak baru ini."

Han Feng, dengan pendengaran tajamnya, menangkap semua bisikan itu. Dia melihat seringai tipis di wajah Diaken Wang.

"Ujian mental, eh?" batin Han Feng. "Atau penindasan terselubung?"

Namun, bukannya marah atau menolak, mata Han Feng justru berbinar.

Angin Astral yang menyayat seperti pisau? Bukankah itu kondisi sempurna untuk menempa fisik Tubuh Dewa Naga? Han Feng sedang mencari cara untuk meningkatkan ketahanan kulitnya, dan tempat ini terdengar seperti ruang latihan gratis.

"Saya ambil," kata Han Feng tegas, mengambil kunci giok yang disodorkan Diaken Wang.

Diaken Wang tertegun sejenak. Dia mengharapkan Han Feng akan protes atau memohon tempat lain, yang akan memberinya alasan untuk mempermalukan Han Feng. Tapi Han Feng menerimanya tanpa ragu?

"Bagus," Diaken Wang tersenyum sinis. "Semoga kau betah. Ingat, sebagai Murid Inti, jika kau tidak bisa mempertahankan tempat tinggalmu, kau boleh mengajukan permohonan pindah ke asrama umum Murid Dalam... tentu saja dengan menyerahkan status Inti-mu."

"Tidak perlu khawatir," Han Feng berbalik. "Saya suka tempat yang berangin."

Han Feng berjalan keluar dari aula, meninggalkan kerumunan yang menatap punggungnya dengan tatapan kasihan. Mereka yakin Han Feng akan kembali menangis dalam tiga hari.

Han Feng mengikuti peta di dalam token identitasnya, mendaki jalan setapak yang semakin lama semakin sepi dan curam. Vegetasi hijau mulai menghilang, digantikan oleh bebatuan abu-abu yang tajam dan pohon-pohon pinus kerdil yang tumbuh miring karena tempaan angin terus-menerus.

Semakin dekat ke tebing, suara angin menderu semakin kencang. WUUUUNG... WUUUUNG... Suara itu bukan seperti desau angin biasa, melainkan seperti ribuan pedang yang bergesekan.

Akhirnya, Han Feng tiba di Paviliun Angin Pisau.

Bangunan itu sebenarnya cukup megah. Sebuah rumah batu dua lantai dengan halaman luas yang dikelilingi pagar batu rendah. Namun, kondisinya tampak menyedihkan. Dinding luarnya penuh goresan dalam, gentengnya banyak yang pecah, dan tidak ada satu pun tanaman hias yang hidup di halamannya.

Begitu Han Feng melangkah masuk ke halaman, angin kencang langsung menerpanya.

SREETT!

Angin itu benar-benar tajam! Pipi Han Feng terasa perih, dan lengan baju jubah barunya langsung robek sedikit. Angin ini mengandung partikel Qi tajam alami yang berasal dari jurang di bawah tebing.

"Luar biasa," gumam Han Feng. Dia tidak menggunakan Qi untuk melindungi diri. Dia membiarkan angin itu menghantam kulitnya.

Kulit Han Feng yang sekeras Tembaga Tua bergesekan dengan angin, menciptakan suara tik-tik-tik halus. Rasa sakitnya ada, seperti ditusuk jarum-jarum halus, tapi itu adalah rasa sakit yang bisa ditoleransi.

Han Feng berjalan ke tengah halaman, melepaskan Pedang Meteor Hitam dari punggungnya dan menancapkannya ke tanah batu.

BRAKK!

"Diaken Wang ingin menyiksaku," Han Feng tersenyum lebar, membiarkan angin mengacak-acak rambutnya. "Tapi dia tidak tahu, dia baru saja memberiku surga."

Han Feng masuk ke dalam paviliun. Bagian dalamnya berdebu tapi masih layak huni. Yang paling penting, aliran Qi di sini sangat murni, meski bersifat tajam dan dingin.

Han Feng duduk bersila di lantai kayu ruang utama. Dia mengeluarkan semua harta yang dimilikinya: Sisa 150 koin emas, Inti Binatang Beruang Tanah (Tingkat 2), dan botol-botol pil rampasan.

"Target selanjutnya," analisis Han Feng. "Menerobos ke Ranah Pengumpulan Qi."

Han Feng sudah berada di Pembentukan Tubuh Tingkat 9 Puncak. Dantiannya sudah siap. Gerbang Naga Api telah memberinya kualitas Qi elemen api yang mengerikan. Namun, untuk benar-benar membentuk siklon Qi yang stabil, Han Feng membutuhkan tekanan eksternal dan energi dalam jumlah besar.

"Angin di luar akan menjadi palu yang menempa tubuhku dari luar. Dan Inti Binatang ini..." Han Feng memegang kristal kuning milik Beruang Tanah. "...akan menjadi fondasi elemen tanah untuk memperkuat pertahananku."

Han Feng memiliki rencana gila. Kebanyakan kultivator hanya fokus pada satu elemen. Tapi Sutra Hati Naga Purba adalah teknik yang rakus. Naga menguasai langit (angin), bumi (tanah), dan kehancuran (api).

"Pustaka Ilahi, analisis kompatibilitas penyerapan Inti Binatang Tanah saat berada di lingkungan Angin Astral."

[Analisis Selesai.] [Resiko Tinggi. Benturan elemen Tanah (Stabilitas) dan Angin (Erosi) akan menyebabkan rasa sakit tingkat 8/10.] [Manfaat: Jika berhasil, Tuan akan membentuk fondasi "Tubuh Naga Bumi-Angin". Pertahanan fisik meningkat 50%, Resistensi sayatan meningkat 50%.] [Peluang Terobosan ke Pengumpulan Qi: 85%.]

"85 persen?" Han Feng menyeringai. "Itu sama saja dengan jaminan sukses."

Han Feng tidak menunggu istirahat. Dia segera kembali ke halaman, duduk telanjang dada di tengah badai Angin Pisau.

Angin menyayat kulitnya tanpa henti, meninggalkan garis-garis putih dan merah. Han Feng menelan Inti Binatang Beruang Tanah bulat-bulat.

Energi berat elemen tanah meledak di perutnya, mencoba membekukan darahnya menjadi batu. Di saat yang sama, angin pisau dari luar mencoba mencabik kulitnya.

Di dalam panas, di luar dingin dan tajam.

Han Feng memejamkan mata, tangannya membentuk segel Sutra Hati Naga.

"Datanglah!" teriak batin Han Feng.

Pusaran emas muncul di sekeliling tubuh Han Feng. Dia mulai menyerap angin tajam itu ke dalam pori-porinya, memaksanya beradu dengan energi tanah di dalam tubuhnya, menggunakan tubuhnya sendiri sebagai medan perang untuk menyatukan dua kekuatan yang berlawanan.

Malam pertama Han Feng di Sekte Pedang Langit dimulai bukan dengan tidur nyenyak di kasur empuk, melainkan dengan raungan kesakitan dan kegembiraan di tepi jurang kematian.

Di kejauhan, dari puncak lain, sepasang mata dingin sedang mengawasi kilatan cahaya redup di Paviliun Angin Pisau.

"Ada penghuni baru di tempat terkutuk itu?" gumam sosok bayangan itu. "Menarik. Mari kita lihat berapa hari dia bisa bertahan sebelum menjadi mayat kering."

1
Roy Kkk
bagus/CoolGuy//CoolGuy/
King Salman
bagus
King Salman
go
ikyar
Terima kasih atas dukungannya
Sarndi Kurma
bagua tor ceritanya
Turki Salman
lanjutkan ceritanya tor
jamanku
lanjutkan tor
Raikuu 1
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!