NovelToon NovelToon
Frans Brian ; Love Story

Frans Brian ; Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:20.5M
Nilai: 5
Nama Author: Tris rahmawati

Frans Brian Eddison
berawal dari pengkhianatan kakak kandung nya yang menikahi kekasih nya,


Menjadi seorang yang sangat suskes,
mengawali karir nya dari nol, meninggalkan kekayaan orang tua nya, menjadi tangan kanan dan seorang kepercayaan millioner muda sekaligus pengusaha terbesar di negri ini.


Tapi tidak untuk masalah percintaan, tidak satupun mampu meluluhkan hati nya, hanya sebatas angin dan berlalu.

Hingga akhirnya dia pertemukan dengan seorang wanita yang selalu membuat nya berjuang dan jatuh bangun.




[Sekuel dari novel 'Pernikahan luar biasa']

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayang

Nancy berjalan pelan memasuki sebuh Mall besar ibu kota, menuju ke sebuah salon sekaligus klinik kecantikan milik Edward berbekal sebuah alamat yang dikirim Frans lewat sebuan pesan singkat nya.

Membaca kembali layar ponsel nya, sambil terus berjalan, tidak teralalu jauh berjalan dan belum sempat bertanyaklta ke meja informasi mata nya langsung menangkap sebuah nama yang di cari nya, tepat di sebelah Eskalator.

Edh Premier Aestetic, baca Nancy dan langsung segera melangkah ke sana.

Nancy sedikit ragu di sana tampak beberapa wanita menunggu, tidak ingin terlalu menunggu lama dia pun langsung menuju ke Front desk di sana, dengan senang hati seorang wanita menyapa nya dan menyampaikan tentang perawatan-perawatan di klinik mereka.

"Bukan, saya tidak datang untuk melakukan perawatan" potong nya..."Apakah Edward ada?"

"Oh, Mami Ed... "

Wanita itu meminta Nancy untuk menunggu dan segera menghubungi ke dalam, menjarakan telepon nya.

"Dengan mba siapa ya? ucap nya menjarakan gagang telepon nya.

"Dengan Nancy... "jawab nya kemudian.

Kemudian wanita itu meminta mununggu dan memutuskan panggilan nya, Hanya persekian menit.

"Nancy!!"

teriakan melengking khas Edward menggema di dalam di seisi ruangan, membuat beberapa mata melihat ke arah nya, Nancy melemparkan senyuman.

"Nancy, ya tuhan sungguh kau kembali..."ucap nya histeris dan tak percaya segera memeluk sahabat suasana menjadi mengaharu-biru Nancy pun nyaris terjatuh terdorong dekapan pria berblash on itu.

"Kau kemana saja?,kami semua mencari mu? "ucap nya masih dengan tatapan haru yang tak bisa di ungkap kan.

Nancy melepaskan pelukan Edward.

"Maafkan aku...."

"Ayo kedalam... "tarik Eward membawa Nancy, berjalan ke sebuah ruangan milik nya melintasi ruangan-ruangan perawatan yang tertutup dan bersebelahan dengan sebuah salon yang tampak lumayan ramai.

"Tempat Ini milik mu Ed?" tanya Nancy melihat tempat yang sangat besar dan lumayan ramai orang.

"Iya milik ku dan sepupuku yang Dokter kulit itu Nan, tapi kami juga mempekerjakan ahli Aestetic dan beberapa pekerja salon profesional lain nya..."

"Wah kau sangat hebat Ed..."puji Nancy masih memutarkan leher nya melihat keadan di sana. Hingga kedua nya sampai di sebuah ruangan milik Edward dengan gaya melambai nya Edward menarik gemulai sebuah kursi dan menarik nya dekat sofa single di ruangan iti

"Duduk Nan, aa aku merindukan mu, nyadar gak sih ya di cariin?"

"Heheh iya maaf Ed, banyak hal yang yang sudah terjadi..."

"Benarkah? Tidakkah kau mau berbagi cerita dengan ku,Hemm... sudahlah nanti saja, kau tau dari mana alamat klinik ini?"

"Dari Frans.... "jawab nya santai menatap Edward.

"APA!, dia sudah lebih dulu menemui mu!?" tatap tajam Edward.

Nancy berkerut dahi membalas tatapan sahabat nya. "Kenapa,ada masalah?"

Edward menyengir kuda.

"Dia habis-habisan di marahi Nadilla, kau juga sama kenapa tidak mencari ku atau Nadilla, kenapa?,kau tidak lagi menganggap kami sahabat?"

"Bu-bukan begitu Ed... Aku----

"Sudah lah lupakan, yang penting sampai saat ini kau sehat dan baik-baik saja, Aaaa. Aaaaa Aku kangen.."ucap nya manja khas suara nya.

"Aku juga merindukan mu tau.. "balas Nancy kemudian.

"Kau sudah makan siang Nan?"

"Belum..."

Dan Edward pun mengajak Nancy keluar dari klinik berjalan kearah foodcourt di lantai bawah Mall, sambil terus menceritakan hal-hal kecil lalu, menarik kursi kedua nya duduk disalah satu meja-meja di stan itu. memilih beberapa menu kedua nya pun menikmati makan siang di sore hari itu.

Mulai menyantap makanan kedua nya sambil terus bercerita di sela-sela makan nya, ya ini yang Nancy rindukan bercengkraman dengan sahabat nya, menceritakan banyak hal,

mendengarkan banyak hal,

Tetapi sebaliknya itu lah Nancy dia hanya selalu berbagi cerita bahagia nya tidak kesedihan hidup nya.

Membuat Edward dan Nadiila tidak pernah tau sosok rapuh di balik sosok Nancy yang sangat ceria,selalu saja menyimpan semua masalah nya.

Memasukan suapan demi suapan ke mulut nya,tangan gemulai nya juga sedikit menggeser-geser layar di ponsel nya.

"Aa... so cute baby Noora" puji Edward melihat salah satu postingan di social media milik nya.

"Baby Noora,siapa anak artis?"

Masih sambil mengunyah makanan nya.

"Anak Dimas Nadilla lah, tuh kelamaan kabur, sana kabur lagi!"

"Hehe...Baby Noora aku belum pernah melihat nya, ayo temani aku menemui nya"pinta Nancy meraih sedotan minuman nya.

"Mereka masih di Switzerland..."balas Edward kemudian.

Membulatkan mata nya.

"Wah,akhirnya mereka pergi berbulan madu..."

"Maka nya nikah!" celetuk Edward kemudian.

Nancy melepaskan sedotan nya, sedikit mengulas senyuman, Aku sudah menikah Ed... haruskah aku ceritakan sekarang bathin nya. sambil terus menyuap kembali makanan ke dalam mulut nya.

"Kau tinggal dimana?" tanya Edward menyentakan nya. "Atau jangan-jangan di rumah Frans lagi..."

Uhukk.... Nancy nyaris tersedak oleh kangkung hotplate yang baru di masukan ke mulut nya , terasa tersendat di leher secepat kilat dia melesapkan minuman nya.

Bersyukur Ponsel Esward berdering keras membuat nya seketika mengangkat nya beriringan dengan Nancy yang menyesapkan minuman mendorong cekatan di leher nya.

"Hallo... Iya jeng Helen, Iya saya sedang di luar, langsung aja ke klinik, ....terimakasih"

Ya setelah mengangkat panggilan telepon nya, Edward lupa atas pertanyaan nya, menyelesaikan makan kedua nya dan mulai berjalan lagi.

Merindukan hal-hal seperti dulu yang selalu merekan lakukan bersama, berjalan-jalan mengitari mall, berpindah dari satu outlet ke outlet lain, menggelegarkan gelak tawa mengomentari orang-orang aneh yang berlalu lalang.

Sahabat sejati, dia tidak bisa selalu menyelesaikan masalah mu, tapi setidak nya kau selalu bisa melupakan semua masalah jika bersama nya.

Mamasuki sebuah Outlet Brand ternama

Edward tampak memilah-milah sebuah syal untuk nya pun Nancy tampak memilih-milih baju untuk di beli nya.

Setelah lama memilih berbagai macam model pakaian, akhirnya pilihan Nancy jatuh pada sebuah gaun malam berwarna merah cerah, lalu mengarahkan untuk mencoba gaun pilihan nya ke tubuh mungil nya, bergerak-gerak menatap ke arah kaca di ruang ganti.

Edward yang juga sedang berkaca di sebelah nya langsung berkacak pinggang melihat gaun yang di coba Nancy di sebelah nya.

"Pakai gituan, mau jadi sundal?ih... ganti!,ganti!"Ketus Edward mengibas-ngibaskan tangan nya.

"Sundal apa'an? Nancy berkerut dahi dan mencoba gaun satu nya lagi.

"Yang ini bagus gak?"

Edward kembali terbelalak melihat pilihan sahabat nya.

"Tidak... ih apaan geli!"

Nancy pasrah meletakan nya dan mencoba mengbil yang lain lagi.

"Yang ini Ed?"ucap nya mengangkat gaun memperlihatkan nya kepada Edward.

Mata Edward membulat penuh dan berjalan lebih dekat ke arah Nancy, meletakan punggung tangan nya ke dahi Nancy.

"Kau masih waras kan Nan?, dari tadi milih baju ala ala biduan dangdut mau apa?" tanya nya mengingat Nancy bukan typical orang yang suka pakai dress lebih ke casual dengan celana jeans dan kaus nya.

Nancy mencebikkan bibir nya.

"Ya udah deh gak jadi beli. .."meletakan kembali pakaian yang di pilih nya dan akan beranjak dari sana.

"Lah kok jadi ngambek, lagian aneh-aneh aja pilihan nya... "Edward menggerutu mengikuti Nancy keluar dari sana berjalan tepat di belakang nya.

Nancy juga heran entah kenapa saat ini dia menyukain pakaian-pakaian seperti itu.

Edward trus mengikuti langkah sahabat itu berjalan tepat di belakang nya, kemudian menatap sesuatu yang baru di sadari warna aneh dan sangat mencolok di pengelihatan nya.

"Woy...kuning "secepat kilat tangan gemulain nya menarik kuat rambut Nancy yang menjuntai bergerak mengikuti langkah nya.

"Ini lagi, sudah enggak ada pilihan warna rambut lain apa? kuning-kuning kaya kotoran bayi, berkiblat kesiapa sih aneh sekali diri mu sekarang" Menggeleng-geleng tak mengerti.

Nancy seketika berhenti.

"Sakit Edward!..."keluh nya dan menepis tangan Edward.

"Kau aneh sekali tidak adakah warna yang lebih dari ba-- seketika Edward memberhentikan kalimat nya memutar leher pelan hingga 180derajat seiring langkah segerombolan pria tampan bertubuh kekar lewat di sebelah nya.

Nancy tersenyum geli melihat sikap Edward si pria blush on paling gak bisa lihat begituan,

"Uhuk uhuk... Mas sayang!" pekik Nancy genit bersembunyi di sebalik Edward seketika membuat semua yang baru lewat menoleh dan melambai ke arah nya. .

Edward tertawa "Shit Nancy kau mempermalukan ku..." Nancy tidak berubah masih saja dengan sikap usil nya.

Mereka pun berlalu dari sana, masih terus tertawa dan membahas hal-hal receh yang lama sudah terlewatkan.

Ya bersama Edward membuat nya bisa tertawa lepas, selalu saja melakukan hal-hal gila yang sudah biasa yang di lakukan keduanya, namun tidak jika dengan Nadilla Nancy lebih sedikit segan Nadilla lebih serius dan kalem, lebih seperti sosok yang mengayomi.

Hari ini Edward membuat nya lupa dengan status nya yang kini adalah seorang istri.

Nancy masih tidak menyadari seorang yang menghantarkan nya terus menajamkan mata nya dan terus mengikuti arah langkah kaki nya.

*

Sedikit kesal mendapat laporan kelakuan iseng istri nya namun ya sudah lah...mungkin itu hanya sebuah keisengan bersama teman saja.

Tidak sabar, iya itu yang dia rasakan saat ini berulang kali melihat ke arah arloji di lengan dan sebuah jam digital di ruangan nya, lama sangat lama kenapa waktu berjalan lambat hari ini.

Selalu saja terbayang wajah jutek istri nya, jemari lentik yang selalu saja ingin di gengam nya,pun aroma-aroma segar yang selalu di rindukan nya.

Pukul 17:40

Edward dan Nancy kembali ke salon, tak lama benda pipih milik Nancy bergetar, sebuah pesan dari suami nya.

/Sayang, masih lama aku tunggu di pintu timur ❤/,

"Sayang"...Nancy tersenyum Frans memanggil sayang, sekian tahun menyendiri, ini kali pertama nya menerima sebuah pesan seseorang memanggil sayang di imbuhi sebuah icon love di dalam nya, ya mana ada lagi selain dari si lelaki blush on, dan Nadilla.

Nancy pun berpamitan kepada Edward untuk segera kembali pulang, tak lupa mencium pipi kanan dan kiri, Nancy pun pergi dari sana.

Ya, kebahagiaan yang selalu tak tertebak kehadiran nya.

Seorang pria tampan bernetra hijau kebiruan sudah berdiri menunggu di luar mobil nya, melipat kedua tangan di dada dan tersenyum kepada nya, sungguh benarkah dia suami ku? seseorang yang akan selalu menunggu ku, tempat ku mengadukan segala hal, tempat ku membagi semua nya... "

Frans menatap ke seseorang yang sedari tadi ditunggu nya sudah berjalan ke arah nya, merentangkan kedua tangan nya menuntun istri nya untuk segera masuk kedalam nya.

Nancy pun seakan mengerti segera berjalan lebih dekat dan tenggelam di dekapan nya, menghendus aroma yang seakan menjadi candu untuk nya, perlahan hati yang sempat sakit dan penuh keraguan mulai membuka celah nya mengisi rongga-rongga kosong di dalam nya.

Tangan kekar yang kemudian mengelus lembut rambut dan mengecup puncank kepala nya.

Meraka pun akan kembali ke Appartmen mengingat siang sudah berganti senja, hanya 10 menit di perjalanan ke Appartemen mereka, Ya...tidak terlalu jauh dari Mall itu dan juga tidak melewati kemacatan jalan.

Membersihkan tubuh yang terasa lengket setelah seharian di luar Nancy baru saja menyelesaikan ritual mandi nya, lalu bergantian dengan Frans setelah nya, kedua nya berjalan selisihan, dengan Nancy masih berbalutkan handuk menutup tubuh mulus nya sebagian.

"Tutup mata mu!"ucap Nancy mencebikkan bibir nya ketika Frans melihat ke arah nya, Frans pun tersenyum geli tak ingin merespon nya.

Setelah menyiapakan pakaian suami nya Nancy pergi ke dapur berniat akan memasak makanan malam sederhana untuk suami nya, mengambil beberapa bahan makanan di kulkas yang kemarin di hantarkan oleh seorang kurir, mulai lah dianmemotong beberapa sayuran,dan beberapa potongan seafood freezer, Frans sangat menyukai sayuran sejenis pria pemakan makanan sehat, tidak terlalu lama, semangkuk capcay dan beberapa potong dori goreng tepung sudah selesai tertata di meja makan.

Frans pun keluar dari kamar nya, segera ke dapur melihat yang di lakukan istri nya, kedua nya pun menikmati makan malam mereka, di selingi perbincangan seputar kegiatan yang di lalukan hari ini,tanpa membahas kelakuan Nancy tadi.

Dan kedua nya selesai menyantap makan malam, kemudian Nancy masuk ke kamar nya, meninggalkan Frans yang masih di ruang tengah menatap televisi.

Sudah pukul 22.05 Frans pun beranjak masuk ke kamar nya ikut bergabung dengan Nancy yang masih saja betah dengan ponsel nya.

"Kau tidak tidur?, apa yang kau lakukan?"

Nancy memindah pandangan melihat ke arah suami nya. "Kenapa?aku hanya melihat social mediaku... "

"Jangan lakukan lagi!"ucap nya tiba-tiba datar ke merebahkan tubuh nya di tempat tidur dan membelakangi Nancy.

"Aku hanya---

"Jangan lakukan lagi,atau aku benar-benar melarang mu keluar rumah!"

Berkerut dahi Nancy bingung memutar leher nya melihat ke punggung yang membelakangi nya.

"Gara-gara bermain ponsel kau melarang ku keluar!"

Frans sedikit menggeleng kepala nya seolah malas menanggapi nya.

"Kau berlebihan!" kembali menatap langit-langit kamar nya.

Frans mendengus.

"Berlebihan? Menggoda pria di luar dan memanggil nya sayang, apa itu yang kau sebuh berlebihan!, apakah itu baik!"

Nancy terperanjat.

"Ha,dia tau itu!" ku fikir karena bermain ponsel

"Sudah tidur lah, jangan di bahas!,ubah sikap yang menyakiti suami mu!"ucap nya menjarak kan tubuh nya lebih ke ujung ranjang.

Nancy tertegun,oh pria itu mengikuti ku. pantas saja pesan yang di kirim nya kepada ku terkesan aneh tersemat sebuah kata sayang,

"Hemm,....Maaf sungguh aku tidak bermaksud apapun itu hanya hal sepele dan rasa nya tidak perlu di besar-besarkan, aku hanya menggoda Edward..."

Hening......

Frans tidak ingin menanggapi lebih memilih memeluk guling yang di bawa nya menyamping.

Dengan ragu Nancy pun memiringkan tubuh nya,menyentuh punggung suami nya.

"Aku minta maaf... "ucap nya lagi lebih mendekatkan jarak nya.

"Frans... "

Tetap hening,

Tak sedikit pun Frans memberi respon, membuat Nancy merasa bersalah lalu memotong jarang antara kedua nya lebih dekat menempel di punggung Frans dan memeluk nya.

"Maaf aku salah... "mengelus-elus perut berotot Frans di pelukan.

Frans tersenyum merasakan kenyamanan pelukan tubuh kecil di belakang nya, kemudian berbalik.

"Tidak aku tidak marah, aku hanya menasehati mu... "ucap nya dengan wajah yang sudah saling berpandangan.

"Jangan ulangi lagi candaan seperti itu... "timpal nya lagi.

Tangan Frans menyentuh lembut wajah istri nya,menatap lamat-lamat dengan tatapan mendamba, mulai menyentuh pipi chubby nya "Katakan panggilan itu hanya kepada ku.. ..."ucap nya lagi.

Nancy sedikit mengulas senyuman menatap netra biru di hadapan nya.

"Aku tidak akan melakukan nya lagi, sayang.."ucap serak dan berbisik, membuat Frans seakan tak tahan mendengar seperti desahan seketika membungkam cepat bibir pink di hadapan nya,

Mengalirkan helaa hangat.

Seketika Nancy memejam menerima nya, Frans mulai mengecap, menyelusup ke belahan rongga yang sedikit berbelah menyapu habis sisi rongga melahap sangat rakus dan sedikit kasar pun Nancy mulai membalas dengan pagutan-pagutan lembut, gigitan kecil dan uluran saliva yang memancing.

Frans jelas sudah jelas semakin menggila dengan gerakan-gerakan yang semakin memanas, tangan nya sudah merambat bergerak-gerak begeriyla di sebalik piyama.

Secepat kilat Nancy menyadarkan diri. kemudian melepaskan pagutan nya.

"Tidur lah!"ucap nya langsung menjarakan tubuh nya. "Maaf aku tak ingin kita melewati batas... "

Frans terperanjat,melongo sesuatu yang tak tertuntaskan, huh sakit...membuat nya menahan kesal.

Ya Tuhan...

"Aku yakin, aku tidak akan bisa tidur malam ini. .. "gerutu Frans yang seketika melihat Nancy sudah berbalik memunggungi nya.

TBC

1
dian rahma
baca lagi dan ini sgt menyesakkan
dian rahma
😍
Nayy
😭😭😭
Nayy
O...ooo.... manisss syekaliiiii
5 bunga
1 like
1vote
Khalisa Naadhira
Baca ulang yg ketiga kali
part paling melow
Nurhastuti Attar
bagussss susah move on
Nofta Putri111
/Rose//Rose//Rose//Rose/
Nofta Putri111
ada2 aj nena ini../Facepalm//Facepalm/
Nofta Putri111
teh yg biasa ny kau rskn tidak akn pernh ada lgi jull klo ditak dengan orng ny../Frown//Frown//Frown/
Nofta Putri111
jika tidk than jngan di prthan kn lgi dill sudah cukup sabar mu..bahagia lh kau pntas dn brhk bahagia/Smile//Smile/
Nofta Putri111
sabar ya dilvi/Frown//Frown//Frown/
Nofta Putri111
sejenis benda antik yg unyuu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nofta Putri111
tahan ..aku ykin gak akn tahan/Facepalm//Facepalm/cobaan sabar aj
Nofta Putri111
bahagia sellu nency/Heart/
Nofta Putri111
mama ny menyukai nyy...uuuh lmpu hijau niich/Chuckle//Chuckle/
Nofta Putri111
cantik nency ny/Chuckle//Chuckle/
Nia Nurasiyah
kak tris,aku sedih gak bisa baca turunan nya julian end the geng,soal nya aku mh apa atuh gak bisa buka kunci nya,
Nia Nurasiyah
akkhhhh,kak tris balik lagi
udah lama aku nungguin cerita kk,
Ndah Sri
Luar biasa
Lela
ka author mau tanya dong kalo cerita nya dinda ada ngga,,,,soalnya rada2 lupa kanaya adeknya kennan kalo ga salah nikah sama anaknya dinda ya
Tris rahmawati: Ada di Goooodnovel, kbmm kakkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!