Wahyudi seorang dokter berusia 30 tahun. memiliki wajah yang tampan dan begitu humoris membuat ia begitu mudah mendapatkan cinta seorang wanita. namun ketika ia menemukan wanita yang sangat di cintai nya. orang tua nya menolak gadis yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun tersebut. dan ia di jodohkan dengan dengan seorang dokter muda.
Wahyudi Al Rasid. seorang dokter sepesialis bedah berusia 30 tahun.
Sasa alindra gadis cantik berusia 26 tahun seorang sekretaris di perusahaan sahabnya.
Lely asmira seorang dokter muda berparas cantik berusia 25 tahun.
mampu kah Lely asmira mendapkan hati dokter Wahyu. bagaimana perjuangan cinta Lely asmira dan dokter Wahyudi. bagaimana kah nasip Sasa yang terkubur dalam luka yang dalam. sehingga menutup hati untuk siapapun.
masih adakah harapan untuk sasa bisa bersama lagi dengan dokter Wahyudi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
capter 22
"Aku bingung Ta, sebagai seorang ibu aku ingin anaknya menikah dengan orang yang bener-bener aku ketahui, bahwa gadis tersebut benar-benar gadis yang baik. sehingga aku bisa dengan yakin melepaskan putra ku. Aku tidak susah untuk beradaptasi dengan minantu ku nanti. Namun sikap Wahyudi terhadap Lely tidak pernah berubah, " Ucap Marina sambil mengusap air matanya.
Namun Lely selalu tersenyum, walaupun Ia tidak pernah di anggap oleh Wahyudi. Dari awal aku mengambil Lely, Wahyudi langsung membenci nya. Lely selalu mengalah kepadanya. Ia sangat tau diri, Lely tidak pernah meminta apa pun dari aku Ta. Dia benar-benar gadis yang sangat baik. Untuk kuliah nya Ia memakai bea siswa nya. untuk biaya hidup nya juga. Ia tidak pernah meminta uang jajan kepada ku. walaupun aku selalu memberikan Ia uang," Marlina kembali menghapus air matanya.
Anita hanya diam memandang nya
" Menurut kamu, apa aku egois Ta?
" Apa aku salah," ucap Marlina dengan Isak tangisnya.
Anita menggeleng kan kepalanya.
" Tidak," jawab nya.
Marlina memandang nya.
" Jika aku yang ada di posisi mu, aku juga akan melakukan hal yang sama," ucap Anita.
" Aku tidak salah?" tanya nya Marlina yang seakan tidak percaya dengan Ucap sahabnya itu.
Anita menggelengkan kepalanya. " Bagi yang tidak berada di posisi kita, sudah pasti mereka akan menyalakan kita. namun bila mereka yang ada di posisi kita, mereka pasti akan mengambil jalan yang kita ambil. Sewaktu Habibi Belum jumpa dengan Arumi, begitu banyak wanita yang di bawanya ke pada ku, dan semuanya Aku tolak," ucap Anita.
Marlina mendengarkan ucapan sahabnya itu.
" Aku tidak ingin melepaskan putra ku satu-satunya, ke tangan wanita yang aku tidak yakin dengan mereka. sampai aku berjumpa dengan Arumi. Awal mula aku melihat nya, aku sudah langsung menyukainya. Walaupun Ia bukan berasal dari keluarga yang kaya dan terhormat. Namun sikap dan perilaku serta ahlak gadis itu mampu menyihir ku. Tatapan matanya yang begitu polos dan ketulusan hati nya, terlihat jelas oleh ku.
dan ternyata putra ku sangat tertarik kepada nya. Sehingga langkah ku tidak sulit untuk menjadi Ia minantu ku. Aku hanya sedikit membantu putra ku untuk mendapatkan nya," ucap Anita.
Marlina mendengar kan ucapan sahabnya tersebut. Ia masih mengusap air matanya.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya nya.
" Ikuti kata hati mu, naluri seorang ibu tidak pernah salah," ucap Anita.
" Namun sikap Wahyudi terhadap Lely?
aku tidak tega melihat Lely. Apakah nanti Lely mampu bertahan?" ucap Marlina.
" Sikapnya nanti pasti akan berubah. saat mereka sudah menikah. walaupun itu membutuhkan sebuah proses. Aku yakin Lely pasti mampu menghadapi Wahyudi.
20 tahun Lely mengenal wahyudi. Lely pasti sangat kuat. Lagi pula, gadis yang dulu menjadi kekasih Wahyudi, sudah pergi meninggalkan Jakarta.," ucap Anita.
" terimakasih Ta atas saran kamu. saat ini aku sudah sangat legah," ucapnya yang sudah mulai tersenyum.
" Aku tau bahwa Lely, gadis yang sangat baik dan juga sangat pintar. Ia juga begitu kuat bahkan lebih kuat dari apa yang kita bayangkan. aku yakin Ia pasti mampu untuk bertahan," ucap Anita
" Terimakasih ya Ta," ucap Marlina.
" Aku nanti pasti akan selalu menasehati Wahyudi," ucap Anita.
Marlina melihat panggilan dari Rudy, Ia langsung mengangkat panggilan tersebut tersebut.
" Halo assalamu'alaikum pa," ucap Marlina.
" Waalaikumsalam, Mama di mana?
papa di rumah sakit Mama sekarang. kita sudah janji akan menemani Lely memesan undangan," ucap Rudy.
" Mama di coffe shop depan rumah sakit. papa ke sini ya," ucap Marlina.
" Iya udah, papa langsung ke sana," ucap Rudy dan memutuskan sambungan telepon tersebut.
" Kami sudah janji dengan Lely, untuk memilih undangan," ucap Marlina sambil tersenyum.
" Aku doakan acara nya sukses," ucap Anita.
" Aku duluan ya, Sudah janji sama mas Jhoni untuk ke kantor nya makan siang sama," ucapnya.
" Hati-Hati ya, terimakasi kamu sudah mau menyempatkan diri untuk datang ke sini," ucap Marlina kepada sahabat nya itu.
Marlina sudah mulai tenang saat ia berbicara dengan Anita ia semakin memantapkan hatinya untuk tetap menikah akan Wahyudi dan Lely.
Selama ini ia tidak memberi kesempatan Wahyudi untuk membawa Sasa berjumpa dengannya. Begitu juga dengan kekasih-kekasih Wahyudi sebelum Sasa. Marlina menyadari bahwa Ia memang sangat egois .Ia tidak ingin Wahyudi memiliki wanita lain selain dari Lely, karena itu Ia tidak ingin berjumpa dengan Sasa.
Marlina sengaja menunggu Lely selesai studinya dan kembali ke Indonesia agar Ia bisa menikahkan anak angkatnya dengan putranya.
Mata Marlina masih menatap layar kameranya ia melihat foto Lely yang tersenyum dengan begitu cantiknya.
" Mama hanya ingin kalian berdua bahagia," ucapnya dalam hati Ia tidak menyadari kedatangan Rudi yang sudah duduk di depannya.
" Kenapa sayang tanya Rudi yang membuat Marlina mengangkat kepalanya memandang wajah suaminya. Walaupun suaminya sudah tidak muda lagi namun pria itu masih tetap gagah dan juga tampan di matanya.
" Tadi aku ketemu sama Anita Mas," ucapnya kepada Rudi.
Rudi menganggukkan kepalanya. " Terus?" tanya.
" Nabrak," jawab Marlina Sambil tertawa.
Rudi ikut tertawa saat melihat istrinya yang sudah bisa tertawa. Ternyata kamu udah nggak sedih lagi ucapnya sambil mengusap kepala istrinya.
Setelah berbicara dengan Anita rasanya Aku sudah mulai lega Mas, menurut Anita sih aku nggak salah," ucapnya sambil tersenyum.
"Sudah berulang kali Mas bilang kamu nggak salah sayang, kita nggak salah," ucap Rudi.
Mas yakin sikap Wahyudi pasti berubah nanti setelah mereka menikah. Kita nanti akan memberi mereka kesempatan untuk menjalani rumah tangganya berdua, sehingga apapun masalahnya mereka bisa menyelesaikan berdua," ucap Rudi meyakinkan istrinya.
" sudah yuk sayang, Lely mungkin sudah menunggu," ucap Rudi yang melihat jam di tangannya.
Marlina dan juga Rudi langsung menuju ke rumah sakit Lely setelah Marlina menghubunginya dan Lely sudah menunggu kedatangannya.
Lely berdiri di depan halaman rumah sakit tersebut, Ia melihat mobil Rudi masuk ke dalam halaman rumah sakit. Ia kemudian langsung berjalan ke dekat mobil tersebut sehingga mobil Rudi tidak perlu mencari tempat untuk parkir.
Lely tersenyum dengan begitu manis nya. senyum nya yang selalu membantu Marlina merasa sangat senang.
" Mau kita cari di mana," tanya Rudi kepadanya.
" Tempat percetakan undangan aja Pa," ucapnya yang duduk di kursi penumpang.
mereka langsung menuju ke tempat percetakan undangan setelah memilih banyak model akhirnya Lely memutuskan untuk mengambil undangan yang berwarna biru. Ia begitu tahu bahwa Wahyudi sangat menyukai warna biru.
Setelah memesan undangan Lely, Marlina dan juga Rudi pergi makan siang bersama.
*****
Lely melihat pantulan wajahnya dari cermin besar yang berada di dalam kamarnya.
dengan baju kebaya berwarna merah.
Ia terlihat sangat cantik. Lely memegang dadanya yang sudah berdetak dengan hebatnya.
Sebentar lagi Ia akan resmi menjadi istri Dokter Wahyudi. Pria yang sudah memenuhi seluruh ruangan dalam hatinya. sehingga tidak ada lagi yang kosong untuk yang lain.
Menjadi istri Wahyudi Seperti mimpi baginya.
Ia berharap setelah Ia menikah nanti Ia akan mendapatkan hati pria itu.
" Ly akan berjuang untuk mendapatkan hati dan cinta Mas," ucap nya di dalam hati.
" Sayang Mama cantik sekali," puji Marlina saat Ia melihat Lely.
" Makasih ya ma," ucap Lely menatap Marlina. matanya sudah tampak berkaca-kaca.
Marlina memeluk nya begitu erat, Ia kemudian mencium pipi gadis tersebut.
" Lely selamat," Ucap Dea yang muncul dari ambang pintu.
" Makasih," ucap Lely.
" Kamu cantik sekali," ucap Dea.
Lely tersenyum memandang nya.
"Mama tinggal ya," ucap Marlina.
" Iya ma," jawab Lely.
"Iya Tante," jawab Dea.
" Doain aku nyusul ya," ucap Dea sambil memelukku sahabnya itu ketika Marlina sudah pergi meninggalkan mereka.
" Mau di doain sama yang mana?" tanya Lely.
Dea diam dan tampak berfikir.
" sama yang serius mau," Ucapnya.
" Dokter Azuar?" tanya Lely.
" Boleh," jawab nya. hubungan nya dengan Dokter Azuar semakin dekat.
Dea Tampak begitu cantik dengan memakai baju kebaya dan rok batik . Ia datang bersama dengan Azuar.
****
like komen dan vote nya ya Reader.
🙏🙏😊😊