Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.
_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Happiness
Langkah Dante Valerius untuk menghancurkan keluarga Xander-Rodriguez tidak hanya berakhir dengan kebangkrutan pribadinya, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi misi kemanusiaan yang akan mengubah wajah New York.
Aset-aset mewah yang dulunya merupakan simbol kesombongan Dante—mulai dari gedung perkantoran di distrik finansial hingga tanah luas di pinggiran kota—kini berpindah tangan secara legal ke dalam kekuasaan Freya Xander.
Freya tidak ingin menjual aset tersebut untuk menambah angka di rekening bank keluarganya. Ia memiliki rencana yang lebih besar, sebuah rencana yang akan mengubah "skandal" masa lalu menjadi sebuah warisan yang bermartabat.
...----------------...
Pagi itu, udara New York terasa segar saat Freya berdiri di depan gedung eksklusif yang dulunya merupakan markas besar Valerius Holdings. Namun, pemandangan hari ini jauh berbeda. Logo emas "Valerius" telah dicopot dan digantikan dengan ukiran marmer putih yang elegan bertuliskan: "The Nael Foundation: Global Home for Children's Future."
Gedung yang dulu kaku dan penuh dengan aura keserakahan itu kini telah diubah fungsinya. Lantai-lantai bawah dijadikan pusat rehabilitasi dan pendidikan bagi anak-anak terlantar, sementara lantai atas diubah menjadi pusat riset kebijakan perlindungan anak.
Freya berdiri di atas podium kecil di lobi utama. Di sampingnya, Pablo berdiri tegak, memancarkan aura perlindungan yang tak tergoyahkan. Nael, mengenakan setelan jas kecil yang rapi, berdiri di depan mereka, tampak bingung namun bangga melihat namanya terpampang di gedung sebesar itu.
"Yayasan ini tidak didirikan dari rasa dendam," Freya memulai pidatonya dengan suara yang jernih, bergema di seluruh ruangan yang dipenuhi oleh media dan tamu undangan.
"Yayasan ini didirikan dari kesadaran bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang kelahirannya, berhak mendapatkan perlindungan, identitas, dan cinta yang tulus. Kami menggunakan apa yang dulunya digunakan untuk memecah belah, sebagai alat untuk menyatukan."
...----------------...
Salah satu aset paling kontroversial milik Dante adalah sebuah vila mewah di tepi pantai Long Island yang jarang digunakan. Freya mengubahnya menjadi "Nael’s Sanctuary", sebuah panti asuhan eksklusif dan rumah transisi bagi anak-anak yang sedang menunggu proses adopsi.
"Kau benar-benar melakukannya, Freya," bisik Pablo saat mereka meninjau lokasi panti asuhan tersebut beberapa hari setelah peresmian. "Vila yang dulu dipakai Dante untuk pesta-pesta gelapnya, sekarang penuh dengan suara tawa anak-anak."
Freya menyandarkan kepalanya di bahu Pablo. "Aku ingin Nael tumbuh dengan mengetahui bahwa namanya tidak hanya berarti 'Pewaris Xander', tapi juga berarti 'Harapan' bagi mereka yang tidak punya siapa-siapa. Aku ingin dia belajar tentang empati sejak dini."
Keterlibatan Kakek Alan dan Joice
Meskipun Kakek Alan dan Joice Rodriguez awalnya skeptis dengan keputusan Freya untuk memberikan begitu banyak aset secara cuma-cuma, melihat dampak publik yang positif membuat mereka berubah pikiran.
Kakek Alan secara pribadi menyumbangkan koleksi buku-buku langka dari perpustakaan pribadinya untuk mengisi perpustakaan yayasan. Sementara itu, Joice Rodriguez menggunakan koneksi perbankannya untuk memastikan yayasan ini memiliki dana abadi yang tidak akan pernah habis hingga tujuh turunan.
"Freya mengubah krisis menjadi filantropi," ucap Joice kepada Anne saat mereka menghadiri acara amal pertama yayasan. "Ini adalah manuver hubungan masyarakat terbaik yang pernah kulihat, sekaligus tindakan paling tulus yang pernah dilakukan putri kita."
...----------------...
Nael tidak hanya menjadi nama dari yayasan tersebut, tetapi juga terlibat aktif dalam kapasitas yang sesuai dengan usianya. Freya sering membawa Nael ke pusat pendidikan yayasan untuk bermain dengan anak-anak di sana.
"Mom, kenapa anak itu tidak punya mainan robot seperti punyaku?" tanya Nael suatu sore setelah bermain di yayasan.
Freya berlutut dan menatap mata putranya. "Itulah sebabnya kita membangun yayasan ini, Nael. Agar kau bisa berbagi robotmu, dan agar mereka tahu bahwa mereka punya teman sepertimu. Kau adalah pelindung mereka, mengerti?"
Nael mengangguk dengan serius. Sejak saat itu, setiap kali berkunjung, Nael selalu membawa sekotak mainan miliknya untuk dibagikan. Perubahan karakter Nael yang semakin peduli dan dewasa membuat Pablo merasa bahwa keputusan menikahi Freya adalah berkah terbesar dalam hidupnya.
Tentu saja, tidak semua orang senang. Beberapa kolega lama Dante mencoba menggugat pengalihan aset tersebut, mengklaim bahwa prosedur sita tersebut terlalu agresif. Namun, dengan Pablo Xander dan Joice Rodriguez di belakang tim hukum Freya, gugatan-gugatan itu runtuh dalam hitungan hari.
Bagi New York, Freya bukan lagi sekadar "putri Rodriguez" yang cantik dan modis. Ia telah bertransformasi menjadi seorang pemimpin yang visioner. Ia membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang wanita bukan terletak pada berapa banyak berlian yang ia kenakan, tetapi pada berapa banyak hidup yang bisa ia selamatkan dengan pengaruhnya.
Beberapa bulan setelah yayasan berjalan, Pablo dan Freya duduk di balkon kamar mereka, menyesap teh di bawah langit malam New York yang cerah.
"Dante mungkin kehilangan segalanya," kata Pablo pelan, "tapi karena dia, aku menemukan betapa luar biasanya istriku."
Freya tersenyum, menyandarkan kepalanya di dada Pablo. "Dante hanya menjadi katalis, Pablo. Cinta kita yang sebenarnya melakukan semua kerja keras ini. Sekarang, Nael tidak perlu lagi bersembunyi di balik bayang-bayang. Dia adalah simbol dari sesuatu yang baik."
Pablo merangkul Freya lebih erat. "Yayasan itu adalah mahakaryamu, Freya. Tapi bagiku, mahakarya yang sesungguhnya adalah keluarga kecil yang kau bangun di sini, di rumah ini."
Freya tersenyum " I live you Pablo", tangannya memegang wajah pablo, menatap dengan dalam kedua matanya.
"Aku sangat berterima kasih padamu Freya. Thank you for everything" Dante mencium lembur bibir Freya kemudian meraih tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.
...----------------...
Aset sitaan dari Dante Valerius yang dulunya kotor oleh intrik dan keserakahan, kini telah disucikan melalui tangan Freya. "The Nael Foundation" berkembang pesat, menjadi salah satu organisasi kemanusiaan paling berpengaruh di Amerika Utara.
Dante Valerius mungkin telah mencoba menghancurkan sebuah keluarga, namun ia justru secara tidak sengaja membantu membangun sebuah institusi yang akan melayani ribuan keluarga lainnya. Kejadian ini membuktikan sebuah filosofi lama keluarga Rodriguez yang sering diucapkan Kakek Alan: "Emas yang paling murni hanya bisa dihasilkan melalui api yang paling panas."
Dan di tengah semua kemegahan yayasan itu, ada satu keluarga yang akhirnya bisa bernapas lega. Pablo, Freya, dan Nael—tiga jiwa yang dipertemukan oleh perjodohan, dipersatukan oleh cinta, dan dikuatkan oleh perjuangan. Mereka bukan lagi sekadar nama di atas kertas kontrak, melainkan cahaya baru bagi kota New York.