NovelToon NovelToon
KARMAPHALA: SAHEN PANGERTOS

KARMAPHALA: SAHEN PANGERTOS

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Action / Fantasi / Pusaka Ajaib / Budidaya dan Peningkatan / Ilmu Kanuragan / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Altairael

Terikat oleh kisah masa lalu yang saling bertalian, takdir pun menuntun langkah tiga pemuda pengembara untuk dipertemukan. Mereka harus melakukan perjalanan bersama untuk menggenapi takdir karmaphala.

Ada kutukan bawaan lahir yang harus dimusnahkan, ada juga kutukan takhta berdarah yang harus mereka hancurkan. Di samping itu, ada nama baik seseorang yang telah difitnah selama bertahun-tahun harus dibersihkan untuk mengembalikan kehormatannya.

Dibimbing takdir lewat jiwa-jiwa masa lalu yang masih tercecer di buana, ketiganya menghadapi berbagai macam rintangan dan goda tanpa gentar. Tujuan perjalanan mereka adalah Istana Kerajaan Jagat Kawiwitan karena dari sanalah segalanya berawal.

Namun, sebelum itu mereka harus singgah ke sebuah gunung untuk bertemu dengan ratu siluman ular. Perjalanan menuju ke sana pun tidak mudah, karena selama berada di wilayah hutan dan gunung ilmu kanuragan mereka tidak bisa digunakan, padahal ada begitu banyak bahaya mengancam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Altairael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1.22 PERTEMUAN: KAHURIPAN 1

Kembali ke kediaman Raden Sono Baur, Kamandaka memerintahkan Oyot Ngulo untuk memboyong seluruh ular berkepala manusia yang sudah dilemahkan ke Gunung Ndapan. Karena pada hakekatnya di Jagat Kawiwitan ini Nyai Puspa'lah sang ratu pengendali seluruh ular, baik ular biasa maupun ular siluman.

Ular-ular besar berkepala manusia yang ada di Desa Ngalun Dalu kebanyakan adalah orang-orang dewasa atau lanjut usia yang oleh Nyai Basingah hanya diisap darahnya, kemudian mati dan hidup lagi sebagai siluman. Sementara itu untuk para gadis atau perjaka, Nyai Basingah tidak akan pernah menyisakan apa pun. Bahkan tulang belulangnya pun tidak.

Kabar yang tersiar mengenai calon pengantin perempuan yang harus melayani Raden Sono Baur terlebih dahulu sebelum menikah dengan pasangannya, hingga akhirnya banyak yang mati bunuh diri, itu sebenarnya adalah desas-desus tidak akurat.

Kebenarannya, para calon pengantin baik laki-laki ataupun perempuan, bahkan, tidak sempat merasakan kebahagian bersanding di pelaminan karena malam sebelum hari bahagia itu tiba sudah disantap oleh Nyai Basingah. Darah serta daging para pasangan yang hatinya sedang berbunga-bunga menjelang hari bahagia adalah hidangan paling lezat bagi Nyai Basingah yang membenci pernikahan.

Sementara Bumirang masih belum sadarkan diri, Eyang Pamekas dan Kamandaka tengah berbincang di pendopo kediaman Raden Sono Baur yang cukup luas hanya diterangi satu obor yang nyala apinya kecil. Puncak malam telah bergeser lebih dekat ke pagi, tetapi keduanya masih terus terjaga dan tidak tampak letih sama sekali.

"Guru ada di tubuh Kamandaka, apa itu berarti jiwa pemuda itu telah pergi?"

Eyang Pamekas memandangi pemuda di hadapannya sangat intens, sampai-sampai terlihat seperti sedang meneliti. Dengan tubuh bagian atas sedikit condong ke depan, pandangannya naik turun, turun naik membuat Kamandaka risi.

"Kalau aku ini perempuan, orang akan mengira kamu sedang berahi padaku, Pamekas," seloroh Kamandaka. Setelahnya dia terkekeh ringan.

Eyang Pamekas segera meluruskan sikap dan duduk bersila lebih benar karena tadi salah satu lututnya sedikit terangkat, kemudian berkata, "Kalau bukan karena kehadiran Raden Sindu Rencang, aku tidak akan percaya begitu saja bahwa Kamandaka ini adalah Guru."

Raden Sindu Rencang adalah nama Oyot Ngulo yang sebenarnya. Usianya sudah hampir seribu tahun dan seumur hidup hanya bersedia mengabdikan diri kepada Prabu Jagad Kawiwitan. Untuk bisa menjadi sahabat yang saling setia, saling memahami, juga saling melindungi selama ratusan tahun, tentu saja tidak mudah dan tidak terjadi begitu saja. Bahkan ada fase di mana keduanya pernah menjadi musuh bebuyutan yang bertarung dengan niat untuk saling membunuh.

"Jiwa Kamandaka masih ada di sini. Sedang mengasingkan diri di tempat yang paling gelap untuk merenung dan menunggu ada cahaya yang akan menuntunnya kembali. Sekarang Kamandaka sudah menyadari bahwa dirinya menanggung beban karmaphala orang tua atau bahkan para leluhur. Kasihan sekali."

Eyang Pamekas mengernyitkan dahi. "Lalu, selama ini Guru ke mana saja?"

"Di tempat yang sekarang ditempati Kamandaka. Tidur nyenyak sampai akhirnya Kidung Tilar mengusikku. Penyiksaan yang dia lakukan terhadap Kamandaka membuatku terbangun. Aku sudah nyaris bergerak, tapi Bumirang keburu datang untuk menangani semuanya. Jadi aku, ya, tidur lagi. Tapi sialnya Rumpang dan muridnya malah memaksaku keluar."

Selesai berbicara, Kamandaka mengembuskan napas kasar, lalu menggeleng pelan. Sepertinya benar-benar menyesal karena istirahatnya pada waktu itu telah diganggu.

Baru saja Eyang Pamekas hendak membuka mulut untuk menanggapi, tiba-tiba dia merasakan adanya aliran energi yang cukup akrab bergerak di udara. Akan tetapi, seharusnya energi itu tidak bisa dirasakan sampai di sini.

Kamandaka tersenyum tipis saat melihat sikap waspada Eyang Pamekas, lalu berkata santai dengan suara lirih, "Gadis yang cerdik, polos, dan berkemauan keras. Dia memanfaatkan ketergesa-gesaanmu untuk keluar dari sana. Dia sudah mengikutimu sejak dari alam ilusi Basingah, bagaimana bisa baru menyadarinya sekarang ...."

"Hanya ada dua kemungkinan, aku yang bodoh atau dia yang terlalu cerdik," seloroh Eyang Pamekas juga dengan suara lirih.

Lagi-lagi Kamandaka terkekeh, lalu kembali berbisik-bisik, "Dia salah satu yang harus Bumirang hadapi. Disingkirkan berapa kali pun akan tetap kembali dan muncul di jalan yang akan Bumirang lalui. Kamu tau sendiri, bukan? Musuh Bumirang bukan takhta berdarah."

Sementara keduanya terus larut dalam percakapan yang diliputi suana santai dan akrab, di dalam kamar Bumirang, sesosok perempuan bercadar biru tengah berjingkat-jingkat mendekati tempat tidurnya.

Bumirang tetap bergeming ketika perempuan bercadar biru itu duduk di tepi pembaringan, lalu sedikit menunduk untuk memandangi wajahnya yang rupawan.

Sangat tampan. Tapi sepertinya juga sangat sulit didapatkan. Dia bahkan tidak tergoda oleh sentuhan Nyai Basingah. Apa yang bisa aku lakukan untuk memikat hatinya? Jampi-jampi pengasihan?

Dilihat dari matanya yang tiba-tiba menyipit, perempuan itu sepertinya sedang tersenyum.

Baiklah. Sepertinya patut dicoba.

Segera setelah memantapkan niat, perempuan itu pun mengatur napas dan memusatkan pikiran. Setelahnya, dengan tatapan terpaku pada wajah Bumirang, terdengar suara merdu yang mengidungkan tembang Kahuripan Samseti Ruh (kehidupan asmara jiwa).

"Lerap-lerap rengah kahuripan samseti ruh, ketketsat ruh Bumirang ruh Kidung Kahuripan---"

[Benang-benang memintal kehidupan asmara jiwa, mengikat erat jiwa Bumirang jiwa Kidung Kahuripan---]

Tiba-tiba saja Bumirang bangun. Alih-alih dia yang terkejut karena begitu mebuka mata langsung mendapati orang asing sedang membungkuk di atasnya, tetapi justru perempuan itulah yang refleks menarik diri dan otomatis jampi-jampinya gagal total.

Dia hendak melarikan diri, tetapi Bumirang dengan mudah mencekal lengannya. Perempuan itu pun sekuat tenaga mengibaskan tangan Bumirang, tetapi gagal melepaskan diri. Akhirnya malah nekat menyerang dengan tangan yang satunya.

Telapak tangan bersinar kebiruan dengan cepat menuju perut Bumirang, tetapi pemuda itu hanya berguling ke samping untuk menghindar, pun tanpa melepaskan pegangan pada lengan perempuan tersebut. Membuatnya terhuyung-huyung, lalu Bumirang dengan sengaja melepaskan cengkeraman sehingga tubuh perempuan itu hilang keseimbangan, dan menabrak dinding.

Bumirang melompat turun, mendarat tepat di depan perempuan yang sedang merunduk sambil memegangi lengan yang tadi menabrak dinding, lalu merenggut cadarnya. Setelah sejenak mengamati wajah cantik perempuan yang masih sangat muda itu, Bumirang pun tersenyum tipis.

"Jadi ini wujud manusiamu, Kahuripan?"

Identitasanya terbongkar dalam sekejap, Kidung Kahuripan tidak berkutik. Hanya bisa menatap nanar dengan wajah memerah, tidak lagi berani menyerang karena sangat tahu batas mampunya. Semakin lama menatap mata Bumirang, nurani Kidung Kahuripan pun semakin gelisah, merasa seperti ditelanjangi.

Dia ingin berpaling, tetapi rasanya seperti ada tangan tak kasatmata yang menghimpit di kedua sisi kepala, memaksanya untuk tetap bertatap muka dengan Bumirang. Menyadari bahwa dirinya tidak akan mampu berkutik, tatapan nanarnya pun perlahan melembut. Seperti bulan tertutup awan, wajahnya pun seketika berubah suram dan menyedihkan.

1
4wied
woi Thor, jangan kelamaan tirakatnya,masih banyak ni yg nungguin
4wied: semoga hasilnya baik dan memuaskan serta berhasil, semangat berkarya
total 2 replies
Fatur Rohman
bagus...kocak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
blm update lagi 🙄🙄🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟Wᵃf🥑⃟ҒᎪᎠHᏆᏞᏞᎪH 🌻͜͡ᴀs
gak pernah komen tapi jejak like + mawar thor ceritamu ini sangat menarik
sri sunartun
Luar biasa
sri sunartun
Lumayan
Bayu Gunung
the end
Dragon🐉 gate🐉
Bumiraaang... jangan lama-lama di dlm Kawah... nanti gosong terbakar
Dragon🐉 gate🐉: wah kl itu sih emang Penyakit paling berbahaya.. soalnya Dokter aja gak sanggup buat nyembuhin 😅🤣🤣
total 2 replies
Nusa thotz
siiiip thor...semangat lah!!!
Mesin Waktu
Deskripsinya yang puitis mengingatkan saya pada film-film kolosal zaman dulu. Pendekar Penyair Berdarah!
Dan saya salut Author bisa kepikiran menciptakan bahasa sendiri. Ini jadi nilai plus dan menambah kesan mistis. Terima kasih sudah membuat karya yang baik 👍
Windy Veriyanti
kalian ada di mana, Bumirang dkk? 😢
GembeL
Luar biasa
Bayu Gunung
THE END......🦆
4wied
bukankah dalam ilusinya ibundanya Restu di pancung, bukankah kalo dipancung gak perlu digantung??
mungkinkah author punya jalannya sendiri /Hey//Hey/
4wied: karena dlm bayangansaya kalo digantung dgn penyangga leher sebagai kuncian, sedangkan kalo terpancung dgn kepala terputus berarti dipancak atau dipasak atau juga disalib
total 3 replies
rajes salam lubis
ok
4wied
baca novel ini ada banyak pelajaran penting dalam kehidupan,rasanya ada bagian dlm diri tertobok suatu kebenaran yang tak kasat mata, mantab Thor, cerita ini bagus banget
Dragon🐉 gate🐉
wah gawat !! apa Bumirang benar" tenggelam di danau Lava & tak bisa berenang kepermukaan smpe sekarang ??
Dragon🐉 gate🐉: gak masalah Thor, RL lbh penting.. selalu di tunggu Up nya,Semangat Thor 💪/Watermalon//Watermalon//Watermalon/
total 2 replies
Abdulah Albanjalani
Luar biasa
4wied
ini setuju banget, gak ada yang serba instan semua butuh proses
4wied
mantab banget Thor, ini beneran keren. soalnya cerita seperti ini sangat jarang ada.....
cerita ini penuh dengan perjuangan, cinta kasih, juga tantangan
pokoknya berasa ugh.....banget
Abdulah Albanjalani: setuju bgt Bosss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!