NovelToon NovelToon
Duda Terpaksa Turun Ranjang

Duda Terpaksa Turun Ranjang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Duda / Konflik etika / Tamat
Popularitas:329.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kirana Pramudya

"Dewa, sebaiknya kamu menikahi Gita saja. Supaya tidak memutus kasih sayang dari Mamanya yaitu mendiang Tya. Kalau wanita lain, belum tentu dia bisa menyayangi Qinan."

Suara Bu Endang terdengar dan meminta Dewa untuk menikahi adik iparnya sendiri yaitu Gita. Dewa yang baru saja menjadi duda terpaksa Turun Ranjang.

Apakah tragedi turun ranjang ini akan berakhir bahagia? Atau hanya formalitas semata untuk memberikan kasih sayang dan membersamai tumbuh kembang Qinan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Butuh Waktu

Beberapa lama Gita berusaha menenangkan dirinya, hingga akhirnya Dewa mengusap perlahan puncak kepala Gita. Pria itu merasa ada perubahan dalam dirinya. Bahkan, dia merasa ada banyak hal yang tidak dia ketahui.

"Makasih, Mas," kata Gita dengan menarik kepalanya dari bahu Dewa.

"Tidak apa-apa, kamu masih bisa bersandar," balas Dewa.

Akan tetapi, Gita menggelengkan kepalanya. Dia masih belum terbiasa dengan Dewa. Entah, yang pasti tidak mudah juga menghapus fakta lama bahwa pria itu sebelumnya adalah kakak iparnya. Mungkin beberapa orang di luar sana akan mudah berhubungan badan dengan kakak atau adik iparnya, tapi tidak dengan Gita. Doanya tulus dan mengharapkan Dewa dan Qinan akan selalu bahagia. Menempatkan kebahagiaan mereka berdua di atas kebahagiaannya sendiri.

"Tidak, makasih," balas Gita.

Gadis itu menunduk dan mengusap wajahnya perlahan hingga akhirnya dia membuka mukena yang semula dia kenakan. Sementara Dewa yang duduk di sampingnya hanya bisa mengamati Gita saja. Usai itu, Dewa berdiri, pria itu seakan menunggu Gita.

"Ayo, Ta ... kita kembali ke kamar," ajaknya.

"Boleh enggak Mas, aku di sini dulu? Aku ingin memeluk Qinan," katanya.

Dewa menatap Gita lagi. Niatnya memang mulai membuka hatinya perlahan-lahan. Namun, sekarang Gita yang seakan menjaga jarak darinya. Dewa mengangguk perlahan. "Baiklah, kamu boleh di sini. Besok kamu harus kembali ke kamar kita."

Usai itu, Dewa kembali ke kamarnya. Dia memilih menunggu dan memberikan Gita waktu. Semoga saja semuanya akan segera membaik, dan harapan untuk membuka lembaran baru itu benar-benar terlaksana.

...🍀🍀🍀...

Satu Bulan Berlalu ....

Tidak terasa waktu sebulan sudah berlalu. Dalam sebulan ini, hubungan Dewa dan Gita tak bisa dikatakan melaju cepat, ada tarik ulur. Walau begitu keduanya sama-sama berusaha menjadi pasangan orang tua untuk Qinan.

Sama seperti hari ini, sore setelah Dewa pulang kerja, ketiganya bermain bersama.

"Seharian kamu main apa saja, Nak?" tanya Dewa kepada Qinan.

"Lihat lagu-lagu anak di Youtube, Mas."

"Rewel enggak, Ta?" tanya Dewa perlahan.

"Enggak, enggak rewel. Pinter sudah bisa tepuk tangan dan girang banget dengar lagu anak-anak," balasnya.

Dewa kemudian menganggukkan kepalanya. Dari Gita, dia tahu aktivitas bahkan perkembangan dari Qinan. Sejauh ini pun Qinan berkembang dengan sangat baik.

"Qinan sudah mau satu tahun loh, Mas," kata Gita perlahan.

Dewa kemudian menganggukkan kepalanya. "Perlu kita adakan ulang tahun untuk Qinan enggak, Ta?"

"Terserah saja, Mas. Kamu kan Papanya Qinan, jadi kamu tahu akan melakukan apa untuk Qinan, Mas."

"Aku kan bertanya pendapatmu."

Gita terdiam saja, kemudian Dewa menatap Gita. Pria itu menggerakkan tangannya, hendak menyentuh tangan Gita, tapi Gita yang refleks menarik tangannya karena memegangi tangan Qinan. Dewa pun mengurungkan niatnya. Menurut Dewa, mendekati Gita pun tidak mudah.

Qinan mendekat ke Gita dan mencium pipi Ante yang sebenarnya sekarang sudah menjadi mama sambungnya itu. Dewa tersenyum saja melihatnya. Akan tetapi, kemudian Dewa berbicara.

"Papa disayang juga dong, Nak."

Qinan kecil mendekat ke Papanya, tidak mencium tapi dia justru bertepuk tangan dan menunjukkan dua giginya yang seperti kelinci. Dewa tersenyum, dia memeluk Qinan dan mencium Qinan dengan sayang. Gita ikut tersenyum, walau dulu kakak iparnya itu ketus dengannya, tapi sebenarnya Dewa sendiri adalah sosok Papa yang baik untuk Qinan. Sore hari ketika dia pulang dari kantor, Dewa akan mengusahakan untuk bermain dengan Qinan, menanyakan bagaimana Qinan sepanjang hari, apakah dia tantrum dan sebagainya.

Malam kalau Qinan menangis, Dewa pun ikut terbangun dan mau turut menggendong Qinan. Ya, Gita mengakui ketusnya Dewa hanya kepadanya dulu, tapi sebulanan ini Dewa sudah berubah dan tidak ketus lagi.

Namun, Gita merasa masih butuh waktu. Walau sudah bermalam dengan Dewa, tapi keduanya masih beradu punggung. Belum berani melakukan hal yang lebih.

1
Ni Wayan Sudarni
aduhhh, aku jadi kangen dg Batam sempet tinggal dan kerja di Batam View Beach resort selama 2 th dan ketemu suami kerja di sana sama2 orang Denpasar Bali, jodoh ku di Batam mungkin kalo di jadiin novel yaa wkwkwk, mksh thor
Alissia
/Facepalm/
Alissia
/Smirk/
Alissia
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eli Maliani
bagus ceritanya
dina
Luar biasa
A Z I Z A H
makan hati banget jadi gita, hrs memaklumi sepanjang hidup
capek bangeeeettt
capek badan ngurus ponakan sekalian hamil
capek hati, terpaksa memaklumi suami yg selalu membanding2kan dg almh sang kk
A Z I Z A H
kenapa kesan nya gita yg mau banget nerima pernikahan ini
dih laki bersyukur
tau gitu, rawat aja anaknya ga usah kawinin bapaknya
Yus Warkop
udah tamat atau gimna belum up
Idha Giatno
Luar biasa
hasimnely
kang modus
Yani Hendrayani
bagus
Kirana Pramudya: Terima kasih💗💞
Baca karya yg lain juga yuk, Kak.
Asmaradhana Putri Ningrat juga bagus loh, Kak. 🤗🤗
total 1 replies
suharlina
extrapart anaknya
Enisensi Klara
terima kasih kisahnya apik KK ,ditunggu kisah lainnya 🥰
Enisensi Klara
lope lope deh utk kalian bahagia sepanjang masa 🥰🥰🥰🥰
Enisensi Klara
Ah nyebelin emang dewa 😳
Enisensi Klara
welcome baby boy ❤️😙❤️
Enisensi Klara
aduh aku ikutan mules ini 😳😳
Enisensi Klara
harusnya tau kan udah pengalaman waktu Tya hamil dulu 😤
Enisensi Klara
Dulu suami ku aja nolak kerja luar kota pas kehamilanku udah besar ,harusnya dewa gitu lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!