Aku, *Aira Putri*, dipaksa nikah sama *Arka Mahendra* demi bayar utang rumah sakit mamaku.
Dia CEO dingin, tajir, dan paling benci sama wanita matre. Aku? Cuma karyawan biasa yg apes.
Aturannya jelas:
1. Gak boleh saling cinta
2. Gak boleh pegang tangan
3. Cerai setelah 1 tahun
Masalahnya...
Kenapa dia yg paling pertama nolongin pas aku diganggu?
Kenapa dia yg marah pas aku deket sama cowok lain?
Kenapa tatapan dinginnya bikin jantungku anget?
*Arka Mahendra* bersumpah gak akan jatuh cinta.
Tapi takdir bilang: *"Jodoh gak akan kemana"*
Akankah pernikahan kontrak ini berakhir di meja hijau... atau di pelaminan beneran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nabila claraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 - OTELING OTAK PELAKU + RANI KABUR
JAM 12.00 TENGAH MALAM - HARI 182 - TIM CYBER LACAK IP_
Polres Metro Jaksel. Ruang Cyber Crime bau kopi.
5 monitor. 3 anak IT + 2 polisi.
Tim Cyber: "Pak, IP terakhir @rani.hr.xx aktif jam 11.47 malam. Titiknya di Apartemen Green Pramuka Tower B, Unit 12B Pancoran. Provider Tel_komsel."
Arka: _jas hitam_ _dasi lepas_ _mata merah 2 hari gak tidur_ "Gerebek sekarang Pak. Sekarang juga."
Pengacara: "Ini otak pelakunya Pak. Kita bisa jerat pasal 55 + 56 KUHP. Minimal 5 tahun."
Kepala Polisi: "Tim 8 orang + Densus. 3 mobil. Berangkat 5 menit lagi."
Arka: _WA bodyguard rumah_ "Siaga penuh. Gak boleh lengah 1 detik."
_JAM 12.30 MALAM - HARI 182 - METODE 1: PELACAKAN + GEREBEK_
Apartemen 12 lantai. Lift mati. Naik tangga darurat.
Lampu koridor lantai 12 mati 2. Bau lembab.
Polisi: _ketok pintu_ _keras_ "Buka! Polisi!"
Hening. 5 detik. Dari dalam: suara koper diseret + kursi jatuh + jendela kebuka.
Bodyguard: "Pak, ada suara orang lari ke balkon!"
Polisi: _dobrak pake alat_ _BUAK_
_JAM 12.35 MALAM - HARI 182 - METODE 2: PENGEREBEKAN + BUKTI_
Isi unit 12B: berantakan banget.
Meja kerja: laptop Dell masih nyala, 3 HP Android, 2 powerbank, buku catatan.
Dinding: ditempel foto print Aira, Den, Arka, rumah. Semua pake lakban merah. Ada coretan spidol: `KALAU AKU GAK DAPET, KALIAN JUGA JANGAN` `HARI 182: AKHIR`
Laci: ada KTP Rani, SIM, kartu akses kantor lama.
Jendela balkon: kebuka lebar. Ada tali tambang warna biru diikat ke balkon lantai 11.
Polisi: "Dia kabur 2 menit lalu! Sidik jari! Ambil semua bukti!"
Tim forensik: "Pak, ada sidik jari cewek di laptop + gagang pintu."
_FLASHBACK RANI DI KANTOR 6 BULAN LALU_
Rani: _HR bagian rekrutmen_ _bawa kopi ke ruangan Arka_ "Pak, lembur ya? Aku temenin."
Arka: _tanpa nengok_ "Rani, pulang. Saya ada keluarga."
Rani: _patah hati_ "Keluarga? Ibu itu gak sepadan sama bapak."
2 minggu kemudian: Rani resign. "Saya gak betah Pak."
_JAM 1.00 - 3.00 PAGI - HARI 182 - METODE 3: PENGEJARAN + KEJAR2AN_
CCTV apartemen: Rani pake hoodie hitam, masker, ransel gunung. Turun lewat tali ke lantai 11, masuk unit kosong, keluar lewat tangga darurat, keluar lobi jam 12.37.
Polisi: "Lacak ojek online terakhir. Nama driver: Dika Pratama. Tujuan: Terminal Kampung Melayu."
Arka: _ikut di mobil patroli_ "Tancap Pak."
Jam 1.30. Terminal Kampung Melayu. Ramai. Gelap. Banyak calo.
Dika: _ketangkep_ _gemeter_ "Pak saya gak tau Pak. Dia bayar 200rb. Turun di toilet umum."
Polisi: "Ciri2nya?"
Dika: "Cewek. 25 tahun. Hoodie. Bawa koper kecil."
CCTV toilet: Rani ganti baju. Lepas hoodie, pake kerudung abu2 + baju gamis. Koper dibuang.
Jam 1.50: Rani lari nembus kerumunan, naik bus ekonomi jurusan Surabaya.
Polisi: "Hentikan bus itu!" _nyalain sirine_
Bus udah jalan. Dari jendela: Rani liat, senyum, angkat HP kirim WA.
_JAM 4.00 PAGI - HARI 182 - ARKA PULANG + RAPAT DARURAT_
Rumah. Lampu semua nyala.
Arka: _kumpulin 4 bodyguard + kepala security + 2 polisi_
"Dengarkan. Mulai detik ini. Status: DARURAT. Tidak ada yang keluar rumah tanpa izin saya. Aira + Den 24 jam di kamar utama. Makanan diantar bodyguard. Semua jendela dikunci + sensor."
Bodyguard A: "Siap Pak."
Bodyguard B: "Drone patroli tiap 15 menit Pak."
Arka: _pasang alarm tambahan_ _cek semua pintu_ _cek CCTV 16 titik_
_JAM 6.00 PAGI - HARI 182 - POLISI INTEROGASI SISKAA LAGI_
Polisi: "Siska, kamu tau Rani kabur kemana?"
Siska: _di tahanan_ _nangis_ "Gak tau Pak... dia bilang mau ke Surabaya... ke rumah saudaranya..."
Polisi: "Alamat saudaranya?"
Siska: "Gak dikasih tau..."
_JAM 8.00 PAGI - HARI 182 - WA ANCAMAN DARI RANI_
Nomor baru: +62 857-xxxx
`Kamu ngambil Siska. Aku ngambil yang paling kamu sayang. Tunggu tanggal mainnya. - R`
Arka: _langsung screenshot_ _kirim ke polisi + pengacara_
Polisi: "Kami lacak Pak. Ini nomor sekali pakai. Dia ganti tiap 6 jam."
Arka: _block_ _muka gelap_
_JAM 10.00 PAGI - HARI 182 - ARKA KE SEKOLAH DEN + HOMESCHOOLING_
Arka: _jas_ _ke sekolah_ "Pak Kepsek, mulai hari ini Den homeschooling. Ini surat + guru privat saya yang handle."
Guru: "Kami paham Pak. Keamanan anak nomor 1."
Arka: _peluk Den_ _bisik_ "Papa lindungi kamu Nak. Gak akan ada yang nyentuh kamu. Janji."
Den: "Iya Pa..."
_JAM 1.00 SIANG - HARI 182 - POLISI DAPAT INFO BARU_
Polisi: _telpon_ "Pak, driver Dika ngaku. Dia nurunin Rani di Stasiun Senen jam 2.10. Rani beli tiket ke Surabaya pake KTP palsu nama Sari."
Arka: "Cek CCTV Stasiun Senen. Blokir semua KTP atas nama Rani + Sari. Kerjasama dengan kereta api."
Polisi: "Siap Pak. Tim sudah ke Surabaya."
_JAM 3.00 SORE - HARI 182 - AIRA TRAUMA + PSIKOLOG_
Aira: _video call psikolog_ _genggam Den_
"Dok, aku gak bisa tidur. Aku mimpi Rani masuk kamar, bawa pisau."
Psikolog: "Bu, ini PTSD. Kita tambah obat penenang ringan. Dan ajari Den kode: kalau ada orang bilang 'mama suruh' tapi bukan saya, Den harus teriak 'kode merah'."
Aira: "Iya Dok. Makasih."
_JAM 7.00 MALAM - HARI 182 - ARKA PASANG PERANGKAP_
Arka: _ke pengacara_ "Kita sebar berita: Keluarga Arka liburan ke Bali 3 hari."
Pengacara: "Biar Rani muncul Pak?"
Arka: "Iya. Bodyguard tetap di rumah. Kalau dia datang, langsung tangkap."
Berita di IG kantor: "CEO Arka sekeluarga liburan"
_JAM 9.00 MALAM - HARI 182 - CCTV DETEKSI GERAK_
Bodyguard: "Pak! Sensor depan gerbang bunyi!"
Arka: _lari ke ruang monitor_
CCTV: ada bayangan cewek pake kerudung abu2. Diem di depan pagar. 5 menit. Gak gerak.
Arka: _genggam HP_ "Polisi. Dia di depan rumah saya."
_JAM 10.00 MALAM - HARI 182 - CLIFFHANGER + SUARA DI PINTU_
Arka: _lari ke kamar_ _kunci pintu_ _peluk Aira + Den_
Aira: _gemeter_ "Mas..."
TOK TOK
Suara cewek: _pelan_ _manis_ "Pak Arka... buka pintunya... kita ngobrol baik2... aku gak mau nyakitin... aku cuma mau ngomong..."
Den: "Pa... takut..."
Arka: _angkat HP_ _bisik ke bodyguard_ "Jangan buka. Tunggu polisi."
Dari luar: suara langkah mundur.
Bodyguard: "Pak, dia jalan ke arah samping rumah!"
Arka: _liat CCTV_ _Rani udah gak ada_
5 menit kemudian: Sirine polisi dari jauh.
Arka: _coret kalender_ "HARI 182: OTAK BURON. DI DEPAN RUMAH."
_BERSAMBUNG BAB 32_
---
*CATATAN PENULIS *
Isi lengkap: lacak IP, gerebek apartemen, kejar2an terminal, flashback kantor, perangkap, Rani di depan rumah.
*VOTING BAB 33 PENENTUAN!!!*
A. _"ARKA HADANG RANI DI PINTU + POLISI TEMBAK PERINGATAN"_
B. _"RANI SANDERA AIRA PAKE PISAU DI DAPUR"_
C. _"RANI KABUR + TINGGALIN BOM WAKTU DI PAGAR"*
Komen A/B/C + VOTE ⭐ 80K ya! Ini bab paling greget seumur hidup 🔥