"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH LIMA
Setelah memastikan penampilannya sempurna, Zoya kembali ke pesta. Disana ia kembali berdiri bersama suaminya dan menyambut para tamu
"Jadi kapan kalian akan memberikan Opa cicit laki-laki" Ucap Ronald, dimeja ini ada Ronald lalu pasangan suami istri Arjuna dan Zoya serta William
"Bersabarlah sedikit lagi Opa"
"Pernikahan kalian terlalu dingin, maksud Opa, kamu terlalu sibuk Arjuna" Ronald jelas tau jika cucu laki-lakinya ini terlalu sibuk bekerja
"Arjuna akan mengatur waktu setelah ini, opa tenang saja"
"Opa kesepian, nak. Acara seperti ini membuat Opa teringat pada Oma dan Mamamu, mereka adalah dua wanita kesayangan Opa"
Wajah Ronald berubah sendu, disini ada yang merasa tidak enak, William merasa tersinggung ketika sang mertua membahas perihal mendiang Rose
"Opa jangan sedih, Oma sama Mama pasti ikut merasakan kebahagiaan malam ini" Arjuna tersenyum
"Iya Pah, sampai saat ini William juga tidak bisa melupakan Rose, dia adalah satu-satunya wanita yang bertahta di hati ini"
Zoya rasanya mual mendengar bualan ayah mertuanya itu, jika setia lalu kenapa selingkuh? Bahkan William melakukannya saat Rose masih hidup dan dengan beberapa orang wanita cantik
Sementara Arjuna hanya menatap datar, ucapan William membuat amarah dalam dirinya meluap, jika bukan karena nama baik keluarga, Arjuna akan membuka borok mertua dan menantunya ini
***
Pagi-pagi sekali Arjuna mengatakan jika dirinya memiliki pekerjaan, Zoya menatap penuh selidik karena hari ini adalah hari Minggu
"Kamu gak mungkin kerja kan dihari Minggu" Zoya sengaja memasang wajah merajuknya, berharap suaminya itu mengurungkan niatnya untuk menemui wanita simpanannya
Ya, Zoya tau jika Arjuna akan menemui wanita itu, namun jika suaminya ini mengetahuinya maka Arjuna jelas akan menyembunyikan lagi wanita itu dan ia akan sulit menemukannya
"Ini pekerjaan penting, perjalanan nya cukup memakan waktu" Kata Arjuna sembari mengenakan jam tangan mahalnya
"Ya udah, kamu kerja aja! Kamu juga harus hati-hati" Zoya memasang senyum terbaiknya, berharap dengan begitu cinta Arjuna kembali tumbuh untuk nya
"Kamu bisa melakukan apapun dirumah"
"Sayang, bukannya aku udah bilang kalau aku ingin memperbaiki pernikahan kita, aku bersungguh-sungguh" Zoya memelas namun Arjuna sudah terlampau muak mendengarnya
Mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman mewah Bimantara, rasanya Arjuna sudah tidak bisa menahan rindu ini terlalu lama
Padahal dirinya sendiri yang menjauh dari istrinya, tapi dirinya lah yang tersiksa karena rasa rindunya
Sekitar dua jam, akhirnya Arjuna tiba di sebuah Villa mewah yang ditempati oleh Aluna, istrinya
Ya, beberapa bulan lagi Aluna akan meninggalkan kediaman ini dan hidupnya
Wanita itu akan merasakan kebebasan dan cinta keluarganya lagi, Aluna akan menjalani hidup sebagaimana yang selama ini ia inginkan
Lalu dirinya? Arjuna akan mendapatkan penerus serta kerajaan bisnis Bimantara, setelah itu ia akan menyingkirkan dua penghianat yang telah membuatnya kehilangan sang ibu
"Selamat datang tuan" Para pelayan berbaris menyambut kedatangan sang tuan
"Dimana istri saya?" Tanya Arjuna pada Wulan
"Nyonya sedang berada dikamar, akhir-akhir ini nyonya Aluna lebih sering menghabiskan waktu dikamar"
Arjuna mengernyit, apa yang membuat Aluna mengurung diri? Apa ini karena ucapannya saat itu? Astaga, Arjuna menyesalinya
Tanpa bertanya lagi, pria tampan itu menaiki tangga menuju kamar istrinya, ia akan meminta maaf dan membuat wanita hamil itu kembali ceria seperti sediakala
Arjuna lebih dulu mengetuk pintu, tak lama seorang wanita membukanya, Bona menunduk hormat saat melihat majikannya berdiri didepan pintu
"Dimana Aluna?" Tanya Arjuna dengan suara dingin
"Nyonya ada didalam, beliau tengah merajut" Pria tampan itu mengangguk, karena sang tuan berada disini maka Bona segera mengundurkan diri
Suasana kamar seketika berubah dingin, Aluna terlihat duduk di sofa. Wanita cantik itu tengah serius dengan benang dan jarum
"Hay" Arjuna merasa dirinya tidak memiliki cukup keberanian, bagaimana bisa ia gugup karena bertemu istri sendiri
Aluna hanya mendengar suara itu tanpa ingin menatapnya, terlihat jelas jika wanita ini marah
"Apa kabar?" Arjuna membawa langkahnya mendekat, ia duduk disamping sang istri yang enggan menatapnya
"Aluna"
"Saya baik, tuan ingin saya siapkan air hangat?" Tidak ada lagi Aluna yang hangat dan ceria, saat ini yang ada hanyalah Aluna yang dingin dan tidak tersentuh
"Saya tidak ingin mandi" Arjuna berusaha mengerti, ia tidak akan marah akan sikap istri rahasianya ini
"Apa yang kamu kerjakan?"
"Merajut" Jawabnya singkat
"Kamu sedang membuat topi?" Arjuna sudah melihat topi bayi itu, sepertinya ini yang kedua karena ia melihat satu lagi diatas meja
"Aku gak tau kalau kamu pandai merajut"
"Hanya iseng, saya belajar lewat internet"
Arjuna menghela napasnya, rasanya ini tidak akan mudah, dirinya begitu merindukan wanita hamil ini
Tapi Aluna bersikap seolah diantara mereka terdapat tembok yang tinggi, rasanya Arjuna ingin merobohkan tembok itu dan memeluk wanitanya ini
"Bagaimana hasil pemeriksaan kamu? Apa mereka baik-baik saja?" Arjuna berusaha mencairkan suasana, berharap Aluna luluh
"Semuanya baik, mereka juga sehat" Jawab Aluna apa adanya
"Kamu membutuhkan sesuatu? Maksud aku kamu bisa minta apapun"
Aluna menghentikan kegiatan merajutnya, ia menyimpan topi yang hampir selesai itu diatas meja
Arjuna tersenyum, setelah berminggu-minggu, akhirnya ia bisa melihat wajah cantik yang begitu ia rindukan ini
"Apa saya bisa membawa salah satu dari mereka?"
Arjuna mengerutkan keningnya, apa maksud dari permintaan ini? Sungguh ia tidak mengerti
"Maksud kamu?"
"Mereka kembar, saya hanya akan minta satu milyar sesuai perjanjian tapi saya ingin memiliki salah satu dari anak ini"
Arjuna bangun dari duduknya, tatapannya tajam penuh amarah. Tatapan itu seolah mampu mengoyak siapa saja dihadapannya
"Maksud kamu, kamu ingin memisahkan kedua anak saya?" Arjuna yang semula bicara dengan kata-kata yang lembut seketika berubah, dingin dan menusuk
"Saya hanya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu" Aluna sudah mengeluarkan air matanya
Seorang ibu tetaplah seorang ibu, Aluna ingin memiliki buah hatinya, mengecupnya, memberinya kasih sayang
Jika boleh ia ingin memiliki keduanya, namun ia sadar akan perjanjian yang ia tandatangani
"Kamu pikir saya akan mengizinkan anak saya hidup dengan keterbatasan? Saya ingin mereka merasakan bagaimana rasanya menjadi tuan muda keluarga Bimantara"
Aluna terdiam, tadi hanya keinginan sederhana. Namun ia kembali berpikir, jika membawa salah satunya maka putranya akan menjalani hidup yang jauh berbeda
"Maafkan saya" Aluna menunduk sambil mengusap pipinya
"Ada apa dengan kamu Aluna?" Arjuna melembutkan suaranya "Selama ini kamu tidak pernah meminta hal ini, lalu kenapa tiba-tiba kamu ingin memisahkan anak-anak saya"
"Maaf" Aluna menunduk