NovelToon NovelToon
SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

SISTEM DUNIA INI AKAN KURETAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:285
Nilai: 5
Nama Author: YANDRI HS

Di dunia di mana para penyihir saling pamer ledakan dan mantra panjang, Kaelen Vance mantan pakar cybersecurity yang bereinkarnasi menjadi putra bangsawan miskin memilih menjadi anomali yang tak terlihat. Melihat sihir kuno tak lebih dari sistem jaringan yang penuh celah keamanan, Kael dengan sengaja memasukkan "kode rusak" pada ujian masuk Akademi Sihir. Tujuannya satu: dibuang ke Kelas F, sebuah gedung tua dengan sistem keamanan magis kedaluwarsa yang menjadi titik buta sempurna untuk meretas arsip kerajaan.
Publik mencapnya sebagai "Sampah Akademi". Mereka tidak tahu bahwa Kael tidak butuh merapal mantra; ia menyimpan struktur sihir di otaknya secara permanen layaknya NVRAM, dan menggunakan cincinnya sebagai router untuk meretas dan membelokkan serangan musuh di udara. Kael tidak butuh validasi atau menjadi pahlawan—ia menghancurkan musuhnya secara diam-diam dari balik layar.
Namun,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YANDRI HS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 15: Packet Sniffing

Malam di Akademi Sihir Aethelgard kembali terbungkus dalam kesunyian yang tekat, namun di dalam kamar sempit Kelas F, udara berdenyut dengan intensitas yang sama sekali berbeda. Garis-garis cahaya biru yang merepresentasikan *Wide Area Network* kini tidak lagi sekadar garis pasif di atas peta; mereka berdenyut hidup, mengalirkan jutaan paket data tak kasatmata yang melintasi ribuan kilometer antara ibu kota dan ruang server bawah tanah akademi.

Kaelen Vance duduk tegak di depan meja kayunya. Di hadapannya, layar proyeksi digital tiga dimensi menampilkan antarmuka yang sangat kompleks—sebuah *packet sniffer* raksasa yang menyadap seluruh lalu lintas komunikasi magis kerajaan secara *real-time*.

Bagi para penyihir agung di Kuil Utama Ibu Kota, jaringan *Ley Lines* adalah sarana suci untuk mengirimkan titah raja, laporan pergerakan pasukan, dan dekrit rahasia ke seluruh wilayah. Namun bagi Kael, setiap pesan yang melintasi jalur tersebut tidak lebih dari sekadar file teks mentah yang berjalan tanpa enkripsi modern.

"Mari kita lihat apa yang sedang dikhawatirkan oleh para penguasa di atas sana," gumam Kael dingin.

Jari telunjuk kanannya mengetuk permukaan meja, memilih salah satu paket data yang baru saja melintasi node utama ibu kota. Proyeksi teks di udara langsung terbuka, menampilkan isi surat rahasia berstempel emas yang dikirimkan oleh Perdana Menteri kepada Grand Inquisitor Valen di akademi.

> *Kepada Yang Mulia Grand Inquisitor Valen,*

> *Dewan Kerajaan menerima laporan mengenai gangguan total pada sistem pertahanan Akademi Aethelgard. Pihak istana mulai mencurigai adanya intervensi dari faksi pemberontak di wilayah utara. Segera pulihkan kendali akademi sebelum sidang agung bulan depan, atau istana akan mengirimkan Pasukan Inkuisisi Militer untuk mengambil alih fasilitas secara paksa.*

>

Elara Vane, yang berdiri di samping meja Kael, membaca isi surat tersebut dengan napas tertahan. Wajahnya menegang seketika. "Pasukan Inkuisisi Militer? Kalau pasukan khusus istana turun tangan langsung ke akademi, mereka tidak akan peduli dengan prosedur birokrasi atau politik faksi. Mereka akan meratakan sayap selatan dan menghabisi siapa pun yang dicurigai memegang kendali sistem!"

Kael sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan. Ia mengetuk meja sekali lagi, menutup dokumen tersebut dan beralih ke paket data berikutnya.

"Mereka bergerak berdasarkan informasi yang salah," kata Kael datar. "Mereka mengira kekacauan ini disebabkan oleh faksi pemberontak di utara, karena mereka tidak mampu memahami bahwa sistem ini diretas dari dalam oleh satu orang."

"Lalu apa tindakan kita?" tanya Elara, matanya menatap tajam ke arah Kael. "Pasukan Inkuisisi Militer tidak bisa diremehkan. Mereka dilengkapi dengan artefak pemusnah massal dan perisai anti-sihir. Kalau mereka datang dan melakukan *physical sweep* ke seluruh gedung, keberadaan kita di sini akan terdeteksi."

Kael mengambil cincin peraknya, memutarnya perlahan di jari telunjuknya. Sebuah senyum tipis yang sangat dingin terukir di sudut bibirnya—bukan senyum kegembiraan, melainkan seringai analitis seorang arsitek yang melihat peluang optimasi.

"Kita tidak perlu bersembunyi dari mereka," jawab Kael tenang. "Dan kita juga tidak perlu melawan mereka dengan kekerasan fisik. Dalam dunia jaringan, ketika sebuah ancaman eksternal mencoba menyusup ke dalam sistem yang sudah kita kuasai, cara paling efisien untuk menanganinya bukanlah dengan menutup pintu... melainkan dengan mengubah rute mereka."

Alis Elara bertaut. "Mengubah rute?"

"Tepat," lanjut Kael. "Kita akan melakukan *DNS Spoofing* pada sinyal perintah yang dikirimkan oleh istana. Kita memalsukan balasan seolah-olah Grand Inquisitor Valen telah mengirimkan laporan bahwa situasi di akademi sudah sepenuhnya terkendali dan tidak memerlukan intervensi militer."

Kael mengetukkan jarinya sekali lagi, mengeksekusi skrip pemalsuan data ke dalam arus komunikasi utama *Ley Lines*.

*Injecting forged response packet...*

*Routing adjusted successfully.*

Di ibu kota, di ruang kerja Perdana Menteri, sebuah burung merpati magis yang membawa balasan resmi mendarat dengan tenang di atas meja. Surat balasan itu meyakinkan istana bahwa kekacauan kemarin hanyalah kesalahan teknis biasa yang kini telah diatasi, dan kehadiran Pasukan Inkuisisi Militer dibatalkan untuk menghindari kepanikan publik.

Elara menyaksikan keajaiban manipulasi informasi itu terjadi dalam hitungan detik. Tanpa pertumpahan darah, tanpa satu pun mantra pertahanan yang dikerahkan, ancaman militer terbesar kerajaan berhasil dibelokkan hanya dengan beberapa baris kode teks.

"Kau... baru saja membatalkan invasi militer istana dengan memalsukan satu lembar surat digital," bisik Elara, rasa takjub dan ngeri bergemuruh menjadi satu di dalam dadanya.

"Itu bukan sihir," koreksi Kael dingin, mematikan proyeksi *packet sniffer* dan merapikan mejanya. "Itu adalah manajemen informasi. Selama kita menguasai jalurnya, siapa pun di luar sana hanya akan melihat apa yang ingin kita tunjukkan kepada mereka."

Kael berdiri dari kursinya, menatap jendela yang memperlihatkan langit malam akademi yang kini tampak begitu damai di bawah kendali mutlaknya.

"Fase pengamanan perimeter selesai," ucap Kael mutlak. "Sekarang, dunia luar mengira semuanya baik-baik saja. Dan di sinilah kita bisa mulai membangun ulang sistem ini dari akarnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!