NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ingat janjimu viona...

Malam itu, suasana di sekitar danau terasa sangat sepi dan tenang saat Viona melangkahkan kakinya pulang menuju villa mewah tepi danau miliknya. Ia berjalan dengan langkah kaki yang terasa jauh lebih ringan dan santai dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Wajah cantiknya tampak begitu berseri-seri, memancarkan binar kebahagiaan yang sangat mendalam dan tidak bisa ia sembunyikan dari siapa pun setelah berhasil dengan gemilang mengamankan sebuah proyek besar kantor berkat coretan tangan jenius dari suaminya semalam. Namun, dasar sifat tsundere yang sudah mendarat dan melekat sangat kuat di dalam dagingnya.

ego tingginya yang tinggi tetap saja berontak di dalam lubuk hatinya. Sesampainya di dalam rumah yang hangat itu, dia masih dilingkupi rasa gengsi yang luar biasa besar dan merasa enggan untuk langsung memeluk erat atau menggelayut manja pada tubuh tegap Bima yang sedang menyambut kedatangannya dengan senyuman tipis.

Mereka berdua pun seperti biasa langsung berkumpul di meja makan ruang tengah untuk menyantap bersama hidangan makan malam hangat yang sudah disiapkan dengan penuh perhatian oleh Bima sejak sore tadi. Di sela-sela setiap kunyahan makanan malamnya yang dilakukan secara perlahan, Viona sudah tidak bisa lagi menahan hasrat dalam dirinya untuk menceritakan keberhasilannya hari ini kepada sang suami. Dengan nada bicara yang menggebu-gebu penuh dengan antusiasme yang meledak-ledak, dia mulai menceritakan semua urutan kejadian menegangkan di dalam ruang rapat siang tadi kepada Bima, mulai dari strategi pangkas bahan sebanyak 20%, simulasi akurat kekuatan struktur gedung yang meningkat sangat pesat,

hingga aksi nekat yang mengejutkan dari kepala tim arsitek senior yang rela turun dari jabatannya demi bisa menjadi wakil dari sang pembuat draf baru tersebut.

Mendengar rentetan pujian yang mengalir deras dan kehebohan besar dari orang-orang kantor melalui mulut manis istrinya,

Bima—ya, dia memang seorang Bima.

hanya menanggapi cerita tersebut dengan senyuman santai yang sangat khas melekat pada dirinya sendiri. Sorot matanya tetap terlihat tenang dan teduh, seolah-olah kejeniusan arsitektur tingkat dewa yang dia lakukan dalam waktu semalam itu hanyalah sebuah perkara sepele dan mudah seperti halnya menanam jagung di sebuah ladang desa terpencil yang tidak memerlukan keahlian khusus sama sekali. Sikap yang terlampau tenang dari suaminya itu sempat membuat Viona merasa sedikit gemas dan kesal karena respons yang diberikan suaminya terasa terlampau biasa saja tanpa ada rasa bangga sedikit pun.

Namun, hal mengejutkan yang sama sekali tidak diduga-duga oleh Viona akhirnya terjadi tepat ketika mereka berdua baru saja selesai menghabiskan seluruh hidangan makan malam di atas meja. Saat Viona hendak meletakkan kembali sendok makannya dan bersiap-siap bangkit dari atas kursinya untuk membersihkan meja makan, Bima mendadak sedikit memperbaiki posisi duduknya menjadi jauh lebih tegap dan formal. Sorot mata pria itu yang awalnya santai dan acuh tak acuh seketika berubah menjadi sangat dalam, tajam, dan lurus mengunci sepasang mata bulat milik Viona dengan sebuah intensitas tinggi yang seketika membuat napas wanita cantik itu terasa tertahan di tenggorokan.

Bima mengetukkan jemari tangannya yang kokoh di atas permukaan meja kayu yang keras, lalu mulai berkata dengan suara baritonnya yang berat, terdengar sangat seksi dan begitu intim di tengah keheningan malam yang sunyi sepi itu.

"Ingat janjimu," ujar Bima dengan sangat singkat namun sarat akan penekanan yang jelas.

Deg!

Satu kalimat pendek bernada dingin dari mulut Bima seketika berhasil membuat seluruh tubuh Viona mendadak menjadi kaku dan membeku di tempat duduknya saat itu juga. Jantung di dalam dadanya langsung berdegup dengan sangat kencang bagai sedang ditabuh bertalu-talu tanpa henti sedikit pun.

Viona pun menerka nerka tentang apa yg bakal bima pinta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!