NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pil yang Tak Sempurna

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Malam itu, Xiao Bai kembali ke gudang tua yang kini mulai terasa seperti rumah sementaranya, membawa serumpun Rumput Bulan segar yang ia kumpulkan sepanjang perjalanan pulang dari Toko Seratus Herbal. Kali ini, ia tak langsung memaksakan diri seperti percobaan pertama—ia duduk bersila dulu selama beberapa saat, mengatur napas, membiarkan bayangan wajah-wajah yang menghinanya perlahan mengendap di dasar pikirannya, bukan dihapus, hanya disimpan untuk sementara.

"Aku siap," gumamnya akhirnya, membuka mata yang kini terasa lebih tenang dari sebelumnya.

> **[Baik, Host. Kali ini fokuskan kesadaran perlahan, tanpa terburu-buru. Ingat: Tungku hanya memperkuat niat yang sudah stabil, bukan menciptakan ketenangan yang belum ada.]**

Xiao Bai mengangguk, meletakkan Rumput Bulan di telapak tangannya, lalu memejamkan mata sekali lagi. Kali ini, alih-alih memikirkan Lin Hai atau Wan Fu atau para preman yang memalaknya, ia membayangkan wajah ibunya—satu-satunya kenangan yang selalu membuatnya tenang, bahkan di masa-masa tergelap.

Cahaya keemasan di dadanya berdenyut stabil, mengalir melalui jalur yang tak kasat mata menuju telapak tangannya. Rumput Bulan mulai bercahaya lembut, bukan asap kehijauan seperti sebelumnya, melainkan kabut putih tipis yang perlahan memadat, menyusut, membentuk sebuah butiran kecil sebesar biji kacang.

Xiao Bai membuka mata perlahan, menatap butiran putih yang kini tergeletak di telapak tangannya—pil pertama hasil ekstraksinya yang berhasil, meski permukaannya sedikit tidak rata, dengan bercak abu-abu samar di salah satu sisinya.

"Ini... berhasil?" bisiknya, hampir tak percaya.

> **[Analisis: Pil Pemulih Tenaga tingkat rendah, kemurnian sekitar delapan puluh persen. Cacat kecil pada permukaan disebabkan oleh sisa ketidakstabilan emosi yang belum sepenuhnya hilang. Namun secara fungsi, pil ini tetap efektif memulihkan tenaga dan qi ringan.]**

Delapan puluh persen. Bukan sempurna, tapi jauh lebih baik dari kegagalan total kemarin. Xiao Bai menggenggam pil itu erat-erat, merasakan kehangatan aneh menjalar dari telapak tangannya—bukti nyata pertama bahwa Tungku ini bukan sekadar delusi akibat keputusasaan, melainkan kekuatan sungguhan yang mulai bisa ia kendalikan.

Ia mencoba lagi, kali ini dengan sisa Rumput Bulan yang masih ada. Prosesnya sedikit lebih cepat, kabut putih terbentuk lebih stabil, dan pil kedua yang dihasilkan memiliki permukaan yang jauh lebih halus—nyaris sempurna, hanya tersisa bercak sangat kecil yang nyaris tak terlihat kecuali diperhatikan dari dekat.

"Sembilan puluh lima persen," gumam Xiao Bai membaca analisis yang muncul di kepalanya, senyum tipis mulai terbentuk di wajahnya yang lelah. "Ini sudah lebih baik dari kebanyakan pil yang dijual di Toko Seratus Herbal."

Ia menatap dua pil di telapak tangannya—hasil kerja keras dan kesabaran yang baru saja ia pelajari dalam semalam, bukan dari kultivasi bertahun-tahun seperti murid-murid sekte lainnya, melainkan dari kemampuan yang selama ini dianggap "cacat" oleh mereka yang membuangnya.

---

Keesokan paginya, dengan semangat baru, Xiao Bai membawa dua pil itu ke pasar, berharap bisa menukarnya dengan uang untuk membeli makanan yang lebih layak. Ia berhenti di kios kecil seorang tabib jalanan yang biasa membeli pil-pil sederhana dari pedagang lepas.

"Pil Pemulih Tenaga," kata Xiao Bai, menunjukkan salah satu pilnya kepada sang tabib—seorang pria tua dengan kacamata bundar yang biasa memeriksa kualitas obat sebelum membeli. "Kemurnian tinggi, baru saja saya buat."

Sang tabib mengambil pil itu, memeriksanya dengan teliti di bawah cahaya matahari, mengendus aromanya, bahkan mencicipi sedikit bagian permukaannya dengan ujung lidah—kebiasaan lama para tabib berpengalaman untuk menguji kemurnian.

"Kualitas yang cukup baik untuk pil buatan tangan," gumam sang tabib, mengangguk sedikit terkesan. "Dari mana kau dapatkan resep dan bahan seperti ini, anak muda? Jarang sekali pedagang lepas bisa mencapai kemurnian setinggi ini."

Untuk sesaat, harapan Xiao Bai membumbung. Mungkin, pikirnya, inilah jalan keluarnya—jual pil, kumpulkan uang, tak perlu bergantung pada reputasi atau restu sekte mana pun.

"Aku belajar sendiri," jawab Xiao Bai, mencoba menjaga nada suaranya netral. "Bisakah Paman membelinya?"

Sang tabib mengangguk, hendak mengambil kantung uangnya—tapi tiba-tiba berhenti, matanya menyipit menatap wajah Xiao Bai lebih seksama. "Tunggu sebentar. Aku merasa pernah melihat wajahmu... bukankah kau murid yang diusir dari Sekte Awan Sembilan beberapa hari lalu? Yang katanya dantiannya cacat total?"

Xiao Bai merasakan firasat buruk yang familiar, tapi tetap mengangguk jujur. "Benar, tapi itu tidak ada hubungannya dengan—"

"Tidak, tidak, tunggu." Sang tabib meletakkan kembali pil itu, wajahnya berubah waspada. "Kalau kau memang dantiannya cacat sampai diusir sekte, bagaimana mungkin kau bisa membuat pil sekualitas ini? Ini... ini tidak masuk akal. Jangan-jangan kau mencuri pil ini dari suatu tempat, atau—" ia menurunkan suaranya, hampir berbisik, "—kau menggunakan sesuatu yang terlarang untuk membuatnya."

"Tidak, aku bersumpah aku membuatnya sendiri, dengan tangan—"

"Maaf, anak muda." Sang tabib mendorong pil itu kembali ke arah Xiao Bai, wajahnya kini penuh kecurigaan yang tak bisa disembunyikan. "Aku tidak bisa membeli barang yang asal-usulnya meragukan. Kalau kabar ini sampai ke telinga Serikat Alkimia kota, bisa-bisa aku dituduh menampung barang curian atau terlarang. Pergilah, dan jangan kembali ke sini lagi."

Xiao Bai berdiri mematung, menatap dua pil hasil kerja kerasnya yang kini ditolak—bukan karena kualitasnya kurang, justru karena kualitasnya terlalu baik untuk dipercaya berasal dari tangan seorang "sampah buangan sekte".

Sebuah tawa pahit nyaris lolos dari bibirnya. Betapa anehnya dunia ini—ketika ia gagal, ia dihina karena tak berguna. Ketika ia berhasil, ia dicurigai karena dianggap mustahil.

Ia berbalik pergi dari kios itu, menggenggam dua pil yang tak laku terjual, melangkah menyusuri pasar yang ramai tanpa arah pasti. Namun kali ini, sepasang mata yang sejak kemarin diam-diam mengawasinya dari kejauhan akhirnya bergerak—melangkah mendekat, seolah menunggu momen yang tepat untuk akhirnya bicara.

"Nak," sebuah suara asing memanggil dari belakangnya, tenang namun penuh perhitungan. "Aku sudah mengamatimu sejak kemarin sore. Pil yang kau buat itu... aku tertarik untuk bicara lebih jauh denganmu."

Xiao Bai berbalik, dan untuk pertama kalinya, ia berhadapan langsung dengan sosok misterius yang telah mengikutinya diam-diam—seorang pria berjubah abu-abu polos tanpa lambang sekte apa pun, wajahnya teduh namun matanya menyimpan sesuatu yang sulit ditebak: entah niat baik yang tulus, atau tawaran yang akan mengubah jalan hidupnya menuju arah yang jauh lebih berbahaya dari sekadar penghinaan kota kecil ini.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!