NovelToon NovelToon
Pencuri Kepala

Pencuri Kepala

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Huaaaaaa kenapa kepala suami ku hilang? "

Jeritan melengking di sebuah rumah karena ia telah kehilangan sosok suami tercinta, kapan itu terjadi diri nya sama sekali tidak tau

Kampung menjadi heboh karena mereka sama sekali tidak menyangka bahwa kepala manusia bisa hilang dari tubuh nya dan tidak tau kemana.

Siapa pelaku itu?
kenapa ia mencuri kepala di setiap malam bulan purnama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07. Bu endang melihat

''Apa memang ada hantu yang mencuri kepala ya?'' Ulya menatap Bu Endang karena dia juga masih penasaran dengan kematian sang suami.

''Lah ya, Ibu juga masih penasaran Apa memang ada sosok yang akan terus mencari masalah seperti itu.'' Bu Endang Berkata sambil menarik nafas panjang.

''Aku sungguh penasaran siapa yang telah tega membunuh Auzar dengan cara demikian.'' Ulya berkata dengan hati yang begitu pedih sekali.

Siapa yang tidak kehilangan karena dia baru saja menikah dan sekarang malah harus kehilangan suami dalam waktu yang begitu singkat sekali, Ulya berusaha untuk ikhlas namun tetap saja masih ada rasa tidak terima dan dia berusaha keras mencari siapa pelaku itu sebenarnya.

Auzar kehilangan kepala tanpa dia sadari Padahal mereka tidur berdampingan dan rasanya memang mustahil bila Ulya tidak mendengar tentang masalah itu, setidaknya mesti ada suara orangan yang terdengar di antara keluh kesah kesakitan tersebut Namun Kenapa tidak ada yang mendengar suara itu sehingga membuat Ulya menjadi sangat tertekan.

Rasa penasaran dan juga bersalah itu bercampur aduk menjadi satu di dalam diri wanita tersebut, tapi mau sekuat apa saja dia berusaha untuk mencari tahu namun tetap tidak kunjung mengetahui siapa yang telah membuat masalah sampai sejauh ini, malah sekarang timbul kabar bahwa itu adalah perbuatan roh jahat yang kemungkinan sedang bergentayangan di desa mereka.

Sebab Pak Muh sampai langsung mengadu kepada Pak Lurah bahwa dia telah melihat sosok tanpa kepala dan sosok itu yang telah membawa dua kepala milik korban meninggal dunia, Sebagian ada yang percaya namun sebagian lagi terus menyangkal tentang fakta yang telah dibawa oleh orang tua tersebut.

Mereka yang tidak percaya itu karena tahu selama ini Pak Muh suka minum alkohol ketika sedang mencari udang di malam hari, jadi mereka beranggapan bahwa bisa saja Pak Muh sedang berhalusinasi akibat alkohol yang sudah dianggap sehingga dia menganggap ada seseorang yang datang membawa dua kepala.

''Tapi mau langsung percaya dengan ucapan dia itu juga aku masih merasa ragu loh.'' Ina membuka suara setelah lama terdiam.

''Kenapa?'' Ulya menatap sang adik karena tidak paham.

''Sebab orang tua itu sangat suka alkohol sehingga agak sulit mau percaya dengan ucapan pemabuk.'' Ina Berusaha menjelaskan pendapat dia.

''Itu yang menjadi perdebatan bagi seluruh warga saat ini karena mereka tahu pak Muh suka sekali minum alkohol.'' Bu Endang juga setuju dengan hal itu.

''Tapi bagaimana kalau ternyata itu semua benar dan yang dia lihat bukan imajinasi saja?'' tanya Ulya.

''Soal bagaimana pasti tidak akan ada habisnya, bagaimana kalau sekarang di balik dan ternyata memang benar kalau itu semua hanya halusinasi.'' Ina sedang mode berdebat.

''Aku percaya kepada Pak Muh karena menurut ku ini semua memang terasa sangat aneh, kan mustahil aku tidak bisa mendengar ketika dia menggorok leher Auzar.'' Ulya mulai terbawa emosi.

''Ya karena selama ini kau kalau tidur seperti orang mati saja.'' jawab Ina.

Ulya rasanya ingin terus berdebat dengan sang adik Namun karena sudah kehabisan tenaga dan dia juga sedang buntu seperti ini maka terlalu malas untuk melanjutkan perdebatan itu, lebih baik untuk tetap diam dan mengikuti apa yang menjadi naluri di dalam diri agar nanti bisa mengungkap Siapa yang telah menjadi pelaku pembunuhan suami dia.

''Sudah, tidak perlu berdebat sampai bertengkar karena kita juga belum tahu yang sebenarnya.'' Bu Endang menengahi perdebatan mereka.

''Aku sudah memutuskan untuk langsung menemui Mbak Purnama saja.'' ucap Ulya.

''Apa, apa yang akan Kakak katakan kepada mbak Purnama? Emang kakak tidak tahu bagaimana tabiat dia selama ini!'' Ina malah semakin menyala.

''Ina!'' Bu Endang menghentikan anak bungsu dia.

''Kak Ulya itu yang sudah semakin gila karena malah mau mendatangi Mbak Purnama, tahu sendiri Mbak Purnama adalah orang yang sangat emosional dan dia mau datang tanpa membawa bukti sama sekali.'' ujar Ina dengan sangat kesal.

''Ini urusan yang akan aku urus sendiri dan kau tidak perlu ikut campur!'' sergah Ulya dan dia segera masuk ke dalam kamar.

''Ya silakan saja kau temui dia dan kalau memang kau kena banting maka jangan pernah meminta tolong pada kami nanti!'' Ina berteriak keras.

Braaaak.

Pintu kamar terbanting dengan sangat keras karena pasti Ulya sudah terlalu kesal kepada sang adik, Bu Endang hanya bisa menarik nafas panjang Karena dia tidak tahu ini mau berpihak pada siapa karena menurut dia kisah dari Pak Muh juga belum bisa dibenarkan secara detail dan dia juga tidak bisa meragukan penjelasan dari pria tersebut.

''Ibu percaya?'' Ina menoleh kepada Bu Endang yang hanya bisa menarik nafas itu.

''Entah lah, Ibu juga bingung sekarang ini mau percaya pada siapa.'' jujur Bu Endang.

''Hah, fakta sudah di depan mata seperti itu tapi masih memiliki rasa bingung untuk percaya pada siapa.'' Ina mendengus dan dia juga berlalu pergi.

''Ah ya allah, kalau memang setan itu ada kenapa harus Pak Muh yang harus melihat dia!'' kesal Bu Endang karena saat ini banyak yang tidak percaya kepada pemabuk tersebut.

''Andai saja orang lain yang melihat maka pasti akan banyak yang percaya.'' ujar Bu Endang kembali sambil melangkah menuju dapur.

Namun mendadak saja langkah wanita ini terhenti karena dia melihat cap kaki yang tidak biasa di atas lantai, meski terlihat samar namun dia masih bisa membedakan antara kaki laki-laki dan juga kaki perempuan, sementara di dalam rumah ini tidak ada pria karena mereka semua seorang wanita.

Bu Endang mengikuti jejak kaki yang terlihat samar tersebut karena dia penasaran juga, sampai pada akhirnya jejak kaki itu berhenti pada pintu belakang dan kemungkinan besar orang tersebut keluar dari pintu ini untuk menuju halaman yang ada di sana, entah kapan orang itu berjalan di dalam rumah ini namun yang jelas jejak tersebut tidak terlalu ketara.

''Kaki Siapa yang sampai sebesar ini dan kenapa dia masuk ke dalam rumahku?'' batin Bu Endang dengan nada yang sangat bingung.

Grooooook.

''Allahu Akbar, suara apa itu kok mirip seperti suara babi!'' wanita tua ini kaget sekali.

Grooooook.

Grooooook.

''Pasti ada babi sedang makan singkong Pak Muh ini di luar.'' Bu Endang sangat yakin dan dia berusaha mengintip dari pintu yang terbuka sedikit.

Sebab kalau mau langsung keluar untuk melihat maka dirinya tidak memiliki nyali sehingga memutuskan untuk mengintip saja dari lubang pintu itu, namun Apa yang dia lihat di depan mata saat ini sungguh sangat mengerikan sehingga wanita tua tersebut hanya bisa terpaku dan bahkan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata saja.

Selamat malam, untuk cerita tumbal tujuh perawan sudah tidak bisa lanjut lagi ya karena tidak bisa mendapatkan uang dari cerita tersebut sehingga autor memutuskan untuk stop dan bila memang ada yang masih penasaran Maka nanti bisa sambil dicampur dalam cerita ini ya.

1
Ass Yfa
cinta Xavier...bertepuk sebelah tangan dong...kasihan dia..ntar patah hati,jadi jahat lagi...
Ela Jutek
widih cinta
Apriyanti
lanjut thor 🙏
ismi
yg sebelah kok dihapus thhor
༶•┈┈⛧┈♛ 𝑅𝑖𝑠𝑘𝑎𝑎𝑎 ♛┈⛧┈┈•༶
selamat siang juga kak thor, panas sekali kak siang ini 🤣🤣
Ayuk Witanto
punya malu juga
Ayuk Witanto
bukanya tadi aksara sama jalak ya
Ayuk Witanto
emang minta di bantai nih pur
Ayuk Witanto
emang kau siapa nyuruh purnama stay disitu...lagian dari kemarin kan kau tak percaya 😒
Ayuk Witanto
biar tau rasa si iis
Nurr Tika
lanjut
Ayuk Witanto
kok jadi curiga ya sama Iis...kayak Melda kemarin.sok sok an gak percaya setan ternyata dia punya andk setan
Ayuk Witanto
waduh mana aksara pula kena fitnah
Ayuk Witanto
siapa ya
Fiyan Ayu
tolong mba Pur..banting lah si iis tuh..kesel q..🤣🤣
Wiwit
ii SMA Melda, jgn2.....
Kinnaaa
banting ajala itu iis
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Raffaza Direzky87
eehh mancing ratu ular memang ini si iis
Sabrina Qheyla Putrie
Siang thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!