NovelToon NovelToon
COMPLICATED

COMPLICATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Nikahmuda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:253.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Elza Veronika

Season 1 :
"Jika laki-laki yang menghamili mu adalah seorang Dokter, apakah papamu masih akan melakukan itu?"

Aurel tersentak, ia menatap Dokter itu dengan seksama.

"Apa maksud Dokter?"

"Aku akan menikahimu!"

Cerita ini menceritakan tentang perjuangan seorang dokter yang mati-matian menengang teguh sumpah jabatannya, hingga kemudian ia merelakan hidupnya, kepentingannya, perasaannya.

Lalu apakah akan selesai di sini? Masalah kembali datang ketika pria yang menghamili gadis itu muncul, dan tentang siapa sebenarnya pria itu dan apa hubungannya dengan Jessen, membuat hidup Jessen menjadi sangat rumit.

Season 2 :
Kehidupan baru David - Alea dimulai. Kehilangan bertubi-tubi yang dialami David membuatnya hancur dan rapuh.
Yang ia miliki sekarang hanyalah janin yang ada dalam kandungan Alea. Ia tidak ingin kehilangan lagi.
Bagaimana kehidupan mereka?
Siapa Ayah David?
Bagaimana dengan Jessen - Aurel?
Simak terus di COMPLICATED (David - Alea Story) ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galeri Impian

Setelah putar-putar kesana kemari, berjumpa dengan Anton dan Frederika, mampir makan bersama juga, Jessen dan Aurel kembali ke rumah mungil mereka. Jessen membawa kardus-kardus yang berisi belanjaan mereka itu.

"Ingat, kamu jangan terlalu capek!" pesan Jessen ketika Aurel mulai menyusun buah dan sayur itu ke dalam kulkas.

"Cuma kayak gini memang capeknya seberapa sih, Sayang?" Aurel hanya melirik suaminya sekilas, cerewet sangat sih!

"Intinya kalau capek istirahat, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa!" Jessen mengangkat kardus itu lalu meletakkannya di lantai.

"Iya aku paham." Aurel malas mendebat, ia kembali fokus pada buah-buahan dan sayuran yang ada di hadapannya itu.

"Sayang ...." panggil Jessen sambil mendorong kardus besar itu ke ruangan kosong yang berada di samping dapur itu.

"Ada apa?" Aurel belum beranjak dari depan kulkas.

"Setelah ini istirahat lah!" perintah Jessen sambil tiba-tiba mengecup pipi Aurel.

Sontak paras Aurel memerah, ahh ... dokter satu itu selalu membuat Aurel tersipu malu. Aurel merasa benar-benar beruntung, meski bukan darah dagingnya, tapi Jessen benar-benar tidak mempermasalahkannya. Aurel sangat berharap bahwa selamanya akan tetap seperti ini. Selamanya ....

***

Aurel menggeliat, ia mengerjapkan matanya. Tampak jam dinding menunjukkan sudah pukul lima sore. Astaga, ia ketiduran! Aurel bergegas bangkit, kemanan suaminya? Kenapa sepi sekali?

Aurel melangkah ke depan, siapa tau Jessen sedang mengobrol dengan tetangga. Namun kosong. Hanya ada beberapa tetangga yang sedang beraktivitas.

Aurel kembali masuk, ia melangkah ke dapur. Kosong juga! Lalu kemana suaminya? Motor dan mobil ada dirumah, kalau pergi dia naik apa? Aurel melangkah ke ruangan kosong yang kelak akan ia pakai untuk galeri lukisannya. Dan mata Aurel terbelalak kaget melihat bagaimana kondisi ruangan kosong itu sekarang.

Ruangan yang semula kosong itu kini dindingnya sudah tertempel wallpaper seperti yang Aurel inginkan. Wallpaper itu terpasang begitu rapi. Lalu jendelanya sudah terpasang gorden vintage, beberapa kuas sudah terjejer di meja bersama cat minyak, cat air dan beberapa perlengkapan lukisnya yang lain.

Beberapa kanvas kosong tersusun rapi dalam box di samping meja itu. Astaga, ini ....

"Hai, Sayang ...." sapa Jessen yang kemudian menyadari bahwa istrinya itu sudah berdiri di depan pintu.

"In ... ini .... " Aurel terbata, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

"Hadiah pernikahan kita!" guman Jessen sambil tersenyum. "Kamu suka?"

Air mata Aurel menetes, sontak ia memeluk suaminya itu. Ini hadiah terindah yang pernah ia dapatkan.

"Sayang makasih, aku suka banget." guman Aurel sambil mendekap erat tubuh itu.

"Sama-sama. Semoga ini bisa menjadi tempat yang nyaman untukmu berkreasi ya!" Jessen mengelus lembut kepala istrinya itu.

"Pasti, sekali lagi terimakasih!" Aurel melepaskan pelukannya, lalu menatap dalam manik suaminya.

Jessen balas menatap mata itu, senyum mengembang di bibirnya. Aurel mendekatkan wajahnya, lalu menyapu lembut bibir Jessen. Pertama begitu lembut, hangat, hingga kemudian Jessen membalasnya dengan sedikit kasar dan panas. Jessen tak melepaskan bibirnya, hingga kemudian Aurel sedikit menggigit bibir itu karena ia sudah hampir kehabisan nafas!

Jessen terkekeh melihat wajah masam istrinya, ia mengelus lembut bibir yang sekarang menjadi santapan favoritnya itu.

"Kau tahu Sayang, ini tidak gratis!" bisiknya sambil mengecup telinga istrinya.

Paras Aurel memerah, ia buru-buru mencubit gemas perut Jessen. Dasar semua laki-laki kalau urusan itu sama saja!

"Oke, jadi kapan aku membayarnya?" tanya Aurel sambil mencibir.

"Kalau aku minta sekarang, boleh?" Jessen merengkuh tubuh itu, lalu mulai mengecup lembut bibir itu, makin lama kecupan itu menjalar kemana-mana, Aurel benar-benar kelimpungan meladeni serangan mendadak dari suaminya itu.

Dan sore itu, mereka meluapkan semuanya di sana. Di sebuah ruangan yang dijadikan Jessen sebagai hadiah pernikahan mereka. Sebuah galeri impian Aurel yang kini baru dapat ia miliki setelah memutuskan menikahi dokter itu.

"I Love you!" bisik Jessen dengan nafas terengah-engah, keringat mengucur membasahi tubuhnya.

Aurel menatap manik yang tengah menatap lurus ke matanya itu, sorot itu begitu lembut, begitu hangat, membuat Aurel menitikkan air mata.

"Sayang, kenapa? Ada yang sakit? Perutmu sakit?" Jessen mendadak panik melihat bulir-bulir air itu menitik dari mata istrinya.

Aurel tersenyum, ia menggeleng perlahan sambil menyeka air matanya.

"Aku hanya sedih, kenapa kita dipertemukan dengan cara seperti ini? Kenapa tidak dari dulu-dulu kita ketemu, jadi aku tak harus hamil anak dari laki-laki lain, aku tak harus menyerahkan hal berharga ku pada laki-laki lain. Aku menyesal!" desis Aurel sambil terisak.

Jessen merebahkan tubuhnya di samping istrinya lalu ia memeluk tubuh itu penuh kasih.

"Bagian mana yang kau sesalkan?" tanya Jessen kemudian mengecup kening Aurel.

"Aku menyesal harus kenal dengan laki-laki berengsek itu! Aku harus terbuai rayuannya hingga kemudian hamil anak dia. Aku menyesal tidak bisa memberikan hal paling berharga ku untuk laki-laki yang dengan tulus menerimaku, apapun itu!" Aurel terisak hebat, dadanya terasa sangat sesak.

"Kalau jalannya untuk bertemu dengan ku harus melalui itu semua, apakah kamu juga masih akan terus-terusan menyesal?" Jessen mempererat pelukannya. "Aku malah bersyukur kamu mengalami itu semua, Sayang. Kalau tidak kamu tidak akan datang ke tempat praktek ku malam itu bukan?"

"Sudahlah, aku sudah berkali-kali bilang bahwa aku tidak mempermasalahkan selaput tipis yang sudah kau berikan kepadanya itu. Hal paling berharga menurutku itu kamu."

Isak tangis Aurel makin jadi, Jessen melepaskan pelukannya, tangannya dengan lembut menghapus air mata itu.

"Tak perlu kau sesali lagi, Sayang. Lupakan semua yang telah kau alami. Fokus ke masa depan kita, apalagi sebentar lagi kamu bukan lagi wanita lajang yang masih bebas kemana-mana. Sekarang kamu seorang istri, beberapa bulan lagi, kamu seorang ibu."

"Jadi, lupakan penyelesalan itu, fokus membenahi diri untuk peran baru mu saat ini."

Aurel mengangkat wajahnya, menatap dalam manik hitam yang begitu damai itu. Senyumnya merekah, meski air mata itu masih menetes di pipinya.

"Kamu laki-laki luar biasa yang pernah aku termui setelah papa, Sayang!" Aurel menyentuh dagu itu, kemudian mengelus lembut pipi suaminya dengan penuh kasih.

"Aku hanya laki-laki biasa, Sayang. Kau lah yang kemudian membuat aku jadi lebih berarti, lebih hidup lagi."

"Meskipun kau harus merawat dan membiayai anak orang?" bibir itu tersenyum kecut, matanya kembali berkaca-kaca.

"Kamu istriku, anakmu berarti anakku juga. Lagipula bukankah besok aku akan memiliki anakku sendiri? Anak dari kamu, anak kita?"

"Pengen punya anak berapa memang?" tantang Aurel sambil tersenyum menggoda.

"Aku mau yang ramai, dua belas boleh?"

Plakkk

Aurel menggebuk gemas tangan suaminya itu. Dua belas? Dikira mau bikin tim sepakbola apa, sebelas pemain, satu pelatih? Jessen tertawa terpingkal-pingkal melihat betapa masam wajah Aurel itu, ditambah mata bengkak Aurel yang masih berkaca-kaca itu membuat Jessen makin gemas.

"Becanda Sayang ...." bisik Jessen lalu kembali merengkuh tubuh itu.

Hari itu mereka berdua menghabiskan sore mereka di galeri impian Aurel, banyak cerita yang mereka ceritakan sore itu. Sesekali canda dan tawa mewarnai obrolan dua sejoli itu.

Semua terasa begitu luar biasa bagi Aurel. Tentang siapa laki-laki yang menikahinya itu, tentang semua yang Aurel miliki sekarang. Dan Aurel berjanji akan menghasilkan banyak karya setelah ia memiliki galeri ini. Sebuah galeri impian yang sudah lama ia impi-impikan.

1
senjasabdaalam
kak ga lanjut kah?? padahal bagus banget.
Esti Afitri88
jalan ceritanya manis banget . suka
Esti Afitri88
kok ikut kuatir aq
senjasabdaalam
kak lanjut dong yang ini
senjasabdaalam
kapa lanjut kak?
Yus Nani
malas bangat segala muncul Mak lampir pelakor oh pelakor kegatelan garuk gih
Yena Kim
kak kapan up lagi:)
Yena Kim
apa dari bapaknya yang gonta ganti pasangan
Yena Kim
dari sini aku mumet.kasihan alea tapi kalo david tanggung jawab malah lebih kasihan lagi
Yena Kim
emang dokter sih coba orang jawa tulen trus awam juga pasti percaya begituan.:)
Yena Kim
pliss ini candu banget ceritanya:)
Yena Kim
resortnya bagus.bismillah bisa kesana sama suami
Yena Kim
aku ikut terharu
Wiwin
ceritanya keren... sayangnya judul di ujung senja pindah ke GN, kalau mau dapat ebook nya, apakah bisa? berapa mahar ny?
Fitha Millu
bawang beraps kilo sih Thor..... Charles 😭😭😭😭😭😭
Fitha Millu
isi ceritanya sesuai judul....complicated
Fitha Millu
jangan2 Daddynya David itu papanya Jessen ya thoy
Ama Lorina Raju
so sweet
Ama Lorina Raju
siapa yg fak luluh tor kalo sdh seranjang 😂😂😂
Ama Lorina Raju
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!