Mika Sanjaya gadis penguasa yang untuk beberapa saat rela meninggalkan semua harta kekayaan dan kekuasaan untuk bisa bersama seseorang yang pernah menolongnya, suatu saat dirinya adalah seorang gadis cantik dengan banyak talenta dan tak pernah kekurangan apapun, tapi di saat lain dirinya harus merubah pribadi dan penampilannya menjadi gadis kampungan dan kumal yang siap di bully hanya untuk seorang pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya, ada intrik juga cinta di daiamnya, ingin tahu bagaimana cerita selanjutnya? ikuti setiap bab yang outhor up ya🤗😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nawangsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*"Ngerjain Sandy"
Sandy sibuk mencari-cari dimana kiranya kakaknya yang jail itu berada saat ini, setelah lima menit mengedarkan pandangannya dan tetap tak menemukan keberadaan Mika dan Miko akhirnya dia menyerah.
"Elo kenapa sih bro? dari tadi mata lo muter toleh kanan kiri depan belakang, lo sedang nyari siapa?"
Tanya temannya Sandy yang memperhatikan tingkah Sandy barusan.
"Gakpapa kok santuy aja, gue cuma sedang lihat lihat siapa tahu aja nemu cewek cakep disini, bosen juga ngejomblo wkwkwkk."
Jawab Sandy ngasal, membuat semua temannya tertawa ngakak.
Saat Sandy sedang tertawa tiba-tiba ada satu buah terong bulat yang menjadi menu lalapan di warung tenda itu melayang pas mengenai belakang kepalanya.
"Pokkk....(suara terong bulat saat mengenai kepala Sandy) aduhhhh... apaan sih ini?"
Teriak Sandy kaget, lemparan nya gak keras tapi cukup membuatnya terkaget-kaget.
Saat dilihatnya apa benda yang mengenai kepalanya yang ternyata sebutir terong bulat yang dia duga sengaja dilempar seseorang ke kepalanya.
"Anjirrr nih sengaja pasti, yakin gue si jahil ada disini!"
Kata Sandy sedikit teriak menyadari jika kakaknya yang super jahil memang ada disana.
"Siapa bro? kayaknya ada yang sengaja ngerjain lo deh!"
"Wkwkwkk iya bener bro kata Tom tom, mungkin ada yang punya dendam sama lo."
"Atau ada cewek cakep yang sedang cari perhatian ke elo."
Begitulah semua kata yang diucapkan semua teman temannya begitu menanggapi kejadian yang baru dialami oleh Sandy.
"Asumsi kalian tuh gak ada yang bener, gue tahu siapa pelakunya, cuma belum nemu nih orangnya."
Sementara Sandy kembali memutar pandangan matanya mencari sosok kakaknya yang ngejahilinya itu. Orangnya justru sedang asyik menikmati makanannya bersama Miko.
"Lo jahil banget sih, tuh terong kalo ngenai orang lain kan bisa bikin ribut."
Kata Miko setengah berbisik agar orang yang dikerjain si twins gak mendengarnya.
"Gak mungkinlah lemparan gue nyasar, Mika gituloh wkwkwkk...., biarin aja siapa suruh berisik banget di warung orang."
Jawab Mika pelan sambil menyoletkan cuilan daging bebek goreng ke sambal matah lalu menyuapkannya ke mulutnya.
"Nakal.... kalo pacar sudah habis gue makan lo hehehe....."
Kata Miko sambil tertawa kecil.
"Nih bebek lebih enak dari pada pacar lo, nikmatin yang ada diatas piring aja."
Sahut Mika sambil menyuapkan tempe goreng yang sudah disolet sambel.
"Gue curiga sama dua orang yang pake hoodie di belakang gue, tapi kalo gue nekat trus salah orang bisa malu."
Kata Sandy kepada teman temannya.
"Kalo gak lo coba mana tahu bener atau salah, iya gak bro?"
"Ho oh, gak ada salahnya lo coba pura pura lewat kesamping mereka."
Kata para teman Sandy menyemangati, entah menyemangati untuk apa, untungnya juga apa?.
Berusaha menghilangkan keraguannya, Sandy pura pura berjalan ke meja belakangnya bertujuan untuk melihat wajah orang yang mengenakan hoodie terduga kedua kakaknya yang jail.
Tapi setelah berjalan melewatinya dan melihat wajahnya ternyata bukanlah kedua kakaknya, Sandy lalu kembali ke tempat duduknya bersama teman temannya.
"Salah orang."
Kata Sandy singkat yang langsung diketawain teman temannya.
Mika dan Miko yang memperhatikan tingkah Sandy tadi langsung menutup mulutnya yang penuh makanan agar tidak menyembur karena menahan tawa.
"Plukk... au... "
kali ini potongan timun yang dilempar mengenai pipi Sandy.
"Wahahaha gokil asli gokil nih orang yang ngerjain elo bro."
Tawa kawanan itu akhirnya pecah lagi, setelah melihat sebuah timun melayang menempel di pipi Sandy.
"Anjirrr.... ka... sudahan jangan ngerjain gue lagi kenapa! gue tahu lo ada disini!"
Kata Sandy setengah berteriak membuat pengunjung yang lain mulai menoleh ke arahnya.
"Pletokkk..."
"Berisik.... habisin makanan kalian jangan mengganggu orang makan, kalian tuh berisik tau gak."
Kata Mika akhirnya bersuara setelah lebih dulu melemparkan jengkol muda ke kepala Sandy.
Sandy dan yang lainnya segera mengarahkan mata mereka kesumber suara, seorang gadis dengan rambut yang dicepol asal sedang asyik makan dengan menu bebek goreng lengkap dengan sambal dan lalapan.
Mika tetap makan dengan cuek sedangkan Miko menyengir kearah mereka yang memperhatikan kearah dirinya dan Mika.
Sementara Sandy semakin kesal dengan kedua kakaknya yang sudah menjahilinya, sehingga menjadi bahan ketawaan teman temannya.
Karena sebal Sandy berteriak,
"Semua yang makan disini gratis, di traktir oleh kedua kakak twin's gue yang super duper gokil!"
"Wah bener nih bro, yang kita makan dibayarin oleh kalian?"
"Thanks ya bang, sering sering aja begini."
Heboh semua pelanggan yang sedang makan saat itu.
Mika dan Miko yang mendengar kehebohan setelah teriakan Sandy tadi hanya geleng-geleng kepala sambil berucap,
"Cari matiii."
"Cari penyakit."
Kata kedua twins itu.
Setelah menyelesaikan makannya, Mika dan Miko lalu membayar harga dari semua yang mereka berdua makan.
"Bagaimana dengan tagihan mereka yang makan yang katanya tadi ditraktir abang?"
Tanya mbak kasirnya merasa tak enak hati.
"Tadi yang bilang dia noh mbak( menunjuk kearah Sandy), jadi tagih aja sama dia ya."
Jawab Miko setelah selesai membayar semua yang dia dan Mika makan.
Si Mbak kasir tanpa daya langsung mendekati Sandy untuk menanyakan pembayaran sesuai kata kata Sandy yang menggratiskan dan mau mentraktir yang lainnya.
"Bang maaf ya, tapi yang membayar makanan yang lainnya siapa nih? tadi abang bilang traktir?"
Kata si Mbak kasir
"Kan tadi gue bilang yang traktir dan bayarin mere.... ka...."
Ketika Sandy mau menunjuk Mika dan Miko ke bangku mereka tadi, keduanya sudah tidak ada.
"Mereka sudah pergi bang, dan cuma membayar yang mereka makan, jadi gimana sekarang?"
Tanya si Mbak kasir yang mulai memaksa.
Sandy gak langsung menjawab, matanya langsung melihat keluar warung tenda dan dilihatnya mobil yang dikenalinya milik Miko sudah berjalan menjauh.
"Dasar kakak kembar jahara, gak habis habisnya ngerjain gue, nasib gue jadi bungsu."
Keluhnya pada dirinya sendiri.
"Udah gakpapa mbak, nanti gue yang bayar, itung aja dulu semuanya berapa? bisa bayar pake kartu gak?"
Kata Sandy, saat dilihatnya uang cashnya mungkin gak cukup untuk membayarnya.
"Maaf bang, disini hanya menerima pembayaran tunai."
Jawan si mbak kasir lagi.
"Ok, bentar ya mbak, gue ke ATM dulu, jaminannya tuh temen gue yang ganteng ganteng jual aja kalo gue gak balik lagi kesini."
Kata Sandy sambil nyengir gak enak.
"Etdah... busyet... masa iya kita dijadiin jaminan, emang semuanya berapa si mbak, biar kita patungan dulu."
Akhirnya mereka semua mengeluarkan uang cashnya patungan untuk membayar traktiran semua orang yang tadi makan di warung tenda itu.
"Elo juga sih bro pake teriak mau traktir semuanya."
*Hai guys kangen outhor gak? kalo kangen jangan lupa untuk LIKE KOMENT RATE BINTANG LIMA DAN FAVORITKAN JUGA SECANGKIR KOPI DAN BUKET MAWAR BUKTI TANDA CINTA UNTUK OUTHOR. LOVE YOU ALL 🤗😘😘😘*
harusnya si Rini lempar ke Pluto aja
ini area anu ya
wkwkkwk
sepuasnya lho.. 🤭😅😅
otw nyari maksudnya.. 🤭