Hana, seorang wanita sebatang kara yang tiba tiba diajak menikah oleh bos barunya.
"Tapi pak! Inikan masalah hati?"
"Saya tak suka ditolak."
"Dan saya tak suka dipaksa."
Akankah keduanya akan benar benar menikah?
Bagaimana kehidupan rumah tangganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duapuluh Dua
Hana dan David masih berdansa dengan berpelukan. Hana memejamkan mata menikmati kebersamaannya dengan David yang masih merengkuhnya. David mengangkat tangan pada seseorang yang membuka pintu dengan hati hati. Orang itu mengangguk kemudian masuklah tiga orang wanita memghampiri mereka. David dan Hana menyudahi dansa romance mereka. Hana mamandang David minta jawaban akan hadirnya tiga wanita itu.
"Ikutlah mereka dan kamu akan tahu sayang" kata David lembut. Hana masih mematung mencerna kalimat yang keluar dari mulut David. Hana yang masih diam tak mengerti membuat David gemas. David menangkupkan kedua tangannya pada pipi Hana.
"Ikutlah dengan mereka sayang. Kau percaya padaku bukan? Aku tidak akan mencelakakan orang yang aku cintai. Cukup ikuti saja intruksi mereka" David tersenyum melihat ekspresi Hana yang lucu dimatanya. Dengan ragu Hana melangkah mengikuti ketiga wanita itu. Bukan karena tidak percaya pada suaminya namun karena tak tahu apa yang suaminya lakukan kali ini untunya.
"Kejutan lagikah ini?" batin Hana.
Hana dibawa kesebuah ruangan yang tak terlalu besar. Disana sudah ada dua wanita yang menunggu. Hana diminta duduk didepan cermin dan mulai dirias.
"Tunggu! Untuk apa aku harus dirias?" tanya Hana bingung.
"Maaf nyonya. Ini permintaan tuan David" jawab salah satu dari dua wanita tersebut.
"Baiklah kalau suamiku memintanya" jawab Hana pasrah walau masih bingung. Hana membiarkan dua wanita itu bekerja merias dirinya. Sedangkan Hana masih diam tak mengerti apa maksud suaminya melakukan semuanya. Cukup lama Hana dirias dan diminta untuk mengganti dresnya dengan gaun yang telah disiapkan oleh David. Gaun putih yang hampir menyerupai gaun pengantin. Bagian belakang lebih panjang daripada bagian depannya. Hana menjelma menjadi princes malam ini. Dia begitu anggun dan memancarkan aura kecantikan yang luar biasa.
"Apa ini benar benar aku?" guman Hana yang memandang dirinya dicermin.
"Benar nyonya. Ini adalah anda. Sebenarnya anda sangat cantik Nyonya. Karena nyonya jarang berdandan makanya nyonya menjadi semakin cantik berlipat lipat saat dirias. Saya yakin tuan David tidak akan mampu berpaling darimu nyonya" ucap perias itu tulus.
"Terima kasih tapi anda berlebihan madam" ucap Hana tersenyum.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Hana yang memang tak tahu apa apa.
"Nyonya tetaplah disini sampai nanti tuan David menjemput anda" jelas madam. Hana mengangguk mengerti.
Sementara di tempat David, Alvin, Dika, Siska dan Karin telah datang dan masuk menemui David. Mereka membawa bunga yang diminta David. Tak lama kemudian masuklah beberapa orang untuk mendekorasi ulang ruang yang dipesan David untuk makan malam itu. Mereka mendekorasi dengan taburan bunga mawar sesuai permintaan David. Dia tahu bahwa istrinya sangat menyukai mawar merah. Mereka menaburkan mawar disepanjang jalan menyerupai altar hingga ujung ruangan. Diujung terdapat gambar bunga mawar yang besar dan indah menempel didinding sebagai tujuan akhir langkah mereka. Dilantainya tak lupa mereka menaburi mawar penuh yang membentuk hati dan membiarkan tengah tengahnya tanpa taburan yang berbentuk hati pula. Meraka menyulap ruang VVIP sebuah restoran menjadi ruangan yang sangat indah sesuai keinginan David. Pras dan Dela juga hadir disana. Dekorasi ruang yang sederhana namun elegan penuh dengan taburan bunga mawar telah rampung. David meminta semua orang untuk ke posisi masing masing. David berjalan menuju ruang dimana Hana berada. Sebelumnya David telah mengganti pakaiannya dengan warna yang senada. David membuka pintu dan mendapati Hana duduk didepan cermin denhan cemas. Hana yang mendengar pintu dibuka menoleh dan kecemasannya seketika sirna. Hana berdiri dan menghampiri David yang telah mengenakan setelan senada dengannya. David terbengong melihat Hana tepatnya kagum.
"Diakah panda molekku? kenapa bisa menjelma menjadi seorang bidadari?" bati David.
"Aku tahu malam ini aku cantik. Tapi apakah harus begitu ekspresi wajahmu yang kau lihatkan padaku ha?" kata Hana yang kini telah ada dihadapan David.
"Eh se..sejak kapan kamu berdiri disini?" tanya David gelagapan karena baru tersadar dari kekagumannya.
"Sejak kamu tak bisa menutup mulutmu yang menganga karena menatapku. Apa aku begitu mempesona hingga kau membiarkan lalat masuk kemulutmu? Masih untung gak mimisan kamu" ejek Hana.
"Aku seperti melihat bidadari saat ini. Jangan salahkan aku jika aku terpesona padamu. Tapi salahkan dirimu yang terlahir begitu cantik" jawab David menjawab ejekan Hana dengan pujian. David masih menatap Hana penuh kekaguman. Hana memutar kedua matanya jengah.
"Tua David. Sampai kapan kau akan terus memandangku seperti ini? Bukankah kau datang untuk menjemputku?" tanya Hana yang merasa risih karena David tak henti menatapnya.
" Oh iya. Karena pesonamu aku jadi lupa kalau aku kesini ingin menjemputmu" David tersadar dan mengulurkan lengan kanannya pada Hana. Dengan senang hati Hana menyambut lengan David.
Kini mereka berjalan beriringan dengan langkah yang anggun menuju ruang tempat mereka makam malam tadi. Kedua pegawai restauran membukakan pintu saat Hana dan David sudah dekat. Hana dan David melangkah masuk menapaki altar mawar merah. Kali ini Hana yang dibuat bengong oleh David dan tanpa sadar langkahnya terhenti.
"Bukankah ini ruangan tempat kita makan?" tanya Hana tak percaya. David hanya tersenyum. Seorang menghampiri Hana dan memberikan setangkai mawar merah padanya. Hana menerima dengan ragu dan melirik David.
"Kejutan apa yang disiapkan suamiku?" batin Hana. David melangkah lebih dulu dan meninggalkan Hana yang masih bingung. David sengaja meninggalkan Hana dan menantinya diujung altar yang berbentuk hati. Hana kembali melangkah dan terus mendapat setangkai bunga mawar hingga para sahabatnya juga memberinya setangkai bunga. Meski terkejut Hana menerima dan tidak bertanya.
"Sebenarnya apa yang akan dilakukan mas David malam ini?" suara hati Hana.
Hana terus melangkah hingga Pras dan Dela menghampirinya. Sama seperti yang lain Pras dan Dela membawa mawar dan menyerahkan kepada Hana. Dela memeluk Hana dengan senang. Terlihat wajah keriput Dela yang masih cantik tampak ceria.
" Kau sangat cantik malam ini. Aku yakin David tak bisa berpaling darimu malam ini. Kau harus bahagia sayang" Dela mengecup kening Hana dan kembali.
"Ayo sayang, aku antarkan kau ke tempat pangeran sedengmu itu. Hehehe" Pras terkekeh dan mengulurkan tangannya. Hana menyambut tangan Pras dan tak lupa senyum mengembang dibibir Hana. Kini Hana melangkah dibarengi dengan mertuanya.
"Aku telah menyambut dan mengantarkan permaisurimu sesuai intruksi darimu. Jadi jangan sia siakan ini" ancam Pras dan menyerahkan Hana pada David. David menanggapi dengan senyum dan meraih tangan Hana dan memandang setiap jengkal wajah istrinya itu. David berjongkok dengan memegang kedua tangan Hana. Hana mengangkat sebelah alisnya.
"Farhana Indrayani Prasetyo tolong dengarkan aku. Aku bukan Khalil Gibran yang pandai menguntai kata kata indah. Aku bukan Mario Teguh yang pandai merangkai kata motivasi yang memukau. Aku juga bukan Andre maupun Sule yang pandai memilih kata untuk merayu wanita. Aku adalah David Prasetyo yang hanya tahu mencintai gadis yang sering membantah perintahku. Gadis yang memberiku nama beruang sedeng. Gadis yang membuatku menikah hanya kenal tiga hari. Gadis yang membuat hatiku berantakan saat ngambek, saat marah dan membuat hatiku bergejolak saat manja dan tersenyum" David menjeda kalimatnya untuk melihat reaksi Hana. Hana memberikan tatapan untuk melanjutkan ucapnnya. Tak dipungkiri pipi Hana merona mendengar semua perkataan David. Hana hanya bisa tersenyum sebagai jawaban.
"Panda molekku sayang. Maafkan aku telah membuatmu dalam pernikahan yang tak berkesan. Hanya kesan buru buru yang kau dapat. Namun kali ini aku ingin menebus semuanya dan memberikanmu pernikahan seperti yang kau impikan. Hana. Kau wanita pertama yang membuatku menjadi lelaki sempurna. Menjadi lelaki yang mengejar wanita bukan dikejar wanita. Aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku hingga maut menjemput. Maaf aku bukan pria romantis seperti yang lain, namun aku akan berusaha membuat hidupmu bahagia. Farhana Indrayani WILL YOU MARRY ME?"
Hana tak percaya bahwa malam ini adalah malam yang disiapkan David untuk melamarnya. Hana menutup mulutnya dan menahan airmatanya.
"Again?" tanya Hana dengan suara lembut.
"Yes. Menikahlah sekali lagi denganku. Kali ini kita menikah karena cinta. Bukan karena paksaan dari seorang David Prasetyo yang menggunakan kekuasaannya untuk mendapat gadis pujaannya. Aku mohon bersedialah!" tatap David penuh harap. Dengan sangat antusias Hana mengangguk. Hana sudah tak tahu harus berkata apa. Hatinya sangat bahagia. Airmatanya pun lolos membasahi pipi.
David berdiri dan memandang Hana yang beruarai airmata.
"Kenapa kau menangis? Apa karena terlalu bahagia?" David tersenyum dan mengusap air mata yang mengalir dipipi Hana.
" Aku... Aku... sungguh sangat bahagia. Bagaimana kau tahu bahwa aku mendambakan lamaran seperti ini? Penuh dengan taburan mawar yang berbentuk hati?" tanyanya pada David. Hana masih tak percaya bahwa angan angannya menjadi kenyataan justru disaat dia sudah menjadi istri. Sungguh lucu kehidupan Hana dan David. Lamaran harusnya terjadi sebelum pernikahan. Ini malah setelah menikah. Suami melamar istri sendiri untuk menikah lagi. Hemmm menikah sekali tak berlaku untuk pasangan ini. Mereka akan menikah lagi dengan pasangan yang sama. Lalu dari mana David mengetahui mimpi Hana yang ingin dilamar dengan bertaburkan bungan mawar? Silahkan tebak sesuka hati ya!
.....
NEXT
....
maaf komentarnya telat, sdh end ceritanya.
sy baru membacanya.