Bryona Martinez, seorang gadis yang sangat tidak percaya diri dengan penampilannya, terutama bagian dadanya yang terlalu besar. Ia selalu diejek dan dilecehkan. Hal itu membuatnya menutup diri dengan memotong pendek rambutnya, serta membebat tubuhnya, sehingga ia akan terlihat seperti laki-laki bertubuh tambun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
Saat Bryona terbangun di pagi hari, kediaman Rodriguez terasa kosong dan sepi. Bryona langsung berjalan ke dapur dan bertanya kepada pelayan yang ada di sana.
“Bi, apa Freya sudah bangun?”
“Non Freya sudah kembali ke New York pagi-pagi sekali.”
Bryona menghela nafasnya pelan, kemudian berjalan ke ruang makan dan duduk di sana, seorang diri.
“Apa Freya marah padaku? Apa dia marah karena aku tidak mengatakan bahwa Tuan Nic adalah atasanku saat aku bekerja di studio? Apa dia takut aku akan mengambil Tuan Nic darinya?” gumam Bianca.
Apa aku perlu menyusul Freya ke New York dan menjelaskan semuanya? Aku tak ingin kehilangan Freya, tidak! Aku tak ingin kembali seperti dulu, kesepian, sendirian. - batin Bryona.
Saat ini, Bryona akan memberikan apapun untuk membuat Freya tetap menjadi sahabatnya, meskipun ia harus melupakan apa yang ia rasakan pada Nic. Bryona tahu apa yang ia rasakan pada Nic adalah suatu rasa ketertarikan, tapi ia juga tak ingin pria mendekatinya hanya karena kecantikannya ataupun karena tubuhnya. Ia berpikir jika nanti ia menjadi tua, jelek, gemuk ataupun terlalu kurus, maka pria itu akan meninggalkannya.
Bryona kembali mengingat masa-masa sekolahnya, ketika ia dibully, ketika ia harus tinggal di dalam gudang, dan menjadi seorang pembantu di rumah pamannya sendiri. Menyedihkan dan ia tak ingin kembali ke masa-masa itu.
Bryona berjalan ke kamar, kemudian meraih ponselnya. Ia harus menjelaskan semuanya pada Freya atau ia tak akan fokus untuk kuliah hari ini.
Baru saja ia ingin menghubungi Freya, ponselnya langsung berbunyi dan tertulis nama Freya di sana, membuat Bryona tersenyum dan langsung mengangkat panggilan Freya.
📞 “Frey!”
📞 “Sepertinya kamu sangat merindukanku, Bry?”
📞 “sangat. Apa kamu marah padaku?”
📞 “Marah? Ya tentu saja aku marah padamu.”
📞 “maaf Frey. Bukan maksudku tidak memberitahumu tentang Tuan Nic, aku hanya belum menemukan waktu yang tepat.”
📞 [terdengar suara Freya terrawa di ujung telepon] “Kamu tahu kenapa aku marah, Bry?”
📞 “Aku tahu kamu menyukai Tuan Nic. Aku akan berusaha mendekatkan dirimu dengannya.”
📞 [kembali terdengar suara Freya tertawa] “Ya ampun, maafkan aku. Aku memang sangat menyukai Nic. Karakter dan wajahnya sangat cocok untuk robot komputer yang aku ciptakan.”
📞 “Robot?”
📞 “hmm, aku kuliah di 2 jurusan saat ini, Bry. Jurusan bisnis dan juga IT.”
📞 “J-jadi bukan kamu menyukai Tuan Nic secara khusus?”
📞 “Tentu saja tidak. Aku belum gila untuk memiliki kekasih saat ini. Aku lebih suka sendiri,”
📞 “Lalu kamu menghubungiku?”
📞 “Aku ingin kamu segera menyusulku ke New York weekend ini. Aku punya proyek model catwalk untukmu. Saat ini aku sudah melamar menjadi managermu,” tawa Freya kembali terdengar.
📞 “Baiklah, aku akan ke sana nanti.”
📞 “thank you, Bry. Oya, kurasa Nic akan lebih cocok jika bersamamu. Chemistry kalian di pengambilan gambar kemarin benar-benar luar biasa.”
📞 “Jangan berpikir macam-macam.”
📞 “Aku akan membuat semua pria melihat ke arahmu, Bry. Membuatmu bangkit dan lepas dari semua depresi dan keterpurukanmu. Ingatlah, aku selalu bersamamu.”
📞 “Thank you, Frey. Ooo, i want to kiss you and hug you.”
📞 “Aku harus pergi kalau begitu, sampai jumpa!”
Mereka berdua mematikan sambungan ponselnya. Bryona bernafas dengan lega, ternyata apa yang ia pikirkan tidak terjadi. Memang apa yang terlihat oleh mata belum tentu yang sebenarnya.
**
Nic berdiam di dalam ruang kantornya. Ia masih memikirkan kejadian kemarin, saat dirinya bertemu dengan wanita yang ia cari.
“Scarlett, ya namanya Scarlett,” gumam Nic. Nic melamun, sambil menopang dagunya dengan telapak tangannya, sementara pandangannya ia buang ke arah jendela besar yang ada di ruangannya.
Nic melamun, tersenyum, dan kadang tertawa sendiri. Hingga ketika Theo memasuki ruangan, Nic tidak menyadarinya sama sekali. Theo memperhatikan Nic, kemudian melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Nic, tapi tetap tidak ada respon.
“Ku rasa ia sudah mulai gila,” kata Theo. Ia pun meletakkan dokumen bertumpuk yang ia bawa kebatas meja Nic dengan sedikit keras.
“Te, apa kamu sudah gila?” teriak Nic tiba-tiba.
“Kamu yang sudah gila. Tersenyum dan tertawa sendiri, memang apa yang sedang kamu pikirkan?”
“Aku memikirkan gadis itu,” Nic kembali menghela nafas pelan dan tersenyum.
Apa Nic menyukai Freya? Ahh sepertinya akan bagus jika seperti itu, sehingga aku bisa terbebas dari perjodohan sialann ini. - batin Theo.
“Kapan kita akan mendapatkan hasil pemotretan itu?” tanya Nic.
“Mereka akan bertemu 2 minggu lagi di AR Group dan memperlihatkan hasil mereka masing-masing.”
“Apa tidak bisa dipercepat?” tanya Nic.
“Tidak!”
“Baiklah,” Nic tersenyum seperti akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.
🌹🌹🌹
lihatlah luna hancur leticia hancur dengan sendirinya dan si thomas jadi berengsek karna ketamakannya juga.
kemakan omongan sorangan.
akhirnya m-tec kembali pada pemilik nya.
akhirnya nic di maafkan.