Julie Ananta adalah seorang gadis yatim piatu, usia 20 tahun. Ia merantau ke Jakarta bekerja sebagai seorang DJ tamu di salah satu Club malam ternama di Ibukota.
Tidak hanya mahir memainkan piringan hitam, Julie juga piawai memainkan Piano.
Sudah Cantik berbakat pula.
Bisa di bilang Julie adalah selebritis nya dunia malam.
Ia menyukai pekerjaan Itu.
Namun hal yang tidak ia sangka-sangka adalah, pertemuan nya dengan seorang pria tampan berwajah sekaku Es, Rehan Wijaya. Seorang pengusaha sukses di Ibu Kota, anak dari keluarga terpandang.
Dan sialnya lagi Pria tersebut tampa rasa bersalah merebut ciuman pertama Julie.
Benar kata pepatah, Lelaki tampan adalah kutukan.
Dan itulah yang terjadi, Dimana Julie berada, maka disanalah Rehan berada.
Bagaimana kah takdir akan menggoreskan peña nya..?
Cinta dan Kasta, dua hal yang dapat membuat semuanya berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUNCH
HAPPY READING YA... ♥
.
.
.
Setelah cukup lama tertidur, Julie merasakan perut nya kini sangat keroncongan dan perlu di isi. Perlahan ia mengerjap-ngerjapkan matanya mengembalikan kesadaran, di rasanya tangan nya menggenggam sesuatu, membuat nya melirik ke arah tangan nya sendiri. "Wah,, Julie... sebegitu ingin nya kau bertemu dengan laki-laki ini, bahkan sekarang kau melihat nya di tempat tidur mu...wah.." Julie bergumam pada diri sendiri sambil menepuk-nepuk kepala nya, dan menggoyang-goyangkan tangan nya, namun halusinasinya belum juga berakhir.
"Wah Julie,, halusinasi mu nampaknya begitu nyata.." Kini ia mengubah posisi nya menjadi terduduk sambil terus melihat tangan yang juga menggenggam tangan nya. Rehan disana tertidur di sebelahnya. Di tatapnya laki-laki itu kembali lebih dekat,, di sentuhnya wajah laki-laki itu, namun terasa begitu nyata di tangan nya sendiri. Sekali lagi di lakukan nya hal yang sama, sampai di lihat nya mata laki-lai itu terbuka dan menatapnya.
Membuat Julie sangat terkejut dan memundurkan dirinya. Di gosoknya matanya dan kembali di lihat nya sosok yang ada di hadapan nya,, sosok itu kini tersenyum pada nya, membuat Julie secara reflek menutup mulutnya nya yang menganga dengan kedua tangan nya.
"Kau sudah bangun...??" Sapa laki-laki itu pada nya sambil terus tersenyum penuh arti pada Julie.
"YAAA.... Heeii.. Kau.. bagaimana.. bagaimana kau hisa ada disini..?? teriak gadis itu cukup keras, membuat Rehan reflek menutup telinga nya. Ia kembali tersenyum melihat wajah gadisnya itu yang kini kembali memerah.
"Aku ada disini sejak tadi" ucap Rehan dengan santainya. "O'ya jika kau bertanya bagaimana aku masuk,, itu hal yang mudah bagiku". Ia kembali tersenyum pada Julie. Membuat Julie mengerutkan kening nya, ia baru ingat saat terakhir kali laki-laki itu berada disinipun ia masuk dengan sendirinya. Bahkan tanpa persetujuan, seperti sekarang.
"Apa kau tidak lapar sayang,, kau tidur cukup lama,, dan kau tau,, kau sangat sulit di bangunkan, bahkan tadi kau memeluk ku" Ucap Rehan menggoda gadis itu, membuat wajah Julie memerah sempurna.
"Ya.. ya.. heeii, jangan malu seperti itu, wajah mu sekarang seperti kepiting rebus" ucap Rehan membuat Julie langsung memegang wajahnya yang terasa panas.
"Sebaiknya kau segera mandi, setelah itu makan lah, aku sudah menyiapkan makanan untuk mu," ucap Rehan yang kini sudah bangun dari atas tempat tidur, dan meninggalkan Julie yang masih terduduk di tempatnya semula.
Setelah mendengar suara pintu tertutup, Julie buru-buru berlari ke arah kamar mandi lalu mengunci dirinya disana. Di tatap nya wajahnya pada cermin, "Astaga Julie,, bisa-bisa nya kau menunjukkan wajah mu yang seperti ini..??" Julie menggeram menahan malu melihat penampilan nya yang sangat berantakan.
Setelah cukup lama meratapi kebodohan nya, Julie memutuskan untuk mandi dan membersihkan dirinya. Setelah menyelesaikan semua ritualnya, kini Julie telah keluar menggunakan piyama nya. Ia membongkar kopernya, dan menyusun kembali pakaian dari perjalanan dinas nya di dalam lemari. Setelah selesai, ia membersihkan tempat tidurnya kemudian mengganti pakaiannya.
Setelah mengganti pakaian Julie mengeringkan rambutnya, dirasa cukup Julie memoleskan bedak tipis ke wajahnya kemudian memoleskan teen ke bibirnya.
Ia melihat pantulan dirinya dicermin,, setelah puas dengan dirinya, kini ia merasakan kembali perutnya yang sudah sangat keroncongan dan sangat perlu di isi. Kemudian ia teringat, Rehan mengatakan pada nya bahwa laki-laki itu telah menyiapkan makanan untuknya. Membuat perut Julie semakin keroncongan membayangkan makanan.
Setelah cukup lama berpikir, Julie memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
Di lihatnya laki-laki itu kini sedang duduk manis diruang tamu sambil menonton Tv, yang kemudian tersadar akan kehadiran Julie.
"Ah, kau sudah selesai..? sekarang ayo makan.. !" Ajak Rehan yang langsung bangkit dari duduk nya, kemudian menggandeng tangan Julie membuat gadis itu dengan patuh mengikutinya.
Perut Julie semakin keras berteriak melihat semua makanan yang tersaji di atas meja.
"Kau, kapan kau membelinya..?" Tanya Julie pada Rehan.
"Aku membuatnya". Jawab Rehan singkat, sambil menarik kursi dan mendudukan Julie di sana. " Kau yang membuatnya..? tanya gadis itu membeo. "Iya aku membuatnya untuk mu, aku harap rasanya tidak buruk" Ucap Rehan sambil menyendok kan makanan ke piring Julie. Julie mengerutkan kening nya melihat hanya ada satu piring disana. "Kau tidak makan..?? Julie bertanya pada Rehan yang masih mengisi beberapa lauk ke piring Julie. "Aku nanti saja" balasnya kemudian menyerahkan piring yang berisi makanan pada Julie. Namun bukan nya menerima piring yang Rehan berikan, Julie malah bangkit dari duduknya kemudian pergi untuk mengambil piring dan sendok lainnya.
"Kau tidak mau makanan yang aku sendok untu mu? Tanya Rehan pada Julie, namun gadis itu hanya diam saja, sambil mengisi piring yang di bawa nya dengan makanan yang ada di atas meja hingga piring ditangannya hampir penuh terisi.
"Untuk mu" Julie menyerahkan piring yang di pegang nya pada Rehan.
Rehan menatap Julie tak percaya.
"Kau tidak mau..? Tanya Julie yang kemudian dengan cepat Rehan mengambil piring yang Julie berikan padanya.
Kini giliran Rehan bersemu dan tersenyum bahagia. "Ini untuk ku..? Tanya nya tak percaya..
"Ya, untuk mu, makanlah. Bukan kah kau yang membuatnya? jadi makan lah!. Ucap Julie.
Kedua nya sama-sama menikmati makanan dalam keheningan dan berbagai macam perasaan yang bercampur jadi satu ,sambil kadang tersenyum satu dan lain.
.
.
.
.
.
.
.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
LIKE AND COMENT YA... 🌹