NovelToon NovelToon
TEMAN TIDUR SANG PEWARIS

TEMAN TIDUR SANG PEWARIS

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat / Cintapertama / Cintamanis / One Night Stand / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis
Popularitas:26.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Five Vee

21+
Laura Anastasia, seorang gadis yatim piatu berusia 21 tahun, pemilik sebuah panti asuhan. Suatu hari ia dihadapkan dengan kenyataan bahwa mendiang sang ibu yang telah meminjam uang sebanyak 300 juta kepada seorang rentenir. Dengan menggadaikan sertifikat tanah panti asuhannya.
Mampukah Laura mendapatkan uang itu dalam waktu 2 hari? Atau ia harus rela kehilangan panti asuhan milik orang tuanya?

Edward Alexander Hugo, seorang pria mapan berusia 35 tahun. Seorang pewaris tunggal dari keluarga Hugo. Sampai saat ini, tidak ada yang tau tentang status hubungannya. Tidak pernah terdengar memiliki kekasih, mungkinkah dia seorang pria lajang atau mungkin sudah beristri?

Hingga suatu ketika, sang gadis yatim piatu dan sang pewaris di pertemukan oleh sebuah TAKDIR.

“Aku hanya membutuhkanmu saat aku tidur, jadi kembali lah sebelum aku tidur”. Edward Alexander Hugo.
.
.
.
.

Hai, aku baru belajar menulis. Mohon kritik dan saran dari pembaca sekalian.

Terima Gaji 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22. Bali Hari Pertama.

“Kamu suka tempat ini, Ara?” Sepasang tangan tiba-tiba membelit pinggang Laura, yang sedang berdiri menatap indahnya hamparan samudra.

Gadis itu menganggukkan kepalanya.

Kini mereka sudah berada di pulau dewata, Bali. Seperti yang telah di jadwalkan, Edward akan melakukan kunjungan kerja ke hotel milik keluarganya.

Johan memesankan sebuah villa mewah di kawasan Jimbaran. Bisa saja Edward menginap di salah satu hotal atau villa pribadi milik keluarganya, tapi itu tidak akan baik untuk keberadaan Laura. Edward belum siap, jika keluarganya tau tentang keberadaan Laura di sekitar Edward.

“Kalau kamu suka, aku akan membeli saham di villa ini untuk mu.” Edward membalik tubuh Laura menghadapnya. Seketika Laura mengalungkan tangannya di leher pria itu.

“Jangan sekarang, aku bisa terlambat nanti.” Edward terkekeh. Ia menggosokan hidung mancungnya ke hidung Laura.

“Apa-apaan sih, Ed?” Laura meninju dada Edward dengan lembut.

“Kamu kenapa jadi pendiam? Apa kamu marah karena hari ini kamu tidak pulang ke panti?” Tanya Edward. Posisi mereka masih saling menempel.

Laura menggeleng. “Kemarin aku sudah menghubungi ibu Maria. Jadi tidak ada masalah.”

“Apa yang kamu katakan pada ibu Maria?”

“Hah” Laura menghela nafasnya. “Aku mengatakan kalau aku menemani atasanku keluar kota.”

Edward mengerutkan dahinya.

“Atasan?”

“Iya”. Jawab Laura sambil mengangguk.

“Kamu mengatakan kalau aku atasanmu?” Tanya Edward tidak percaya.

“Lalu aku harus mengatakan apa? Apa aku harus mengatakan kalau aku menjual tubuhku pada seorang pria dewasa demi mendapatkan uang 300 juta itu?”

Air muka Edward nampak berubah, belitan di pinggang Laura mengendur. Pria itu memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia memang tak tau, apa yang Laura katakan kepada keluarganya di panti tentang bagaimana gadis itu mendapatkan uang. Serta alasan apa yang Laura gunakan agar bisa mendapatkan ijin dari ibunya untuk tinggal di tempat Edward.

Seharusnya dari awal dia bertanya.

“Istirahatlah disini, tunggu aku kembali. Jangan coba-coba keluar dari pintu villa ini”. Nada datar terdengar dari ucapan yang Edward katakan. Pria itu mengecup kening Laura, lalu begitu saja pergi meninggalkan Laura.

“Kenapa dia cepat sekali marahnya?”

****

“Sayang, kamu mau kita kemana saja hari ini?” Tanya Johan kepada Monica sang kekasih.

Johan dan Monica sudah menjalin hubungan selama 2 tahun terakhir. Tentu saja atas seijin dari atasan mereka. Dengan syarat tetap profesional dalam bekerja.

“Apa kita benar mendapatkan libur 2 hari ini?” Monica bertanya sambil merias wajahnya di depan meja rias kamarnya. Sekarang Johan sedang berada di rumah orang tua Monica.

Karena hubungannya dengan Johan yang sudah berjalan lama, orang tua Monica pun sudah menganggap Johan seperti anaknya sendiri. Jadi, saat berkunjung Johan sudah biasa keluar masuk kamar Monica.

“Tidak akan seperti beberapa bulan lalu kan, sayang? Kamu ingat, katanya kita di beri waktu libur 2 hari. Tapi baru setengah hari kita bersama, bos mu itu sudah menghubungi.” Cerocos Monica. Ia kembali mengingat acara liburan yang sudah di susun rapi, harus berantakan, karena Johan harus kembali ke kediaman Edward.

“Hari ini tidak akan terjadi, cinta.” Johan mendekat ke arah Monica, ia sedikit membungkuk, memeluk leher gadis itu dari belakang. Wajahnya tepat berada di samping wajah pujaan hatinya.

“Kamu yakin?” Tanya Monica, sambil tetap fokus merias wajahnya.

“Tentu, sayangku cintaku”. Johan mengecup gemas pipi Monica. “Bos sedang bersenang-senang dengan nona Laura di Bali. Jadi kita benar-benar bebas untuk hari ini dan besok”.

“Aku jadi ingin bertemu dengan nona Laura itu.” Monica berbalik menghadap Johan, gadis itu mengalungkan tangannya di leher pria itu. Yang membuat Johan semakin membungkuk. “Kamu jangan macam-macam dengan nona Laura itu, ya. Awas kalau berani”. Monica mengepalkan satu tangannya di depan wajah Johan.

“Sayang.. kamu tidak perlu repot-repot mengancam ku. Kalau aku berani macam-macam dengan nona Laura, sudah di pastikan aku terlebih dahulu habis di tangan bos”. Kata Johan sambil menggosokan hidungnya di pipi Monica.

“Baiklah, ayo kita berangkat. Aku mau hari ini kita berkencan sepuasnya. Shopping, Lunch, nonton, dinner. Pokoknya sampai puas. Dan besok kita akan di rumah seharian”. Kata Monica bergegas mengambil tas tangannya, lalu merangkul lengan kekasihnya.

“Sesuai keinginan mu, Nyonya”. Johan menyambut tangan kekasihnya, dan berjalan keluar kamar.

*****

Sementara itu, di panti asuhan hari ini kedatangan salah seorang donatur tetapnya. Siapa lagi kalau bukan Nyonya Samantha. Ia datang ditemani asisten pribadinya, seorang pria yang juga sudah berumur.

“Selamat datang, Nyonya. Silahkan masuk.” Bibi Lily menyambut kedatangan kedua tamunya.

“Silahkan duduk, Nyonya, tuan. Aku akan memanggil Maria sebentar”.

Bibi Lily meninggalkan kedua tamunya, ia memanggil ibu Maria yang kini berada di tempat anak-anak.

Tak berselang lama, ibu Maria datang ke ruang tamu. Ia melihat Nyonya Samantha dan asistennya berada disana.

“Apa kabar, Nyonya?” Ibu Maria dan Nyonya Samantha berpelukan sambil beradu pipi kanan dan pipi kiri.

“Aku baik, Maria. Ah, sudah lama sekali ya aku tidak berkunjung kemari”. Nyonya Samantha memperhatikan sekitarnya.

“Silahkan diminum, nyonya, Tuan.” Bibi Lily meletakan dua cangkir teh di hadapan tamunya. Dan dua cangkir lagi di hadapan dirinya dan ibu Maria.

“Terimakasih, Bu Lily.” Kata asisten nyonya Samantha.

“Bagaimana kabar anak-anak, Maria? Apa mereka baik-baik saja?” Tanya nyonya Samantha sambil menyeruput teh nya.

“Anak-anak baik, nyonya. Mereka sangat senang mendapat banyak kiriman dari anda kemarin.” Jawab ibu Maria.

“Minggu lalu aku pergi ke ibukota. Saat sedang

berjalan-jalan aku teringat dengan anak-anak disini. Jadi aku membelikan sedikit untuk mereka.”

“Nyonya, itu sudah sangat banyak. Bahkan masing-masing anak mendapatkan lebih dari satu hadiah.” Jelas bibi Lily.

“Bagiku itu masih sedikit, Lily. Nanti aku akan meluangkan waktu lebih lama lagi di ibukota, supaya aku bisa membelikan mereka lebih banyak barang lagi.” Nyonya itu kembali meminum tehnya.

“Ah ya, aku juga sempat bertemu Lala, secara tidak sengaja di tempat dia bekerja.” Imbuhnya lagi. “Dia sangat rajin dan cekatan saat bekerja.” Nyonya Samantha tersenyum mengingat pertemuannya dengan Laura.

Ibu Maria mengerutkan dahinya. ‘Di tempat Lala bekerja?’ Batinnya.

“Dimana anda bertemu dengan Lala, nyonya?” Tanya ibu Maria.

“Aku lupa nama tempatnya. Yang jelas di sebuah restoran. Aku sedang makan siang, dan tanpa sengaja aku melihat Lala sedang melayani tamu di tempat itu.” Kata nyonya Samantha.

“Kami juga sempat mengobrol sesaat, karena Lala tak enak hati dengan teman-temannya yang lain.” Sambungnya lagi.

‘Bukannya Lala mengatakan kalau dia bekerja dengan orang lain? Dia juga pamitan hari ini menemani atasannya keluar kota, kan? Tapi kata nyonya Samantha-

“Maria kenapa kamu malah melamun?” Bibi Lily berbisik pada ibu Maria.

“Ah tidak, Lily”.

.

.

.

To be continue

1
Risna Bahri49
Luar biasa
Sintia Dewi
aq msih positif ini yah...kyknya felisia ini saudaranya di edwar dia begitu posesif karna laki2 yg dia cintai mungkin melukainya begitu dlm shingga dia ada trauma utk balik ke kota & laki2 yg msih ada buat dia ya hanya di ed makanya dia sangat bergntung dgn ed dn gk mau sampai ed di miliki wanita lain..
Sintia Dewi
Ed ed bisa2nya km cinta pd pandangan pertama sm aramu itu...hem pesona ara semenakutkan itu /Proud/
Eka Nur Aisah
👍
Suzanne Shine Cha
setelah aq baca tamat baru ngebaca awal lgi trnyata mmg agak2 gimana gtlah jlnya..mmg suka2mu Thor kau yg karang tapi kau ngajarin org ga bener lohh tapi mungkin dunia nyata jg ada gini ..trus aq melihat dan menurut pengalaman ku bersaudara kembar se dekat2 dan se akrab2 kami gaa da tuchh perlakuan Kya gini kembar Kya suami istri...mungkin Krn kami culture kluarga yg strict laki2 dan perempuan hrs jaga jarak Krn beda jenis lohh sdh dewasa jg takut khilaf....jd yaa sorry crita bgss tapi kurang moralitas sorry to say✌🏻✌🏻✌🏻/Hey//Grimace//Casual/
Sugi Winarti
Luar biasa
@arieyy
baru nemu, baru baca😁
Aurell And Friends
Luar biasa
yuning
lama tak muncul kukira author nya lupa sama Kita
Riri Lala
jngan ngulang lah langsung cerita
bab nya jdi sama ceritanya
Siroj Judin
Luar biasa
wahyu widayati
rektor kan cuma ada 1. kl lebih dr satu berarti dekan....
wahyu widayati
bahasanya enak dibaca ini novel....keren thor....👍👍👍👍
Nuddin Salim
mayan Thorr... !!
lanjutkeun... 👍👍👍
melting_harmony
Luar biasa
Lismardiana
iiii aq bkn lg merinding.. air mata q sdah banjir.
Lismardiana
suka banget sm sikap monic
Dewi Soraya
biarin aj u jg dh pny istri ngpain
Dewi Soraya
ternyta udh pny ank n istri.kasian laura.
Dewi Soraya
enk amt y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!