Warning !!!
Harap membaca karya pertama author yang berjudul baby girl 🙏🏻💞
Mutiara Ayu Azalia Putri Benata, yang biasa di panggil Ara gadis berusia 18 tahun, dia gadis yang dingin, tak tersentuh, cuek dengan sekitar, tapi di balik sifat yang dia punya, dia sangat menyayangi keluarga nya.
Siapa yang mampu meluluhkan hati wanita dingin, cuek nya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
Masih di posisi yang sama di mansion milik Jeni dan Michel, dan di sinilah mereka khususnya Ara yang berada di ruang Dominic yang masih setia menutup mata nya.
"Bunda " ucap Ara.
Saat melihat Dinda yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kau sudah pulang nak " ucap Dinda.
"Sudah, bunda sudah makan " ucap Ara.
"Bunda belum lapar " ucap Dinda.
Ara menghembuskan nafas kasar, dia tau pasti bunda nya tidak makan jika tidak di paksa.
"Bunda makan lah sedikit saja, nanti bunda masuk angin " ucap Ara.
"Nanti saja sayang " ucap Dinda, sambil duduk di kursi yang ada di samping kasur tempat Dominic di rawat.
"Bunda nanti bunda sakit, dan jika Daddy tau maka dia akan menyalahkan diri nya bunda, makan ya akan Ara ambilkan sebentar " ucap Ara.
Tanpa mendengar ucapan Dinda, Ara langsung keluar dari ruangan Dominic menuju dapur .
Dan, di sana adik nya sedang makan bersama putra sulung Jeni dan Michel.
"Kakak, sini kita makan bareng " ucap Vanya.
"Kakak sudah makan, Kalian makan lah " ucap Ara.
Sambil mengambil piring dan sendok beserta makanan yang kira-kira Dinda sukai.
"Makanan itu untuk siapa kak " ucap Domani yang ikut serta makan siang bersama saudara dan sepupu nya.
"Bunda " ucap Ara singkat.
Dan langsung pergi meninggalkan kan adik dan sepupu nya di meja makan .
"Hanya kakak yang bisa membujuk bunda " ucap Vanya
"Benar sekali " ucap Demian.
"Berarti kalian tidak bisa di andalkan " ucap Marvel .
"Dasar sepupu tengik, enak saja bilang kami tidak bisa di andalkan " ucap Demian kesal.
Walau mereka tau bahwa sepupunya hanya bercanda tapi jelas mereka merasa tidak becus jadi seorang anak .
"Sudahlah, tidak baik debat di depan rezeki " ucap Domani.
"Benar itu " ucap Vanya dengan mulut yang penuh di dalam mulutnya.
Sedangkan Ara yang berada di ruangan Daddy nya, dengan membawa makanan di tangan nya.
"Bunda ini makanan nya, mau Ara suap kan atau bunda ingin makan sendiri " ucap Ara.
"Simpan saja di sana sayang " ucap Dinda.
"Bunda, dari tadi pagi bunda tidak makan, sini biar Ara yang suap kan sedikit saja bunda " ucap Ara.
"Bunda ini " ucap Ara, sambil suap kan Dinda
Entah kenapa mata nya langsung berkaca-kaca.
"Jangan menangis bunda, air mata bunda terlalu mahal " ucap Ara, sambil menghapus sisa air mata yang menetes di pipi mulus Dinda.
"Maaf bunda sudah merepotkan mu nak " ucap Dinda
"Tidak sama sekali bunda, sudah sewajarnya Ara melakukan ini, bahkan ini tidak sebanding dengan perjuangan bunda pada Ara " ucap Ara lagi.
"Ini " ucap Ara, sambil terus suap kan Dinda .
"Sudah habis " ucap Ara.
"minun dulu bunda " ucap Ara.
Sedangkan mereka yang berada di pintu ruangan Dominic tersenyum, walau Seberida apapun mereka membujuk ibu 5 orang anak itu tidak akan mempan kecuali Ara.
Walau sifatnya sedikit memaksa tapi dia melakukan itu demi kebaikan, bahkan Sasa saja yang memilih tinggal seorang diri kini sudah kembali ke mansion utama.
Siapa lagi jika bukan Ara yang melakukan itu, dia diam bukan berarti tidak peduli dia dia hanya ingin memberi waktu pada seseorang untuk berpikir .
"Hanya dia yang bisa melakukan itu " ucap indah, yang berada di ambang ointu.
"Queen benar, Ara memang terbaik " ucap Jeni.
Sedangkan Ara yang berada di dalam, saat sudah selesai Dinda makan dia membereskan bekas piring dan gelas untuk di bawa ke dapur.
"Ara simpan ini ke belakang dulu bunda " ucap Ara sebelum pergi.
"Terima kasih sayang " ucap Dinda.
Ara senyum termanis yang hanya anggota keluarga nya saja yang pernah melihat nya senyum termanis nya itu.
"Grandma, aunty " ucap Ara, saat melihat dua orang wanita kesayangan berada di ambang pintu.
"Tidak masuk " ucap Ara.
"Tidak kami hanya kebetulan lewat saja " ucap indah.
"Baiklah, Ara ke belakang sebentar " ucap Ara.
****
Sedangkan di mansion yang megah, sepasang suami istri yang duduk menikmati keindahan taman yang ada di belakang mansion.
"Maaf untuk kesalahan ku yang lalu " ucap pria yang duduk di samping nya.
Wanita yang berada di samping nya, tersenyum sebelum menjawab ucapan suaminya.
"Lupakan yang sudah berlalu mas, sekarang kita buka lembaran yang baru sebagai mestinya keluarga lain " ucap wanita tersebut.
"Tapi, karna aku tidak bisa tegas melawan Daddy kita sampai kehilangan calon bayi kita " ucap Ardian.
Ya, dia Ardian dan missya istrinya yang berada di taman belakang.
"Mas, missya menggenggam kedua tangan suaminya sebelum melanjutkan ucapan nya, missya ikhlas dengan kepergian buah hati kita, dan Sekarang kita sudah punya Ica " ucap missya.
"Apa ini hukuman Tuhan karna mas pernah menelantarkan putri mas sebelumnya " ucap Ardian sedih.
Selama ini mereka tidak di karuniai keturunan karna rahim missya bermasalah paska keguguran kemarin, itu sebabnya mereka memutuskan untuk adopsi Ica .
Walau Ica bukan darah daging mereka, tapi mereka mencurahkan kasih sayang yang begitu besar pada Ica .
"Mas tidak tenang sebelum meminta maaf pada Dinda, atas apa yang mas lakukan pada nya sebelum ini " ucap Ardian.
Missya yang mendengar ucapan suaminya, sampai terhenyak jadi selama ini suaminya tidak tenang dan dia tidak menyadari semua itu.
"Mas, maaf jika missya tidak menyadari itu " ucap missya, langsung memeluk tubuh suaminya.
Istri macam apa dia yang tidak bisa merasakan apa yang suaminya rasakan selama ini, selama belasan tahun berati suaminya hidup dengan rasa bersalah.
"Missya kau mau menemani ku, menemui Dinda dan putri ku " ucap Ardian.
"Tentu saja, missya akan menemani mas menemui nya " ucap missya.
"Terima kasih missya " ucap ardian.
Sedangkan wanita cantik yang sedang berada di pintu belakang memperhatikan sepasang suami istri yang berpelukan, langsung menghampiri mereka
"Mommy, Daddy " teriak wanita cantik yang berlari menghampiri mereka.
"Sayang jangan lari nak " ucap missya.
"Kenapa Daddy, dan mommy tidak ajak Ica berpelukan " Rajuk Ica.
"Sini sini " ucap Ardian.
Ica langsung masuk dalam pelukan kedua orang tua nya, yang sangat dia sayangi karna kasih sayang yang mereka berikan pada nya sangat kah besar dan dia beruntung sudah mempunyai orang tua seperti mereka.
"Sejak kapan kau pulang sayang " ucap Missya.
"Batu saja, karna Ica cari buku tadi " ucap Ica.
"Kau punya banyak teman di kampus mu " ucap Ardian.
"Tidak terlalu banyak, karna Ica tidak suka dengan mereka yang hobi shopping dad " ucap Ica.
"Kenapa tidak suka, bukan kah wanita suka shopping " ucap Ardian.
"Ica tidak mau, lebih baik uang nya di tabung untuk biaya kuliah Ica " ucap Ica.
"Kan mommy dan Daddy sudah siap kan uang nya sayang " ucap missya.
"Tetap saja mom, lagi pula setiap mom dan dad pergi kerja pasti bawa oleh-oleh, lemari Ica sudah tidak muat dad, mom " ucap Ica.
"Nanti kita ganti baru, dan cari pakaian yang tidak maut dan kita berikan pada yang membutuhkan " ucap missya.
"Mommy yang terbaik, nanti Ica minta bantuan pada bibik " ucap Ica.
"Jadi Ica di sana berteman dengan siapa " ucap missya.
"Sekarang Ica lagi dengar dengan teman baru Ica, yang dingin dan Ica menyukai teman seperti itu, Ica jadi tertantang untuk meluluhkan nya " ucap Ica.
"Dia wanita " ucap ardian.
"Iya dad dia wanita, nanti jika Ica sudah dekat dengan nya akan Ica ajak dia datang ke mari " ucap Ica lagi.
"Dad tunggu sayang " ucap Ardian.
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan mohon masukan dan saran nya KK 🤗 maaf tidak update kemarin 🙏🏻🙏🏻
mampir juga yuk ke novel aku❤☺