ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 22
sepeninggalan Mega, Edward menatap mata Reva
Reva menjadi salah tingkah saat Edward menatapnya cukup dalam.
ada apa Mas???" tanya Reva saat Edward menatapnya penuh tanya
"apa maksud ucapan Mega??"
"suami Mega dulu pacar Reva.waktu dinas di Aceh" ucap Reva berbohong.
"terus apa maksudnya mencium memeluk dan mengirim pesan juga menelpon suami Mega"
"itu hanya salah paham Mas.Reva tidak tahu kalau Bang Joni ternyata sudah menikah."
"terus Mas kenal sama Mega??"
"Iya, dulu Mega kuliah di Bandung"
"dia kuliah??bukannya dia pengangguran??"
"Mega juga seorang Sarjana Pendidikan" ucap Edward
Reva tampak diam saat tahu ternyata Mega seorang Sarjana Pendidikan,selama ini dia mengira Mega hanya lulusan SMA yang beruntung bisa mendapatkan Bang Jon seorang perwita TNI.
"kenapa Mega bilang mungkin Mas masih mencintainya??"
"Mega juga mantan pacar aku.dan yang diucapkan Mega benar adanya.aku masih mencintainya,mungkin saja kalau sebelum mengenalnya Aku sudah mualaf hubungan kami belum berakhir" ucap Edward tanpa memikirkan perasaan Reva.
"kenapa perempuan itu selalu selangkah lebih maju dari aku.pertama Bang Joni yang dia rebut.sekarang calon suami aku pun mantan pacar dia.sumpah demi tuhan aku membenci perempuan itu,aku sumpahi kehidupannya penuh air mata" gumam Reva.
"kalau Mas masih mencintainya kenapa mau menikahiku?"
"kalau kamu mau membatalkannya dengan senang hati akan Aku batalkan.ini kan rencana kedua orang tua kita"
"jangan Mas,lagian kan Mega juga sudah menikah.kamu tidak akan bisa kembali kepadanya.begitupun Reva tidak akan bisa kembali kepada Bang Jon." ucap Reva memelas.
Edward tidak menjawab apa-apa.
"Mas tolong Reva minta maaf,jangan batalkan pernikahan kita."
"kita saling kenal dulu,jangan sampai setelah menikah kita baru saling kenal" Edward menjadi ragu kepada Reva.
"gara-gara si Mega kurang ajar!!!" gumam Reva.
"ayo kita lanjutkan kembali perjalanan" ajak Edward kepada Reva.
diperjalanan Edward tidak banyak bicara,walaupun Reva terus mengajaknya bicara.
pikiran Edward masih melayang layang dengan ucapan Mega."apa Mega tahu kalau aku masih mencintainya" gumam Edward
"Mega...Mega...Mega..." gumam hati Edward
"banyak wanita cantik,tapi kamulah yang begitu menarik perhatianku" gumam Edward kembali
"bahkan kamu telah menjadi milik orang lain,tapi kamu begitu istimewa" lagi-lagi Edward bergumam dan mengusap wajahnya.
Reva hanya memperhatikan Edward sesekali dan bisa menebak bahwa Edward tidak peduli dengan keberadaannya.
sampai tiba Edward mengantarkan Reva ketujuan.
Edward tidak mampir dan memilih melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung.
Reva sangat kecewa karena Edward tidak mampir apalagi menginap padahal hari telah gelap.
mendung menyelimuti kota Serang.tanda hujan besar mungkin akan turun malam ini.
Reva membiarkan Edward kembali ke Bandung.
diperjalanan Edward masih terus memikirkan ucapan Mega.
"aku memang masih mencintaimu Mega" ucap Edward berteriak di dalam mobil.
"kenapa kamu tidak memberiku kesempatan,bahkan aku tidak bisa dekat dengan wanita lain karena kamu telah menghancurkan harapanku.aku berusaha melupakanmu,tapi semakin ku mencoba malah semakin mengingatmu Megaaaaaa...."
Hujan pun turun mengiringi perjalanan Edward dengan hati yang sangat kacau.
---------
Batalyon
Gerimis kecil menyambut Mega saat memasuki Batalyon.
Mega turun dari mobilnya dan menghampiri Tentara yang sedang piket di penjagaan.
"Om" sapa Mega kepada salah satu tentara yang piket.
"Mau bertamu kepada siapa bu?" tanya Tentara muda berpangkat Serda yang tidak tahu siapa Mega.mungkin Serda tersebut anggota baru batalyon yang baru keluar dari penampungan Baja(bintara remaja).
" saya Ibu persit Om,persit Kompi A"
"ibu siapa?" tanya Serda tersebut.
belum Mega menjawab ada seorang Tentara lagi yang keluar dari ruangam.Mega melihat namanya Andi.pangkatnya Sertu.
"Bu danki??" ucap Sertu Andi
"Iya Om,saya mau laporan kalau saya sudah kembali dari Bandung"
"iya bu silakan" ucap Seru Andi.
"terimakasih Om" ucap Mega dan langsung masuk kembali kedalam mobilnya.
sedangkan Serda yang tadi terlihat bengong sambil berucap "Bang, yang barusan Istri Danki A??"
"Iya...kenapa?"
"cantik"
Serda baru yang mungkin usia nya sekitar 19/20 tahun itu langsung dijitak oleh seniornya"
"hati-hati kalau ngomong...push up kamu 50x"
"Siap!!!" ucap Serda tersebut dan langsung melakuan push Up sesuai perintah seniornya.
------
Mega sampai Serang sekitar pukul 18.00 dia membawa mobilnya dengan kecepatan rendah.
setelah berada di rumah dinas, Mega mencoba menghubungi suaminya dengan video call tapi tidak ada jawaban.Mega pun mengirim pesan mengabari bahwa dia telah sampai Batalyon.
di luar suara petir menggelegar dan kabut hitam mencekam.tanda-tanda hujan besar akan datang.
Mega menyiapkan lampu darurat takut-takut mati lampu saat tengah malam.
Mega kemudian membersihkan diri dan makan malam seadaanya.
setelah itu Mega membersihkan rumah yang beberapa hari dia tinggalkan.
Mega menatap langit malam diluar batalyon.kilatan kilatan petir menyala di langit.
gerimis yang tadi menyambutnya datang kebatalyon berubah menjadi deras hujan yang mengguyur kota Serang.
Mega menutup gorden rumahnya.
pukul 20.30 Mega membaringkan tubuhnya.diluar hujan telah turun dengan lebatnya.petirpun masih menggelegar.
Mega menarik selimut dan mencoba membuka ponselnya.
tapi suaminya belum membaca pesannya apalagi membalas pesannya.
"kemana dia??" gumam dia.
hujan semakin deras,petirpun terus menggelegar.Mega menutup telinganya menghindari suara teriakan petir yang terasa dekat dengan telinganya.
hatinya gelisah karena Joni tak ada menghubunginya dan membalas pesannya.
beberapa kali Mega terus menghubungi Bang Jon tapi Bang Jon tidak menjawab panggilannya.
Mega juga mengirim berkali kali pesan sekarang menanyakan keberadaan Bang Jon,dengan siapa?lagi apa?dimana?
Mega semakin gelisan karena puluhan kali dia mencoba menelpon dan mencoba mengirim pesan Bang Jon tetap tidak meresponnya.
kemudian Mega bangkit dari tempat tidurnya dan memilih duduk di sofa.
Mega teringat nama Serda Yogi yang pernah menelpon Bang Jon saat dia berada di Bandung.
dengan cepat Mega membuka grup persit Kompi A dan menanyakan siapa yang punya nomer Serda Yogi.
tak lama ada balasan dari Ibu Bamin mengirim kontak Serda Yogi.
Mega langsung menghubungi Serda Yogi.tak membutuhkan lama diseberang sana langsung menjawab panggilan telpon Mega.
"assalamualaikum"
'waalaikum salam..ijin Om ini Ibu Danki.
"siap...!!! Ijin Bu ada yang bisa saya bantu???"
"saya mau menanyakan apakah sekarang sedang latihan youngmodoo??"
"siap Tidak Bu!!"
"Apa Danki ada disana??" tanya Mega ragu-ragu
"siap Ijin Bu tadi Danki sekitar pukul 15.00 balik kanan ke Batalyon"
"apa?" ucap Mega pelan tapi bisa didengar oleh Serda Yogi.
"ada prajurit yang gugur di Papua Bu.yang berangkat Satgas kemarin"
jantung Mega berdegup kencang mendengar kata gugur"
"ijin Maaf Bu,jangan dulu ribut di grup persit."
"Iya Om terimakasih" Mega mengakhiri panggilannya.seluruh tubuhnya bergetar mendengar kata gugur dari Serda Yogi.
Mega membuka grup ibu persit,tapi belum ada kabar apa-apa...
"siapa yang gugur...apakah Om Rangga??atau anggota Bang Jon kompi A." gumam Mega.
"kenapa Bang Jon kembali ke Batalyon tanpa memberi kabar padaku?" Mega kembali bergumam
Mega tidak berani menghubungi Santi dan menanyakan tentang suaminya Om Rangga tang terkena malaria di Papua.
Mega semakin gelisah karena hujan semakin lebat.petir semakin menggelegar.
"Bang Jon" gumam Mega.
pikiran Mega semakin kacau dengan pertanyaan-pertanyaan siapa prajurit yang gugur.
belum lagi Bang Jon yang sedang berada diperjalanan menuju Batalyon.
"harusnya Bang Jon sudah sampai...ya Alloh lindungi suami hamba" tanpa terasa Mega meneteskan air matanya.pikirannya buruk,dia membayangkan Bang Jon mengalami kecelakaan diperjalanan,apalagi diluar hujan cukup deras.
hujan pertama yang Mega alami selama menjadi Ibu persit di Batalyon Infantri 3** Serang.
"Bang Jon....Bang Jon" Mega berkali kali menyebut nama suaminya.
"Bang Joooooooon"...ucap Mega kembali. Mega lihat Jam sudah pukul 20.50
Mega menghungungi kembali ponsel Bang Jon.kali ini operator yang menjawab."nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan." begiru seterusnya operator menjawab panggilan Mega
"aaaah.Bang Jon..." gumam Mega semakin gusar dan gelisah dia terus mondar mandir di ruang tamu rumah dinasnya.
tak lama suara pintu rumah Mega terdengar di ketuk
tok tok tok...
Mega terdiam didepan pintu tanpa membuka suara.menunggu kembali pintu nya di ketuk.
dan benar saja suara pintu diketuk terdengar lagi ditelinga Mega.Entah kenapa suara ketukan pintu membuat jantung Mega berdetak semakin kencang.nafasnya serasa sesak dan tertahan di tenggorokan.
"siapa??" tanya Mega pelan dan ragu-ragu sambil meremas remas ponsel digenggamannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
like.vote dan komentar yaaa💋💋💋💋🤝🤝🤭terimakasih dukungan semuanya...i love you all
😍😍💪
aku selalu berdoa mamih bahagia dan sehat selalu..
peluk jauh dari penggemar beratmu mih..🥰🥰
maaf sebelumnya kalo nanti ada kata yg kurang baik yg nanti akan sy sampaikan,
pertama2 Assalamuaikum untuk thor dan keluarga
sebenarnya sy sdh membaca cerita dan kadang2 d ulang2 saking penasarannya dengan thor karna sampe sekarang thor gak ada kemajuan dengan cerita thor d novel ini,apakah sdh tidak menulis lagi atau thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain jika memang benar thor membuat cerita di aplikasi novel yg lain tolong thor beritahukan kepada saya dan terkhusus penggemar thor supaya kami tahu agar kami dapat membaca cerita thor karena sejujurnya kami merindukan cerita2 thor yg seru,