NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Berbagi Cinta : Istri Pelampiasan Hasratmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahkontrak / Poligami / Cinta Dramatis Yang Sedih / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Aira adalah istri yang hanya Ibrahim manfaatkan untuk melampiaskan hasratnya. Terlebih Aira yang lugu lebih mudah untuk di tipu.

Hingga waktu berlalu dengan banyak peristiwa terjadi, benarkah tidak ada cinta di hati Ibra untuk Aira?

Benarkah hanya istri pertamanya cinta Ibrahim?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IPH BAB 22 - Menyakiti Diri Sendiri

Ibrahim meminta Luna membeli baju baru untuk sang istri. Baju yang Aira kenakan kini sudah kotor dipenuhi Asinya sendiri yang tumpah.

Hanya berbalut handuk kimono milik Ibrahim dulu, Aira duduk di sisi ranjang. Kamar yang ada di ruang CEO.

"Tunggu sebentar lagi, Luna akan segera datang membawa bajumu yang baru," ucap Ibrahim, ia mengelus rambut Aira yang basah.

Sementara Aira hanya diam, memasang wajahnya yang dingin.

Melihat itu Ibrahim pun duduk di samping sang istri. Sama seperti Aira yang menatap sembarang arah, Ibrahim pun melalukan hal yang sama.

"Selama kamu menjadi CEO, aku akan menjadi wakil mu, aku akan tunjukkan pada semua orang bahwa pilihan mereka salah, bahwa kamu tetaplah wanita kampung yang tidak bisa melakukan apa-apa," jelas Ibrahim.

Hatinya sesak saat mengatakan kalimat itu. Namun ego yang menguasai membuat Ibrahim mampu mengucapkan kata-kata menyakitkan itu.

"Lakukan apapun mau mu dan aku juga akan begitu," balas Aira. Terus ia meremat kedua tangannya kuat, menahan agar air mata itu tak lagi tumpah.

Sampai akhirnya suara Luna terdengar dan Ibrahim bangkit untuk menghampiri.

Lalu kembali masuk dan melempar sebuah paper bag di atas ranjang.

Dan setelahnya ia pergi meninggalkan Aira.

"Astagfirulahalazim," gumam Aira lirih. Ia sentuh dadanya yang terasa begitu sesak.

Dan saat matanya berkedip air matanya pun jatuh begitu saja.

"Tenang Aira, sabar, istighfar," gumamnya lagi.

Dan tanpa mengulur waktu, Aira segera memakai baju itu. Lalu keluar dari dalam kamar dan mulai melanjutkan rencananya.

Di dampingi oleh Luna, Aira mulai berkeliling perusahaan Suryo Media Corp.

Salah satu perusahaan Media yang ada di Indonesia. Juga memilik 2 siaran televisi nasional.

Aira turun dari lantai 29 dan terus turun hingga lobby.

Mendatangi bagian Redaksi dan bertemu dengan beberapa editor. Lalu ke bagian Pemasaran, bagian Administrasi dan bagian Teknologi.

Sampai sore menjelang barulah Aira menyelesaikan semuanya. Dan saat hendak pulang, Ibrahim lagi-lagi menghampiri istrinya itu.

Padahal Aira kira Ibrahim sudah tak berada di kantor ini. Atau setidaknya sudah pulang bersamaan dengan para karyawan di shift siang.

Karena kini yang berada di perusahaan sudah berganti karyawan yang bekerja di shift malam.

"Aira akan pulang bersamaku," ucap Ibrahim, bicara dingin pada asisten pribadi sang istri.

"Baik Tuan," jawab Luna patuh. Ia bahkan menundukkan kepalanya, patuh.

Sementara Aira hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah. Ia tahu ia tidak akan bisa menolak keinginan suaminya ini.

Aira bahkan hanya diam, saat Ibrahim menarik tangannya untuk mengikuti langkah. Lalu mendudukkan Aira di kursi belakang dan dia pun ikut masuk ke dalam sana.

"Jalan pak!" titah Ibrahim.

Dan mobil itupun akhirnya melaju, memasuki jalan raya dan bergabung dengan banyak mobil lainnya.

Pulang terlambat, bahkan didepan sana langit sudah nampak berubah merah.

Tanda bahwa sebentar lagi magrib akan datang. Sementara mereka masih berada di jalanan.

Aira membuka ponselnya dan memeriksa jam. Benar saja, kini sudah memasuki waktu magrib, sudah nyaris menginjak pukul 6 sore.

"Kenapa? baru sadar pulang terlambat?" tanya Ibrahim, ia menatap ke arah Aira namun yang ditatap memilih untuk acuh.

Hingga terdengar oleh Aira, Ibrahim yang berdecih.

"Seorang ibu yang demi harta sampai tega meninggalkan anaknya," sindir Ibrahim lagi.

Dan lagi-lagi membuat Aira terluka.

Tak sanggup diam, Aira pun menoleh dan membalas tatapan suaminya itu. Menatap dengan mata yang tajam namun dengan bibir yang tersenyum.

"Aku kasihan melihat hidupmu sekarang," ucap Aira, sebuah ucapan membuat Ibrahim menatapnya tak suka.

"Kamu bertindak seolah menyakiti aku, padahal kamu sedang menyakiti dirimu sendiri," ucap Aira, ia bicara pelan dengan tatapannya yang dalam.

"Apa maksudmu!" balas Ibra, tak suka.

Dan senyum Aira makin mengembang sempurna.

"Tidak ada," balas Aira cepat, lalu lebih dulu memalingkan wajah. Ibrahim yang terlanjur merasa kesal pun menarik lengan Aira hingga istrinya ini kembali menatap kearahnya.

"Apa maksudmu?" tanya Ibrahim sekali lagi.

Dan Aira pun tak langsung menjawab, masih memberikan sebuah senyuman yang terlihat menyebalkan di mata Ibrahim.

"Kamu terus mengusikku, sampai kamu lupa dengan hidupmu sendiri," jawab Aira akhirnya.

Membuat Ibrahim menelan ludahnya dengan kasar. Bodohnya hati kecilnya pun membenarkan ucapan Aira itu. Kebenciannya pada Aira membuat Ibrahim terus memikirkan wanita ini, sampai ia lupa dengan kehidupannya sendiri.

Kini semuanya hanya tentang Aira, Aira dan Aira.

"Kamu ingin posisi CEO itu?" tanya Aira, namun Ibrahim hanya diam.

Bergeming tanpa memutus tatapan keduanya.

"Tapi maaf, aku tidak akan memberikannya. Apalagi pada pria sepertimu, pria yang tidak bertanggung jawab," jelas Aira.

"Jaga bicaramu, sopan lah sedikit padaku."

Aira akhirnya kini bisa berdecih dihadapan pria ini. Ucapan Ibrahim barusan benar-benar terdengar lucu di telinganya.

"Aku akan menghormati kamu, andai kamu pun menghormati aku sebagai istri," balas Aira.

"Tapi sekalipun kamu tidak pernah menghormati aku, iya kan? di matamu aku hanyalah perempuan hina dan bodoh," timpal Aira lagi.

Terus bicara dengan senyum di bibirnya.

"Kamu yang membuatku berpikir seperti itu." Ibrahim menjawab dan kini mendengarnya Aira malah terkekeh.

"Salahkan saja semuanya padaku," cetus Aira.

Mereka terus berdebat sampai waktu seolah berjalan jadi begitu cepat. Kini mereka sudah sampai di kediaman keluarga Suryo.

Ibrahim dan Aira turun beriringan.

Di dalam sana sudah ada Sonya yang menyambut dengan senyum hangat.

Namun baik Ibrahim ataupun Aira mengacuhkan senyum itu. hingga membuat Sonya terperangah tak percaya.

"Wah wah wah! wanita kampung itu benar-benar sudah berulah. Mentang-mentang mendapat dukungan dari pak Basir berani-beraninya dia mengacuhkan ku!" umpat Sonya, ia melenggangkan keduanya di pinggang.

Menatap marah pada punggung Aira yang cukup jauh dari pandangannya.

"Tunggu saja, aku akan memberikanmu pelajaran!" ucap Sonya dengan begitu geram.

Merasa kesal, Sonya pun akhirnya malam itu memutuskan untuk keluar. Sejenak meninggalkan rumah yang seperti neraka ini.

Di dalam kamar.

"Kita mandi bersama," ucap Ibrahim.

Membuat Aira menatap suaminya itu tak percaya.

Namun lelah berdebat membuat Aira pun hanya bisa menuruti keinginan Ibrahim. Dan untunglah malam itu Ibra dan Aira benar-benar hanya mandi bersama.

Aira buru-buru melaksanakan shalat magrib, karena waktunya nyaris habis.

Melihat Aira yang hanya shalat sendiri tanpa mengajaknya membuat dada Ibrahim kembali sesak.

Bahkan Aira tak sudi lagi mencium punggung tangan kanannya takzim.

Selesai shalat Aira langsung mengambil Yusuf pada bik Sumi dan menyusuinya.

Terus bersama Yusuf dan mengabaikan Ibra.

1
ayu cantik
bagus
ayu cantik
suka
Khairul Azam
aku paling benci karakter perempuan seperti aira lemah
Ney 🐌
mpir
Sagitarius women
Koo bersimpuh duduk nya.. bersila atulah
Sagitarius women
Laki laki tho lol
citra marwah
aku mampir
Supriaten Sukarman
jgn mau oon klu mau
Kasmawati S. Smaroni
aira berhati malaikat
Rita Juwita
ceritanya selalu seruu thor... /Good//Good/
family megantara
Alhamdulillah khatam 🥰
lanjut judul lainnya 🥰
komalia komalia
si dirga lagian
komalia komalia
anak dirga cewe apa cowok sih ko engga di jelasin
komalia komalia
ini si ibra nya yang baper apa memang dirga nya yang ada hati sama aira
komalia komalia
kalau kisah nyata istri pertama selalu jadi korban dan istri pertama selalu tersiksa,Kalau di novel malah kebalik
komalia komalia
biadab
komalia komalia
biar tau rasa si ibra
komalia komalia
maka nya jadi laki laki jangan bodoh
komalia komalia
pergi ke tegal sama sama sekalian memulangkan kamu ke orang tua mu aira
komalia komalia
kasihan aira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!