Sequel dari novel Cinta Sheila 😘
Sena tidak pernah menyangka bahwa ibu tirinya akan begitu tega menjebaknya dengan obat perangsang dan hendak melemparkan dirinya pada seorang pengusaha licik.
Sayangnya, bak terlepas dari mulut buaya namun masuk ke dalam mulut harimau, Syafiq yang menyelamatkan Sena justru menjerat Sena dalam sebuah pernikahan.
Apa niat Syafiq yang begitu kekeuh untuk menikahi Sena? Dan mampukah Sena bertahan dalam rumah tangganya bersama laki-laki sombong yang sayangnya sudah mencuri hati Sena sejak masih kecil dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesenangan Baru
Saat ini Bella sedang bersimpuh di dekat makam kakaknya, Arini. Pikiran Bella seakan kosong. Bella hanya diam saja, tetapi air mata terus mengalir di kedua pipinya. Bella sama sekali tidak pernah menyangka kalau ternyata selama ini dirinya sudah dibodohi dan diperalat oleh Cinthya.
Bella merasa sangat bersalah saat ini, kepada kakaknya, terlebih lagi kepada Sena. Bima yang berjongkok di sebelah Bella pun, hanya bisa menunggu dalam diam. Membiarkan Bella untuk sementara waktu, setidaknya sampai Bella bisa merasa sedikit lebih lega.
Flashback on
Plak !!!
Bella menampar Cinthya dengan keras. Begitu mendengar semua perkataan Cinthya tadi Bella pun langsung turun dari dalam mobil dan bergegas menghampiri Cinthya dan juga Bima.
"Dasar penipu, tidak punya hati. Tega-teganya kamu melakukan semua siasat licik ini," teriak Bella emosi.
"Hahahaha, bodohnya kamu yang baru nyadar selama ini udah aku jadiin alat untuk membalaskan dendamku," balas Cinthya yang justru tertawa meremehkan.
"Balas dendam?" tanya Bima dan Bella bersamaan.
"Ya, balas dendam. Aku ingin membalas dendam pada Arini melalui anaknya, anak pembawa sial itu. Dan beruntungnya aku yang memiliki pion bodoh seperti kamu untuk mempermudah semua rencanaku," jawab Cinthya dengan menunjuk ke arah Bella.
Bima dan Bella sama-sama terkejut mendengar pengakuan dari Cinthya tersebut. Tidak pernah menyangka sama sekali kalau Cinthya akan memiliki niat buruk seperti itu. Mereka berdua juga tidak menyangka kalau Cinthya memiliki pemikiran sepicik itu kepada Sena, yang bahkan tidak mengenal Cinthya apalagi mengetahui kisah masa lalu orang tuanya dengan Cinthya.
"Dasar wanita gila. Aku akan membunuhmu," teriak Bella yang semakin emosi dan langsung menghambur maju lalu menjambak rambut Cinthya.
"Aaahhhh," pekik Cinthya kesakitan.
Cinthya yang tidak siap dengan serangan Bella akhirnya menjadi bulan-bulanan amukan Bella. Bella menjambak dan mencakar Cinthya dengan begitu beringasnya. Bima segera berusaha menghentikan amukan Bella pada Cinthya.
"Ma, cukup Ma. Tahan emosi kamu, Ma," kata Bima dengan merangkul pundak Bella kuat.
"Wanita gila ini sudah benar-benar keterlaluan, Pa," pekik Bella yang masih emosi.
"Cukup. Jangan kotori tangan Mama. Biar Papa yang akan mengurus wanita gila ini," kata Bima lagi. "Kamu sudah berani mencari masalah dengan keluargaku, maka bersiaplah menerima pembalasan yang setimpal," ancam Bima kepada Cinthya.
Cinthya sempat terperanjat mendengar ancaman dari Bima itu. Tapi kemudian dia justru tertawa sinis. Mengacuhkan Cinthya, Bima kemudian membawa Bella pergi dari rumah Cinthya tersebut.
"Dengar ini baik-baik, kalau aku tidak bisa bahagia, maka aku juga tidak akan membiarkan kalian hidup dengan bahagia. Aku pasti akan menghancurkan keluarga kalian," ancam Cinthya dengan berteriak karena Bima dan Bella sudah hampir sampai di gerbang depan.
Flashback off
🌺🌺🌺
Ting tong. Ting tong.
Suara bel yang berbunyi nyaring membuat Sena menghentikan sejenak aktivitas memasaknya.
"Ada tamu Non, biar saya buka pintunya dulu," kata Mbak Sumi.
"Saya aja Mbak. Mbak Sumi lanjutin aja goreng ikannya, ya," balas Sena.
"Baik Non."
Sena kemudian mencuci tangannya di wastafel terlebih dahulu kemudian bergegas menuju ke depan untuk membuka pintu. Dan begitu pintu terbuka, Sena terkejut ketika melihat Rey yang berada di depan pintu. Rey pun juga sama terkejutnya dengan Sena saat ini.
"Rey?"
"Sena? Kok Lo bisa ada disini?" tanya Rey bingung.
Greb.
Tiba-tiba saja Syafiq datang dan langsung merangkul pinggang Sena, membuat Sena dan Rey sama-sama terkejut lagi.
"Kak..."
"Sena istri gue sekarang, jadi wajar dong kalau dia ada disini," kata Syafiq menegaskan kepemilikannya.
Bruk.
Tas yang dibawa oleh Rey terjatuh saking terkejutnya Rey dengan kenyataan yang baru saja didengarnya itu.
"Oh, ini baju dan buku-bukunya Sena ya?" tanya Syafiq dengan mengambil tas yang terjatuh itu.
"I-iya Bos," jawab Rey tergagap.
"Oke, thanks ya Rey. Lo boleh balik sekarang," kata Syafiq berterima kasih sekaligus mengusir secara halus.
"Ba-baik Bos. Kalau gitu, saya-, saya permisi dulu Bos," pamit Rey yang masih belum bisa menguasai dirinya sepenuhnya.
"Oke. Sekali lagi makasih ya Rey," kata Syafiq lagi.
Rey hanya menganggukkan kepalanya lemah kemudian berbalik dan melangkah pergi meninggalkan unit apartemen Syafiq tersebut. Perasaan Rey kacau. Rey merasa hancur. Hati Rey juga merasa sakit mengetahui kenyataan yang baru saja didengarnya itu.
"Harus ya pamer kayak tadi?" tanya Sena setelah Syafiq menutup kembali pintu apartemennya.
"Oh, harus dong. Menghindari munculnya bibit pebinor," jawab Syafiq dengan menyeringai.
Sena memutar bola matanya malas.
"Jangan salah, pelakor dan pebinor sekarang semakin di depan. Kalau kita yang sah tidak pandai mempertahankan apa yang menjadi milik kita, maka kita akan kalah saing," lanjut Syafiq dengan melangkah pergi meninggalkan Sena.
"Cih," Sena berdecih pelan. "Eh, tas aku mau dibawa kemana kak?" tanya Sena begitu menyadari tasnya dibawa pergi oleh Syafiq.
"Ke kamar lah. Kemana lagi," jawab Syafiq yang sudah mulai menaiki anak tangga.
"Eh, tunggu," cegah Sena setengah berteriak dengan mulai berlari mengejar Syafiq.
Sena sedikit kesusahan mengejar langkah lebar Syafiq. Sena baru bisa mengejar Syafiq ketika Syafiq sudah sampai di lantai dua.
"Ke kamar mana?" tanya Sena dengan nafas sedikit tersengal karena berlari menaiki anak tangga.
"Ke kamar kakak lah. Kamar kita," jawab Syafiq yang kemudian membuka pintu kamarnya dan langsung masuk ke dalam.
Sena menggeram dengan mengepalkan kedua tangannya erat. Merasa kesal dengan sikap Syafiq yang seenaknya sendiri dan angkuh itu. Dengan terpaksa Sena akhirnya mengikuti Syafiq masuk ke dalam kamarnya.
"Mmm, kak, kamar disini kan banyak,,, kalau aku tidur di kamar yang lain aja gimana?" tanya Sena dengan selembut mungkin, berusaha bernegosiasi.
Syafiq membalikkan badannya dan mengangkat sebelah alisnya naik.
"Tidur di kamar yang lain?" ulang Syafiq. "Kamu nggak mau tidur sekamar sama suami kamu? Kamu nggak mau menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang istri dengan baik?" tanya Syafiq memojokkan Sena.
Sena jadi salah tingkah mendengar pertanyaan dari Syafiq itu. Bukan seperti itu maksud Sena sebenarnya. Sena hanya merasa belum siap karena semuanya ini terjadi dengan begitu mendadak.
"Bu-bukan gitu maksudnya kak. Ha-hanya saja -"
"NO!!!" tolak Syafiq tegas. "Kamu tidur di kamar ini sama kakak."
Sena memejamkan kedua matanya, meratapi kegagalan rencananya. Syafiq yang melihat hal tersebut pun menyeringai. Muncul ide jahil dalam pikiran Syafiq untuk mengerjai Sena. Syafiq kemudian meletakkan tas yang dibawanya. Setelah itu Syafiq pun lalu berjalan mendekati Sena dengan senyuman jahil di wajahnya.
"Kenapa sayang?" tanya Syafiq dengan nada lembut yang menggoda.
Sena sampai terperanjat dan langsung membuka matanya kembali begitu mendengar Syafiq memanggilnya sayang dengan nada mendayu seperti itu. Dan Sena semakin dibuat bergidik ketika melihat Syafiq berjalan menghampiri dirinya dengan wajah yang menyeringai, menyeramkan. Seolah-olah siap menerkam Sena saat itu juga.
"Bukankah kita sudah melakukannya tadi malam, lalu apalagi yang membuat kamu merasa takut sayang?" tanya Syafiq dengan mendekatkan wajahnya kepada Sena.
Sena bisa merasakan hembusan nafas hangat Syafiq di wajahnya. Dan ketika Syafiq mengangkat tangan kanannya kemudian memilin dan memainkan sebagian rambut Sena, nafas Sena tercekat. Jantung Sena juga berdetak dua kali lebih kencang.
Uhh, situasi ini benar-benar tidak aman untuk jantung Sena. Merasa keadaan sudah tidak kondusif lagi, Sena kemudian bergegas memutar otaknya.
"A-aku ke bawah dulu kak. Mau nyelesai-in masak dulu sama Mbak Sumi," kata Sena yang kemudian secepat kilat segera membalikkan badannya dan melangkah keluar dari kamar tersebut.
Syafiq tertawa terbahak-bahak dengan menyugar rambutnya ke belakang. Merasa sangat puas karena sudah berhasil mengerjai Sena. Sepertinya ini akan menjadi kesenangan baru untuk Syafiq. Menggoda Sena benar-benar membuat Syafiq merasa puas dan senang. Apalagi ketika melihat ekspresi Sena yang ketakutan dan salah tingkah seperti tadi.
Sementara diluar kamar, Sena mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan menggeram marah. Merasa kesal mendengar tawa Syafiq yang begitu lepas. Sena tau benar kalau saat ini Syafiq sedang menertawakan dirinya.
*daftar kesalahan sena yang kalian bela semua
*pergi dari rumah, dan dia teang2 saja bersama Naura dan rey, tapi suaminya dibuat, cemas sampai sakit masuk rumah sakit tapi dengan enteng semua memaklumi perbautan sena
*suami lagi kerja, dia curiga bahkan buat suami cemas dan tidak tenag karena memikirkan dia, lagi dia dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya dia kayak wanita murahan yang ngidam makan berduaan dengan pria lain dan memaksa suami Terima, dan lagi kelakuan nya dimaklumi begitu saja
*dan ini puncaknya saat sena merasa kecewa pada suaminya dia pergi dan tidak semudah itu memaafkan suaminya tapi ketika dia salah semudah itu dimaafkan
dan egoisnya novel ini juga membela semua kelakuan laknat sena
ini saja kalian mencerminkan kelakuan kalian didunia nyata saat suami kalian salah tidak mudah kalian maafkan, tapi ketika kalian salah kalian mau semudah itu dimaafkan dan dimaklumi kesalahan kalian, dan itu menunjukkan kalian adalah wanita egois
𝘭𝘰𝘷𝘦 𝘺𝘰𝘶 𝘬𝘢𝘬 😘😘😘
semangat selalu dalam berkarya kak 😘😘😘
tetep semangat dalam berkarya ya 😘😘😘
jangan lupa tinggalkan ulasan bintang 5 dan juga komentar-komentar kalian semua disana ya 😊
mamah sayang kalian semua, love you all 😘😘😘
tetep semangat selalu dalam berkarya buk 😘😘😘
semangat berkarya mbak Iin 😘😘