- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 27 Kalah tantangan
Alex, menghela napas panjang kala melihat wahana tersebut. Ia segera memejamkan matanya Harga dirinya setinggi, langit tidak mungkin ia mengaku kalah. Detak jantung nya terasa akan copot, ketika mendengar suara - suara pekikan ke takutan dan kebahagiaan orang-orang. Yang menggantung di udara,
Bayang-bayang, tentang permainan tersebut. Membuat ia hampir hilang akal, namun disisi lain pasti kalau ia kalah. Ia akan menjadi bulan-bulanan teman-temannya, tapi ketakutannya atas permainan tersebut menghantui bersarang di dadanya.
Ilona menoleh ke arah alex, yang berdiri kaku di sebelahnya. Membuatnya tergelitik untuk mengejek alex, " Kalau, takut bilang aja kali!.. Gue yakin ka alex takut! " Kata ilona dengan nada mengejek membuat. Alex memandang nya jengkel, " Enak, aja gue mana pernah takut!. Kecuali sama nyokap! " Sangkal alex namun ketakutan di maniknya, tidak pernah bisa ia bohongi. Ilona hanya terkekeh membuat alex mendengkus sebal. Menatap gadis tersebut,
"Gue, ngga Sabar punya bodyguard plus Pembantu tampan! " Kata ilona dengan sebuah sindiran. Membuat alex menoleh ke arahnya, " Gue, ngga sabar malah punya babu yang nantinya. Bakal gue Suruh-suruh untuk cuci motor, cuci mobil, cuci rumah,! " Sakrkas alex tidak mau kalah membuat ilona berdeham tipis, " Silakan saja, menghalu! Tapi kita liat yang menang pasti. Gue! " Ucap ilona dengan penuh percaya diri, alex hanya berdecak sebal melihatnya.
Waktu terus berputar, seperti permainan kali ini yang bunga tunjuk. Komedi putar berputar dengan perlahan membawa kebahgiaan bagi, semua pengunjung termasuk gadis cantik, yang terpatri senyuman manis di bibir tipisnya tersebut. Irsyad lagi-lagi menangkap gambar gadis cantik tersebut, ia merasa sangat bahagia melihat senyuman yang merekah di bibir tipis gadis tersebut.
"Lo, bahagia? " Tanya irsyad dengan suara penasaran, bunga menganggukkan kepalanya tanpa menoleh. " Gue senang, kalau lo senang! " Lanjut lelaki tersebut namun bunga tidak. Mengindahkan nya, ia larut dengan kebahagiaan yang berada di depan nya.
"Gue, ngga sangka ternyata gue bakal kesini lagi! Padahal dulu gue cuman kesini. Kalau almarhum bang Bian lagi free job syuting sama foto " Bunga memulai cerita matanya, berbinar menatap keindahan pasar malam. Yang disi oleh pekikan kebahagiaan orang-orang yang sedang menaik wahana, pekikan kebahagiaan dan ketakutan terdengar asap-asap yang mengepul di udara dari asap-asap tukang makanan. Suara Tawa anak-anak yang bahagia naik komedi putar,
Dan tentu saja teriakan alex, terdengar menggantung di udara. Menimbulkan tawa ilona, kala melihat alex berteriak kencang, seisi perutnya bagaikan di aduk-aduk. Seperti ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya, kepalanya seperti ketiban 20kg barbel. Wajahnya pucat pasi, "Berhenti! " Suaranya Terdengar serak. Memerintah membuat ilona tergelak melihat seorang alex yang tangguh, dan yang selalu menyombongkan diri. Bahwa dirinya paling keren hebat dan sangat cool, ternyata seorang yang takut oleh permainan, yang mengasikkan tersebut.
Alex, menyekap mulutnya dengan kedua belah tangannya. " Berhenti! " Suaranya nyaris patah ada sebuah gelombang yang mengaduk-ngaduk, seisi perutnya dan mengeluarkan seisi perutnya. " Padahal, ini enak loh! " Seru ilona yang Menikmati, setiap detik ayunan dari wahana tersebut.
Ilona tidak, berhenti tertawa kala sudah waktunya mereka. Turun alex langsung bergegas ke toilet umum, dan kalian tahu lah apanya dia lakukan. Dengan Wajah yang pasi dan kaki yang lemas alex, keluar dari toilet ia menghela napas kasar. Seraya menyeka air yang berada di dekat bibirnya,
"Gimana?, katanya alex yang tangguh ngga akan. Tumbang cuman karena mainan kaya, gitu doang tapi? " Cibir ilona. Seraya menyerahkan tisu basah, ke alex ia langsung mengambil nya. Dan menatap ilona dengan tatapan masam luar biasa, " Gue ngga takut!, Cuman eneg aja! " Kilah alex sembari mengelap wajahnya dengan tisu basah. Ilona tergelak dan memasang ekspresi wajah nyebelin, " Hahahaha, gue ngga peduli pokoknya lo kalah tantangan! " Ilona mengingat kan kalau alex dan dia, tadi memiliki janji membuat alex menghela napas panjang.
" Ngga! " Sentak alex
"Lo harus jadi, babu gue selama satu bulan!.. Janji ngga boleh diingkar! " Kata ilona tegas " Gue, kan terbukti ngga takut!. Jadi buat apa? Gue jadi babu lo?, harusnya itu lo lah! " Cebik alex dengan suara tidak terima
"Enak aja, muntah termasuk lo takut ya!.. Ngga bisa lah!. Lo udah janji sama gue! " Ilona misuh-misuh mendengarnya, " Lo, yang harus jadi babu gue ilona! " Geram alex
"n-gga apasih!, lo lah liat nih wajah lo pucat pasi, terus juga lo muntah jadi berdasar bukti yang valid. Lo benar-benar takut sama wahana itu! " Ilona berkata dengan suara tegas, kedua bahu alex menjuntai kebawah. " Oke!, gue jadi. Babu lo! " Pasrah alex membangkitkan jiwa devil, ilona " Oke, berarti lo mengakui kalo lo itu takut dong? Payah! " Cebik ilona
"Enak aja, gue cuman ngga suka karena buat gue muntah. Bukan takut! " Ralat alex
"Oh.. Cuman Karena buat lo muntah? " Alex mangut-mangut "mana ada, seorang alex takut hanya rumor itu mah!.. " Narsis alex
"Ck!, itu namanya takut dodol! " Maki ilona membuat gigi alex bergemertak " Enak banget, lo manggil gue dodol! " Alex tidak terima hidungnya kembang kempis. "Ya lo dodol! "
" Ganti panggilan gue ngga! "
"Oh ok, babu! "
"Apasih ganti! "
"Lo maunya apasih?, gue panggil dodol ngga mau gue panggil babu juga ngga?! Maunya apaa! " Sentak ilona frustasi " Panggil alex aja! " Alex memerintah memunculkan jiwa devil ilona " Oke, Babu! "
"Ilona! "
"Kaburrr! "