NovelToon NovelToon
TOUCH YOUR HEART

TOUCH YOUR HEART

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:367.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Rizar Abran Maulana seorang pria tampan dan sholeh sudah jatuh cinta kepada seorang wanita cantik yang dia temui di sebuah pesta tapi wanita itu tidak menyadarinya, hingga suatu saat sahabatnya ingin menjodohkannya dengan adik kandungnya sendiri yang ternyata adalah wanita yang selama ini Rizar cari.


Jihan Addara Puteri seorang wanita cantik yang merupakan seorang artis dan model papan atas, Jihan yang biasa dipanggil Darra tidak menyangka kalau hidupnya sangat menyedihkan, disaat pacar yang dia cintai mengkhianatinya dan selingkuh dengan sahabatnya sendiri, sekarang Darra harus menerima perjodohan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal.

Akankah Rizar bisa membuat Darra jatuh cinta kepadanya dan menerima Rizar sebagai suami seutuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darra Vs Eriska

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Pagi ini Darra akan melakukan shooting terakhir, dan Rizar pun sorenya akan pergi kerja kembali jadi pagi ini Rizar masih bisa mengantar Darra shooting dan menemani Darra.

Tapi Rizar hanya bisa menunggu di dalam mobil, karena kalau Rizar ikut turun bisa gempar lokasi shooting.

Eriska sekilas melihat bayangan Rizar di dalam mobil, Eriska bangkit dari duduknya dia berniat menghampiri Rizar karena melihat Darra yang sedang sibuk shooting ini adalah kesempatannya untuk dekat dengan Rizar.

Dengan senyum mengembang, Eriska mendekati mobil Rizar. Sedangkan Rizar saat ini sedang memejamkan mata sembari ear phone yang terpasang di telinganya.

Eriska tampak celingukkan dan perlahan membuka pintu mobil Rizar. Eriska duduk dan memperhatikan wajah tampan Rizar yang kemungkinan saat ini sedang tertidur. Tangan Eriska terulur mengusap pipi Rizar, Rizar tampak bergerak tapi tanpa membuka matanyanya, Rizar mengambil tangan Eriska dan menggenggamnya.

Rizar menyangka kalau itu tangan Darra, sedangkan Eriska tersenyum. Dari kejauhan Darra yang sedang menunggu giliran scenenya, tidak sengaja menoleh ke arah mobil. Dadanya terasa sesak melihat Eriska yang sedang berada di dalam mobilnya, dengan emosi yang memuncak Darra segera menghampiri mobilnya.

"Ra, mau kemana? sebentar lagi giliran kamu!" teriak Amel.

Darra tidak mendengarkan teriakkan Amel, dadanya begitu panas. Di saat Eriska mendekatkan wajahnya ke arah Rizar dan hendak mencium Rizar, tiba-tiba pintu mobil terbuka dan Darra langsung menjambak rambut Eriska dan menyeretnya keluar mobil.

"Aw...lepaskan, sakit. Dasar cewek sinting," seru Eriska.

Darra menghempaskan Eriska sehingga Eriska terjungkal dan tersungkur ke tanah, sedangkan Rizar terkejut saat melihat Eriska ada di dalam mobilnya. Rizar hendak keluar dari dalam mobil tapi dengan cepat Darra menutup pintu mobil itu supaya Rizar tidak menghalanginya.

"Dasar wanita tidak tahu malu, ngapain kamu g**pe-g**pe suami orang!" bentak Darra.

Semua crew hanya bisa diam dan melihatnya, berbeda dengan Amel yang langsung menghampiri Darra.

"Woi artis sombong, Rizar itu milikku dan dia sangat mencintaiku tidak mungkin dia menikah dengan artis sombong kaya kamu, pasti itu akal-akalan kamu saja kan soalnya kamu tidak punya pasangan makannya kamu ngaku-ngaku sudah menikah dengan Rizar supaya kamu ga di sebut perawan tua kan?" ledek Eriska.

"Kurang ajar."

Darra kembali menjambak rambut Eriska dengan sangat kencang sehingga Eriska berteriak dan para crew yang tadi hanya diam saja mulai memisahkan Darra dan Eriska yang sudah tidak terkendali.

Rizar ingin keluar tapi lagi-lagi kali ini Amel yang melarangnya, Amel yakin Darra bisa mengatasi semuanya.

"Astaga, dasar cewek gila, sinting!" teriak Eriska.

"Makannya jangan banyak ngehayal, otak kamu jadi terkontaminasi dan akhirnya jadi stres. Kamu pikir semuanya akan berakhir bahagia seperti isi di dalam novelmu? jangan mimpi kamu, dasar wanita murahan," seru Darra.

"Apa! kurang ajar."

Eriska tidak terima di sebut wanita murahan, Eriska menghempaskan orang-orang yang saat ini sedang menahannya, dengan emosi Eriska menghampiri Darra.

Plaaakkk....

Eriska menampar Darra dengan kencangnya, Rizar dari tadi yang hanya diam saja memutuskan untuk keluar dari dalam mobil, kali ini Rizar yang tampak emosi.

Rizar mendorong tubuh Eriska dan memeluk Darra yang saat ini memegang pipinya sendiri.

"Berani sekali kamu menampar istriku!" bentak Rizar.

"Zar, kamu tidak lihat apa kalau yang memulainya itu dia."

"Diam....jangan pernah ganggu Darra apalagi membuatnya terluka, karena kamu akan berurusan denganku!" bentak Rizar.

Rizar membawa Darra masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan lokasi shooting.

"Rizar, aku sangat mencintaimu!" teriak Eriska.

"Dasar orang gila," cibir Amel sembari meninggalkan Eriska.

Eriska sangat emosi, baru kali ini dia dipermalukan di depan umum kaya gini.

"Aku berjanji, akan buat kamu bertekuk lutut lagi sama aku, Rizar," gumam Eriska dengan mengepalkan tangannya.

***

Rizar menghentikan mobilnya di depan apotek, Rizar segera turun sedangkan Darra hanya diam saja tidak bicara sama sekali. Tidak lama kemudian, Rizar keluar dengan membawa kantong kresek berisi obat.

Rizar masuk ke dalam mobil...

"Sini lihat wajahnya."

Darra hanya diam saja dan itu membuat Rizar menghela napas dalam-dalam. Perlahan Rizar memegang wajah Darra dan membalikkannya supaya menghadap ke arahnya. Rizar mengeluarkan obat untuk mengobati pipi Darra yang terlihat memerah bekas tamparan Eriska.

"Ini yang Mas takutkan, ini alasan Mas melarang kamu untuk berhubungan dengan wanita itu, Mas tidak mau sampai kamu terluka."

"Memangnya Mas tidak bisa mengenali siapa yang sudah masuk ke dalam mobil dan pegang-pegang Mas?" kesal Darra.

"Tadi Mas ngantuk banget, jadi Mas pikir yang pegang Mas itu kamu makannya Mas diam saja karena Mas berpikir tidak akan ada yang berani masuk ke dalam mobil kecuali kamu."

"Itu buktinya cewek ular itu berani masuk, dasar ya wanita tidak tahu malu."

Rizar menciumi seluruh wajah Darra, membuat Darra akhirnya tidak jadi marah malahan tertawa geli karena perbuatan suaminya itu.

"Geli Mas."

"Makannya jangan marah terus."

"Mas berangkat jam berapa?"

"Jam lima."

"Berapa lama?"

"Hanya empat hari, kenapa?"

"Enggak, Darra akan kesepian dong."

"Tumben, istri Mas jadi melow kaya gini? biasanya juga kalau Mas mau pergi, kamu biasa saja."

Tiba-tiba airmata Darra menetes...

"Loh..loh..loh..kok malah nangis?"

"Mas bisa tidak jangan pergi," seru Darra dengan wajah yang cemberut.

"Ga bisa dong sayang, Mas kan punya tanggung jawab. Mas ingin membeli rumah untuk kita, kalau Mas tidak berangkat kerja tabungan Mas ga bakalan nambah-nambah dong."

Darra hanya cemberut saja dan itu membuat Rizar menjadi serba salah. Rizar menarik tubuh Darra ke dalam dekapannya dan mengusap kepala Darra dengan penuh kasih sayang.

"Jangan cemberut dong, cuma empat hari ga bakalan lama."

"Empat hari lama loh, Mas."

"Ya ampun, Mas janji, Mas akan menghubungi kamu setiap hari."

"Janji ya, awas kalau bohong."

"Iya sayang, ya sudah kamu mau pulang ke rumah kita apa pulang ke rumah Mama?"

"Pulang ke rumah kita saja."

Rizar pun melepaskan pelukkannya dan mulai melajukan mobilnya menuju rumah mereka.

***

Tibalah saatnya Rizar berangkat, Drama queen kembali terjadi. Darra merengek dan menangis melarang Rizar untuk pergi, butuh banyak rayuan hingga akhirnya Rizar bisa pergi walaupun Rizar merasa kasihan melihat wajah istrinya begitu murung.

Rizar tiba di sebuah rumah bertingkat yang terlihat sangat megah. Di saat mobil Rizar sampai di halaman, wanita paruh baya sudah menyambutnya.

"Mas Rizar, semua keperluan Mas seperti biasa sudah Mbok siapkan. Mas Rizar mau makan dulu atau mandi dulu?"

"Saya sudah makan Mbok sama istri saya, saya mau istirahat sebentar nanti pas maghrib bangunin ya, Mbok."

"Baik Mas."

Rizar pun segera masuk ke dalam rumah itu, dan menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Rizar masuk ke dalam kamar yang di dominasi dengan warna putih itu, kemudian Rizar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size yang empuk itu.

Tatapannya menerawang jauh ke langit-langit kamarnya.

"Maafkan Mas, Darra. Sebentar lagi kamu akan tinggal di sini, mudah-mudahan kamu tidak marah sama Mas karena selama ini sudah membohongi kamu," gumam Rizar.

Tibalah waktunya, setelah shalat maghrib Rizar mengganti pakaiannya menggunakan baju kebesarannya. Kadar ketampanan Rizar bertambah berkali-kali lipat saat memakai baju Pilotnya.

"Mas Rizar sudah siap?"

"Sudah Mbok."

Pak Wawan yang merupakan sopir Rizar dengan sigap mengambil koper Rizar dan membawanya ke dalam mobil.

"Mas, kapan Mas Rizar bawa Non Darra kesini?"

"Secepatnya Mbok, sabar ya Mbok. Do'akan saja semoga Darra tidak marah sama Rizar karena Rizar sudah membohongi dia."

"Tentu saja Mas, Mbok selalu mendo'akan yang terbaik untuk Mas Rizar."

"Ya sudah, kalau begitu Rizar berangkat dulu."

"Hati-hati Mas."

"Iya, Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Rizar pun segera masuk ke dalam mobilnya dengan di sopirin oleh Pak Wawan.

Pak Wawan dan Mbok Nur adalah suami istri, mereka awalnya karyawan Ayah Rizar di kebun milik keluarga tapi setelah Ayah dan Ibu Rizar meninggal, Rizar membawa mereka untuk mengurus rumahnya.

Ayah Rizar dulu punya sebuah perkebunan teh, bukan kebun yang berhektar-hektar tapi lumayanlah buat menghidupi keuarga bahkan Ayah Rizar pun mampu menyekolahkan Rizar di sekolah penerbangan.

Tapi semenjak Ayahnya meninggal, Rizar tidak bisa membagi waktunya dan akhirnya Rizar menjual perkebunan itu dan uang hasil penjualannya Rizar pakai untuk modal membuat sebuah restoran karena dulu Rizar dan Ibunya sangat hobi memasak jadi tidak heran kalau sampai sekarang Rizar jago masak.

Dengan ketekunan dan kegigihan Rizar, akhirnya restoran itu sangat maju bahkan saat ini restorannya sudah punya beberapa cabang di beberapa kota besar.

Tapi sayang, di saat Rizar harus mendekam di penjara selama enam bulan, Ibu Rizar sangat drop dan akhirnya meninggal dunia.

✈️

✈️

✈️

✈️

✈️

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
DC
Luar biasa
☠☀💦Adnda🌽💫
padahal udah pernah baca tapi ttp seru dan LG. ....LG 🤭
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Aaahhhhh....terhura aku😭😭
total 1 replies
☠☀💦Adnda🌽💫
seperti cerita Habibi dan Ainun bayanginnya ,rizar sama dara cintanya begitu murni dan cinta sejati sampai meninggal pun bersama tak terpisahkan 🥹🥹
Maryam Husni Atin
tetep ma mas pilot thor...
Eceu Asnah
lanjutkan season 2 nya Thor
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: otw launching, dengan judul "MR.PILOT" 😊
total 1 replies
Eceu Asnah
aq Mao nya Darra sm Rizar ja thor
Yant08
Luar biasa
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ditunggu kelanjutannya, ada season 2 segera launching judulnya "MR.PILOT" 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.supir bukan sembarang sopir itu😆✈️
Atiah arini
good
Dede Dengah Rumayar
lanjut lagi thor😊😊😊😊
Wafiqah Aisarah
🤩
Yach Yulianah
cerita yg singkat padat jelas ,seru dan haru ..👍👍
Yach Yulianah
hai kak aku mampir🤗
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: hai juga🥰🥰
total 1 replies
Mira Wahyuni
season 2 yg mana ya 🤔 penasaran dgn kisah cinta pilot tampan 😊
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Belum rilis, belum sempat🙏🙏
total 1 replies
Mira Wahyuni
koq jd sad ending 😭
Mira Wahyuni
kemana kemaren mas....kenapa gak dari kemaren2 kasih ketegasan sama si ulet bulu, sekarang nyesal kan....udah terlambat bos 😏
Mira Wahyuni
yg salahkan kamu, ngapain seenaknya ninggalin laki jalan2...msh Untung laki loe blm ngapa2 sama si ulet bulu 😏
Mama Pesek
😭😭😭😭😭😭😭😭
Mama Pesek
dulu aja ngotot Rizar gak boleh berhenti jadi pilot! tapi itu udah pertanda kali ya?
Mama Pesek
akhirnya.......tapi jadi kasian sama Dokter Zam-Zam, semoga mendapatkan jodoh yang baik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!