Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.Hari pertunangan
______________Happy Reading____________
Gemuruh sholawat telah di lantunkan oleh para santri, suara terbang pun semakin memperindah nyanyian nya.
Semua tampak bergembira, senyum, tawa dan gurauan memadati ruangan yang di dekor dengan nuansa putih dan hijau di halaman pesantren yang sangat luas.
Tamu-tamu yang sudah datang langsung di arahkan ke tempat yang sudah di siapkan khusus untuk pertunangan Aisyah dan Farel.
Farel terlihat gugup duduk bersebelahan dengan Faisal. Tangan Farel pun terasa panas dingin karena begitu sangat grogi dengan acara yang di jalankan untuk nya ini.
Dengan setelan jas berwarna coklat muda yang senada dengan yang Aisyah kenakan, Farel terlihat sangat tampan dan penuh karisma.
Faisal menoleh dia tersenyum melihat sahabat nya yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya itu. " tenang lah, jangan terlalu gugup atau semua akan melihat mu " bisik Faisal.
Farel tersentak lalu menatap Farel yang sudah tersenyum ke arah nya. Ini bagaikan pertaruhan hidup dan mati bagaimana Farel akan biasa-biasa saja, wajar saja kalau dia sangat gugup dengan hari yang akan menjadi sejarah untuk nya.
Semua sudah tak sabar menunggu acara berlangsung, hanya tinggal menunggu Aisyah sajalah dan setelah itu acara akan di langsungkan.
Sementara Rayyan juga sudah tak sabar, tamu sudah datang dan acara akan di mulai namun Aisyah belum juga datang ke sana. " lama banget sih tuh Aisyah, Ma. jangan-jangan..? " Rayyan mulia melangkah keluar dari tempat itu ingin memastikan kalau Aisyah tidak kabur dari acara itu dan akan membuat nya malu nantinya.
" Pa! " panggil Keisha namun tidak di hiraukan, terpaksa Keisha mengejar Rayyan yang hampir sampai di pintu keluar.
___________
Rico memarkirkan motornya di parkir yang sudah di sediakan khusus untuk semua motor-motor, sementara mobil ada di parkir yang berbeda. Rico turun, melepaskan helm nya dengan pelan menaruh di motor nya itu dengan benar.
Rico menunduk dan mengarahkan wajahnya di kaca spion motor nya yang kecil. Terlihat Rico membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan dengan tangan.
Rico kembali berdiri dengan tegak menatap sekeliling yang sudah sangat ramai akan tamu-tamu undangan. Rico menutup matanya sekejap, mengambil nafas panjang nya dan mengeluarkan nya perlahan , berusaha menguatkan hatinya dengan apa yang akan terjadi di depan matanya sebentar lagi.
" Bismillah... Aku harus kuat. Ini bukan akhir dari jalan hidupmu Rico, jadi kamu harus tetap menjalani nya meskipun sulit. " gumam nya.
Rico melangkah mengayunkan kakinya menuju tempat dimana acara akan berlangsung.
Entahlah ini kebetulan atau apa namun di saat Rico sampai di depan pintu masuk lewat sebelah kiri dan disaat yang bersamaan Aisyah juga datang dari arah sebelah kanan.
Keduanya berhenti melangkah, tatapan mata keduanya saling bertemu satu sama lain.
" Subhanallah... Kau begitu cantik Aisyah. Kau bagaikan bidadari surga yang tengah bersinar. " batin Rico dan terus menatap kagum Aisyah tanpa berkedip.
" Bang Rico. " lirih Aisyah hampir saja tak bisa terdengar.
Sementara Shelvia yang tengah menggandeng lengan Aisyah hanya diam dan membiarkan semua itu terjadi. Jika memang keduanya bukan lah jodoh tatapan yang penuh cinta yang tersembunyi itu pasti menjadi tatapan yang terakhir.
Mata Aisyah kembali berkaca-kaca, rasa sedihnya kembali hadir saat melihat Rico yang begitu tegar dan tersenyum manis kepadanya.
" Kenapa Bang Rico harus datang " batin Aisyah.
Rico mengernyit, apakah Aisyah tidak suka akan kedatangannya? apakah Rico salah kalau memenuhi kewajiban dengan menghadiri sebuah undangan yang secara khusus Farel berikan sendiri padanya?.
"Apa ini? apakah Aisyah tidak suka aku datang? " bingung Rico.
Bening kristal kembali meluncur dari mata indah Aisyah. Dia menyesali semua ini, menyesali akan cinta yang ia pupuk sebelum memiliki dan akhirnya cinta itu hanya bisa berhenti di sebuah rasa saja.
"*Aku sudah berjanji s*eandainya Bang Rico tidak datang, aku tidak akan melanjutkan pertunangan ini , tapi ini? kenapa Bang Rico harus datang " sesal Aisyah dalam hatinya.
Rico sedih mendengar itu, kenapa dia yang harus menjadi alasan Aisyah bersedih dan menjadi alasan untuk berlangsung dan tidak nya acara itu.
Rico menggeleng kecil, Rico tak ingin melihat Aisyah yang lemah ini. Rico pun menarik kedua ujung bibir nya dan meminta Aisyah untuk ikut tersenyum seperti dirinya.
Keduanya seakan berbicara menggunakan isyarat matanya, meskipun mulut tak berbicara namun keduanya bisa mengetahui apa yang di rasakan satu sama lain. Aisyah bisa melihat ada semburat kesedihan di dalam hati Rico yang dia coba keras untuk menahan nya. Meskipun keduanya masih tak saling mengungkapkan rasa mereka namun mereka berdua tau dan yakin akan rasa yang dimiliki untuk satu sama lain.
Rico merogoh saku celananya mengeluarkan sapu tangan nya dan di berikan nya kepada Aisyah untuk menghapus air mata nya.
" hapus lah, jangan sampai kecantikan mu hilang. Aku tidak akan bisa melihat kamu yang jelek nantinya " ujarnya dan berhasil membuat Aisyah tersenyum dalam kepiluannya.
Aisyah menerima sapu tangan itu dan menghapus air mata nya di hadapan Rico. " Terima kasih, Bang " ucap Aisyah lirih seraya tersenyum dengan kepalsuan.
" Hem. " Jawab Rico singkat sembari menganggukkan wajah nya.
" biarkan terjadi apa yang akan terjadi. Jangan pernah menolak takdir yang memang sudah digariskan. Apapun yang menjadi takdir untuk masa depan, tetap lah bahagia dengan takdir itu, jangan kamu memperumit jalannya takdir itu apalagi menyalahkan sang pembuat takdir " ucap Rico.
Kenapa selalu saja yang Rico katakan membuat Aisyah pusing, Aisyah selalu tak bisa menerima itu dengan cepat dan harus berfikir dulu untuk bisa mengetahui isi dan maknanya.
Mungkin itu yang bisa Rico katakan pada Aisyah untuk yang terakhir kalinya, mungkin hanya nasehat itulah yang akan menjadi akhir dari nasehat nasehat yang akan Rico katakan. Karena setelah ini akan ada orang lain yang lebih pantas mengatakan setiap kata nasehat untuk nya.
Aisyah tersenyum kecil begitu juga dengan Rico. Namun senyum itu langsung pudar saat ada suara deheman yang terdengar.
" ekhem.!! " bunyi itu dengan sangat keras dan berhasil membuat Aisyah dan Rico menoleh secara bersamaan.
Ya, Rayyan lah yang datang saat itu di iringi Keisha di belakang nya. " kenapa kamu di sini? acara sudah akan dimulai cepatlah masuk" pinta Rayyan pada Aisyah.
Aisyah terkejut, dia mengangguk dengan cepat. " i-iya, Pa. " ucapnya.
Aisyah sangat takut kalau sampai Papa nya akan kembali marah dengan Rico apalagi di saat sekarang yang banyak tamu yang menunggu di dalam sana.
" yuk masuk " ajak Shelvia dan menuntun Aisyah dengan cepat. Dan Aisyah pun menurut padanya.
Keisha langsung meraih lengan Aisyah yang satunya dan bersama-sama masuk. Aisyah menoleh kebelakang sekejap melihat Rico yang terus menunduk karena di perhatikan oleh Rayyan yang masih berdiri di depannya.
"Ya Allah.. jagalah Bang Rico. Aku tak mau sampai Papa memarahinya, ini semua bukan salahnya " batinnya penuh harap.
Mata Rayyan masih menatap Rico dengan tajam, entah kebencian yang seperti apa yang membuat Rayyan bisa tak menyukai Rico sama sekali.
" Ma-maaf, Om. Saya tidak bermaksud " ucap Rico memberanikan diri.
" Apakah peringatan ku kemarin masih kurang untuk mu? Kamu tau kan Aisyah dan Farel akan.."
" Saya tau Om. Maka dari itu saya datang untuk memastikan semuanya akan berjalan dengan baik. Dan saya kesini juga ingin minta maaf akan kesalahpahaman yang terjadi saat itu. " ucap Rico.
" kenapa kamu ungkit-ungkit masalah itu sekarang, ini bukan waktu yang tepat . Lagian jika kamu memang tidak bersalah waktu itu pastilah kamu punya bukti. " jawab Rayyan.
" Maaf Om. Saya bener-bener minta maaf karena tak bisa menunjukkan bukti itu, tapi saya bersumpah! saya tidak bermaksud untuk.... "
" Sudah! Kalau kamu hanya ingin mengatakan itu lebih baik kamu pergi dari sini. "
" Maaf, Om. " ucap Rico seraya menunduk.
Rayyan melenggang masuk dengan wajah yang kesal. Dan membiarkan Rico untuk tetap tinggal dan menyaksikan pertunangan itu terjadi, Rayyan yakin setelah ini Rico tidak akan berani lagi menggangu dan mendekati Aisyah lagi, pikirnya.
___________
____________
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...