Area Dewasa 17+
Bryan Hendrawan, Seorang CEO Arogan dari perusahaan Hendrawan.
Suatu hari, ia dijebak seseorang hingga ia merenggut kesucian seorang gadis yang sangat dibenci nya.
"kau manusia brensek Bryan!!" teriak gadis itu.
"mari kita membuktikan ucapan mu. aku akan membuat kata 'brensek' itu menjadi kenyataan" jawab Bryan dengan seringai licik nya.
gadis yang dibenci Bryan ternyata menyimpan sejuta luka dimasa lalu nya.
apa yang menyebabkan Bryan begitu membenci gadis itu?
bagaimana nasib gadis malang itu setelah di renggut kesucian nya oleh Bryan?
dan bagaimana reaksi Bryan ketika tau bahwa gadis yang dibenci nya hanya dijadikan kambing hitam oleh orang tua nya?
nantikan kisah nya di Tuan Arogan Suamiku.
Dilarang plagiat.. jika tidak suka, nggak usah baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertanyaan Alex
Jam makan siang..
Mia merasakan perutnya lapar karna ia hanya makan roti pagi tadi.
Ia memutuskan untuk ke kantin yang ada di kantor.
Ia hanya duduk sendirian di salah satu kursi disana.
Mia memang belum memiliki teman dikantor karna ia juga sedang tak ingin berteman dengan siapa pun.
Kehidupan nya yang keras dan dibenci banyak orang membuatnya enggan untuk memiliki teman.
Alex yang kebetulan ingin makan siang di kantin melihat Mia yang sedang duduk sendirian.
"Bolehkah aku ikut bergabung?" Tanya Alex.
Mia mengangguk.
Alex pun duduk di kursi depan Mia.
Para karyawan memandangi Alex yang sedang duduk berdua dengan pegawai baru itu.
Namun, baik Mia maupun Alex tak menghiraukan tatapan aneh para karyawan.
Alex memandangi wajah Mia dengan seksama.
"Kelihatan nya kamu lebih kurus" ucap Alex membuka suara.
Memang benar, semenjak pertemuan terakhirnya dengan Mia saat pernikahan nya ia merasa Mia tak sekurus sekarang.
"Oh itu, aku sedang diet" Mia beralasan.
"Bagaimana hubunganmu dengan Bryan?" Tanya Alex.
"Hmm biasa aja sih" jawab Mia santai.
"Kau sendiri bagaimana? Dengar dengar kau sedang dekat dengan sekertarismu ya?" Selidik Mia.
Alex hanya tertawa renyah
"Tidak, kami hanya rekan kerja"
Mia mengangguk mengerti
"Sepertinya dia tak seburuk yang dikatakan orang orang" batin Alex.
"Bagaimana persahaban mu dengan Dilla saat ini?" Tanya Mia.
"Cukup baik"
Mia kembali mengangguk
Beberapa saat kemudian makanan telah datang.
Mia langsung menutup mulut dan hidung nya dengan menggunakan tangan nya.
"Huekkk" Mia membekap mulutnya yang merasakan mual.
Ia langsung berlari ke kamar mandi terdekat.
Alex yang merasa aneh dengan Mia pun hanya menatap punggung Mia yang semakin menjauh.
"Kenapa dengan nya?" Batin Alex bertanya tanya.
Di dalam kamar mandi
"Hoekkk"
"Hoekkk"
.
Mia mengeluarkan roti yang baru tadi pagi ia makan.
Tubuhnya mulai melemas, keringat dingin membasahi dahi nya.
Ia duduk di atas toilet menetralkan rasa pusing yang tiba tiba mendera.
"Kenapa rasanya sangat pusing seperti ini? Apakah berbahaya?" Batin nya.
Setelah selesai memuntahkan makanan nya, Mia kembali ke meja makan nya.
"Loh kok udah nggak mual ya?" Batin nya ketika melihat makanan yang tadi ia pesan.
"Kamu sakit?" Tanya Alex.
Mia menggeleng
Alex menyadari sesuatu lalu membelalakan mata nya.
Mia menjadi gugup saat Alex menatapnya intens.
Mata Alex tertuju pada perut Mia lalu beralih ke wajah Mia.
"Kamu hamil?" Tanya Alex hati hati.
Mia tersentak mendengar pertanyaan Alex. Ia bingung harus menjawab apa.
"Jujur saja, kamu hamil?" Tanya Alex sekali lagi saat melihat Mia masih membeku.
"A aku.... Aku sedang hamil" jawab Mia lirih.
"Tapi kenapa kau malah bekerja?" Alex heran.
"A aku..."
"Katakan saja, aku akan merahasiakan nya"
"Aku butuh uang untuk kebutuhan sehari hariku" jawaban Mia membuat Alex tersentak.
"Apa Bryan tak memberimu uang?" Tanya Alex.
Mia menggeleng sebagai jawaban
Alex menghembuskan napas nya
"Apa dia memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Alex.
Dengan ragu Mia mengangguk
"Ayolah Mia, aku tau kau tak baik baik saja. Apa kau tau sebab kenapa Bryan bersikap seperti itu denganmu?" Tanya Alex.
"Dia menikahiku karna terpaksa" jawab Mia.
"Maksudnya?"
"B Bryan memperkosaku"
Alex membelalakan mata nya kaget mendengar kenyataan yang dilontarkan Mia.
jangan lupa Like dan komen nya