NovelToon NovelToon
Telepati Cinta Sang Mafia

Telepati Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Pulau Terpencil
Popularitas:464
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dinner keluarga Adijaya

Aurora tidak ada di kamar rawat , Davin terlihat panik ,dia mencari ke kamar mandi ,namun hanya terlihat shower yang tergantung di sana .

" kemana dia ,,?"monolognya

tak lama suara pintu terbuka , Aurora menatap Davin

" pak Davin , kenapa ngos-ngosan gitu?"

" astaga ,saya kira kamu kemana"

" oh saya dari ruangan dokter Adam " ucapnya

Davin pun mengangguk ,

" ayok pulang ,saya punya kejutan buat kamu?"

" kejutan apa ?"

" ada deh "

dokter Adam pun masuk ke ruangan ,ia melihat Davin sudah berdiri di samping Aurora ,

" kenapa kamu lihat saya gitu , naksir ?"

" idih ,,geli banget " jawab dokter Adam

" yaudah dok ,saya sepertinya sudah sehat ,saya pamit ya "

" iya Ra ,hati hati nanti di culik om om "ucap dokter Aurora

Davin langsung melihat ke arah dokter Adam yang terlihat sedang meledek nya ..

" sudah ayok ,Ra ,kita pulang " ajak Davin

" mau saya saja yang antar Ra?" tanya dokter Adam

" gak usah biar saya saja , kebetulan kita udah janjian tadi , iya kan Ra " Davin menarik turun kan alisnya

" saya pulang sendiri saja " ucap Aurora dan berjalan pergi ke luar

Davin langsung mengejar Aurora ,dan melihat tajam ke arah dokter Adam ,dia memajukan dua jari tangannya ke arah mata dokter Adam , dokter Adam hanya menggelengkan kepalanya,

" Ra ,"panggil Davin

Aurora terus berjalan tanpa menoleh , seakan ia tidak mendengarkan panggilan dari Davin ,

" Ara tunggu " kejar nya

" kenapa sih pak,teriak teriak ini tuh rumah sakit ,bukan hutan "

" ya ,maaf , habisnya kamu di panggil gak nengok"

Suara ponsel Aurora berdering dari panggilan tidak di kenal , Aurora menatap ponselnya .

" kenapa gak di angkat?" tanya Davin.

Perlahan ia mengambil ponselnya yang tak berhenti berdering itu

" hallo"

" hallo Aurora ,ini Tante nak " panggilan di sebrang sana tampak nyaring

Deg !

Jantung nya tampak berhenti , mendengar suara yang ia hindari i

" tante,,,,,," ucap nya

" iya ini Tante ,om kamu ,,,om kamu udah gak ada " jerit tangis seseorang di sebrang sana

" aku turut berduka tan "

" Tante ikut kamu ya Ra ,Tante udah gak punya siapa siapa lagi "rengeknya

Aurora tampak berpikir , apakah ia akan sanggup jika Tante nya ikut tinggal bersamanya lagi,

."hallo Ra ,kamu dengar Tante gak ?"

" iya Tan aku dengar "

" kirimi alamat kamu tinggal sekarang"

" iya ,nanti aku kirim.

Aurora pun berjalan duluan ,meninggalkan davin,

" eh Ra ,ko saya di tinggal " teriak davin

setelah sampai di parkiran Aurora tampak bingung karena Davin tidak membawa mobilnya

" mobil pak Davin mana?" tanya nya

" kita pake ini " Davin menunjuk motor gede miliknya yang berwarna hitam

Aurora pun mengangguk ,

" ayok naik " ajak Davin

Aurora langsung naik di belakang .

" pegangan ya ,saya ngebut " ucap Davin ,namun Aurora tampak cuek dan memegang tali tas Selempang nya

" ko gak pegangan ?"

" kita kan bukan mau nyebrang pak "

" ya tetap aja harus pegangan "

" kalau saya gak mau "

" ya harus mau "

" kenapa saya harus mau ?"

" ya kamu harus mau , kalau gak pegangan nanti kamu jatuh "

" saya udah gede ,jadi gak bakalan jatuh"

" saya gak mau jalan sebelum kamu pegangan sama saya "

" saya juga gak akan pegangan walaupun kamu minta"

" ko gitu?"

" ya ,emang gitu "

" pegangan Ara" ucap Davin lagi

" gak mau "

" Kamu ngeyel ya "

" ya terserah saya dong ,kan hak saya mau pegangan atau nggak , tangan tangan saya "

" oh gitu ya " Davin langsung tancap gas dan membawa motornya dengan kecepatan tinggi, Aurora pun teriak dan langsung memeluk Davin karena ketakutan

" awwww daviiiiiinnnnn" teriak nya ,,

Di rumah keluarga Adijaya ,para art sedang sibuk menyiapkan makan malam, Sandra dan Narendra sedang berada di ruang keluarga ,mereka sedang berbincang hangat , Seperti biasa Sandra akan selalu manja jika sedang berdua ,ia menyenderkan kepalanya di pundak Narendra ,dan sedang merajuk meminta sesuatu pada suami nya .

" pah ,lihat deh ,bagus kan gelang nya?"

" bagus ko,," jawab Narendra

" kalau gitu mama mau ya "

" kan baru kemarin mama beli gelang " ucap Narendra

" tapi pa ,mama mau yang ini ,ini tuh bagus ,keluaran baru ,sama ini tas branded keluaran dari Korea ,ini tuh limited edition loh pa,boleh ya , "

" Narendra menggaruk pipinya yang tak gatal ,dia akan selalu menuruti apapun kemauan istri tercintanya ini , walaupun nyawa sekalipun ia akan berikan ,memang sangat bucin ,bapak bapak tua ini .

" iya ma ,beli aja ,yang penting mama senang " ucap Narendra

" serius pa,mama boleh beli gelang sama tas nya ?"

" iya boleh dong ,masa gak boleh buat istri papa tercinta "

"makasih sayang " Sandra pun mengecup sekilas pipi suaminya .

" ternyata dia masih sangat royal ,aku belum bisa buat lepasin dia " batin nya

" oh iya , gimana , investor dari Thailand yang mama maksud itu ,apa dia mau bekerja sama sama kita?"

" iya pa,, nanti mama tanyain lagi deh"

" pa ,,?"

" iya ma,,,"

" gimana penjualan barang di gudang ,,?"

" ya ,sejauh ini lancar lancar aja ma"

" bagus deh , mama senang denger nya ,"

" iya ma ,malah sekarang relasi papa nambah , mereka tertarik sama barang barang punya kita ma,,,"

" wah ,bagus dong ,,papa memang hebat cari pembeli ,,"

" iya dong ma ,,mama tahu gak pak zayden,,,?"

" ya tahu dong pa ,kan papa udah pernah kenalin ke mama " jawab Sandra

" kenapa sama mas zayden pa?"

" apa mas ,,sejak kapan kamu manggil dia mas?"

" eh,, maksudnya pak zayden ,,mama salah ngomong "

" sekarang dia mau nanam saham lagi di Adijaya group,dan lebih besar " ucap Narendra

" oh iya ,,bagus dong pa,,jadi nanti penjualan barang kita bisa tambah berkembang lagi di kalangan mafia , pasti kita akan dapat untung banyak pa"

" iya kamu benar ma "

" oh iya pa ,Gilbert kan sekarang lagi ada masalah di perusahaan nya ,papa tahu kan dia sampai jual beberapa kapal nya untuk bayar ,,,,,,"

" situs online lagi " jawab Narendra

" iya pa , namanya juga anak muda ,itu kan wajar pa , apalagi dia main nya bareng para mafia besar ,mama yakin kalau dia menang , pasti bisa beli beberapa kapal pesiar lagi ,,"

" oh iya pa,dia kan lagi kekurangan kapal untuk transaksi , Davin pasti mau kan bantu adik nya ,,,?"

" ya, semoga aja ,mama kan tahu mereka dari dulu gak pernah akur ,dan Davin itu keras kepala ,dia bahkan sampai saat ini belum bisa terima kamu "

Sandra tersenyum getir,

" iya pa , Davin itu sangat keras kepala ,sama kaya ibu nya ,

" jangan pernah anda bawa bawa ibu saya " ucap Davin yang tiba tiba sudah sampai di sana , Sandra pun terkejut dengan kedatangan anak tirinya itu.

" Davin ,yang sopan kamu bicara sama mama kamu " tegur Narendra

" terus aja papa belain perempuan ini "

" jangan bilang perempuan ini ,dia ini mama kamu " sentak Narendra

" kalau papa ngundang aku ke sini ,cuma buat adu mulut ,lebih baik aku gak pernah ke sini "jawab Davin

" udah pa ,kita kan mau makan malam , Davin ,maafin mama ya ,masuk yuk ,kira makan bareng , bi Kiki dan para art lain udah masak banyak loh buat kita , sekarang kita tinggal nunggu Gilbert " ucap Sandra

Dan tak lama Gilbert datang .

" selamat malam semuanya ,wah udah pada kumpul nih ,,hai mas ,,apa kabar lho bro ?"

" gak usah so akrab lho "

" sudah ,kita langsung ke meja makan yuk ," ajak Sandra

1
Panda
typonya kak tolongg

semoga next chapter tidak terlalu banyak yang bertebaran

biar lebih enak bacanya 😊
Kartini Quen: oke, terimakasih kak kritikan nya,, nanti aku perbaiki lagi,🙏🥰
total 1 replies
Kartini Quen
yukkk baca teman teman ,agar author pemula ini lebih semangat lagi nulis nya , jangan lupa saran dan kritikan nya nya ,,🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!