NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:769.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 21 Kebencian yang Memuncak

Tama yang hendak ke kantor, di perjalanan melihat seorang laki-laki yang bersama Nurin kemaren yang sebenarnya itu adalah papanya namun Tama belum mengetahui nya, memang Tama tidak melihat wajahnya dengan jelas, tapi Tama merasa yakin bahwa laki-laki itu adalah laki-laki yang sama saat bersama Nurin kemaren. Karena rasa penasaran yang begitu tinggi, Tama mengikuti laki-laki itu, di lihatnya mobil yang di bawa laki-laki tersebut menuju sebuah hotel, saking penasarannya Tama mengikuti laki-laki itu sampai ke dalam hotel. Tama terus mengikuti langkah laki-laki tersebut, sampai akhirnya Tama di cegat oleh satpam yang sedang berjaga di sana.

"Maaf tuan, apa tuan sudah melakukan reservasi kamar?"

"Saya nggak mau nginap disini, saya cuma ada perlu sebentar"

"Tapi tuan nggak bisa masuk keruangan ini sebelum melakukan reservasi terlebih dahulu"

"Saya cuma sebentar saja! ! !"

"Tetap nggak bisa tuan, ini sudah peraturannya, tuan silahkan melakukan reservasi ke resepsionis"

"Saya nggak punya waktu, bapak mohon kerjasama nya! ! !

Karena terus-terusan di hadang satpam makan Tama berusaha mencari celah untuk kabur, ketika satpam tersebut lagi lengah dengan segera Tama kabur dan mengikuti kembali laki-laki tersebut, langkah Tama seketika terhenti pada kamar No 102 ketika dilihatnya laki-laki yang di ikuti sedari tadi, tak dan tak bukan adalah papa kandung nya yaitu Adam. Karena pintu kamar yang masih terbuka, jadi Tama lebih leluasa melihat orang yang ada di kamar itu. Tama melihat Adam bersama seorang gadis dan ternyata gadis itu adalah Nurin, masa lalunya Tama. Adam yang lagi bermesraan dengan Nurin langsung terkejut ketika mendengar langkah kaki Tama.

"********! ! !" teriak Tama

"Tama...,kok kamu bisa ada di sini?" seketika Nurin dan Adam langsung panik sambil merapikan pakaiannya.

"Kelakuan kalian benar-benar sampah" Tama mendekati mendekati Adam dan memegang kerah bajunya.

"Ini nggak seperti yang kamu lihat, kamu salah paham!" Nurin mendekati Tama lalu menggenggam tangan Tama, seketika Tama langsung mendorong tubuh Nurin hingga tersungkur.

"Nak, kamu dengarkan penjelasan papa dulu"

"Anda bukan papa saya! ! ! saya nggak mau punya papa seorang ******** seperti anda!"

"Nak, papa minta maaf" Adam meraih meraih tangan Tama.

Emosi Tama langsung meledak, ketika Adam meraih tangan nya, Tama merasa tak Sudi di sentuh oleh ******** itu, saking tak terkontrol nya, Tama langsung menonjok pipi Adam, untung saja satpam yang mencegat Tama barusan langsung memegang Tama yang sudah semakin brutal ingin menonjok lagi Adam lagi melihat kelakuannya.

"Tuan, mohon jangan buat keributan di sini"

Tama langsung berusaha melepaskan diri, supaya bisa melepaskan hasratnya untuk memukul Adam.Tama sudah tidak bisa di lerai lagi, hingga pihak hotel menghubungi pihak kepolisian untuk mengamankan Tama.

Teriakan Tama masih terus menggema di ruangan kamar hotel ketika polisi membawanya dengan paksa. Adam hanya melihat saja saat Tama di bawa polisi, tidak ada pembelaan dari Adam untuk Tama.

"Dasar ********..! ! !" teriak Tama

"Mohon kerjasamanya, tuan jangan memberontak begini" polisi langsung memborgol tangan Tama supaya tidak berusaha kabur untuk membuat ke rusuhan lagi.

Saat telah sampai di kantor polisi, Tama hanya diam saja ketika di tanyai oleh polisi kenapa dia membuat keributan di hotel. Dalam benak Tama simpang siur teringat oleh nya akan kelakuan Nurin dan papanya.

"Tuan, tolong jawab pertanyaan saya, kenapa tuan bersikeras masuk ke dalam ruangan itu dan membuat keributan disana?"

Namun Tama masih tetap diam saja, karena Tama masih tetap diam makan polisi menahan Tama untuk sementara waktu, sampai Tama mau berbicara. Lusiana yang di hubungi pihak kepolisian bahwa Tama sekarang lagi di tahan. Bergegas Lusiana pergi ke kantor polisi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga Tama sampai di tahan. Dengan memberikan uang jaminan Lusiana membebaskan Tama dari jeruji besi, dan Tama bebas bersyarat.

"Kenapa kamu bisa di tahan?"

Tama masih tidak berbicara, sedangkan baju Tama terlihat acak-acakan dan wajah yang murung.

"Kamu jawab aku dong! jangan diam aja, kamu fikir aku nggak cemas mikirin kamu dari tadi hah!" Lusiana sudah mulai emosi ketika Tama tidak menjawab satupun pertanyaannya

Tama langsung masuk ke dalam mobil, dan tetap tidak menghiraukan Lusiana.

Melihat kelakuan Tama, Lusiana merasa bahwa Tama menguji kesabaran.

"Kalau kamu masih tetap diam gini, kamu pulang aja sendirian"

"Kamu mau kemana?" ketika Tama melihat Lusiana sudah menjauh dari nya.

"Bukan urusanmu! ! !"

Tama segera mengejar Lusiana, supaya tidak pergi meninggalkan nya.

"Aku minta maaf, tapi aku lagi nggak mau cerita sekarang, karena fikiran ku sangat kacau"

"Sampai kapan kamu terus-terusan memberikan aku teka-teki begini, dengan diam mu itu aku semakin tak mengerti"

"Kita pulang aja dulu, di rumah aku ceritain semuanya"

"Benar?"

"Iya"

Mereka langsung pulang, setelah Tama mau bicara dan akan mau menceritakan semuanya ketika sudah di rumah. Sesampainya nya Lusiana langsung men cercal Tama dengan pertanyaan. Padahal mereka baru keluar dari mobil.

"Kenapa kamu bisa ditahan, apa yang terjadi?"

"Kita bicara didalam aja"

Setelah masuk rumah dan sampai di ruang tamu, Lusiana kembali bertanya.

"Kenapa?"

"Sabar ya, kita cerita di kamar aja nggak enak nanti ada yang dengar, karena ini masalah sensitif"

Setibanya di kamar, barulah Tama mulai menceritakan kejadian tersebut.

"Aku ketemu papa"

"Kok bisa, ketemu dimana?" tanya Lusiana penasaran, padahal tak menduga Tama bisa bertemu dengan Adam secepat ini.

"Di hotel, dan kamu tahu dia datang ke hotel dengan seorang perempuan"

"Perempuan, dia yang pergi bersama papamu di saat kamu ditinggalkan?"

"Bukan, perempuan itu Nurin"

"Apa?, kamu yakin itu Nurin, atau mungkin kamu cuma salah lihat?" tanya Lusiana yang merasakan tak percaya

"Nggak, aku nggak salah lihat kok, benar itu Nurin, dan kamu tahu hal yang paling menyakitkan yang aku saksikan barusan?"

"Memang nya apa yang kamu lihat?"

"Mereka berdua bermesraan di kamar hotel itu, seperti pasangan kekasih yang lagi di mabuk asmara, memang dasar ********!"

"Apa, papa kamu bermesraan dengan Nurin"

Lusiana tak bisa mempercayai nya karena Lusiana merasa tertipu oleh Nurin dan Adam, padahal yang dilihat sebelum nya mereka seperti ayah dan anak. Malahan itu keluar dari mulut Nurin sendiri bahwa dia pernah bilang Adam seperti ayah kandungnya sendiri.

"Iya, kamu nggak percaya?"

"Sulit untuk di percaya"

"Bukankah sudah aku bilang padamu bahwa Nurin itu seperti ular, dan kamu sudah tahu sekarang kan bagaimana kelakuan nya, orang yang kamu bela-belain itu, ternyata nggak punya naluri"

"Aku nggak tahu, aku minta maaf"

"Dan orang tua yang kamu bela itu, supaya aku memaafkan nya, ternyata ********, dia nggak pantas di panggil papa"

"Aku tahu kamu lagi emosi, tapi bagaimanapun juga dia papa kandung mu"

"Aku malas membahas ini, dan ujung-ujungnya kamu pasti belain orang lain, udahlah aku capek, aku mau istirahat"

Tama yang merasa kesal kepada Lusiana kerena pembahasan orang yang paling di benci Tama, langsung pergi meninggalkan Lusiana untuk istirahat dan menangkan fikiran nya di kamar tamu padahal Lusiana belum selesai bertanya.

Bersambung 😍

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!