Seorang wanita yang menolong bayi umur satu bulan, yang ternyata anak dari CEO yang paling populer di kalangan wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
serasa kayak mama muda
Kembali ke hotel tempat El
El yang telah menutup telfonya pun membaringkan dirinya di samping Rafa.
Rafa yang telah menghabiskan susunya pun mendekati El. El yang melihat itu pun membalikkan badannya, berhadapan dengan Rafa. Rafa memeluk El dengan erat sambil menggosok-gosok mukanya di dada El, El terkaget akan tingkah Rafa yang secara tiba-tiba memeluknya.
"Kenapa anak ini memelukku secara tiba-tiba atau dia mengira aku ini ibunya, gak mungkin El buang pikiranmu itu jauh-jauh" kata El sambil mengelus kepala sang bayi
El yang asik dengan pikirannya sendiri pun di kagetkan dengan ucapan yang keluar dari mulut sang bayi.
"Ma...ma...ma..." celoteh sang bayi sambil melihat wajah El
"Apa dia memanggilku mama, gak mungkin. Aku aja yang salah dengar tadi" gumam El dalam hati
Sang bayi kembali berceloteh
"Ma...ma...ma..." celoteh dengan wajah yang ceria
"Aku ini bukan mama kamu sayang" kata El
"Ma...ma...ma.." celoteh sang bayi seakan menjawab perkataan El
"Terserahlah kamu mau panggil aku apa yang penting kamu happy" kata El sambil menoel pipi Rafa
Lima menit El dan Rafa bermain bersama, Rafa pun mengucek-ngucek mata karena dia merasa ngantuk. El melihat itu pun mengerti dan mematikan lampu kamar. Rafa memeluk El dan menyembunyikan wajahnya di dada El, El pun membalas pelukan bayi mungil itu.
Sedangkan di tempat lain Rey sedang mengendarai mobilnya dan menghubungi anak buah kepercayaannya.
"Halo, besok jam sembilan cepat kamu kumpulkan semua anak buah kita dan berpencara cari anak saya" kata Rey
"Baik tuan" kata anak buah kepercayaan Rey
Hari pun telah berganti, suara adzan pun berkumandang menandaka waktu shalat subuh. El bangun dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat islam.
El menghubungi Eva resepsionis hotel untuk meminta tolong membelikan pakai, sepatu, popok untuk bayi mungil itu. Tak berselang lama apa yang El minta pun datang dan salah satu dari mereka membawakan sarapan.
Tok...tok...tok....
El segera menuju pintu dan membukanya.
"Ini yang tadi nona pesan dan ini sarapan untuk nona saya letakkan dimeja" kata Eva
"Kenapa kakak yang bawa, yang lainnya mana" kata El
"Yang lain lagi sibuk jadi aku yang bawa deh" kata Eva sambil senyum
"Makasih yang kak, maaf udah repotin kakak" kata El
"Gak papa kali sekali-kali tapi kalau berkali-kali mah aku gak bakal mau" kata Eva sambil tertawa "kalau gitu aku kembali kerja dulu yah El" kata Eva
"Iya kak, semangat kerjanya kak" kata El di balas dengan senyuman oleh Eva
Eva berjalan menjauhi kamar El dan melanjutkan pekerjaannya. Rafa yang baru bangun mengucek-ngucek matanya dan mengedarkan pandangnya ke penjuru ruang tapi tak mendapatkan El dimana-mana. Rafa pun menangis, El yang sedang meminum teh pun terkaget mendengar tangisan Rafa.
El berlari ke tempat tidur dan melihat Rafa yang sedang menangis.
"Anak gantengnya tante udah bangun" kata El tersenyum sambil mengelus kepala Rafa
Rafa yang mendengar suara El pun berhenti menangis dan berceloteh
"Ma...ma...ma...ma...." cetoleh Rafa
"Oh Rafa lapar yah, tunggu tante bikinin susu dulu yah" kata El
"Ma...ma...ma...ma..." celoteh Rafa sambil merentangkan tanganya
El pun mengendong Rafa menuju dapur membuat susu untuk Rafa. Selesai Rafa dan El sarapan, El memandikan Rafa dan memakaikan baju untuk bayi mungil itu.
"Kayak serasa jadi mama muda" kata El sambi tersenyum
Sepuluh menit kemudian El dan Rafa telah berada dalam mobil. El menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. Tak terasa El dan Rafa telah sampai di mansion Maharaja. El turun dari mobil sambil mengendong Rafa yang sedang tidur. El memasuki masion Maharaja, sedangkan kedua orang tua El berada di ruang keluarga.
"Assalamualaikum" kata El
"walaikumsalam" kata kedua orang tua El sambil melihat El, kedua orang tua El heran anak siapa yang El gendong.
"El, anak siapa yang sedang kamu gendong" tanya tuan Geri papa El
El yang mendapatkan pertanyaan dari papanya pun berjalan mendekati kedua orang tuanya dan duduk di sebelah mamanya. El pun menceritakan kejadian yang terjadi di pusat perbelanjaan, kedua orang tua El mendengar cerita El pun tersentuh.
"Siapa orang yang tega sekali menyakiti bayi mungil tak berdosa ini" kata nyonya Eli mama El
"Padahal dia masih kecil belum tau apa-apa" kata papa El
Rafa yang tidur terganggu dengan pembicaran El dan kedua orang tua, Rafa mengucek-ngucek matanya.
"Ma...ma...ma..." celoteh Rafa
Tuan Geri dan nyonya Eli memandang ke arah Rafa, Rafa yang di pandang menyembunyikan wajahnya di dada El. Nyonya Eli terdiam setelah melihat wajah Rafa.
"wajah bayi ini, apakah aku pernah ketemu bayi ini atau ......" kata nyonya Eli dalam hati
Seketika mata nyonya El terbelalak karena dia ingat bayi ini anak Rey yang pernah Rey bawa ke Rumah sakit pas El masih terbaring di rumah sakit.
"Pa, anak ini adalah anaknya Rey pa. Rey pernah datang ke rumah sakit dengan anaknya untuk jengukin El pas El terbaring di rumah sakit waktu itu pa" kata nyonya Eli
"oh iya ma, papa baru ingat, sebaiknya mama telfon Rey sekarang dan suruh dia datang ke rumah pasti dia khawatir dengan anaknya" kata tuan Geri
"Iya pa, mama telfon Rey dulu untung nomor Rey mama gak hapus" kata nyonya Eli
El yang mendengar kedua orang tuanya menyebut nama Rey, dia merasa familiar dengan nama itu.
"Rey?, nama yang tidak asing. Tapi dimana aku pernah mendengarnya" kata El dalam hati
Sedangkan di sebuah tempat Rey telah mengumpulkan semua anak buahnya.
"Apakah kita akan bergerak sekarang tuan" kata samir anak buah kepercayaan Rey
"Oke beri perintah ke semuanya untuk bergerak seka......" kata Rey terpotong dengan bunyi telfon Rey
Rey yang mendapatkan telfon dari nyonya Eli pun mengerutkan dahinya.
"Ada apa dengan tante Eli tumben dia menelfon ku" kata Rey dalam hati, Rey pun mengangkat telfonnya
"Halo, assalamualaikum Rey" kata nyonya Eli
"Halo, waalaikumsalam tante. Ada apa tante menelfon Rey" tanya Rey
"Cepat ke rumah tante Rey ini tentang Rafa" kata nyonya Eli
"Oke tante Rey akan kesana sekarang, assalamualaikum" kata Rey
"walaikumsalam" kata nyonya Eli
...----------------...
"Tuan, bagaimana apakah kita akan bergerak sekarang" kata Samir
"Tunggu, kamu suruh semua anak buah kita untuk istirahat dulu karena saya ada urusan mendadak" kata Rey
"Baik tuan" kata Samir sambil berjalan ke tempat dimana semua anak buah Rey berkumpul dan mengumumkan untuk beristirahat karena Rey akan pergi sebentar.
Empat puluh lima menit akhirnya Rey sampai di mansion Maharaja dan segera turun dari mobil dan masuk ke dalam mansion itu.
"Assalamualaikum" kata Rey
"waalaikumsalam" kata orang tua El bersamaan
...****************...
Maaf untuk semua para pembaca, Author baru bisa up sekarang karena kemarin ada halangan jadi gak bisa up😊😊😊
Hai semuanya, ini cerita pertama aku semoga kalian suka dengan ceritanya😊
Makasih yang udah mau mampir baca novel pertama yang aku buat😊😊😊
ceritanya bagus Thor tapi lembab kerana tidak terlalu peka dengan keadaan sekelilingnya