"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Gila
Mentari mulai terbit menyinari bumi. Mengingatkan manusia-manusia yang terlelap harus segera bekerja demi kelancaran hidup nya. Sama halnya yang dilakukan bella pagi ini. Ia tengah mengerjakan laporan yang seharusnya bukan pekerjaannya,ia berontak saat diberi tugas seperti itu. tetapi bos galak itu tidak mempedulikannya malah mengeluarkan kata-kata ancaman yang menakutkan.
“ini benar-benar tidak sesuai dengan harapan ku. Bagaimana bisa ia seenaknya saja menyuruhku, padahal masih banyak pekerjaan lain yang harus kulakukan.” Umpat bella kesal
Tok..tok..tok
“Masuk” bella
“Halo bella, Kau sedang apa ?” tanya rio setelah menutup pintu
“Oh, ini laporan yang kita diskusikan kemarin. Ada beberapa kata yang salah disini. Kau ada apa kesini?” tanya bella balik
“Kebetulan sekali, tadi aku hanya ingin menanyakan laporan itu. Tapi megapa kau yang memperbaikiya ? bukan nya itu tugasku ?” tanya rio bingung
“Bos galak itu yang menyuruhku, padahal aku masih punya kerjaan lain. Menyebalkan sekali dia” kesal
Bisa tidak si, kalau lagi kesal jangan pasang ekspresi begitu. Aku kan makin tertarik. Batin rio menatap bella
“kenapa menatapku seperti itu ?” bella
“Kau cantik sekali walaupun sedang kesal” rio
“apaan sih ? lebih baik kau keluar saja. aku ingin memperbaiki laporan ini.” Bella
“Begini saja, bagaimana jika ku bantu ?” tawar rio
“tidak usah, nanti tuan brayen marah kalau kau membantuku.” Tolak bella
“gampang bella, jika kita berdua tutup mulut dia tidak akan tahu.” Rio
“Hmm, terserah kau saja. jika kau tak keberatan.” Bella
“tentu saja tidak, sini ku bantu” rio
Tanpa sepengetahuan mereka, brayen tidak sengaja melihat CCTV yang terpasang di setiap ruangan itu. Ia biasanya memantau kerja karyawannya dari cctv itu. Tetapi tidak ada yang tahu akan hal itu. Bahkan seketaris dodi yang dulu sangat dekat sekali dengannya tidak tahu.
Bagus, kau sengaja mencari masalah denganku. Batin brayen memperhatikan cctv
“Selesai.” Rio
“benarkah ? cepet sekali kau mengerjakannya. Coba lihat “. ucap bella melirik laptop didepan rio
“waahh. Kau sangat berbakat” puji bella
“haha.. sebagai gantinya bagaimana kalau kita makan siang bersama ?” rio
“oke” balas bella gembira.
Brayen mengeryitkan dahi nya ketika mendengar pembicaraan dua karyawan nya itu. Apalagi melihat bella yang tersenyum kegirangan.
“kalian akan tanggung sendiri akibat nya kalau itu sempat terjadi” gumamnya geram
“baik lah, aku akan mengantarkan laporan ini kepada bos galak itu.” Ucap bella bangkit dari duduknya
“oke, pergilah” rio
“hei, kau mau ngapain disini ? ini bukan ruangan mu. Pergilah ke tempat mu.” Usir bella
“oh, aku sampai lupa” balas rio tersenyum malu
“Tuan, ini laporan yag anda suruh tadi. Saya sudah memperbaiki nya.” Bella
Brayen mengambil berkas yang di serahkan bella kepadanya dan membaca hasil laporan itu.
“Kau bekerja dengan serius apa tidak ? mengapa mengurus ini saja kau tidak becus ? bisa-bisa aku bangkrut kalau begini” ucap brayen. Marah
“Aa..apa masih ada yang salah tuan ?” tanya bella gugup
“Kau lihat saja sendiri. Ku beri waktu 30 menit untuk memperbaikinya lagi.” Ucap brayen melempar berkas itu ke wajah bella
“Baik tuan. Saya akan memperbaiki nya” jawab bella memungut kertas yang berserakan.
Apa sih yang salah ? padahal tadi aku sudah memeriksa hasil nya. Manusia aneh. Batin bella kesal.
"Sekali lagi kau mengataiku aku tak akan segan-segan menghukum mu" ucap Brayen tanpa menoleh.
Hah ? memangnya aku bicara apa tadi ? apa dia bisa membaca pikiran ? mengapa dia tahu aku mengatainya ? . batin bella bingung
“saya tidak mungkin mengatai tuan. Lagian tidak ada alasan untuk mengatai tuan.” Ucap bella tersenyum
Ingin sekali ku bakar mulut mu itu. Batin bella lagi
“cepat pergi dari ruangan ku. Aku sudah muak melihat mu.” Ucap brayen acuh
Siapa juga yang ingin berlama-lama disini ? kau pikir aku tidak muak melihat mu ? kalau bisa aku sama sekali tidak ingin melihat mu lagi. Masih bersumpah serapah.
“jangan sampai kau minta bantuan karyawan lain” ucap brayen saat bella hendak membuka pintu
“baik tuan. Saya akan mengerjakan nya sendiri.” Ucap bella memamerkan senyum manisnya.
“huh.. dasar sialan. Kenapa bisa dia tau aku mengatai nya ? apa rio yang memberi tahu nya ? oh.. tidak mungkin. Dia juga mengatakan tidak boleh minta bantuan, apa dia melihat rio ke ruangan ku ? tapi darimana dia tau ? tidak mungkin dia berjalan kesini, dia kan malas sekali keluar dari ruangannya. Bahkan setiap pagi mengambil kopi saja masih menyuruhku. Apa dia memasang cctv disini ya ?” gumam bella melihat isi sudut-sudut ruangan.
“Tidak ada. Huh.. mungkin dia memang tidak tahu.” Ucapnya lagi.
lalu mengerjakan laporan yang kata bos nya itu masih salah.
Sedangkan diruangan Brayen, Tampak ia sedang bangga bisa mengerjai seketaris nya itu. terlukis senyuman puas di wajahnya.
Rasakan itu. batin nya
"Huh.. memang tidak ada yang salah kok, kata-kata di dalam nya juga tidak bertele-tele. memang dasarnya dia itu manusia aneh. Dasar Bos galak". kesal.
Setelah mengganti kata-kata yang menurutnya nyambung ia segera pergi ke ruangan Brayen.
Awas saja kalau masih salah . Akan ku gundulkan kepalamu itu. batin Bella
"Ini hasil perbaikannya tuan, saya telah mengganti kata-kata yang kurang masuk akal di laporan ini." ucap Bella
"Memangnya siapa bilang tidak masuk akal ? aku hanya ingin kau ganti kertasnya saja. yang tadi sudah benar" ucap Brayen tanpa menoleh
Apa ? mengapa tadi tidak memberi tahu ? Dasar gila. memang dia sengaja mengerjaiku. mana ada bos seperti dia. kesal
"Oh. begitu ya, baik lah saya akan kerjakan lagi. permisi tuan" jawab Bella dengan ekspresi kesal.
Brayen melirik wajah seketarisnya itu. lalu tersenyum menang saat melihat ekspresi nya.
Dasar Bodoh. batinnya