Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Sore in, tampak Arsen sedang merapihkan kamarnya. Dia ingin sedikit merubah suasana. Dia memasang lukisan pohon kering hitam putih di dinding, dan menambahkan miniatur Robot dan Super Hero di rak kayu khusus.
Dia sangat menyukai warna monokrom, hingga dekorasi kamarnya pun bernuansa abu-abu dan putih, membuat kamar tersebut tampak maskulin dan elegan.
Dia mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak terpakai ke dalam kardus. Tak lupa dia juga mengumpulkan buku-buku pelajaran, novel dan komik yang sudah pernah dia baca untuk dia bawa ke rumah singgah yang dia dirikan di bawah kolong jembatan.
Arsen membuka laci lemari paling bawah. Dia menemukan kotak kecil yang terbuat dari kayu. Dia tidak ingat pernah menyimpan barang itu sebelumnya. Dia mengambil dan membukanya pelan. Terlihat sebuah gelang tali warna hitam berbandul huruf A. Arsen teringat 10 tahun yang lalu ada seorang gadis kecil pernah memberinya sebuah gelang saat dia menolong gadis itu tersesat di hutan.
Flashback On.
Arsen dan keluarganya sedang berlibur di sebuah villa di Bandung. Arsen bermain basket sendiri di halaman belakang villa. Saat dia melepar bola, tidak sengaja bola itu terkena pohon dan terpantul ke arah hutan.
Arsen berlari menyusul bola. Saat dia menemukan bolanya, dia mendengar jeritan seseorang meminta tolong dari dalam hutan. Dia pun penasaran. Tanpa ada rasa takut, dia berjalan masuk ke dalam hutan dan mencari sumber suara.
Saat sampai di depan jurang, dia melihat seorang gadis seusianya sedang menangis sambil memegangi kakinya yang berdarah di bawah jurang.
"Hay..! Kamu sedang apa disana?" teriak Arsen.
Mendengar ada suara seseorang, gadis itu langsung mendongakkan kepalanya.
"Tolong aku!" teriak gadis itu dari bawah jurang.
"Tunggu aku!" teriak Arsen sambil merosotkan tubuhnya ke bawah jurang.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Arsen. Dia melihat kaki gadis itu berdarah.
"Hiks.. Kaki aku sakit." jawab gadis itu sambil menangis memegangi kakinya yang terluka.
"Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Arsen.
"Tadi aku main petak umpet sama abang-abangku. Tapi waktu aku mau nyari mereka, aku lihat ada kelinci lari ke hutan. terus aku ikutin. Terus aku mau pulang, tapi nggak tahu lewat mana. Terus aku kepleset. Hiks.." jawab gadis itu sambil menangis.
"Kamu tinggal di daerah sini?" Tanya Arsen.
"Iya, aku menginap di rumah nenek." jawab Gadis itu sambil mengangguk.
"Apa kamu nggak bisa jalan?" tanya Arsen. Gadis itu hanya menggelengkan kepala.
"Ayo aku gendong." ucap Arsen sambil berjongkok.
Lalu gadis itu naik ke punggung Arsen. Mereka berjalan mengikuti tanda yang Arsen tinggalkan. Arsen adalah anak yang pandai, sepanjang jalan tadi dia memberi tanda di setiap pohon, agar tidak tersesat.
Sampailah mereka di belakang villa Arsen. Dia masuk ke villa dan meminta bundanya mengobati gadis kecil itu. Bunda Angel terkejut, melihat putranya menggendong seorang gadis kecil dari dalam hutan. Arsen menceritakan bahwa dia menolong gadis itu tersesat di dalam hutan. Bunda Angel tersenyum dan segera mengobati luka gadis kecil itu.
"Ini buat kamu." ucap gadis kecil itu seraya memberikan gelang yang dia pakai kepada Arsen.
"Buat aku?" tanya Arsen.
"Iya. Terima kasih kamu udah nolongin aku. Kamu mau nggak jadi teman aku?" tanya gadis itu.
"Mau. Nama aku Caesar, nama kamu siapa?" tanya Arsen.
"Panggil aja aku, Rara." jawab Rara sambil tersenyum manis.
"Jadi sekarang kita temenan ya, Janji?" Ayra menunjukan jari kelingkingnya.
"Janji." ucap Arsen seraya mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari Ayra.
Mereka bercerita dan bercanda, lalu Rara di antar pulang oleh supir keluarga Arsen.
Mereka sudah membuat janji, besok pagi akan bertemu di perkebunan teh untuk bermain bersama.
Keesokan harinya, Arsen duduk di sebuah batu besar yang ada di sekitar perkebunan teh. Dia sedang menunggu Rara karena mereka berjanji akan bertemu di tempat itu.
Lalu ada tiga anak laki-laki nakal menghampirinya. Mereka memasukkan banyak kecoa mati ke dalam baju Arsen. Arsen ketakutan. Dia menangis meminta tolong. Tiba-tiba Rara datang dan memukuli tiga anak nakal tersebut hingga mereka menangis dan lari.
Arsen terus menangis ketakutan. Sejak saat itu, dia phobia dengan hewan yang bernama kecoa.
Flashback Off.
"Rara, gue harap kita masih bisa ketemu lagi." ucap Arsen sambari memakai gelang tersebut ke tangan kirinya. Dia tersenyum mengingat masa kecilnya bersama gadis kecil yang bernama Rara.
Dia menutup kotak kayu tersebut dan menyimpan kembali di dalam laci.
Di tempat lain.
"Rara tolong Aku, sakit. Rara bantuin Caesar, Ini sakit, sakit sekali hiks hiks." suara itu selalu terngiang di telinga Ayra. Sudah beberapa hari ini Ayra selalu memimpikan teman masa kecilnya. Dia selalu meminta tolong dan menangis kesakitan. Setiap Ayra bermimpi dia akan bangun dengan nafas yang tersengal-sengal. Dadanya terasa sakit dan juga selalu menangis. Seakan dia juga merasakan penderitaan yang anak itu alami.
(Hosh.. Hosh.. Hosh..) Ayra bangun dari tidurnya sambil memegangi dadanya.
"Caesar, sebenernya kamu kenapa? Apa kamu lagi sakit? Kenapa rasanya dadaku sakit banget setiap mimpiin kamu? Hiks.. Dimana kamu sekarang?" Ayra menangis, dia merasa sangat merindukan cinta pertamanya itu.
Dia bangun dari tempat tidur lalu membuka lemar. Dia mengambil kotak yang terbuat dari kayu dan membukanya. Ada sebuah buku diary warna biru di dalamnya dan terselip sebuah tangkai bunga Krisan yang telah mengering. Dia membuka dan membacanya sekilas. Dia tertawa geli, mengingat saat telinga Caesar kecil ditarik oleh ibunya karena memetik bunga yang baru saja tumbuh dan memberikan bunga itu padanya.
"Semoga kita bertemu lagi, Caesar." ucap Ayra sambil tersenyum.
Dia meletakkan buku diarynya ke tempat semula dan menyimpanya ke dalam lemari. Dia masuk ke kamar mandi dan bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah. Saat dia turun menuju ruang makan, dia melihat tiga sosok laki-laki tampan sedang asyik mengobrol bersama kedua orang tuanya dan kedua kakak nya.
"Eh, ngapain kalian pagi-pagi udah nongkrong dirumah gue?"
"Isshh.. Dasar Nenek. Kan elo yang nyuruh gue kesin. Katanya mau nebeng." ucap Darren.
"Lah, gue kan nyuruhnya elo doang, kenapa jadi rame-rame?" tanya Ayra.
"Kan gue sama Dave nebeng Darren juga.” jawab Keanu.
"Lahh, kenapa?" tanya Ayra.
"Pengen aja." jawab Dave.
"Cihh, terus kenapa pada disini? Kenapa nggak duduk di ruang tamu aja?" tanya Ayra sedikit kesal.
"Mau ikut sarapan juga. Hehehe..." jawab Darren.
"Idihh.. Emangnya di rumah kalian nggak ada makanan?" tanya Ayra.
"Gue males tiap hari sarapan sendirian. Gue juga pengen sarapan rame-rame." jawab Darren.
"Iya, kita juga! " ucap Keanu dan Dave serentak.
"Orang tua kamu masih di Singapura, Nak?" tanya Roland pada Darren.
"Iya, om. Jarang pulang. Lupa kali punya anak di Indonesia." jawab Darren.
"Haha... Jangan gitu. Lain kali kalau kamu kesepian, main aja ke sini sama bang Andra, bang Agra dan juga Ayra." ucap Roland.
"Eemm. Iya main sini aja. Temenim bang Andra sama bang Agra main PS." ucap Andra sambil memasukan roti ke mulutnya.
"Ohoho siap, bang." ucap Darren senang.
"Kita boleh ikutan kan, bang?" tanya Dave.
"Ya tentu, dong. Semakin ramai semakin asyik. Hehehe..." ucap agra.
"Ya sudah lanjutkan sarapannya. Kalian makan yang banyak, ya." ucap Ria pada Ayra dan kawan-kawannya.
"Dave, Darren, Keanu, lain kali kalau kalian males sarapan di rumah, ke sini aja, ya. Kita sarapan bareng-bareng." ucap Ria.
"Emangnya nggak ngrepotin, Tante?" tanya Dave.
"Nggak dong. Tante malah seneng banget loh kalau kalian kesini. Rumah Tante jadi tambah rame. Hehehe.." ucap Ria.
"Ya kan Mama cita-cita nya pengen punya anak sepuluh." ucap Agra sembari meminum susu.
"Eett dah. Banyak bener." ucap Keanu.
"Karena Tante ini Anak tunggal, jadi pengennya punya banyak Anak, biar nggak kesepian lagi." ucap Ria sendu
"Mereka semua kan juga anak-anak kita, Ma." ucap Roland sambil tersenyum.
"Iya, Tante. Kita kan anak-anak Tante juga." ucap Darren, Dave dan Keanu serentak sambil memasang wajah imut.
"Ululuh.. Senangnya punya banyak anak. Ganteng-ganteng lagi. Hehehe... " ucap Ria senang.
"Cihh, lebay beut dahh." ucap Ayra sambil menyincingkan sudut bibirnya.
Setelah mereka selesai sarapan, Ayra dan kawan-kawan pamit. Mereka mencium punggung tangan kedua orang tua dan kedua kakaknya. Sesampai di depan rumah, Ayra terkejut melihat mobil Lamborghini Aventador Roadster terparkir di teras rumahnya.
"Wazegelazze! Sultan mana nih yang nitip mobilnya di rumah gue?" tanya Ayra yang masih terkagum-kagum melihat mobil mewah di depannya.
"Sultan Darren Xavier Addison!" seru Dave dan Keanu serentak.
"Baru bulan lalu lo ganti mobil, sekarang ganti lagi? Hebat...hebat." ucap Ayra sambil menggeleng-geleng kepalanya.
"Anak Sultan mah bebas." ucap Keanu.
"Bagi gue dong satu. Hehehe..." rayu Ayra sambil memeluk lengan Darren.
"Nanti, kalau lo jadi Bini gue! Gue kasih semua harta gue ke elo... Hehehe.. " canda Darren.
"Serius lo? Yaudah kita nikah yuk! Sekarang juga bole. Hehehe... " ucap Ayra semangat.
"Idih Ogahh!" tegas Darren.
"Kenapa? Gue cantik, jago berantem, kaya pula. Kurangnya tinggi doang sh. Hehehe.." ucap Ayra cengengesan.
"Kita itu saudara sepersusuan, jadi sampe kapanpun gue nggak bakalan di kawinin ama lo. Ogeb!" tegas Darren sambil menonyor dahi Ayra.
"Iya kah? Hehe, kata siapa?" tanya Ayra.
"Kata Emak gue sih gitu." jawab Darren.
"Yaahh.. Nggak jadi kawin sama Sultan deh, gue." ucap Ayra sambil memajukan bibirnya.
"Eh, tapi nggak apa-apa deng. Itu artinya gue saudaraan sama Sulta. Hahaha... " ucap Ayra sambil merangkul bahu Darren.
"Iye, kita juga beruntung bisa temenan ma Sultan. Ya nggak, Dave?" tanya Keanu menyeringai.
"Iye bener. Semoga aja tuh Sultan dibukakan pintu hatinya. Terus bagi-bagi mobilnya ma kita. Yee, kan?" sindir Dave
"Haha.. Ntar kalau kalian nikah, gue hadiahin rumah satu-satu!" ucap Darren.
"Serius loo?" tanya Ayra antusias.
"Iyee, rumah hantu! Hahaha..." jawab Darren.
"Sialan lo!” Seru Ayra, Dave dan Keanu serentak.
Mereka berjalan masuk ke dalam mobil. Kini Ayra duduk di jok mobil belakang bersama Keanu.
"Haiiisshh... Beruntung nya gue ke sekolah dijemput Sultan dan para Tuan Muda tampan. Jojo pasti nyesel nih nggak ikuta. Hahaha.." ucap Ayra.
"Iishh.. Ngopot wae lo dari tadi. Diem ngapa?! Nggak encok tuh mulut ngemeng mulu?!" canda Keanu.
"Njirr.. Gelut ayok!" seru Ayra setengah bercanda.
"Suekk. Nantangin nih bocah. Awas lo!" seru Keanu sambil menggoyang-goyangkan kedua jari telunjuknya lalu menggelitik perut Ayra.
Ayra tertawa terbahak-bahak karena merasa geli. Sementara Dave Dan Darren hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya. Mereka menyetel lagu milik Bon Jovi yang berjudul It's My Life. Sepanjang jalan mereka berkaraoke sambil tertawa.
📽To be continue🎞
hai bang!