NovelToon NovelToon
Masalalu Yang Terulang

Masalalu Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Time Travel / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Mengubah Takdir / Jujutsu Kaisen
Popularitas:133
Nilai: 5
Nama Author: YuniPus

Arka kembali ke masa lalu di saat kota kelahiran nya masih aman dan sebelum gerombolan monster menyerang, Arka dengan kisah cinta mengejar perempuan cantik dari anak tuan penguasa kota dan kisah arka mengubah masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuniPus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Bab 25 – Keluarga Naga Bersayap

Mereka berjalan, dengan Lestari dan Arya mengikuti tepat di belakang grup tersebut.

"Sejak kapan kau mengenal Darma?" tanya Lestari menatap Arya, ia mencoba mencari tahu.

"Aku tak begitu mengenalnya, kami hanya berbincang sekali di perpustakaan," jawab Arya sambil mengangkat bahu.

"Dan ia mengizinkanmu untuk bergabung?" tanya Lestari terkejut. Darma dan Lestari merupakan teman akrab sejak kecil. Mereka telah saling memahami satu sama lain. Walaupun mereka begitu dekat, hubungan mereka tak selalu berjalan baik. Karakter Darma yang terlalu sombong dan tak menghargai orang lain, tentu saja, membuatnya menjadi orang yang menyebalkan, selain itu, Lestari tak ingin terlalu mencampuri urusannya.

Memikirkan semua misteri yang dimiliki oleh Arya, Lestari semakin mengerti. Walaupun ia tak tahu bagaimana Arya meyakinkan Darma, namun karena Arya pandai, tak ada yang sulit baginya.

Melihat Lestari dan Arya berbincang dan tertawa bersama, membuat Surya terbakar cemburu.

Dalam pemikirannya, hal itu hanya dapat terjadi jika Lestari bersamanya!

Arya telah mengambil posisi yang harusnya menjadi milik Surya.

Arya harus mati! Ekspresi Surya berubah sangar. Setelah tiba di alam liar, Arya tak akan dapat kembali ke Kota Gemilang! Namun hal ini tak boleh diketahui siapapun, terutama Lestari. Ia telah memikirkan cara untuk mengatasi Arya.

Kelompok tersebut meninggalkan kota, menempuh jalan setapak di Pegunungan Leluhur Agung.

Perjalanan ini akan memakan waktu 5 sampai 6 hari. Kemungkinan mereka akan menghadapi serangan binatang iblis ketika berkemah di alam liar.

Namun Arya memiliki insting yang kuat akan bahaya yang datang dan ditambah dengan pengalaman di masa lalu. Walaupun ia belum mencapai level perunggu. Namun binatang tersebut tak akan menyerangnya. Rute yang mereka lalui adalah rute yang aman.

Anggota mereka terdiri dari 6 orang level perak dan sisanya hampir semua adalah level perunggu bintang 3.

Bahkan Lestari telah mencapai level perunggu. Oleh karena itu, hanya Arya dan Surya yang paling lemah.

Namun, kabar Lestari telah mencapai level perunggu belum tersebar, jadi mereka belum menyadari hal tersebut.

Setelah berjalan selama 10 jam melewati jalan setapak pegunungan. Mendekati sore mereka tiba ditanah lapang yang luas. Darma menatap sekeliling. Dengan banyaknya pepohonan yang tinggi membuat lokasi ini cukup tersembunyi dan berkata "hari ini, kita berkemah di sini!"

Surya berjalan ke samping Lestari sambil berkata "Lestari, bagaimana jika kita satu tenda saja? Agar aku dapat melindungimu."

"Tak Perlu!" wajah putih Lestari menampakkan rasa ketidaksenangan. Ia tak mau berada dalam satu tenda dengan Surya. Kejadian terakhir membuatnya memiliki tanggapan yang sangat buruk terhadap sosok Surya.

Lestari memilih sebuah lokasi dan berkemah bersama beberapa gadis lainnya. Walaupun Arya berharap dapat berkemah bersama Lestari, ia tak menunjukkan sifat yang frontal seperti Surya. Oleh karena itu, Arya memilih lokasi terpencil dan berkemah di bawah bayangan pohon.

Malam semakin larut dan suara-suara serangga mulai terdengar.

Hanyut dalam lamunannya, Arya kembali mengingat masa lalu. Memikirkan apa yang dilakukan keluarganya. Walaupun ia telah lama berpisah dan belum mengunjungi mereka, namun ia berusaha menahan rasa itu. Institut Akademi Anggrek Suci adalah sekolah asrama, selain dari kalangan keluarga terpandang dan terhormat, para murid yang kedapatan kembali kerumah akan mendapatkan hukuman. Selain itu, jika keluarganya tahu ia melarikan diri dari sekolah, mereka akan menghukumnya.

Kesempatan itu hanya akan datang saat tes telah usai. Mereka akan libur sebulan dan dapat berkumpul dengan keluarga.

Sebelum kehancuran Kota Gemilang, keadaan ekonomi keluarga Arya begitu sulit, namun mereka tetap berjuang hari demi hari.

Memikirkan kehancuran Kota Gemilang, Arya mengepalkan tinjunya. Dalam beberapa tahun kedepan, Kota Gemilang akan berada dalam kekacauan karena serangan binatang iblis. Ia harus segera menjadi master yang memiliki kekuatan hebat sebelum hal itu terjadi, setidaknya mencapai level emas hitam atau level legenda. Hanya dengan cara itu kehancuran kota dapat diatasi

Oleh karena itu, waktu sangat singkat dan rencana yang telah ia susun adalah meningkatkan kekuatan terus menerus.

Hal berikutnya yang ia akan lakukan adalah mendapatkan lampu spiritual! Karena benda itu sangat penting untuk pelatihan masa depan!.

Arya duduk di bawah bayangan pohon, mengfungsikan alam jiwa yang ia miliki. Ia merasakan ada sesuatu yang tersembunyi, yang membuatnya penasaran ingin mencari tahu. Di kehidupan sebelumnya, ia tak pernah merasakan hal ini hingga sekarang, namun dengan tehnik cultivation yang saat ini ia latih, ia masih belum bisa mengetahui secara mendalam alam jiwa yang dimilikinya.

Alam jiwa yang awalnya berkabut, tak berbentuk. Dengan kekuatan dari jiwa yang ia miliki, cahaya terang cyan pun terlihat, perlahan-lahan membentuk sebuah lingkaran menyerupai bola.

Dengan tehnik penguatan yang mendalam, bentuk alam jiwa perlahan-lahan mulai menngalami beberapa perubahan dan berfungsi.

Kesepian yang mendalam dikegelapan malam.

Sementara itu, Keluarga Naga Bersayap di Kota Gemilang.

Saat itu, Sekar menatap keluar jendela. Siang tadi, ia menerima surat dari Arya bahwa ia akan pergi beberapa lama, menyuruhnya untuk beristirahat dirumah dan juga memberikannya sebuah resep obat. Setelah dua kali pemijatan dan berlatih tehnik Lightning Winged Dragon, kondisinya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, tak akan menimbulkan masalah dalam waktu dekat.

Pada akhirnya, Sekar tahu bahwa Arya pergi untuk menjelajah bersama kelompok Darma dan Lestari. Sekar merasa sakit hati. Mengapa Arya tak mengajaknya?

"Nona, Tuan memanggil anda di aula utama!" kata seorang pelayan dengan nada yang kaku.

Sekar mengerutkan dahi, tak tahu apa yang sedang terjadi. Ia berdiri lalu berjalan menuju aula utama.

Aula utama Keluarga Naga Bersayap.

Tuan rumah keluarga ini, Bapak Bambang, sedang duduk dikursi utama yang bertempat di aula utama. Dua baris kursi yang terletak masing-masing disisi kiri dan kanan duduk 6 pria yang berusia pertengahan. Mereka adalah sepupu Bapak Bambang dan para tetua Keluarga Naga Bersayap.

"Ayah, apakah ada sesuatu hingga aku dipanggil?" kata Sekar, sedikit membungkuk ke arah Bapak Bambang lalu menatap ke 6 tetua yang hadir.

"Kami memanggilmu karena ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." ekspresi wajah Bapak Bambang tak terlihat bahagia. Sekar menyadari bahwa ini pasti ada hubungan dengan beberapa pamannya. Sejak menjadi tuan rumah Keluarga Naga Bersayap, ke tiga pamannya tak menjalin hubungan baik dengan Bapak Bambang.

Tetua Yi yang duduk disamping tertawa, "keponakan Sekar, aku dengar beberapa waktu lalu, kau mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli rumput Purple Haze. Saat ini harga rumput tersebut telah menjulang tinggi ratusan kali lipat, harganya telah mencapai ratusan miliar. Dengan jumlah koin yang banyak, kejayaan keluarga kita akan segera kembali. Keponakan Sekar telah memberikan kontribusi yang besar, sungguh ini merupakan keberuntungan keluarga!"

Mendengar perkataan itu, Sekar mengerti apa yang sedang terjadi. Yi telah mendengar berita itu, makanya ia datang untuk menekan ayahnya demi mendapatkan bagian dari penjualan tersebut.

Mendengar persoalan ini, Bapak Bambang sama sekali tak senang. Tak perduli seberapa banyak Sekar membeli rumput tersebut, hal ini tak berhubungan dengan keluarga. Ini adalah tindakan pribadi Sekar!

Namun Yi tak menyerah, ia ingin penjelasan Sekar.

Sekar berdiri dengan bangganya, tegas dan berkata, "Tetua Yi, aku menghabiskan uang ku sendiri untuk membeli rumput tersebut, tak ada hubungannya dengan keluarga, betul kan? Atau jika ramuan dan baju baja dibeli oleh tetua Yi perlukah disampaikan kepada keluarga?"

"Kau..." Yi tak pernah menyangka bahwa Sekar akan membalas perkataannya.

Yi tak mengetahui bahwa sosok Sekar sebelumnya adalah anak yang patuh dalam keluarga. Namun setelah berhubungan dengan Arya, Sekar berubah. Ia diajarkan Arya satu hal: saat seseorang melihat sesuatu yang tak adil, maka ia harus melawan!

Bapak Bambang merasa senang mendengar perkataan Sekar. Ia lalu melihat Yi dan berkata "Yi, apa yang dikatakan Sekar itu benar, aku yakin bahwa ini bukanlah urusan keluarga!"

Yi terus berusaha dan berkata "hal ini tak bisa disamakan dengan permasalahan biasa, rumput Purple Haze seharga ratusan miliar bahkan trilyun koin. Ini dapat membantu keuangan keluarga dan kita tak akan berada di bawah Keluarga Karaton lagi." Yi menatap Sekar, "Jika Sekar berkontribusi melalui rumput Purple Haze kepada keluarga, lalu ia tak perlu menikahi Shen Fei!"

Kenyataannya adalah, Yi tak berpikir hal itu, ia hanya ingin Sekar menyerahkan rumput Purple Haze sebelum memutuskan hal yang lain. Sedangkan untuk persoalan pernikahan Shen Fei atau tidak, hal itu tak bergantung darinya, namun tergantung dari Keluarga Karaton.

Sementara 5 tetua lain sepakat dengan saran Yi. Jika rumput itu dimiliki oleh Sekar, maka tak akan menghasilkan apapun bagi mereka. Namun jika rumput itu berkontribusi untuk keluarga, lalu seluruh keluarga akan mendapatkan keuntungan. Bahkan 2 tetua yang sebelumnya berada di pihak Bapak Bambang akhirnya berubah pikiran.

Melihat situasi ini, Bapak Bambang melirik ke arah Sekar.

Sekar merasa kecewa. Mengapa ia selalu berkorban demi kepentingan keluarga? Kemana mereka yang lainnya? Untungnya Arya telah mengambil rumput tersebut darinya. Sekar berkata dengan lantang, "Rumput itu telah dibeli oleh seorang teman, dan telah diberikan semua sebelum harganya melambung. Ia telah memberikanku uang untuk membeli seluruh rumput Purple Haze. Oleh karenanya, itu bukan urusanku lagi"

"Apa?" wajah Yi berubah murung.

Bapak Bambang melihat Sekar dan bertanya, "Sekar apakah itu benar?"

"En" Sekar mengangguk dan membalasnya pelan, "itulah kebenarannya. Rumput Purple Haze tak lagi ditanganku!"

Ekspresi Yi berubah kecewa, "siapa temanmu itu dan apa asal usul keluarganya?"

"Aku berjanji kepadanya untuk menjaga rahasia!" kata Sekar, ia tak akan mengungkapkan identitas Arya kepada yang lain. Seberapapun besarnya tekanan yang ia terima, ia telah memutuskan untuk menjaga rahasia Arya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!