cuma karna melawan orang tua.. aku di jodohkan sama ceo perusahaan terkenal.. tapi umurnya bertaut jauh dengan aku.
membuat ku frustasi, dan kesal.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
ini karya ku yang ke 2 di aplikasi ini, jangan lupa vote, like, komennya ya guys..
salam anatul💕💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anatul💕💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Happy Reading
Enjoy up date..
Pagi hari
07.38
Siska bangun dari tidurnya, dengan suasana hati yang bagus, tiba tiba Siska mengingat sesuatu.
" Alex "
Dengan cepat Siska loncat dari tempat tidurnya menuju wastafel, mencuci muka nya sembarang dan berlari menuju kamar Alex, hal pertama yang ia temukan iyalah.
" kosong? "
Siska mengusap wajahnya kasar, lalu berlari lagi ke kamar mandi kamar nya tak lupa handuk di tangan nya, Siska melaksanakan mandi nya dengan keadaan cemas dan resah.
20 menit kemudian.
Dengan cepat Siska memakai bajunya lalu memoles wajah nya dengan bedak beby, sedikit pelembap di bibirnya dan segera berlari ke bawah untuk mencari pak sopir.
" pak pak! "
" iya non! "
Pak sopir berlari menuju ruang tengah.
" ya non? "
" anterin Siska ke kantor Alex ya pak? "
" tapi non, non belum ma- "
" itu masalahnya nanti aja pak, ini lebih genting "
" emang ada apa non? Kok gelisah gitu? "
" si Alex ngambek! "
Pak sopir menepuk jidat nya, tak lama dia pun tertawa keras, Siska yang melihat itu pun mengernyit bingung.
" ya ampun non.. jadi cuma karna itu? "
" iya "
" astaga! Gokil abis dah! "
" kenapa sih pak? emang ada yang lucu? "
" lah itu tuh.. ora popo non.. ntar balek dewe ke sifat asal le "
" kalo masalah gini mana bisa di anggap biasa aja pak, ntar Siska jadi bulan bulanan nya.. "
" emang kenapa biasanya? "
" diem seribu bahasa, gk mau noleh atau natap aku sedikit pun! "
" waduh! Piye iki! Wes wes! Tak anter ne, iso bahaya kui "
" bapak ngomong apa sih, dari tadi! Siska gak ngerti "
" oh itu, maaf non, kebawa bahasa dari kampung, non pasti gak ngerti ya? "
" gk juga, ada ngerti sikit, tapi gk semua "
" ohh.. pinter juga non Siska "
" lah! Ini kapan berangkat nya pak!? "
" astagfirullah! Monggo non, langsung aja ke parkiran "
Mereka berlari menuju parkiran, tanpa basa basi, Siska dan pak sopir langsung masuk ke mobil lalu melaju menuju menuju kantor.
Setiba nya di parkiran kantor.
" bapak pulang aja, mungkin nanti kalo Alex gk bisa antar, ntar Siska hubungi bapak "
" ok sop non! "
" sip pak, bukan sop! "
" oh iya, maksud nya itu.. "
" yaudah, Siska masuk dulu "
" sip "
Siska mempercepat jalan nya menuju left, semua orang hormat terhadap nya, (( sejak kapan? )) itu fikirnya, tapi Siska tidak ambil pusing, iya tetap fokus ke tujuan awal.
Tiba di lantai paling atas, Ceo Room.
Siska melirik dio yang terfokus oleh komputernya, Siska perlahan menghampiri Dio.
" hay kak.. "
" oh hay Sis.. tumben pagi, biasa siang "
" ini gara gara boss kakak tuh! "
" kenapa? "
" ngambek sama Siska, cuma karna gk sengaja manggil dia Om "
" astaga, bisa gitu? "
" ho'oh! "
" yaudah, kamu masuk aja, lagi gk ada tamu "
" makasih kak.. "
" jangan sungkan Sis.. lo tetap adik ipar gue "
Siska tersenyum, lalu berjalan menuju ruangan Alex.
Siska tidak menangkap sosok Alex sama sekali di ruangan itu, hingga Siska ingat, kalo ada ruangan prifat room di ruangan nya.
Perlahan Siska membuka pintu itu sambil mengintip di celah yang ada, yap! Alex sedang tertidur di kasur nya dengan keadaan yang masih rapih.
Siska menghela nafas berat melihat tingkah kekanakan suami nya ini, tanpa ragu Siska menghampiri Alex yang sedang tidur nyenyak di kasur nya.
Perlahan Siska mengusap rambut Alex lembut, tapi sepertinya keberuntungan tidak di pihak Siska saat ini. Alex terbangun dari tidurnya, dan menangkap objek Siska yang sedang berdiri di sampingnya, Alex menghadap ke samping kanan yang berlawanan dengan keberadaan Siska.
Siska mengernyit tak suka, lalu menarik Alex untuk menghadap nya lagi, dan menekan kedua pipi nya.
" masih ngambek ya pak? "
Alex menaikkan alis nya tak suka, lalu menatap Siska dingin. Siska merasa tak nyaman dengan situasi ini.
" lex, jangan gini dong.. aku kan cuma keceplosan tadi malam, maaf ya? "
Alex masih diam seribu bahasa, Siska melepaskan tangan nya dari pipi Alex, dan memilih ikut tidur di samping nya dan memeluk nya dari samping.
" masih gk mau maafin juga? "
(( ya allah.. kalo liat dia manja gini, gua mana tahan! ))
Alex memilih diam tanpa membalas pelukan Siska, Siska mengerucutkan bibirnya frustasi.
(( cara satu satu nya, plis.. noleh! ))
Cup
Siska mengecup singkat pipi Alex, dengan cepat Alex menatap Siska penuh tanda tanya.
" yey! akhirnya noleh, gk usah dingin dingin gitu napa lex.. aku kan jadi gk nyaman "
" lagian kamu nya, udah aku bilang jangan sebuat aku Om, masih aja manggil aku Om "
" ya.. siapa dulu yang duluan bilang aku bawel?! "
" itu kan lucu "
" gk! Aku gk mau, jelek amat panggilan nya, yang bagus dikit kek.. "
" yaudah, gimana kalo aku panggil Sica? "
Deg!
Seketika Siska memucat mendengar sebutan nama itu, Siska menggeleng kuat.
" kamu kenapa sayang? Kok kamu pucat mendengar nama itu? "
To Be Cauntinyue..
Salam Anatul 💕💕
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas