Menceritakan tentang seorang anak berumur 4 tahun bernama Aydin yang membutuhkan sosok Bunda. Aydin selalu diatur sang Ayah bagai robot, segala sesuatu yang dijadwalkan untuknya harus dilakukan tepat waktu. Karena sifat perfeksionis waktu sang Ayah yang merupakan seorang CEO perusahaan besar dan tidak bisa mempercayakan anaknya diasuh oleh keluarga maupun orang lain, karena kekayaan yang dimilikinya menjadi incaran mereka yang menginginkannya membuat Aydin selalu dalam bahaya. Mereka dipertemukan dengan Nayyara seorang mahasiswi semester akhir yang ceria, suka alam dan fotografi.
"Brukkk..." bunyi sesuatu jatuh
"Ah, apa ya ?" kaget Naya kemudian langsung berbalik dan melihat seorang anak kecil terduduk dilantai karna terjatuh
"Adek tidak apa-apa ?" Kata Naya sambil berlutut didepan anak kecil tersebut dan membantunya berdiri
"Bunda ? " kata anak tersebut
"Aydin ingin Bunda" sambung anak tersebut sambil menunjuk Naya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Mobil sedan yang mereka pakai sudah terlihat didepan mata, keringat Naya sudah bercucuran karena menggendong Aydin. Lumayan jauh jarak yang mereka tempuh. Pak supir yang melihat dari jauh langsung berlari mendekati mereka...
“Dennn, Aydin kenapa Neng ?” kata Pak Sulaiman yang menjadi supir mereka hari ini
“Em,,, anu pak. Tadi Aydin terjatuh disepeda dan sedikit mendapat luka” kata Naya sedikit ragu mengtakannya
“Owalah,,, Neng… Aden Muda tidak pernah naik sepeda ya wajar sih jika jatuh. Tapi Aden muda tidak terluka beratkan Neng ?” tanya sopir tersebut khwatir
“Tidak Pak, tida apa-apa hanya luka sedikit disiku lengannya. Oh ya Pak, bisa minta tolong ambilkan sepeda yang kami sewa tadi tidak ? tadi sepedanya saya tinggal dizona bunga Pak, saya panik dan melupakannya, hehe...” kata Naya meminta tolong untuk mengambil sepeda, jika sepeda tersebut hilang berapa uang yang akan dia keluarkan hanya untuk memakai sepeda tersebut selama 30 menit
“Baik neng, akan segera saya ambilkan. Itu kotak P3K ada dijok belakang ya neng” kata sang Bapak memberitahu Naya kemudian pergi meninggalkan mereka
Naya mendudukan Aydin yang ternyata terlelap dipunggungnya, mungkin karena lelah menangis. Pintu mobil sudah terbuka sehingga memudahkan Naya untuk meletakkan anak mochi kedalam mobil dan dengan penuh hati-hati Naya mengobati luka Aydin.
“Humfff,,, pertama kali mendapat client dan kini sudah membuatnya terluka. Apa aku bisa bertahan dengan pekerjaan ini” kata Naya mengulas balik kejadian tadi.
Naya sedikit bingung dengan pekerjaannya karena dia merasa seperti menjadi baby sisters yang menjaga anak kecil, bukan menjadi tourguide.
Setelah kejadian tersebut mereka langsung pulang ke rumah. Aydin yang masih terlelap dibiarkan tidur sejenak oleh Naya, kemudian Naya membersihkan dirinya setelah beraktifitas diluar.
Kini malam hari telah tiba, walau kegiatan hari ini begitu melelahkan dan merupakan hal yang baru bagi Aydin, tapi rasa senang dari hal tersebut masih berbekas disanubarinya. Saat ini sudah menunjukan jam 19.30 dan mereka sudah berada didepan meja makan untuk memulai makan malam.
“Bunda, Aydin mau itu” kata Aydin mnunjuk ayam kecap kesukaanya
“Ini ya sayang, ayam kecap ?” tanya Naya memastikan
“Iya, Aydin paling suka itu Bunda” kata Aydin semangat
“Terus Aydin mau apa lagi ?” tanya Naya saat sudah menaruh ayam kecap dipiring Aydin
“Itu daging itu Bunda” tunjuk Aydin kesalah satu makanan yang berada dimeja
“Apa ini namanya ? Perkedel ya ? baru pernah lihat nih Bunda” tanya Naya sambil mengambil daging yang ditunjuk Aydin
“itu namanya Kofte Neng” jawab bi Ira yang ada disamping meja makan
“Oh, makanan khas Turki ya ?” tanya Naya
“Iya Neng, karena tuan Derya blasteran Turki jadi harus ada makanan turki yang tersaji dimeja makan” jawab bi Ira
“Ooooh,, Bi Ira ayuk makan bersama” ajak Naya, merasa tidak enak
“Tidak usah Neng, nanti kami makan dibelakang saja bersama bi Ani dan yang lainnya” jawab bi Ira
“Hm,, ya sudah deh. Ayo Aydin kita mulai makan, ingat harus baca apa dulu ?” kata Naya
“Baca do’a. tapi Aydin ingin itu juga bunda” kata Aydin yang ternyata masih menginginkan sesuatu
“Yang mana sayang ?” tanya Naya, dia kaget melihat porsi makan anak ini, pantas saja menjadi subur dan pipi mochinya makin berkembang
“itu Bunda sayur yang itu, kata Ayah Aydin juga harus makan sayur biar sehat” jawab Aydin
Sebenarnya Naya sudah ingin menegur jika Aydin ingin mengambil lauk lagi tanpa sayur, ternyata anak Mochi ini sudah dibiasakan sang Ayah untuk memilih makanan seimbang.
“Nah, sekarang yuk baca do’a” Naya sudah lapar karena tenanganya terkuras menggendong anak mocha sore tadi, sehingga dia ingin buru-buru makan tapi karena sungkan jdilah di menahannya
“Baik Bunda “ merekapun baca do’a dan makan dengan hening. Naya tidak menyukai menu turki yang ada dimeja, seperti roti yang bertoping daging itu Naya tidak menyukainya. Karena penasaran dia mengambilnya sedikit tadi. Naya juga baru tahu jika Derya bosnya itu adalah belasteran, pantas saja hidungnya sangat mancung dan berkulit bak putih salju.
Setelah beberapa saat mereka sudah selesai makan dan berkumpul diruang keluarga. Disan ada tv besar dan banyak mainan Aydin yang tersusun rapi dilemari.
“Hm,,, anak ini benar-benar sangat nyaman hidupnya . Mainan saja ada beberapa lemari, ckckck” decak Naya dalam hati
“Aydin mau main apa ?” tanya Naya saat mereka sudah duduk disana
“Aydin mau main tablet aja Bunda, mau melihat video Beruang” kata Aydin
“Kenapa tidak main itu Sayang, main tablet bisa merusak maya lo…” kata Naya
“Hm,,, Aydin tidak ada teman untuk bermain mainan Aydin Bunda…” jawab anak tersebut sedikit sedih
“Ayo main sama Bunda, kita main bongkar pasang mau ?” kata Naya mulai beranjak mengambil salah satu mainan yang ada dilemari
“Maaauuuuu…” teriak Aydin semangat
“Wah, Aydin mau bikin rumah kayak digambar ini Bunda, bagaimana caranya Bunda ?” tanya Aydin semangat
“Nah, Aydin bikin legonya jadi bentuk balok ya, setelah itu baru kita bikin atapnya” kata Naya mengarahkan Aydin
“Oke Bunda, siyaappp…” Aydin Nampak gembira dengan hal baru yang dia lakukan
Mereka asyik menyusun dan membongkar balok lego didepan mereka, terutama Aydin. Dia sangat senang dan malah mengumpulkan semua balok lego dekat dengan dirinya, hanya menyisakan sedikit untuk Naya.
Sesekali Naya menjahili Aydin dan mengambil balok lego milik Aydin dan berucap bahwa jika diambil balok legonya, legonya tidak akan cukup untuk membuat balok membangun rumah. Disaat mereka sedang terhanyut dengan apa yang mereka kerjakan, tiba-tiba….
.
.
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Buna => bunda
tapi.. tak apa Ton lanjutkan 🤣🤣🤣🤣