Kisah dua insan yang saling mencintai, namun terhalang oleh restu orang tua. Seorang pemuda nan soleh jatuh cinta kepada seorang gadis yang biasa saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karina Cemburu?
Kata orang cemburu berarti Cinta
Apa benar kalau cemburu itu Cinta?
Entahlah, yang pasti hanya yang cemburu lah yang tahu jawabnya
Cemburu lah dengan wajar
Karena dari situlah kamu belajar
Belajar untuk mencintai dan menyayangi
Seorang hamba dengan setulus hati
Tanpa pernah meminta pamrih
...*****...
Karina yang masih saja terus memikirkan, apa yang tengah di lakukan sahabat-sahabatnya saat ini. Hatinya tak tenang, sehingga dia pun menghubungi Riko.
Setelah terhubung, Riko pun mengangkatnya.
Tut ... tut ... tut ....
"Assalamualaikum, ada apa, Rin?"
"Waalaikumsalam, Ko kalian dimana, sih? Dan lagi pada ngapain?" tanya Karina sangat penasaran.
"Rin, jangan khawatir! Kita baik-baik aja, kok. Kamu nikmati aja waktu kamu, ya! Ok, bye, Rin!"
"Tapi, Ko, halo ... Ko ...?" Riko menutup telponnya tanpa sempat Karina untuk bicara lagi padanya.
"Riko gimana, sih? Apa dia nggak ngerti kalau aku sangat mengkhawatirkan mereka?"
Karina semakin kesal karena Riko menutup telponnya begitu saja.
Riko kembali menemui Riri dan berkata, "Tadi, Karina menelpon ku. Dia tanya, kita dimana dan sedang apa," terangnya pada Riri.
"Terus, kamu bilang apa padanya?"
"Aku minta dia untuk jangan mengkhawatirkan kita. Supaya dia juga bisa menikmati waktunya." jelas Riko.
"Oh, begitu. Oh ya, Ko kita akan melakukan apa disini?" tanya Riri bingung harus apa.
"Tidak ada, aku hanya ingin kamu merasa lebih baik. Jadi, apa sekarang kamu sudah merasa lebih baik?"
Riri tersenyum dan berkata, "Emmm, ya aku merasa jauh lebih baik sekarang. Terima kasih, ya! Kamu udah ajak aku ke tempat yang indah ini. Ini akan menjadi kenangan terindahku disini. Jika, nanti aku telah kembali ke tanah air."
Mendengar itu, Riko dengan terburu memberondong pertanyaan beruntun pada Riri.
"Kenapa kamu bilang begitu, Ri? Bukankah, apa yang kamu cari belum kamu dapati? Kenapa, kamu mau pulang ke tanah air begitu cepat? Kenapa, Ri? Kenapa?" desak Riko.
Dengan santai serta senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya, Riri menjawab semua tanya Riko padanya.
"Ko, waktu tidak akan pernah menunggu siapa pun. Apa lagi membutuhkan siapa pun. Waktu akan selalu berganti dan berlalu. Bahkan, bila perlu aku akan memanfaatkan setiap detiknya. Seperti udara yang selalu kita hirup setiap detiknya, begitu pula waktu. Aku yakin dan percaya pada saat yang tepat aku akan bertemu dengannya. Dimana pun dan kapan pun itu. Aku akan selalu mencarinya, Ko. Saat ini yang aku butuhkan adalah waktu untuk membenahi diri, agar aku lebih tangguh di banding sekarang. Jika telah kembali ke tanah air nanti, aku akan belajar dengan giat agar menjadi wanita yang kuat."
Dengan begitu panjang dan lebarnya Riri mengutarakan jawabannya pada Riko. Dengan sabar pula Riko mendengarkan penuturan Riri padanya.
Mereka saling tersenyum dan mulai berjalan berkeliling tempat itu. Sambil menikmati gugurnya bunga sakura yang menerpa mereka.
Tiba-tiba saja Riko bicara yang membuat Riri merasa canggung karenanya.
"Suasananya romantis, ya?" tukasnya begitu saja.
Riri terdiam, kecanggungan diantara mereka mulai terasa. Riko berinisiatif agar meredakan suasana canggung diantara mereka.
"Ri, aku capek, nih. Istirahat di sana, yuk!" tunjuk nya pada sebuah kursi panjang yang ada di tempat itu.
"Oke," jawabnya singkat.
Di sana ada banyak muda-mudi yang tengah asyik berfoto dan bercengkrama. Mereka terlihat begitu bahagia. Seolah dunia hanya milik mereka. Riko dan Riri sedang duduk di bangku, tiba-tiba saja ada seorang pria meminta tolong padanya. Agar dia memotret pria itu dan juga kekasihnya.
"Sumimasen, shashin o totte itadakemasu ka?" tanya si pria pada Riko.
(Maaf, bisa tolong foto 'kan kami?)
"Tashika ni, doko?" jawab Riko pada pria itu dengan ramah.
(Tentu, dimana?)
Dari kejauhan, Riri memperhatikan Riko yang tengah memotret pria asing itu. Dia semakin kagum pada Riko. Pribadi pria itu begitu baik dan ramah pada semua orang. Sekali pun orang itu baru ia temui.
***
Semua orang tengah asyik menikmati waktu yang ia berikan, Minami justru sibuk dengan pekarangan rumahnya. Dia juga tak lupa untuk merawat dan membersihkan tanaman-tanaman yang ia tanam.
Saat ia sedang menyiram tanamannya, terdengar langkah kaki seseorang. Benar saja, ada orang yang datang ke rumahnya. Siapa lagi kalau bukan Karina.
Dengan langkah gontai dia berjalan menuju ke arah Minami.
"Assalamualaikum, aku pulang, Bu!" ucapnya dengan sangat lesu dan tak bersemangat sama sekali.
Walau pun Minami bukanlah seorang muslim, dia tetap menjawab salam dari Karina. Mereka memang sudah terbiasa hidup bertoleransi. Apa lagi mereka juga tinggal satu rumah.
"Waalaikumsalam, Karina. Kamu kenapa cepat sekali pulangnya, ada apa?"
Dia hanya cemberut ketika di tanya oleh Minami. Lalu, dia masuk begitu saja tanpa kata dan berlalu pergi.
Minami benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di hadapannya. Dia hanya membiarkan Karina, melakukan apa yang dilakukannya.
Tidak biasanya Karina bersikap seperti itu. Hari ini, Minami melihat sisi lain dari diri Karina yang tak pernah terlihat sebelumnya.
"Kemana Karina tadi? Kenapa dia tidak memanfaatkan waktu yang aku berikan?" Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Lalu, dia pergi ke kamar Karina. Benar saja, dia ternyata sedang tidur dan menutup dirinya dengan selimut.
"Karina, kamu kenapa? Hari ini kamu terlihat begitu berbeda dari biasanya. Ada apa? Ceritalah padaku Karina!" kata Minami yang sudah duduk di samping tempat tidur Karina. Dia tahu, bahwa Karina saat ini memang tidak sedang tidur.
Karina akhirnya membuka selimutnya dan berkata, "Bu, apa Ibu pernah merasakan sesuatu yang aneh? Maksudku, pernahkah Ibu merasa sedih dan kecewa di saat Ibu tidak tahu apa yang tengah sahabat-sahabat Ibu lakukan?"
Minami kini mulai mengerti dengan apa yang di alami oleh Karina.
"Mungkinkah, saat ini kau tengah cemburu?"
"Bukan seperti itu, aku hanya ingin tahu kemana Riko membawa Riri pergi? Hanya itu saja, kok!" bantahnya pada Minami dengan sedikit marah.
"Karina, terkadang kita tidak tahu apa yang tengah terjadi pada perasaan kita. Kita juga merasa kesulitan untuk memahami apa yang hati kita inginkan. Tetapi, cobalah kamu pahami dengan teliti! Apa yang sebenarnya kamu rasakan terhadap Riko. Hanya kamu yang tahu tentang semua itu, Karina! Bukan orang lain! Orang lain hanya bisa menduga-duga saja." tegas Minami pada Karina.
Minami pergi dan meninggalkan Karina sendirian. Dia tidak ingin menggangu Karin yang tengah di landa asmara saat ini.
Tiap kata-kata yang di sampaikan Minami, membuat Karina memikirkannya terus. Karina bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Apa benar aku tengah cemburu pada Riri? Rasanya itu tidak mungkin. Satu hal yang membuatku tidak mengerti. Mengapa aku merasa sedih saat Riko lebih perhatian pada Riri? Oh, entahlah. Sebaiknya aku tidur saja, mungkin nanti aku merasa jauh lebih baik setelah bangun."
***
Mungkin Ryu lebih condong ke sifat ibunya
Sosoknya masih misterius, semoga dia juga orang baik
Hey kaum adam! Awas aja ya kalau kalian berani bikin Puri patah hati maka kalian akan dihajar olehnya
Gibran kamu mau tahu siapa yang ada dihati Riri? Sini aku bisikin namanya itu Ryu
Riko,Riri takut teman-teman sekolahnya digondol maling jadi dia agak ragu untuk ikut pergi sama kamu😂
Meski begitu tetap aja hati Rico hancur berkeping-keping
Tapi syukurlah, Riri ada tempat tinggal.
Daesuke kamu harus move on dan cobalah membuka hatimu kembali untuk wanita lain
Itu benar banget Gibran, kamu itu membuat Riri jadi gak fokus belajar tahu tapi Riri tak mau mengakuinya
Terus nanti Ryu gimana? Apa dia bukan jodohnya Riri?
Gibran sama Roni lucu banget sih kalian😂
Cowok kayak kamu termasuk langkah Ryu
Riri ibumu nyembunyiin kunci dipot kalau aku sih nyembunyiin kunci rumah dibawah keset yang ada didepan pintu
Jadi Riri menolak tawaran orang itu dong kalau dia mau pulang keIndonesia? Kalau Karina gimana?
Puri aku yakin Riri juga merasakan hal yang sama kaya kamu. jadi bersabarlah kalian pasti dipertemukan lagi sama Authornya ya😁
Ya ampun itu namanya ikatan batin ya Ryu, gak lihat orangnya tapi kamu bisa merasakan kehadirannya
The best deh Ryu, suka sama karakternya