NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: tamat
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Prang.

Sebuah vas porselen mahal hancur berkeping-keping menghantam pilar kayu di ruang kerja Kepala Tetua Lin Zhen.

Pecahan keramik berserakan di atas karpet bersama dengan tumpahan air yang membasahi lantai.

"Kau sungguh memalukan, Lin Jian!" bentak Lin Zhen dengan urat leher yang menonjol karena amarah.

"Hanya karena sebuah kepala terpenggal dan pelayan yang mati keracunan, kau mengunci dirimu di kamar seperti pengecut!"

Lin Jian duduk berlutut di tengah ruangan dengan wajah yang masih sangat pucat dan kantung mata menghitam.

Pemuda itu gemetar hebat, sisa-sisa ketakutan dari teror tadi malam belum sepenuhnya hilang dari pikirannya.

"Kakek tidak melihatnya sendiri." ucap Lin Jian dengan suara bergetar dan parau.

"Pelayan itu mati meleleh di depan mataku, racunnya sangat mengerikan dan tidak wajar."

"Lalu kau menyimpulkan bahwa sampah yang tidak bisa berkultivasi itu yang melakukannya?" cibir Lin Zhen dengan nada merendahkan.

"Lin Xiao bahkan belum pernah keluar dari kota ini, dari mana dia mendapatkan racun tingkat tinggi seperti itu?"

"Itu pasti dia, Kakek!" bantah Lin Jian dengan cepat.

"Tulisan darah di dahi pelayan itu sangat jelas mengancam nyawaku."

Lin Zhen mendengus kasar dan berjalan mengelilingi meja kerjanya dengan langkah berat.

Pria tua itu menatap cucunya dengan pandangan penuh perhitungan dan kelicikan.

"Ada dua kemungkinan yang terjadi di sini." ucap Lin Zhen mulai menganalisis situasi dengan tenang.

"Pertama, Lin Xiao secara kebetulan diselamatkan oleh seorang ahli racun yang lewat di Hutan Kabut Berdarah."

"Atau yang kedua, Lin Tianhai diam-diam masih memiliki hubungan dengan tokoh kuat di luar sana." lanjut Lin Zhen sambil mengelus jenggotnya.

"Tokoh kuat itu yang membantu Lin Xiao membunuh kelompok Serigala Hitam dan mengirimkan peringatan ini."

Lin Jian mengangkat kepalanya dengan raut wajah semakin panik.

"Jika benar begitu, bukankah kita dalam bahaya besar, Kakek?"

Plak.

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lin Jian, membuat pemuda itu tersungkur ke lantai.

"Jangan tunjukkan wajah penakutmu di depanku!" teriak Lin Zhen penuh amarah.

"Kita adalah penguasa sebenarnya di Klan Lin ini, kita tidak akan mundur hanya karena gertakan murahan."

Lin Jian memegangi pipinya yang merah dan kembali berlutut dengan patuh.

"Maafkan aku, Kakek. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Kita tidak bisa lagi menggunakan cara sebelumnya untuk menyingkirkan mereka." jawab Lin Zhen dengan mata menyipit tajam.

"Jika ada ahli racun di belakang mereka, pembunuh bayaran biasa hanya akan membuang-buang uang kita."

"Kita akan menggunakan aturan mutlak klan untuk mengusir mereka secara resmi." lanjut Lin Zhen sambil tersenyum licik.

"Bulan ini adalah jadwal pembagian sumber daya tahunan untuk semua tetua klan."

Mata Lin Jian sedikit berbinar mulai memahami arah pembicaraan kakeknya.

"Maksud Kakek, kita akan memotong jatah obat untuk paman Tianhai?"

"Bukan hanya memotongnya." jawab Lin Zhen dengan tawa dingin.

"Aku akan mencabut seluruh haknya atas kediaman dan fasilitas medis klan."

"Aturan klan menyatakan bahwa tetua yang tidak memberikan kontribusi selama tiga tahun berturut-turut akan dicabut statusnya." jelas sang Kepala Tetua.

"Lin Tianhai sudah menjadi cacat tak berguna selama tiga tahun penuh."

"Besok, aku akan mengumpulkan semua tetua di balai utama dan melakukan pemungutan suara." ucap Lin Zhen dengan nada mutlak.

"Setelah mereka kehilangan status dan rumah, Lin Xiao akan berlutut mengemis di kakiku."

Lin Jian tersenyum lebar mendengar rencana sempurna itu, rasa takutnya perlahan digantikan oleh antusiasme yang kejam.

"Kakek sungguh jenius, mereka tidak akan bisa melawan aturan resmi klan."

"Pergilah dan bersihkan dirimu." perintah Lin Zhen sambil melambaikan tangannya.

"Fokuslah berlatih untuk turnamen klan, biarkan urusan politik ini aku yang menyelesaikannya."

Sementara itu, di area kumuh di bagian belakang kediaman Klan Lin.

Sinar matahari pagi menyinari halaman kecil yang dipenuhi rumput liar tersebut.

Kriet.

Pintu kamar Lin Tianhai terbuka perlahan, menampilkan sosok Lin Xiao yang baru saja kembali dari perjalanannya.

Jubah hitam usangnya sudah dia buang, kini dia mengenakan pakaian biasa yang terlihat bersih.

"Tuan Muda sudah pulang!" seru Paman Zhou yang sedang menyuapkan bubur encer untuk Lin Tianhai.

Pelayan tua itu langsung meletakkan mangkuknya dan bergegas menyambut Lin Xiao.

Lin Tianhai menoleh ke arah pintu dengan raut wajah lega yang sangat kentara.

"Xiao'er, syukurlah kau kembali dengan selamat." ucap pria paruh baya itu dengan suara serak.

Lin Xiao tersenyum hangat dan berjalan mendekati ranjang ayahnya.

"Tentu saja aku kembali, Ayah. Aku sudah berjanji tidak akan bertindak gegabah."

"Apakah kau berhasil menemukan Rumput Tulang Besi itu?" tanya Paman Zhou dengan nada penasaran sekaligus khawatir.

"Hutan Kabut Berdarah sangat berbahaya, banyak kultivator berpengalaman yang tidak pernah kembali dari sana."

Lin Xiao tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan merogoh kantong kain di balik bajunya.

Srak.

Dia mengeluarkan sepuluh batang rumput berwarna abu-abu mengkilap dan meletakkannya di atas meja kecil di samping ranjang.

Daun-daun kaku tanaman itu memancarkan energi elemen logam yang sangat khas.

Mata Paman Zhou membelalak lebar melihat tumpukan tanaman obat langka tersebut.

"Surga yang agung, ini benar-benar Rumput Tulang Besi!" seru Paman Zhou tidak percaya.

"Kau benar-benar mendapatkannya sendirian, Xiao'er?" tanya Lin Tianhai dengan nada takjub bercampur bangga.

"Bahkan kultivator tahap Pembentukan Dasar tingkat keempat pun akan kesulitan mengumpulkan sebanyak ini dalam satu hari."

"Aku hanya beruntung, Ayah." jawab Lin Xiao merendah, menyembunyikan fakta tentang pembantaian beruang dan tentara bayaran.

"Aku menemukan tempat tersembunyi yang belum pernah dijamah orang lain."

"Syukurlah, dengan ini kau bisa menyelesaikan misi klan itu." ucap Lin Tianhai menghela napas lega.

"Kepala Tetua tidak akan punya alasan lagi untuk menghukummu."

Lin Xiao tersenyum tipis mendengar nama Kepala Tetua disebut.

'Menghukumku? Mereka bahkan sedang menangis ketakutan sekarang.' batin Lin Xiao dengan dingin.

"Misi itu bisa menunggu." ucap Lin Xiao sambil duduk di tepi ranjang.

"Sekarang, ada hal yang jauh lebih penting yang harus aku lakukan."

1
VirgoRaurus 31Smile
luar biasa... satu sekte sampai punya ratusan tetua...
VirgoRaurus 31Smile
mantan suami... nikah aja nggak...
VirgoRaurus 31Smile
prett... masih juga di ranah pembentukan dasar level 7... meskipun puncak tetap aja level 7...
VirgoRaurus 31Smile
pedang MC di arahkan ke leher pendeta tapi yg kena jantung nya... apakah pendeta itu melompat ya... tapi tadi kayaknya gak melompat lho... MEMBAGONGKAN.
VirgoRaurus 31Smile
baru di ranah dasar level 8 sudah jadi pendeta tinggi... di mana-mana kekuatannya masih di ranah dasar, apa gak ada yg lebih tinggi lagi Thor...dari awal bab tingkatan ranah juga gak diceritakan.
VirgoRaurus 31Smile
cuma naik satu level... dg mengkonsumsi 10 botol dan ratusan pil... luar biasa Thor... luar biasa PELIT.
VirgoRaurus 31Smile
kalian adalah kata ganti untuk lebih dari satu orang, kalau untuk satu orang harusnya mu atau kau... bukan kalian.
VirgoRaurus 31Smile
baru saja di mulai... kan sudah mulai dari tadi... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
baru tahu ada senyum histeris 🤭
VirgoRaurus 31Smile
Ma Teng sedulure Men Tah 🤣
VirgoRaurus 31Smile
melemparkan mereka... gak ada kata yg lebih halus ya Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
harta Karun herbal yg ditemukan MC dan Meng Shan dimana, hilang atau di bawa tuh...
VirgoRaurus 31Smile
untuk selamanya... katanya untuk 100 th kedepan... yg benar yg mana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
cuma menerobos satu level doang...
VirgoRaurus 31Smile
dari mana dia tahu, bahwa MC yg membunuh teman teman sekte pedang awan surgawi...?
VirgoRaurus 31Smile
bangkai bukan mayat
VirgoRaurus 31Smile
bertopeng bambu apa bertopi bambu Thor... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
ini kalimat jawab, bukan ucap ucap
VirgoRaurus 31Smile
kok bisa KULTIVASInya hancur... kan yg terkena pukulan dada bukan dantian, dantian letaknya satu Senti di bawah pusar.
VirgoRaurus 31Smile
serangan sihir...??? jurus apa sihir Thor...???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!