NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 21

Deretan lentera gantung berkisi kayu di langit-langit Kompleks Kantin Bintang berayun pelan, membiaskan bayangan samar yang bergoyang di atas jubin lantai. Suasana yang tadinya riuh oleh gemuruh obrolan para murid mendadak mati angin. Runtuhnya bagian tengah meja kayu jati tebal di hadapan Mo Qi masih menyisakan serbuk kayu halus yang beterbangan lembut di udara sore, menyegel keberanian siapa pun di dalam ruangan itu untuk sekadar bernapas kencang.

Shen Jue melangkah tenang menuju pintu keluar kantin, diikuti oleh Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi. Namun, tepat ketika jemari Xi'er hendak menyentuh selasar pintu kayu, sebuah bayangan tegap mendadak memotong jalan mereka.

Seorang pemuda berwajah tirus dengan jubah biru tua bersulam benang perak melangkah keluar dari meja khusus di area paling depan. Namanya adalah Chen Xiang, sepupu dekat dari Zhongli Chen yang memiliki Roh Senjata Pedang Gerigi Perunggu. Di belakangnya, lima murid tingkat menengah dari kota besar ikut melangkah maju dengan raut wajah berang, memblokir tangga keluar.

"Berhenti di sana, anak-anak desa!" gertak Chen Xiang dengan suara melengking yang penuh dengan rasa terhina.

Xi'er menghentikan langkahnya, menatap pemuda berwajah tirus itu dengan alis bertaut. "Mau apa lagi kalian? Kami mau keluar!"

Chen Xiang tidak menjawab pertanyaan Xi'er. Matanya melirik ke arah Mo Qi yang masih berdiri pucat pasi di sudut meja yang hancur, lalu beralih menatap Xi'er dengan sudut bibir terangkat culas. Bagi murid-murid dari klan besar, dipermalukan oleh bocah desa di depan puluhan pasang mata adalah noda yang tak terampuni. Jika mereka membiarkan kelompok Shen Jue berjalan keluar begitu saja, nama baik kubu Zhongli Chen di Akademi Canglan akan runtuh dalam sehari.

"Pergi begitu saja setelah membuat keributan?" cemooh Chen Xiang sambil melangkah mendekati Xi'er dengan gaya mengintimidasi. "Gadis kecil dari desa perbatasan sepertimu tidak tahu tata krama. Kau pikir tempat ini hutan liarmu?"

Sret!

Tanpa peringatan, Chen Xiang mengulurkan tangan kanannya yang dibungkus energi spiritual tipis, mencoba mencengkeram bahu Xi'er secara kasar untuk menariknya jatuh ke lantai.

"Jaga tanganmu!" bentak Xi'er sambil melompat mundur dengan kelincahan alaminya.

Namun, Chen Xiang sengaja mempercepat gerakannya. Pendar cahaya perunggu berkedip di telapak tangannya, menciptakan dorongan angin tajam yang mengincar leher Xi'er.

Brakkk!

Sebelum telapak tangan Chen Xiang berhasil menyentuh jubah Xi'er, sebilah batang besi hitam raksasa mendadak menghantam lantai kayu di antara mereka berdua. Gelombang tekanan fisik yang teramat tebal menyembur keluar, mematahkan dorongan angin perunggu milik Chen Xiang dan memaksanya melangkah mundur tiga tindakan dengan wajah terperanjat.

Gongsun Zhi berdiri tegak bagai pilar karang di depan Xi'er. Punggungnya yang lebar menutupi tubuh gadis itu sepenuhnya. Kedua tangan kekarnya menggenggam erat batang Tombak Besi Hitam yang masih terbungkus kain rapat, matanya yang tajam bagai elang menatap Chen Xiang tanpa kejipan.

"Tangan kotormu tidak pantas menyentuh temanku," ucap Gongsun Zhi dengan suara berat yang dalam, bergaung menggetarkan papan lantai kantin.

Chen Xiang meringis tertahan, meremas pergelangan tangannya yang terasa kebas akibat benturan tekanan tombak Gongsun Zhi. Rasa malu membakar dadanya hingga matanya memerah penuh amarah.

"Bocah keras kepala! Kau berani menyerangku?!" teriak Chen Xiang murka.

"Serang mereka!" seru Chen Xiang memberi perintah pada lima murid di belakangnya. "Hancurkan tombak tua itu dan ajari anak-anak desa ini cara berlutut!"

Wusss! Wusss!

Pendar cahaya spiritual berwarna-warni seketika meledak di area pintu keluar kantin. Tiga orang murid kota memanggil Roh Senjata mereka—sebilah Pedang Gerigi Perunggu milik Chen Xiang, sebuah Gada Besi, dan sepasang Pisau Lempar. Sementara dua murid lainnya mengaktifkan Roh Binatang berbentuk cakar serigala abu-abu. Mereka melompat maju bersamaan, mengepung Gongsun Zhi dari tiga arah berbeda.

Jeritan kaget terdengar dari murid-murid lain di dalam kantin. Piring-piring tanah liat dan mangkuk kayu berhamburan jatuh saat orang-orang berdesakan mundur menghindari area pertempuran.

"Gongsun, awas samping kiri!" seru Xi'er sambil menyipitkan matanya tajam.

Di tengah kepungan lima serangan yang memancar tebas di udara, Gongsun Zhi tidak menunjukkan sedikit pun kepanikan. Mengingat dengan sempurna petunjuk pernapasan perut bawah yang diajarkan Shen Jue, Gongsun Zhi menarik napas dalam, membiarkan tumpuan gravitasinya mengendap stabil di dasar pijakan kakinya.

Ia tidak mengangkat tombak beratnya dengan gertakan otot bahu yang kaku, melainkan mengayunkan pangkal tombaknya dalam lintasan melingkar yang halus dan bertenaga murni.

Ssswt... Bumm!

Garis sapuan tombak hitam itu menciptakan gelombang dorongan angin tak kasat mata yang teramat padat. Tebasan Pedang Gerigi milik Chen Xiang dan hantaman Gada Besi di sampingnya beradu keras dengan kain pembungkus tombak Gongsun Zhi.

Klanggg! Klanggg!

Percikan api membumbung di udara. Dua murid kota pemegang gada dan pedang terhempas mundur secara bersamaan, lengan mereka gemetar hebat tak sanggup menahan bobot murni dari sabetan tombak Gongsun Zhi.

"Kekuatan fisik apa ini?!" gumam pemegang Gada Besi dengan wajah pucat, merasakan tulang jarinya hampir retak.

Namun, dua murid pengguna Roh Binatang Serigala memanfaatkan celah dari samping, melompat cepat dengan cakar terentang mengincar rusuk Gongsun Zhi yang terbuka.

"Jangan lupakan aku!" seru Xi'er dengan suara jernih.

Set!

Bayangan perak melintas cepat bagai kilatan petir di remang-remang kantin. Xi'er mengaktifkan kekuatan Musang Bayangan Perak-nya, meluncur rendah di lantai batu. Jemari lenturnya yang memancarkan pendar cakar perak menyabet tepat pada pergelangan kaki kedua penyerang tersebut dengan presisi tinggi.

"Aghhh!"

Dua murid serigala itu menjerit kesakitan saat keseimbangan mereka patah di udara, terjerembap keras menghantam meja-meja kayu hingga hancur berkeping-keping.

Perkelahian di kantin pecah menjadi kekacauan besar. Kombinasi pertahanan tegap bagai benteng milik Gongsun Zhi dan kecepatan mematikan milik Xi'er menciptakan dinding tempur yang tak sanggup ditembus oleh enam murid kota tersebut. Setiap kali Chen Xiang mencoba merangsek maju, sabetan tombak Gongsun Zhi selalu menghadangnya dengan dorongan bobot yang tak tergoyahkan.

Shen Jue berdiri tiga langkah di belakang Gongsun Zhi dan Xi'er. Kedua tangannya tetap terbenam santai di balik saku jubah linen abu-abunya. Matanya yang gelap bergerak tenang, memperhatikan setiap alur pertempuran dengan analisis mendalam.

"Gongsun, turunkan sudut siku kananmu dua inci saat menyapu," bisik Shen Jue pelan, suaranya menembus keriuhan pertempuran jernih di telinga Gongsun Zhi. "Xi'er, incarlah titik di bawah ketiak kiri pemegang pedang gerigi itu."

Mendengar petunjuk spontan dari Shen Jue, Gongsun Zhi dan Xi'er bereaksi secara refleks.

Gongsun Zhi menurunkan posisi sikunya, membuat alur sabetan tombaknya menjadi jauh lebih cepat dan menancap mendalam. Sementara Xi'er melompat memutar di udara, menyusup di bawah tebasan liar Chen Xiang dan menusukkan ujung jari peraknya tepat ke titik saraf di bawah ketiak kiri Chen Xiang.

"Akkkh!"

Chen Xiang menjerit histeris saat lengan kirinya mendadak lumpuh total. Pedang Gerigi Perunggu di tangan kanannya terlepas, jatuh berdenting keras di lantai kayu. Sebelum ia sempat memulihkan diri, pangkal tombak hitam milik Gongsun Zhi menghantam dadanya dengan dorongan telak.

Bruk!

Tubuh Chen Xiang terlempar melayang sejauh lima meter, menghantam pintu utama kantin hingga ukiran kayunya retak besar sebelum akhirnya ambruk tak berdaya di atas tanah.

Lima murid kota lainnya terpaku gemetar melihat pemimpin mereka tumbang mengenaskan. Mereka menyapu pandangan ke sekeliling kantin yang kini berantakan tumpukan kayu hancur dan sisa makanan, lalu beralih menatap tiga anak desa yang berdiri rapat tanpa luka sedikit pun.

Gongsun Zhi menegakkan kembali Tombak Besi Hitam-nya, merapikan ikatan kainnya dengan napas yang tetap teratur. Xi'er mendarat ringan di sampingnya, menyunggingkan senyum puas sambil merapikan kuncir rambutnya.

Shen Jue melangkah maju melewati tumpukan puing meja yang hancur, menatap dingin ke arah murid-murid kota yang tersisa.

"Sudah kubilang," pungkasi Shen Jue datar, suaranya menggema di tengah kekacauan kantin yang hening. "Jangan cari masalah."

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!