NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:189.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Resepsi pernikahan termegah tahun ini akhirnya berangsur usai tepat saat jam menunjuk angka satu dini hari.

Ballroom utama kini mulai ditinggalkan oleh para tamu undangan, menyisakan jejak kemewahan dari kelopak mawar putih yang berserakan di lantai marmer dan aroma parfum eksklusif yang masih menggantung di udara.

Karena hotel bintang tujuh ini adalah salah satu aset utama kebanggaan Van Der Berg Group, Alexio dan Clara tentu saja tidak perlu repot-repot menembus jalanan ibu kota untuk pulang.

Dengan tangan yang melingkar posesif di pinggang istrinya, Alexio menuntun Clara menjauhi keramaian, melewati lorong VVIP menuju sebuah lift pribadi yang dijaga ketat oleh barisan bodyguard.

"Ken dan Key sudah dalam perjalanan pulang ke mansion utama bersama Mommy dan Daddy," bisik Alexio, seolah bisa membaca pikiran Clara yang sejak tadi mencari-cari keberadaan si kembar.

"Malam ini, lantai teratas hotel ini sepenuhnya milik kita."

Lift melesat mulus ke lantai tertinggi. Begitu pintu ganda berlapis emas itu terbuka, Clara seketika menahan napas. Presidential Penthouse yang biasanya disewakan seharga miliaran rupiah per malam itu telah disulap menjadi kamar pengantin yang luar biasa romantis.

Lampu kristal meredup, menyisakan pencahayaan temaram bernuansa hangat. Hamparan kelopak mawar merah menutupi jalan menuju ranjang king-size, sementara dinding kaca raksasa di satu sisi ruangan menyajikan pemandangan city lights Jakarta yang spektakuler dari titik tertinggi kota.

Alexio melepaskan jasnya, melemparnya sembarangan ke atas sofa. Pria itu kini hanya mengenakan kemeja putih dengan beberapa kancing atas yang terbuka dan lengan yang digulung sebatas siku. Auranya terasa begitu liar, berbahaya, namun sangat memikat.

"Lelah, Nyonya Van Der Berg?" tanya Alexio lembut. Ia melangkah perlahan menghampiri Clara yang masih berdiri kaku di tengah ruangan.

Clara menghela napas panjang, tersenyum tipis.

"Sangat lelah. Tapi... aku bahagia. Semuanya terasa seperti mimpi, Alexio."

"Ini bukan mimpi," bisik Alexio. Ia berlutut di hadapan Clara, mengejutkan wanita itu saat jemari panjangnya dengan sangat hati-hati melepaskan high heels yang bertahtakan kristal yang sejak tadi menyiksa kaki istrinya.

Setelah melepaskan sepatu itu, Alexio kembali berdiri, memangkas jarak di antara mereka hingga tak tersisa ruang hampa. Ia menangkup wajah Clara, mengusap tulang pipi wanita itu dengan ibu jarinya. Tatapan iris abu-abunya kini berubah, tidak ada lagi arogansi sang dewa bisnis, yang ada hanyalah tatapan memuja yang luar biasa dalam.

"Clara," panggil Alexio, suaranya memberat dan serak.

"Lima tahun aku memburu jejakmu. Aku membayangkan momen ini berulang kali di kepalaku, hingga rasanya nyaris gila. Dan sekarang, kau benar-benar di sini. Menjadi istriku. Menjadi milikku seutuhnya."

Clara merasakan detak jantungnya berpacu hebat, meredam suara hiruk-pikuk kota di luar kaca jendela. "Alexio... aku..."

Tanpa memberi kesempatan Clara merangkai kata, Alexio menunduk, mendaratkan ciuman yang dalam, panas, dan memuja ke bibir wanita itu. Ciuman itu bukan sekadar tuntutan gairah, melainkan penyaluran rasa rindu, kepemilikan, dan janji yang tertahan selama lima tahun.

Clara memejamkan mata, membalas ciuman itu dengan kedua lengan yang melingkar ragu di leher kokoh Alexio. Merasakan penyerahan diri istrinya, Alexio langsung menyelipkan satu lengan di belakang lutut Clara, mengangkat tubuh wanita itu dengan mudah ke dalam gendongannya.

Ia membawa Clara menuju ranjang pengantin mereka, merebahkannya dengan sangat hati-hati di atas hamparan mawar seolah wanita itu adalah porselen paling rapuh dan berharga di dunia.

Menahan bobot tubuhnya dengan kedua lengan di sisi kepala Clara, Alexio menatap wajah istrinya yang merona di bawah kungkungannya.

"Terima kasih telah bertahan, Clara," bisiknya dengan napas memburu.

"Terima kasih sudah memberikan bagian terbaik dari hidupmu kepadaku. Aku bersumpah, mulai detik ini, satu-satunya tugasmu hanyalah bahagia."

Clara tersenyum, matanya berkaca-kaca. Ia memberanikan diri mengusap rahang tegas pria yang dulu hanya berstatus sebagai "pria asing di Swiss", namun kini menjadi pusat semestanya.

"Aku juga mencintaimu, Alexio. Aku akan selalu mempercayakan hidupku, Ken, dan Key padamu."

Pengakuan cinta dari bibir Clara itu adalah kunci pembuka bendungan kewarasan Alexio. Malam itu, di puncak tertinggi kota Jakarta, terisolasi dari dunia luar dan hiruk-pikuk intrik konglomerat, mereka melebur menjadi satu.

Tak ada lagi ketakutan, tak ada lagi pelarian.

Di atas ranjang penthouse mewah itu, Alexio membuktikan bahwa ia bukan sekadar penguasa bisnis yang kejam, melainkan seorang suami yang akan mendamba, memuja, dan melindungi wanita bernama Clara Jasmine dengan segenap nyawa dan kekuasaannya, seumur hidup.

Bersambung...

1
Aldo Pratama
seosen 2 thor
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end
Novita Sari
lanjut thor..
riniandara: siap Kak, lanjut baca besok ya/Grin/
total 1 replies
Sayekti 0519
ceritanya bagus,tp pertumpahan darah g udah udah.ngeri bacanya.
riniandara: Terima kasih kakaku udah mampir,
total 1 replies
neny
yeaayy,, selamat Katty dan Reno,,udh mau jd orang tua 😍
Sun Rise
hebat sekali turunan alpha
ceuceu
The best di kembar
Munas Tuti
wiiiih anak bayi kok e pintere 😍😍
riniandara: harus dong keturunan Van Der Berg harus pinter/Applaud//Applaud/
total 1 replies
Bunda
vote untukmu kak 😘😘
Bunda
Xio 🤩🤩🤩🤩
Omah Tien
yg pentin jg lm2 sabungan nya takut lp
Munas Tuti
bayi2 calon org2 genius jg ya c kembar bungsu
riniandara: ya gitu lah kak /CoolGuy//Grin//Grin/
total 1 replies
ceuceu
aiiih terharuuuu
ceuceu
suka aj cara bicara key dan ken😍
riniandara: Terima kasih kak
total 1 replies
Omah Tien
hrs bs jg bl dr anak2
Munas Tuti
heibat banget anak bayi dah mau home schooling..
Munas Tuti
lanjuuut thorr..
riniandara: siaaap kak!/Grin/
total 1 replies
Munas Tuti
lanjuuut honey moon yeee mbak 😍
Munas Tuti
selamat menempuh hidup baru Reno dan Katty, moga jd kelg SAMAWA....Aamiin
Erna Wati
semoga nanti ada cerita si kembar saat remaja.
riniandara: insyaallah kak akan autor pertimbangkan kira-kira judulnya apa ya yang cocok buat para kembar Van Der Berg
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!