NovelToon NovelToon
Sengketa Pernikahan Ningrat

Sengketa Pernikahan Ningrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Penyesalan Suami
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.

Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.

Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.

Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.

Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 - Mandi Dua Kali

"Memangnya Janitra puasa apa?" tanya Bu Ayu.

"Ngapunten (maaf) , Gusti Kanjeng Ratu. Saya kurang tau," jawab Mbok Siti.

"Ya wis rapopo (ya sudah tidak apa-apa)," ucap Bu Ayu.

Lalu, pandangan Bu Ayu beralih pada Kresna, putranya.

"Apa kamu tau kalau istrimu hari ini puasa?"

"Maaf, Bu. Saya ndak tau,"

"Piye toh kamu ini!" desis Bu Ayu menatap tak suka pada Kresna. "Setelah ini kamu lihat Janitra. Ibu khawatir soalnya sejak semalam dia gak ikut makan malam bersama sekarang sarapan juga enggak," sambungnya.

"Jadi semalam dia gak ikut makan malam bareng Rama dan ibu? Apa-apaan ini? Apa karena dia marah ke aku jadi ngambek juga ke Rama dan ibu?" batin Kresna menebaknya.

"Kalau benar seperti itu, kekanak-kanakan sekali dia!" sungutnya dalam hati.

Ya, sejak siang hari sepulang dari Satya Medika, Janitra memang tidak keluar kamar sama sekali. Mbok Yem menyampaikan pesan bahwa Janitra tidak bisa bergabung makan malam dengan alasan perutnya masih kenyang.

Bu Ayu tau jika Kresna lembur di kantor hingga larut malam. Sedangkan Janitra sudah kembali sejak siang dari Satya Medika.

"Nanti Kresna lihat istriku. Ibu gak perlu khawatir berlebihan,"

"Tetap saja ibu khawatir sama Janitra. Dia bukan hanya menantu ibu, tapi juga anak perempuanku. Kamu harus lebih banyak beri perhatian ke dia. Kalau perlu kalian pergi libur sejenak untuk bulan madu. Mumpung Janitra baru aktif koas minggu depan,"

"Besok saya harus pergi ke luar kota mengurus lahan baru kebun teh kita,"

"Ajak saja Janitra. Kamu bekerja, biar dia menemani dan membantu mengurus segala keperluanmu Ngger,"

"Sudah ada, Panca Bu."

"Memangnya Panca bisa ngelo_ni kamu!"

Uhuk-uhuk...

Seketika Kresna yang sedang meneguk air putih otomatis terbatuk-batuk mendengar ucapan ibunya yang cukup frontal berbau kegiatan suami-istri di atas ranjang.

"Panca bisa siapkan sarapanmu. Panca bisa siapkan bajumu. Panca bisa jadi sopirmu ke mana pun sekaligus bahas bisnis dengan para klien. Tapi Panca gak bisa tau cara jinakin ular di balik kan_cut mu kalau dia mendadak bangun!" lugas Bu Ayu tanpa basa-basi.

Beruntung Panca sedang tidak berada di sana bersama mereka. Jika asisten pribadinya itu ada, pasti Kresna sudah malu. Panca juga jadi salah tingkah. Padahal keduanya adalah pria tulen, bukan belok.

"Ibu ini apa-apaan! Dari tadi bahas urusan begituan!"

"Kamu normal toh, Ngger?" cibir Bu Ayu.

"Ya, normal lah Bu."

"Kalau normal, ya segera bikin Janitra bunn_ting anakmu!" tegas Bu Ayu.

Seketika pupil mata Kresna melebar mendengar kata 'menghamili'.

Tidur satu kamar dengan Janitra saja belum pernah, pikir Kresna. Gimana istrinya itu bisa dihamili olehnya?

"Ramamu dulu waktu masih muda ga_nas di ranjang. Ibu malah minta terus," ucap Bu Ayu tanpa tedheng aling-aling. "Kamu anaknya pasti gak jauh beda," imbuhnya.

Kresna sontak beralih pandang melihat wajah sang ayah yang terkejut sekaligus merah.

Kresna mendadak kenyang sarapan. Padahal ia baru menelan beberapa sendok makanan. Seketika ia bangkit dari tempat duduknya karena hendak mengecek sesuatu yang sangat penting.

"Aku pamit dulu,"

"Hati-hati di jalan, Ngger."

"Inggih (ya), Bu."

☘️☘️

Kresna tak langsung menuju parkiran kendaraan pribadinya. Ia justru masuk ke kamarnya di Paviliun Teratai, lalu ke kamar mandi.

Kresna melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun. Padahal sebelumnya ia sudah rapi dengan kemeja dan jas ala CEO yang berangkat ke kantor.

Kresna bukan hendak buang air, tapi ia perlu mendinginkan sesuatu yang panjang dan berurat di bawah perutnya yang mendadak bangun gara-gara pembahasan panasnya ranjang pengantin di meja makan tadi. Kresna masuk ke dalam bilik kaca dan menyalakan shower mode air dingin.

"Astaga, kenapa pagi ini dia mendadak tegang di bawah meja makan?" gerutu Kresna seraya berusaha menidurkan kembali salah satu bagian tubuhnya yang saat ini sedang ia genggam dengan telapak tangannya.

Satu jam akhirnya, Kresna sudah keluar dari kamar mandi menyelesaikan urusannya. Walaupun hanya bersifat menidurkan kembali kali ini bukan bersolo karir sampai mengeluarkan laharnya.

Kresna tak melakukannya karena tak mau diolok-olok oleh dinding kamar mandi yang bisa jadi saksi bisu tindakannya tersebut.

Setelah rapi, Kresna segera keluar kamar.

Ceklek...

Derit pintu dibuka Kresna. Ia pun sontak terkejut melihat Panca yang telah menunggunya di depan pintu mirip setrikaan. Mondar-mandir.

"Sejak kapan kamu sudah berdiri di depan kamarku?" tanya Kresna.

"Wow, Gusti rambutnya basah pagi ini." Pandangan Panca langsung tertuju pada rambut Kresna yang basah, sepertinya habis keramas.

"Kata Pak Tikno, Gusti selesai sarapan terus malah masuk ke kamar. Saya udah nunggu di mobil sejak tadi. Ya sudah saya su_sulin ke sini, takutnya Gusti sakit. Saya ketuk-ketuk pintu beberapa kali, tapi gak ada respon dari Gusti. Jadi saya sabar menunggu di depan pintu kamar Gusti," ucap Panca.

Kresna menatap datar dan cukup tajam ke arah Panca. Asisten pribadinya itu seketika paham maksud tatapan Kresna yang cukup mematikan itu.

"Satu jam, Gusti." Jawab Panca singkat.

Ya, Kresna menatap tajam ke arah Panca karena asistennya itu belum menjawab pertanyaannya tadi berapa lama dia berdiri di depan pintu kamarnya.

"Buang pikiran kotormu atau aku mutasi kamu ke Afrika buat kawin sama gajah!" ancam Kresna yang berhasil menebak isi otak Panca.

"Hari apes memang bener tak ada di kalender," batin Panca berkeluh kesah.

"Baik, Gusti. Apa sekarang kita bisa berangkat?" tanya Panca.

"Pergilah dan tunggu di mobil. Aku masih ada urusan sebentar," titah Kresna seraya memberi kode pandangan matanya yang tertuju pada pintu kamar Janitra.

"Baik, Gusti." Panca pun mengerti. Ia memilih segera pergi dari sana daripada harus kawin sama gajah.

Sepeninggal Panca, Kresna kini sudah berdiri di depan pintu kamar Janitra. Perlahan tangannya terulur dan mengetuknya.

Tok.. tok... tok...

Tak seperti biasanya. Pintu kamar Janitra cepat terbuka jika ia mengetuknya. Lalu, pandangan mata Kresna melihat ke arah jam yang melingkar maskulin di tangannya.

"Gak mungkin jam segini dia sedang mandi. Aku sangat mengenalnya. Dia selalu terbiasa bangun pagi," batin Kresna perlahan resah tak kasat mata.

Saat akan mengetuknya kembali, mendadak pintu di depannya perlahan terbuka.

Ceklek...

Sosok wanita yang sejak tadi mengganggu hati dan pikirannya sampai-sampai harus mandi dua kali pagi ini, akhirnya berhasil dilihatnya. Sejak kemarin siang sepulang dari cafe, ia tak melihat Janitra sama sekali.

"Pagi, Gusti. Ada apa?" tanya Janitra singkat hanya sekilas menatap wajah Kresna, lalu ia memilih menundukkan pandangannya.

Deg...

Entah mengapa, dada Kresna mendadak nyeri mendengar ucapan Janitra yang begitu datar. Wanita ini tak menunjukkan amarah atau tangisannya seperti kemarin siang.

Penampilan Janitra pagi ini juga terlihat aneh bagi Kresna.Janitra hanya memakai pakaian rumahan warna putih polos dan tanpa make up.

Tunggu-tunggu...

Wajah Janitra tampak pucat, pikir Kresna seraya menatapnya lekat-lekat.

"Apa benar kamu lagi puasa?" tanya Kresna untuk memastikan.

"Benar, Gusti."

"Wajahmu pucat. Apa kamu sakit?" cecarnya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
kaylla salsabella
😍😍😍😍
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sugiharti Rusli
kalo Janitra masih loading sama apa yang suaminya lakukan, tapi ternyata hal" kecil dan sederhana seperti membuat air rendaman mandi khusus dan minuman wedang yang dipersiapkan bagi Kresna, malah itu jadi pintu masuk Kresna buat mendekati istrinya yah🤩🤩🤩
Ani_Sudrajat
Alon² Gusti 😅
Sugiharti Rusli
padahal secara ga langsung mau mulai pdkt pada Janitra tuh, tapi masih gengsi aja dia🤪🤪🤪
Sugiharti Rusli
memang yah dasar si Kresna, dia mah enak tinggal suruh" saja istrinya buat bikin air rendaman dengan dalih biar badannya segar,,,
Ariany Sudjana
good decision Gusti Kresna pulang ke kasepuhan, dan menghindari godaan si pelacur murahan itu
Herman Lim
Kresna mank dah bucin dari awal cuma gengsi aja tuh
Nia nurhayati
ihhh kalean ini yaa gemess banget akuuu
Nena Anwar
jujur aja sih Kresna kenapa harus sembunyi2 dan diam2 mencintai Janitra
Citra Silvia
lanjut ☺️
dyah EkaPratiwi
Kresna kalau udah cinta ngomong dong jangan bikin janitra berpikir sebaliknya🤭
Herman Lim
kenapa sih Kresna tengah malam heboh gitu
Wardi's
seru nih ceritanya.... gk bikin orang ketiga menang., tp sebaliknya,. pelakornya sial mulu... hehehe
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘳𝘦𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘮 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘭𝘰 𝘨𝘹 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘴𝘪𝘩𝘪𝘳 𝘮𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨😂
Nena Anwar
good job Kresna, beruntung kamu pulang tanpa pemberitahuan pada Panca atau Mayang, kamu terselamatkan dari jebakan jin dasim Mayang sangit
Tutik Karlos
pinter Gusti Kresna milih pulang daripada begadang....
gak bisa tidur karna belum berendam racikan rempah cinta ala janitra
Sastri Dalila
🤭🤭🤭🤭
Sugiharti Rusli
yang benar yah kamu samperin istti sah kamu dan kamu juga jangan gengsi kalo ternyata selama ini kamu sangat nyaman dengan ramuan yangdiracik langsung Janitra dan bisa kamu tidur lebih nyenyak
Sugiharti Rusli
apalagi kamu juga membiarkan minuman wedang juga teronggok di meja tanpa kamu sentuh sama sekali, dan si Mayang hanya bisa gigit jari😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!