NovelToon NovelToon
Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Ketos
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: nalana lalasya

• Alesya Violetta Monica
atau yang lebih akrab dipanggil (Eca) sebenarnya gadis yang cerdas, manis, dan punya kepribadian yang asyik. Namun, karena trauma menjadi korban perundungan (bullying) akibat penampilannya yang terlalu mencolok di sekolah lamanya, ia pindah ke SMA Taruna Bangsa dengan misi baru: menjadi gadis cupu yang tidak kasat mata agar bisa lulus sekolah dengan damai.

• Angkasa Argantara Mahendra (ANGKASA)
Sesuai namanya, Angkasa adalah penguasa tertinggi di hierarki SMA Taruna Bangsa. Selain karena wajahnya yang tampan di atas rata-rata, keluarganya adalah donatur terbesar sekaligus pemilik yayasan sekolah. Di balik sifatnya yang ketus, dingin, dan tidak tersentuh, Angkasa adalah tipe cowok yang sangat perfeksionis dan benci jika rutinitasnya diusik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nalana lalasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Tangisan di Balik Topeng

Aura di koridor bawah tangga itu mendadak turun drastis hingga mencapai titik beku. Langkah kaki Angkasa yang lambat namun konstan terdengar seperti detak jam dinding di rumah kosong—teratur, berat, dan mematikan. Fanya, Mentari, dan Sherly langsung berdiri kaku. Mentari bahkan tanpa sadar menurunkan tangan yang memegang kacamata Eca, menyembunyikannya di balik jahitan rok seragamnya dengan tubuh yang mulai gemetaran.

Angkasa berhenti tepat tiga langkah di depan kerumunan itu. Matanya tidak memandang Fanya. Manik mata elangnya langsung mengunci sosok Eca yang terdesak di dinding beton.

Melihat kedatangan Angkasa dengan kemarahan pekat yang membayang di wajah tampannya, otak cerdas Eca langsung berputar secepat kilat. Ini adalah kesempatan emas. Dia tidak boleh membiarkan Fanya atau kedua temannya sempat memikirkan keanehan sorot matanya tadi. Eca harus mengembalikan situasi ke dalam kendalinya, mengunci rapat-rapat rahasia topengnya, sekaligus memberi pelajaran setimpal pada geng Fanya tanpa perlu mengotori tangannya sendiri.

Dalam hitungan detik, Eca mengubah total seluruh bahasa tubuhnya. Bahunya yang tadi tegak menantang mendadak merosot jatuh. Kedua lututnya sengaja dia buat lemas hingga tubuhnya merosot perlahan di dinding beton, terduduk di lantai keramik yang dingin.

"Hiks... Kak Angkasa... Tolongin gue, Kak... Hiks..."

Isakan pertama lolos dari bibir Eca, terdengar begitu pilu dan menyedihkan. Eca menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan, bahunya berguncang hebat seolah dia sedang mengalami trauma mendalam akibat perundungan gila. Aktingnya luar biasa sempurna. Suara cicitan lugunya yang gemetar kini naik tingkat menjadi tangisan histeris yang sanggup membuat siapa pun yang mendengar merasa iba setengah mati.

"Mereka... mereka mau ngerusak laptop Kakak di dalam tas gue... hiks... Mereka bilang gue cuma keset kaki... Kacamata gue diambil, Kak... Gue gak bisa liat apa-apa... Hiks, takut..." jerit Eca histeris di sela-sela tangisnya. Dia sengaja membawa-bawa masalah laptop yayasan di dalam tasnya, karena dia tahu betul bagi Angkasa, aset dan harga diri OSIS adalah hal yang mutlak tidak boleh disentuh.

Mendengar jeritan histeris Eca yang begitu hancur, rahang Angkasa mengeras seketika sampai urat-urat di leher dan pelipisnya menonjol tegang. Tatapan matanya yang semula sedingin es, kini berubah menjadi kobaran api murka yang siap membakar siapa saja. Aura dominasi pekat yang keluar dari tubuh jangkungnya mendadak berlipat ganda, menekan atmosfer ruangan hingga Fanya hampir kesulitan bernapas.

"B-Bukan gitu, Angkasa! Cewek cupu ini bohong! Dia tadi ngancem gue—" Fanya mencoba membela diri dengan suara gemetar, melangkah mundur ketakutan saat Angkasa mengalihkan pandangan elangnya tepat ke arah matanya.

"Gue nggak nanya sama lo, Fanya," potong Angkasa. Suaranya tidak keras, namun nada baritonnya yang sangat rendah dan bergetar penuh kemarahan tersembunyi jauh lebih mengerikan daripada bentakan guru BK tergalak sekalipun.

Angkasa melangkah maju satu langkah besar, membuat Fanya refleks mundur sampai menabrak Sherly di belakangnya. Mata Angkasa melirik tajam ke arah tangan Mentari. "Balikin kacamata dia. Sekarang. Sebelum tangan lo yang gue patahin."

Mentari yang sudah pucat pasi bagai mayat hidup langsung menjatuhkan kacamata bulat tebal itu ke atas pangkuan Eca yang masih terduduk lemas di lantai. Tubuh Mentari gemetar hebat, air mata ketakutan mulai menggenang di pelupisnya sendiri akibat tekanan mental dari sang Ketua OSIS.

Angkasa berjongkok di depan Eca dengan gerakan yang sangat tenang namun protektif. Dia mengambil kacamata tebal itu dari pangkuan Eca, lalu dengan jemarinya yang hangat dan telaten, dia memasangkan kembali kacamata itu ke wajah Eca yang basah oleh air mata buatan. Saat jarak wajah mereka begitu dekat, Angkasa sempat menangkap kilatan super tipis di balik lensa mata Eca—sebuah tanda bahwa cewek ini sedang bermain cantik. Namun, alih-alih marah karena dibohongi, Angkasa justru merasakan debaran aneh di dadanya. Asisten pribadinya ini benar-benar rubah kecil yang sangat cerdik.

Angkasa berdiri kembali, berbalik menghadap geng Fanya yang sudah berpelukan ketakutan di sudut tangga.

"Lo bertiga, ikut gue ke ruang OSIS sekarang juga," perintah Angkasa dingin. "Dan buat lo, Fanya... draf pelanggaran berat tingkat tiga sudah menanti nama lo. Gue sendiri yang bakal mastiin surat skorsing lo ditandatangani kepala sekolah besok pagi."

"Angkasa, tolong jangan! Gue minta maaf, gue nggak maksud—" Fanya memohon dengan wajah frustrasi, air matanya benar-benar pecah karena hukuman skorsing dari Angkasa bisa merusak reputasi keluarganya di komite sekolah.

"Jalan. Atau gue tambah hukuman lo dengan pemecatan sepihak dari seluruh ekskul," potong Angkasa mutlak tanpa ampun.

Dengan langkah gontai dan kepala tertunduk dalam penuh penyesalan, Fanya, Mentari, dan Sherly berjalan melewati Angkasa menuju ruang OSIS di lantai satu, diiringi tatapan tajam yang menghunus punggung mereka dari sang penguasa sekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!