NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sabar Menunggu

Ophelia berlari menyusuri lorong kastil, jantungnya berdebar kencang seperti akan meledak dari dadanya.

Dia tidak berhenti sampai tiba di perpustakaan, membanting pintu di belakangnya, dan bersandar di sana dengan napas tersengal.

"Astaga," bisiknya, menekan telapak tangannya ke pipi yang terasa membara. "Apa yang baru saja aku lakukan?"

Dia hampir mencium Bleiz. Hampir. Bibir mereka hanya berjarak beberapa inci, dan Ophelia sempat benar-benar ingin merasakan bibir pria itu menempel di bibirnya.

Tapi rasa takut menghantuinya. Bukan takut pada Bleiz, tapi takut pada perasaannya sendiri. Perasaan yang tumbuh terlalu cepat dan terlalu kuat.

"Kau bodoh, Ophelia," gumamnya pada dirinya sendiri, berjalan ke rak buku dan mengambil sebuah buku secara acak tanpa benar-benar melihat judulnya. "Kau hampir mencium seorang pria yang …”

Tapi kata-kata itu terhenti. Karena Bleiz bukan lagi pria yang dia benci. Bleiz adalah pria yang kini selalu membuatnya khawatir. Pria yang menyembunyikan lukanya. Pria yang memintanya untuk memberinya pewaris.

Ophelia duduk di kursi dekat jendela, membuka buku di pangkuannya, tapi matanya kosong memandangi halaman yang tidak dia baca.

"Apakah aku bisa melakukannya? Memberinya pewaris dan selalu berada di sisinya?" bisiknya. "Itu terlalu ... terlalu cepat. Aku belum siap dan aku belum terlalu mengenalnya meskipun …"

Ophelia terlalu bingung dengan perasaannya sendiri saat ini.

*

*

Di kamarnya, Bleiz masih duduk di tepi tempat tidur, menatap pintu yang baru saja ditutup oleh Ophelia. Dia menghela napas panjang, mengusap wajahnya dengan frustasi.

"Aku hampir mendapatkannya," gumamnya. "Aku hampir menciumnya."

Tapi dia tahu mengapa Ophelia pergi. Wanita itu masih takut pada Bleiz, takut pada apa yang mungkin terjadi jika mereka benar-benar melangkah lebih jauh.

"Aku harus memberinya waktu lagi," kata Bleiz pada dirinya sendiri. "Aku tidak ingin memaksanya karena itu akan membuatnya menjauh.”

Tapi waktu terasa sangat lama ketika yang dia inginkan hanyalah merasakan bibir Ophelia di bibirnya.

*

*

Siang itu, ketika Ophelia belum juga turun dari perpustakaan, Bleiz memutuskan untuk menemuinya.

Dia berjalan perlahan menyusuri lorong, kakinya masih sedikit pincang, tapi rasa sakit itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan keinginannya untuk melihat Ophelia.

Ketika dia membuka pintu perpustakaan, dia melihat Ophelia duduk di kursi dekat jendela, dengan buku di pangkuannya, tapi matanya kosong menatap ke luar jendela.

Rambut panjangnya yang terkena cahaya dari luat, membuatnya terlihat seperti peri yang jatuh dari surga.

Bleiz berdiri di ambang pintu, menikmati pemandangan itu. Ophelia begitu cantik, begitu polos, begitu berbeda dari dunia gelap yang dia jalani selama ini.

"Ophelia," panggilnya lembut.

Ophelia tersentak, menoleh dengan ekspresi terkejut. "B-Bleiz? Kau seharusnya istirahat."

"Sudah cukup istirahat," kata Bleiz, berjalan mendekat. "Aku ingin melihatmu."

Ophelia menunduk, pipinya memerah lagi. "Aku ... maaf tadi aku pergi begitu saja. Aku hanya ..."

"Kau tidak perlu menjelaskan," potong Bleiz, duduk di kursi di hadapannya. "Aku tahu kau belum siap. Aku tidak akan memaksamu."

Ophelia mengangkat kepalanya, menatap Bleiz dengan tatapan heran. "Kau tidak marah?"

"Kenapa aku harus marah?" Bleiz tersenyum tipis. "Kau istriku, tapi kau juga seorang wanita yang berhak menentukan pilihannya sendiri. Jika kau belum siap, aku akan menunggu."

Ophelia merasakan perasaannya menghangat. "Kau benar-benar pria yang aneh," katanya dengan senyum kecil. "Dulu kau mengancamku, sekarang kau bersabar menunggu."

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN …

1
UMM
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ lah jujur dia. kalo aku sih diem aja 🤭🤭🤭
evana gusani
baru mampir
Hosniyah Niyah
mantap Thor lanjut ❤❤❤😘😘😘💞💞💞🥰🥰🥰👍👍👍👌👌👌
Evi Yanti
selalu merasa puas dgn karyamu Thor
Ayla Anindiyafarisa
anak anaknya pada kemana y kok g ada keluar semua
Ayla Anindiyafarisa
akhirnya y bleiz
Murai Ateng
perempuan tolol mkn tuh cinta dasar tua bego
Ayla Anindiyafarisa
suka visualnya cocok
HR_junior
yah dah tamat ya...yg lainya KK smapi lupa kk crita siapa yg Mash gantung
HR_junior
biasane yg ngntar pengantin ayah kandung ya ni ayah mertua 😄..slamat ya leavren
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
good
darmiati thamrin
cerita mu yg selalu menarik
Salim ah
mungkinkah slama ini ev juga menunggu lean
Salim ah
iya bener penyesalan datang belakangan noah😃
Manis
ini adalah salah satu novel terbaik yg ku baca. mulai dari alur cerita, penulisan, dan segi kebahasaan nya sangat okee. mudah di pahami, tidak membosankan, Tidka vulgar, dan authornya konsisten + tidak terpengaruh. seperti semua sudah terplanning Denga rapi
puput
I love this novel
Salim ah
ev takut jatuh cinta sm kamu len
lia rahma
semoga semakin banyak cerita yg sudah end nya
Nia Nara
Kayaknya bleiz sebenernya udah ada rasa sama ophelia deh
Nia Nara
Jatuhnya kayak Stockholm syndrome ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!