NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Aroma pekat antiseptik dan bunyi ritmis dari monitor detak jantung mendominasi ruang rawat VIP di Rumah Sakit Medika Pusat.

Sinar matahari pagi yang mencoba menerobos masuk dari celah tirai, jatuh menyinari wajah pucat Nyonya Brenda yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

Di sisi kanan ranjang, Marco berdiri kaku. Jasnya entah tertinggal di mana, kemejanya kusut masai, dan rambutnya yang selalu tertata rapi kini berantakan karena terus-menerus diacaknya sendiri semalaman.

"Kau tidak bisa resign sekarang, Nyonya," ucap Marco dengan nada keras kepala, meski suaranya terdengar serak dan lelah. "Aku akan membiayai pengobatan paling mahal. Aku akan menyewa sepuluh dokter spesialis terbaik di negara ini. Kau hanya perlu cuti beberapa hari, lalu kembali ke kantorku untuk menyelesaikan tugasmu."

Nyonya Brenda tersenyum sangat tipis. Tangan keriputnya yang dipenuhi selang infus bergerak pelan, menepuk punggung tangan CEO muda yang sudah ia anggap seperti anak sendiri itu.

"Jantung saya sudah aus, Tuan Maverick," balas Nyonya Brenda dengan suara lirih namun tegas. "Ini sudah waktunya mesin tua ini beristirahat."

"Maafkan saya, Tuan Maverick," sela seorang pria paruh baya yang sejak tadi berdiri di dekat jendela, sibuk memasukkan barang-barang ke dalam tas bepergian. Ia adalah Deka, putra sulung Nyonya Brenda yang baru saja tiba dari Bandung subuh tadi.

"Dokter memang mengatakan bahwa ini bukan serangan jantung yang fatal. Tapi, ini adalah peringatan keras. Ibu tidak bisa lagi dihadapkan pada tekanan pekerjaan tingkat tinggi. Siang ini juga, saya dan istri saya akan membawa Ibu pulang ke Bandung. Beliau akan tinggal bersama kami."

Marco menoleh pada Deka, rahangnya mengeras, namun ia tak bisa membantah. Ia sadar betul sekeras apa ritme kerja di Wiliam Group. Ia kembali menatap Nyonya Brenda dengan tatapan merana.

"Lalu siapa yang akan menyortir jadwal rapatku?" protes Marco, setengah merengek seperti bocah yang kehilangan induknya. "Siapa yang akan mengusir manajer-manajer menyebalkan dari ruanganku? Siapa yang membuatkan kopi untukku?"

"Anda sudah punya sekretaris baru, Tuan," jawab Nyonya Brenda tenang.

Tepat saat Nyonya Brenda menyelesaikan kalimatnya, pintu ruang rawat itu berdebum terbuka dengan kasar.

Lia berdiri di ambang pintu dengan napas memburu hebat. Blazer cokelat kedodorannya merosot di satu bahu, kacamata tebalnya miring, dan wajah kusamnya dipenuhi peluh. Ia baru saja berlari dari lobi bawah setelah mendapat kabar dari petugas HRD pagi ini.

"Nyonya Brenda!" seru Lia panik.

Tanpa memedulikan tatapan heran Marco, Lia langsung berlari menghampiri sisi kiri ranjang. Ia meraih tangan Nyonya Brenda yang bebas dari selang infus dan menggenggamnya erat-erat. Air mata yang benar-benar tulus menggenang di pelupuk mata gadis itu.

"Ya Tuhan, Nyonya... Saya kira Nyonya..." Suara Lia bergetar hebat. Rasa takut kehilangan satu-satunya tameng dan orang yang tahu rahasianya di kota ini membuat dadanya sesak.

"Saya belum mau mati, Magnolia. Hapus air matamu," tegur Nyonya Brenda dengan gaya galak khasnya, meski suaranya parau.

Lia buru-buru menyeka air matanya, membetulkan letak kacamatanya sambil mengangguk cepat.

"B-baik, Nyonya. Syukurlah Nyonya tidak apa-apa."

"Dengarkan saya baik-baik, kalian berdua," ucap Nyonya Brenda, menatap Marco dan Lia bergantian. "Siang ini saya akan berangkat ke Bandung. Saya resmi mengundurkan diri dari Wiliam Group hari ini."

"Nyonya..." Lia menelan ludah. "T-tapi saya..."

"Magnolia," potong Nyonya Brenda tegas. Tatapan wanita tua itu mengunci sepasang bola mata cokelat di balik kacamata tebal Lia. "Mulai detik ini, kaulah yang bertanggung jawab penuh atas segala kebutuhan Tuan Maverick. Mulai dari jadwal, dokumen, hingga kopi dan makan siangnya."

Marco langsung mendengus keras dari seberang ranjang. "Nyonya, kau mau aku mati muda karena minum sup ayam rasa kopi?! Atau mati tercekik dasi?!"

"Tuan Maverick, berhentilah bersikap kekanak-kanakan," tegur Nyonya Brenda tanpa ampun, membuat Marco langsung bungkam.

Nyonya Brenda kembali menatap Lia dengan sorot mata yang menyiratkan banyak makna rahasia di antara mereka.

"Magnolia," panggil Nyonya Brenda dengan nada lebih rendah. "Saya tahu kapasitasmu. Saya tahu kau memiliki kecerdasan dan kemampuan bertahan yang jauh lebih besar dari sekadar gadis ceroboh yang kau perlihatkan di hari pertama. Buktikan itu. Gunakan otak cerdasmu itu untuk menjaga perusahaan, dan menjaga pria keras kepala ini."

Lia terdiam. Ia tahu persis kalimat itu adalah sebuah pesan tersembunyi dari Nyonya Brenda untuk 'IsabellaRamsey'. Pesan bahwa Nyonya Brenda memercayainya untuk mengambil alih posisi tersebut dan tak perlu lagi berpura-pura bodoh dalam urusan pekerjaan.

Lia menarik napas panjang, lalu mengangguk dengan raut wajah penuh tekad.

"Saya berjanji, Nyonya," ucap Lia mantap. "Saya akan mendampingi Tuan Maverick dan memastikan tidak ada satu pun jadwal yang kacau."

Nyonya Brenda tersenyum puas. Ia menoleh perlahan menatap Marco.

"Dan Anda, Tuan Maverick," ujar Nyonya Brenda.

"Jangan mudah tertipu oleh penampilan luar. Terkadang, sesuatu yang terlihat usang dan tidak menarik... justru menyimpan berlian yang paling berharga di dalamnya. Jangan pecat Magnolia hanya karena hal-hal sepele. Beri dia ruang."

Marco membuang muka, menyilangkan tangan di dada. "Selama dia tidak meracuniku, aku tidak akan memecatnya. Tapi aku tidak janji tidak akan memarahinya."

"Itu sudah cukup," kekeh Nyonya Brenda pelan.

"Sekarang, kembalilah ke kantor kalian. Ada rapat direksi pukul sepuluh nanti, dan saya tidak mau mendengar laporan bahwa CEO Wiliam Group datang terlambat."

Marco menghela napas panjang dan berat. Dengan gerakan canggung namun penuh kasih sayang, pria tinggi besar itu membungkuk, memberikan pelukan singkat yang sangat hati-hati pada bahu Nyonya Brenda.

"Cepatlah sembuh, Nyonya Tua," bisik Marco, suaranya sedikit serak. "Kantor akan sangat sepi tanpamu."

"Jaga diri Anda, Tuan," balas Nyonya Brenda, menepuk punggung Marco.

Marco menegakkan tubuhnya, kembali memasang wajah datar dan dinginnya. Ia menoleh ke arah Lia.

"Ayo, Ensiklopedia Basah," perintah Marco sambil melangkah menuju pintu. "Kita punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini."

"B-baik, Tuan!" Lia membungkuk sekali lagi pada Nyonya Brenda dan putranya, sebelum akhirnya berlari kecil mengekor di belakang punggung tegap sang CEO, siap menghadapi babak baru yang jauh lebih berat dari sebelumnya.

1
Muft Smoker
aduuuh Lia ,, hati2 si iblis tamvan sangat mudah mengenali mu🤭🤭🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣😅😅
ryuka
ciieeee marcooooo 😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
aaa tuan marcoo mulai nyaman niih ma sekertaris baruu ny🤭🤭🤭
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau di colok liaaaa idung kamu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
mau di colok tu hidung mu Lia 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣💪💪
Sastri Dalila
👍👍👍
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
ryuka
🤣🤣😍🤣🤣 bagussss marco pecat aja itu ceewe parasittt itu
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
mau jdi kutu rambut di hidup Marco yx Alana ,,
oooh tdk bisaaa ,, anda gx liat tuh calon pawang ny udh ngeluarin tanduk dari kening ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
ryuka
lanjuuutttt thoooooerr
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
ryuka
eeeaaaa.. eeaaaaa...
Dew666
💝
Muft Smoker
dag dig dug nyeesss yx kalian 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!