NovelToon NovelToon
TERTUKAR DI RS ELISABETH SEMARANG

TERTUKAR DI RS ELISABETH SEMARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Malam hujan di RS Elisabeth Semarang, dua bayi tertukar karena gelang pink. Clarissa hidup mewah di Graha Candi Golf, Aurel menderita di Gunungpati. 18 tahun kemudian, tes DNA membongkar rahasia. Siapa yang akan hancur saat kebenaran terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di Laci Meja dan Bayangan di Balik Pintu Laboratorium

Langit di atas Kota Semarang siang itu tampak cerah, menggantung di atas atap-atap gedung bertingkat dengan bias cahaya keemasan yang menembus celah-celah jendela kaca. Namun, atmosfer di dalam lingkungan SMA Loyola justru terasa sangat kontras dipenuhi arus ketegangan yang tersembunyi rapat di balik tembok-tembok kelas yang megah. Jam istirahat pertama baru saja berbunyi, memecah kesunyian koridor lantai dua gedung utama. Para murid berhamburan keluar kelas menuju kantin, area terbuka, dan taman sekolah, meninggalkan ruang-ruang kelas yang perlahan menjadi lengang.

Di dalam ruang kelas 12 IPS, Aurel memilih untuk tetap duduk tenang di bangkunya. Ia membuka buku catatan tebal berisi rumus-rumus sains dan analisis data untuk persiapan bimbingan olimpiade bersama Cristan yang dijadwalkan siang nanti. Bagi Aurel, kesibukan akademik adalah satu-satunya cara terbaik untuk mengabaikan bisik-bisik dan lirikan sinis yang kerap diterimanya sejak rumor tak sedap disebarkan oleh geng Clarissa. Di tengah segala tekanan sosial dan tatapan merendahkan itu, keteguhan batin yang selalu diajarkan oleh ibunya di gubuk Gunungpati menjadi perisai kokoh yang menjaganya tetap tegar berdiri.

Di sudut lain ruangan, tepat di barisan meja depan dekat jendela besar, Clarissa berdiri menyilangkan tangan dengan angkuh. Seragam sekolahnya tampak begitu rapi, melekat sempurna pada tubuhnya yang jangkung. Tatapan matanya yang tajam dan penuh permusuhan mengawasi punggung Aurel dari kejauhan dengan kilatan kebencian yang kian menjadi-jadi dari hari ke hari. Dua sahabat setianya berdiri mendampingi di sisi kanan dan kiri, memerhatikan gerak-gerik Clarissa dengan raut wajah cemas dan gelisah.

"Clarissa, kamu serius mau pakai cara itu?" bisik salah satu temannya dengan nada tertahan, melirik cemas ke arah pintu kelas yang terbuka. "Kalau sampai ketahuan wali kelas atau pengawas yayasan, risikonya besar banget buat kita. Kita bisa kena skorsing berat, atau bahkan nama baik orang tua kita ikut tercoreng."

Clarissa mendengus sinis, bibirnya terangkat membentuk senyuman dingin penuh kepongahan dan rasa percaya diri yang berlebihan. "Tenang saja, tidak usah penakut begitu jadi orang. CCTV di ujung lorong itu dari minggu lalu rusak dan belum diperbaiki oleh bagian pemeliharaan sekolah, kan? Lagi pula, aku tidak langsung menyakiti dia secara fisik sampai berdarah. Aku hanya ingin memberi pelajaran kecil pada anak udik itu supaya dia tahu diri dan sadar posisinya di sekolah ini. Dia pikir karena disponsori Cristan masuk tim olimpiade, dia bisa berlagak sejajar dengan kita dan merebut semuanya begitu saja?"

Tanpa membuang waktu lagi dan tak ingin mendengarkan keraguan yang diucapkan oleh teman-temannya, Clarissa melangkah anggun namun cepat menghampiri meja Aurel yang sedang lengah karena fokus membaca buku. Dengan gerakan kilat yang teramat cepat yang tidak disadari oleh Aurel yang duduk membelakangi arah lorong Clarissa membuka laci meja Aurel, menyelipkan sebuah map dokumen milik yayasan sekolah yang bernilai sangat penting dan rahasia, lalu dengan sengaja menjatuhkan pulpen mahalnya tepat di lantai sebelah kaki meja Aurel.

Aurel terperanjat kaget ketika mendengar suara benda jatuh di dekat sepatunya dan mendapati Clarissa sudah berdiri tepat di samping bangkunya dengan senyuman yang ganjil.

"Eh, maaf... pulpen kesayanganku jatuh di dekat kaki kamu," ucap Clarissa dengan nada suara dibuat-buat manis dan ramah, namun sorot matanya memancarkan kilatan kemenangan yang licik.

Aurel mengernyitkan dahi, menatap Clarissa dengan waspada, curiga, dan keheranan. "Silakan diambil."

Clarissa membungkuk seolah memungut pulpennya yang jatuh, lalu melirik sekilas ke dalam laci Aurel untuk memastikan map dokumen berharga itu sudah tersimpan dan tersembunyi sempurna di bawah tumpukan buku-buku catatan Aurel. Setelah merasa rencananya berjalan mulus tanpa hambatan, ia berbalik pergi meninggalkan kelas bersama teman-temannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.

Aurel merasa ada sesuatu yang sangat janggal dengan kedatangan dan gerak-gerik Clarissa barusan, namun ia memilih tidak ambil pusing dan kembali fokus pada catatannya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa selipan map dokumen di dalam lacinya itu adalah awal dari jebakan beracun yang telah disiapkan Clarissa untuk menghancurkan masa depannya di SMA Loyola.

Menjelang sore hari, ketika sebagian besar murid sudah meninggalkan area sekolah dan suasana koridor menjadi jauh lebih tenang dan senyap, ruang laboratorium sains kembali menjadi tempat bagi Aurel dan Cristan untuk melanjutkan penelitian eksperimen mereka.

Ditemani cahaya lampu ruangan yang putih terang, Aurel dan Cristan berdiri berdampingan di depan meja praktikum utama, memeriksa grafik hasil eksperimen titrasi kimia yang rumit. Aroma larutan alkohol, cairan pembersih, dan bau khas laboratorium mendominasi udara di sekitar mereka, menciptakan ruang kerja yang steril dan fokus.

"Analisis data ini benar-benar luar biasa, Aurel," puji Cristan tulus sambil menatap lembar kerja di hadapan mereka dengan mata berbinar. "Cara kamu menarik kesimpulan dari data galat percobaan benar-benar tajam, teliti, dan sistematis. Aku yakin juri olimpiade tingkat kota nanti akan sangat terkesan dengan hasil riset kita ini."

Aurel tersenyum tipis, rona merah tipis menyembul di balik pipinya menanggapi pujian tulus tersebut. "Terima kasih, Cristan. Ini semua juga berkat kesabaranmu membimbingku dari nol, meminjamkan buku referensi, dan menjelaskan bagian-bagian teori yang rumit."

Cristan menatap Aurel lekat-lekat dalam keheningan laboratorium. Di mata pemuda itu, Aurel bukan sekadar rekan satu tim yang cerdas, melainkan sosok gadis yang memiliki keteguhan jiwa yang luar biasa tahan banting di tengah terpaan gosip keji dan tekanan psikologis yang sengaja ditebar oleh Clarissa di lingkungan sekolah.

"Aurel," panggil Cristan lembut, memecah keseningan sore itu dengan nada suara yang begitu menenangkan. "Apapun yang dikatakan orang-orang di luar sana tentang dirimu... jangan pernah dengarkan sepatah kata pun. Kamu jauh lebih berharga, cerdas, dan hebat dari yang mereka bayangkan."

Aurel mengangkat kepalanya, menatap manik mata Cristan yang penuh ketegangan sekaligus ketulusan yang mendalam. Untuk sesaat, degup jantung di dalam dadanya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Ada rasa aman, perlindungan, dan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat berada di dekat laki-laki manapun.

Namun, kehangatan di dalam ruang laboratorium itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba, suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa, berat, dan gaduh terdengar mendekat dari arah koridor luar, memecah kesunyian sore dan menghentikan detik-detik penuh makna di antara mereka berdua.

Pintu laboratorium terbuka dengan kasar dari luar. Seorang guru kesiswaan berdiri di ambang pintu dengan wajah kaku dan tegang, disusul oleh kepala sekolah yang memandang tajam ke arah dalam ruangan, membawa serta beberapa staf administrasi yayasan dengan raut muka menghakimi.

"Aurel," panggil guru kesiswaan itu dengan suara berat yang penuh penekanan dan otoritas. "Ikut kami ke ruang kepala sekolah sekarang juga. Ada laporan serius mengenai pencurian dokumen rahasia yayasan sekolah yang ditemukan tersimpan di dalam laci meja kamu!"

Deg!

Aurel terpaku di tempatnya, napasnya mendadak tercekat di tenggorokan. Jebakan licik yang disiapkan Clarissa siang tadi kini telah resmi meledak, mengancam seluruh masa depan, nama baik, dan beasiswanya di SMA Loyola.

1
Siti Gemini 75
Ok kak 👍
Siti Gemini 75
Ok siap
Gabutz
lanjuttt ceritanya bagusss...
kalau bisa double up
Putri Sajak
Semngat nulis kak💪, yok singgah di karya aku komen komen n like kk🤭
ANGGA
🗿
ANGGA
kapan update lagi
Siti Gemini 75: ini udah aplod lagi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!