Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.
Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.
Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?
"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.
"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.
Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Bagaimana?" tanya Tom pada asisten pribadinya.
Saat ini ia tengah berada di dalam ruang kerjanya, setelah dua hari tidak berangkat ke kantor karena Tiara yang melarang dan menyuruhnya untuk beristirahat setelah kecelakaan itu terjadi. Padahal lukanya tidak terlalu serius dan hanya lecet kecil bagi seorang Tom.
"Kami sudah mendapatkannya."
Zack menyerahkan berkas hasil penyelidikannya tentang kecelakaan yang menimpa tuannya.
"Kami berhasil mendapatkan beberapa rekaman Cctv dari sudut jalan. Meskipun tidak terlalu jelas tapi saya yakin Anda pasti mengenali siapa pengendara mobil tersebut."
Ya, setelah sebelumnya kesusahan mendapatkan rekaman Cctv di tempat kejadian. Akhirnya Zack berhasil mendapatkannya meskipun dari tempat yang sedikit jauh. Dan beruntungnya rekaman itu juga memperlihatkan sisi di balik pengemudi mobil putih itu walaupun tidak begitu jelas.
Tom pun segera membuka berkas tersebut. Melihat dengan seksama hingga berkas itu dicengkeramnya dengan kasar, setelah mengetahui siapa dalang di balik kecelakaan yang hampir menabrak Tiara.
"Wanita sialan!" umpat Tom dengan penuh amarah hingga memukul meja kerjanya dengan keras.
Sungguh ia tidak menyangka Julia akan berbuat nekat dengan mencelakai Tiara. Apakah wanita itu tidak memiliki hati sedikitpun ingin mencelakai seorang wanita hamil, sementara dia pun tengah hamil besar.
"Mobil yang dikendarai Nona Julia pun sudah berhasil kami dapatkan untuk dijadikan sebagai barang bukti," jelas Zack kembali.
"Sekarang di mana wanita itu?" tanya Tom masih dengan amarah.
Ia yakin saat ini Julia pasti tengah bersembunyi, mengingat apa yang sudah dilakukan wanita itu.
"Dia menyewa sebuah rumah di pinggiran kota."
"Cepat antar aku kesana!" perintah Tom sembari beranjak dari tempat tersebut.
Zack sendiri hanya diam, ragu untuk melangkah karena tahu kondisi tuannya yang saat ini penuh dengan amarah. Ia takut jika mempertemukan Tom dengan Julia akan membuat masalah baru. Karena bukan tidak mungkin tuannya akan membunuh Julia, mengingat apa yang sudah dilakukan wanita tersebut pada Tiara.
"Kenapa diam saja? Cepat jalan!" perintah Tom saat menyadari kalau assiten pribadinya itu hanya diam tidak mengikuti langkahnya.
"Tuan, apa tidak sebaiknya kita melaporkan masalah ini pada pihak yang berwajib? Biar mereka yang mengurusnya."
Mendengar hal tersebut Tom pun langsung menatap tajam pada assiten pribadinya. "Kau pikir aku akan melepaskan wanita sialan itu dengan mudah setelah apa yang dilakukannya pada Tiara?" ucapnya dengan tersenyum mematikan, sampai membuat Zack menelan salivanya susah payah.
"Cepat antar aku kesana!"
Zack yang sebenarnya merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi, mau tidak mau menemani tuannya menuju tempat persembunyian Julia. Dan benar saja apa yang dikhawatirkannya selama ini, karena baru saja mereka sampai di tempat persembunyian Julia, tuannya itu langsung mencengkram leher wanita hamil tersebut tanpa ampun.
"Tom..." ucap Julia dengan terbata dan ketakutan. Sungguh ia tidak menyangka jika Tom bisa menemukan keberadaannya secepat ini. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" ucapnya kembali dengan kesusahan karena cengkraman di lehernya semakin kuat.
"Melepaskanmu?" Tom tertawa sinis tanpa mengendurkan cengkeramannya meskipun melihat wajah Julia yang kini kesusahan untuk bernapas. "Berani sekali kau mencelakai istriku, ha!" sentaknya dengan penuh amarah.
Deg
Julia kini semakin ketakutan, apalagi saat melihat ekspresi wajah Tom yang seperti kesetanan. "To..m," ucap Julia dengan napas yang semakin tercekat sembari memukul tangan pria itu agar melepaskan cengkeramannya.
Namun sayang apa yang dilakukannya itu sepertinya percuma saja, karena Tom justru semakin erat mencekik lehernya hingga ia semakin kesulitan untuk bernapas.
"Tuan, lepaskan Nona Julia!" Zack yang sejak tadi diam kini ikut membantu Julia agar terbebas dari cengkraman tuannya.
Itu dilakukannya bukan karena merasa kasihan pada Julia, namun karena ia tidak ingin tuannya sampai melakukan tindak kriminal hanya karena membunuh wanita murahan seperti Julia. Apalagi ada Tiara yang sedang mengandung, dan Gio putra sulung mereka yang pastinya akan ikut hancur jika Tom sampai menghabisi Julia.