NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:511
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Masuk Ke Benua Berbahaya

Setelah kejadian perang itu Shen Hao Feng pergi dari sana dan satu per satu orang dari Sekte atau Kekaisaran juga pergi.

Sisanya di medan perang hanyalah bangkai Iblis dan mayat manusia. Namun di balik bencana pasti ada manusia yang memanfaatkannya.

Tian Yu bersama anggota sekte nya menatap tajam bangkai Mong Haochen kemudian menyeringai. "Bangkitlah..."

Mata Mong Haochen terbuka dan ia berdiri. Walau ia bukan dari jiwa Mong Haochen tapi Tian Yu telah membangkitkan tubuh orang tanpa jiwa.

"Nona..." Mong Haochen berlutut hormat di depan Tian Yu.

"heh..." Tian Yu merasa bersemangat karena mendapat bawahan ranah Dewa Fana walau tahap 1 itu tetap kuat!.

"Siapa namamu?." Tian Yu berpura-pura ramah agar Mong Haochen percaya.

"Nama saya Mong Haochen."

"Mong Haochen?." Tian Yu merasa jijik dengan nama itu. "Mong Haochen mulai sekarang namamu adalah Tian Tao. Kau adik ku mulai sekarang dan kemanapun aku pergi kau akan ikuti aku." tegasnya.

Mata Tian Tao berbinar. "Saya mau nona- maksud saya kakak tertua. Saya menerima nama Tian Tao itu."

"Bagus..." Tian Yu menyeringai dari balik wajah ramah palsunya. "Tian Tao ayo kita pergi ke Sekte aku berada."

"Baik!." Tian Tao mengikuti Tian Yu pergi diikuti ribuan murid Sekte Jiwa mayat.

.....

Setelah beberapa tahun semenjak kejadian itu, kehidupan Kekaisaran menjadi lebih damai lagi. Namun Shen Hao Feng lebih sering duduk di atas pohon kehidupan untuk melihat kondisi anak reinkarnasi Mong Haochen.

Chang Jia bersama Jing Yun datang dari belakang dan saling tatap.

"Sepertinya guru melihat Mong Haochen lagi." bisik Chang Jia.

Jing Yun mengangguk lalu tersenyum. "Guru." panggilnya lalu mendekat. "Apa yang guru lakukan seharian disini?."

"Ohh..." Shen Hao Feng menunjuk anak lelaki di sana dengan wajahnya. "Dia reinkarnasi Mong Haochen. Aku ingin memerhatikan pertumbuhannya."

"Hah... Guru kau terlalu protektif bukan? Baru beberapa tahun semenjak itu terjadi kenapa Guru seolah-olah ayahnya?." Chang Jia menghela nafas.

"Karena aku tak mau Mong Haochen alami kejadian yang sama karena itu aku letakkan di rahim seorang ibu dimana keluarganya harmonis."

Chang Jia dan Jing Yun tersenyum dan Naga Jade tiba-tiba muncul dari atas langit dan berubah menjadi manusia saat di atas pohon kehidupan.

Fei Xuen dengan tampilan baru mencoba memamerkan jabatannya yang baru. "Bagaimana? Ini seragam ku dengan jabatan baru yakni Korps Prajurit Langit. Dimana isi prajurit disana adalah ranah Langit semua."

Chang Jia dan Jing Yun cukup mengagumi desain pakaian baru Fei Xuen.

"Boleh juga kain dan desainnya Fei Xuen." puji Chang Jia.

"Hehe terimakasih Guru."

Jing Yun juga memegang kain pakaian itu tak bisa menahan takjub. "Kain kita tak sehalus kain ini. Ya wajar saja kita kan memakai pakaian era purba." tertawa canggung.

Shen Hao Feng menggeleng mendengarnya namun saat ia mendongak ke atas langit ia merasa ingin segera menjadi Dewa disana.

"Jika tidak menjadi Dewa maka tidak akan turun tangga langit yang akan membawamu ke dunia Dewa atas."

Shen Hao Feng mengerti itu dari buku catatan sejarah. Seseorang harus menjadi Dewa puncak itu membawa dirinya ke alam atas.

Shen Hao Feng memejamkan matanya untuk berpikir setelah tahu apa yang dia butuhkan. Shen Hao Feng berdiri.

"Chang Jia, Jing Yun, Fei Xuen. Dengar ini." Shen Hao Feng menghadap mereka.

"Uhm?."

"Ada apa guru?."

"Aku akan ke Benua Kematian." tegasnya.

"Apa?!." Chang Jia serta Jing Yun terlonjak dan ada nada gemetar sedikt takut hanya Fei Xuen saja yang tidak tahu.

"Guru anda jangan pergi kesana! Benua kematian adalah tempat yang sangat berbahaya bukankah itu alasan guru menutupnya?." cegat Chang Jia.

"Maaf Chang Jia aku juga ingin segera menerobos ke alam Dewa atas." Shen Hao Feng tidak ingin lagi terbelenggu oleh siapapun.

"Maaf tapi apa itu benua kematian?." tanya Fei Xuen.

"Benua kematian adalah benua dimana tidak ada kehidupan alam maupun manusia. Disana hanya iblis keji dengan ranah minimal Langit Awal." tegas Jing Yun.

"Dulu... Saat 18.000 tahun yang lalu aku bersama beberapa orang Dewa Fana dan Chang Jia serta Jing Yun tentunya menyegel tempat itu karena sangat berbahaya." lanjut dari Shen Hao Feng.

"Kalau berbahaya kenapa Grandmaster ingin membuka itu?." Fei Xuen sama sekali tak mengerti. "Bukankah isinya hanya iblis saja."

Shen Hao Feng menggeleng serius. "Disana ada peninggalan berbagai Dewa kuno dan ada banyak harta. Hanya saja tempatnya sangat berbahaya."

"Guru jangan pergi!." Chang Jia menahan tangan Shen Hao Feng. Ekspresinya benar-benar memohon.

Shen Hao Feng tersenyum lalu menepuk lembut kepala Chang Jia. "Maaf Chang Jia. Tapi aku harus bertambah kuat juga. Siapa tahu di masa depan akan datang musuh yang jauh lebih kuat."

Wajah Chang Jia cemberut masam dan Jing Yun melepas tangan Chang Jia dari Shen Hao Feng.

"Jing Yun kenapa kau-

"Chang Jia kita tidak bisa memaksa guru." Ia memegang bahu Chang Jia. "Kita juga harus berlatih lebih giat agar bisa menerobos ke alam ranah Dewa Fana juga. Dan sekarang ini kita juga harus tetap mengikuti guru kemanapun berada." tegasnya. "Yakni menjadi Dewa!."

Chang Jia menjadi pemikir karena perkataan Jing Yun tapi itu ada benarnya. "Baik Jing Yun." pasrah.

Jing Yun tersenyum puas. "Anak baik."

"Kalau begitu..." Shen Hao Feng naik ke atas kepala Naga Emas. "Aku pergi dulu. Mungkin aku akan lama jadi tidak usah menungguku." Shen Hao Feng menuntun sang Naga untuk pergi.

Chang Jia dan Jing Yun rasanya nostalgia melihat Guru mereka pergi meninggalkan mereka berdua sendiri demi latihan.

....

Sedikit penjelasan tentang benua kegelapan, Benua itu awalnya adalah benua tempatnya para orang kuat berkumpul dan mudah di temui Kultivator dengan ranah Dewa Fana. Akan tetapi kemakmuran itu hilang dalam sekejap karena para Dewa tidak ingin ada tempat yang menyaingi mereka.

Shen Hao Feng telah cukup lama hidup, ia mengerti sejarah yang di hapus oleh banyak Kekaisaran karena takut hukuman Dewa.

"Sudah sampai.... Benua kegelapan, benua tempat semuanya adalah orang-orang kuat." Shen Hao Feng merasakan lapisan energi iblis yang sangat pekat di dalamnya.

Shen Hao menempelkan telapak tangannya saja ia sudah merasakan adanya tatapan yang mengawasinya padahal tidak ada siapapun disana.

"Benua yang awalnya berniat mengumpulkan pasukan Dewa Fana untuk menyaingi sang Dewa justru berubah menjadi sarang iblis Dewa Fana dan tempat hukum karma dan alam dimana-mana."

"Tujuanku kesini sudah jelas untuk menambah kekuatan dan mendapakan harta untuk aku gunakan." Shen Hao Feng memilih masuk melewati lapisan energi gelap.

Saat masuk ke dalam, sama seperti rumor dan catatan Kekaisaran bahwa isinya tandus tanah mati semua dan udara yang kotor.

"Hm..." sebuah tatapan tajam dari belakang mengawasi Shen Hao Feng namun Shen Hao Feng menyadari itu dan berhenti terbang.

"Siapa?." matanya menajam. "Jika musuh maka akan bunuh dengan cepat."

"Maaf mengejutkan mu saudara iblis." seorang iblos tua keluar dari persembunyiannya. Ia memancarkan kekuatan ranah Fana tahap ke-2 seperti Shen Hao Feng.

"Apa? Saudara? Kenapa dia memanggilku saudara nya?" Shen Hao Feng merasa ada yang tidak beres disini.

"Maaf senior kenapa anda menyebut saya saudara? Dan kenapa ada senior disini?."

"Hm?." dahi Iblis tua itu berkerut. "Tentu saja karena energi iblis yang terpancar di badanmu. Dan aku disini sudah sejak beradab-abad yang lalu karena perintah sang Kaisar iblis untuk menjaga perbatasan dari penyusup."

Mendengar ada energi iblis terpancar di tubuh Shen Hao Feng, ia awalnya terkejut tapi perlahan menyelami ingatannya dan teringat bahwa pedang iblis milik Mong Haochen sudah ia bawa.

Pedang itu terbuat dari energi iblis dan beruntungnya energi itu mampu menyamarkan dirinya sebagai iblis bukan manusia.

"Dengan begini urusanku mencari harta dan penimgkatan ranah adalah hal mudah!." Shen Hao Feng tersenyum tipis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!