Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
02
"Sarah berangkat dulu ya bu, ibu jaga diri baik - baik di sini!" Sarah mencium tangan ibu mertua nya sebelum berangkat.
"Iya nak, kamu hati - hati di jalan. Jangan lupa kabarin ibu jika sudah tiba di sana!" Bu Meri mengingatkan Sarah.
"Iya bu!" Jawab Sarah.
Sarah langsung naik ke dalam taksi online yang di pesan nya, dia menuju ke stasiun. Sarah sengaja memilih naik kereta apa agar lebih santai dan bisa menikmati perjalanan nya, sebenar nya jika dia ingin cepat sampai dia bisa .enggunakan jasa travel saja.
Sarah sengaja menggunakan kereta malam, agar besok pagi dia tiba di sana. Dari stasiun masih butuh waktu satu jam untuk bisa tiba di tempat tinggal suami nya.
"Mas Rayan, aku datang dan akan memberikan kejutan untuk mu!" Guman Sarah sambil tersenyum.
Perjalanan pun di mulai, Sarah sudah tidak sabar lagi untuk tiba di sana. Kerinduan nya pada sang suami sudah menggunung, dia ingin segera bertemu dan memeluk suami nya.
*******
Pagi hari nya kereta api tiba di stasiun tujuan, Sarah melihat keluar dan matahari sudah bersinar.
"Akhir nya aku tiba juga di sini!" Guman Sarah lagi.
Selama ini Sarah tidak pernah tahu tempat kerja suami nya, karena Gibran melarang Sarah untuk datang ke sini. Sarah mencari tahu alamat nya dari kantor pusat tempat Gibran bekerja dulu.
"Sebaik nya aku sarapan dulu, sebelum aku menemui mas Gibran!" Bisik Sarah pada diri nya sendiri.
Sarah segera mencari warung makan untuk mengisi perut nya, karena ini sudah jam 9 pagi dan Sarah belum sarapan. Jadi wajar saja Sarah merasa perut nya sudah keroncongan.
Setelah selesai makan, Sarah langsung memsan sebuah taksi online menuju ke tempat tinggal suami nya.
"Mas Gibran bilang pada ku bahwa tempat kerja nya berada di daerah pelosok. Tapi kok aku merasa imi bukan pelosok kok, malahan di sini bisa di katakan sebagai kota kecil!" Guman Sarah setelah dia berada di dalam mobil.
Perlahan mobil mulai bergerak meninggalkan pusat kota itu, menuju ke sebuah perkampungan yang berada tidak jauh dari sana. Suasana desa yang asri dan sejuk, membuat Sarah merasa nyaman. Dia membuka kaca mobil agar bisa menghirup udara segar.
"Ah, tempat nya sejuk banget. Wajar saja jika mas Gibran betah tinggal di tempat ini!" Guman Sarah.
Mobil berhenti tepat di desa yang Sarah tuju, tapi dia sendiri bingung yang mana rumah nya Gibran.
"Bu, kita sudah sampai!" Sopir taksi itu berkata pada Sarah.
"Terima kasih pak!" Jawab Sarah.
Sarah segera turun dari dalam mobil, dan dia bingung yang mana rumah nya Gibran.
"Bagai mana aku bisa menemukan rumah nya mas Gibran?" Sarah bertanya pada diri nya sendiri.
Karena bingung Sarah akhir nya memutuskan untuk bertanya pada sekelompok laki - laki yang tengah bermain kartu.
"Maaf pak, boleh saya numpang tanya?" Sarah bertanya dengan ramah.
Sekelompok laki - laki itu memperhatikan Sarah dari atas hingga ujung kaki, Sarah merasa risih di perhatikan seperti itu.
"Dari penampilan nya, seperti nya kamu bukan orang sini?" Tanya Salah satu dari mereka.
"Iya pak, saya baru saja tiba dari kota!" Jawab Sarah dengan jujur.
"Oh, begitu ya! Lalu kau mencari siapa kemari?" Tanya orang itu lagi.
"Saya datang ke sini untuk bertemu dengan Gibran, Gibran Adiguna!" Sarah menyebutkan nama suami nya.
"Gibran Adiguna? Pak Romi, bukan kah itu nama menantu mu?" Tanya salah satu dari mereka pada laki - laki yang sudah berumur du antara mereka.
"Benar, Gibran Adiguna adalah menantu ku. Laki - laki yang paling baik di kampung ini, dia adalah menantu dan juga suami yang baik di keluarga kami!" Laki - laki yang bernama pak Romi itu memuji Gibran.
Sarah terkejut mendengar nya, dia mengernyitkan dahi nya dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Oh ya mbak ini siapa? Dan ada perlu apa menemui pak Gibran?" Tanya laki - laki yang lain nya.
"Saya Sarah, saya orang dari kantor Gibran. Saya ingin bertemu dengan nya untuk urusan pekerjaan!" Sarah terpaksa berbohong di depan semua orang.
Tidak mungkin dia mengakui sebagai istri nya Gibran, di depan orang yang mengaku sebagai mertua nya.
"Gibran itu adalah laki - laki yang paling baik di kampung kami mbak, dia bahkan sangat menyayangi istri nya dan juga keluarga istri nya. Dia membangun rumah yang besar untuk istri nya dan juga mertua nya, dia adalah laki - laki yang sangat menyayangi dan menghormati mertua nya!" Tanpa di minta salah satu di antara mereka bercerita tentang kebaikan Gibran.
Betapa terkejut nya Sarah mendengar semua itu, dulu Gibran selalu menolak saat Sarah meminta untuk membeli rumah sendiri untuk mereka. Dia beralasan tidak tega meninggalkan orang tua nya, tapi kini di sini dia malah membangun rumah mewah untuk wanita lain dan juga keluarga nya.
"Saat ini Gibran sedang pergi ke rumah sakit, dia mengantarkan istri ku. Istri ku sedang tidak enak badan tadi malam!" Ucap laki - laki yang di panggil pak Romi tersebut.
Rasa terkejut Sarah belum hilang, Sarah teringat kejadian 3 tahun yang lalu. Dulu saat ibu nya Sarah meninggal dunia, Gibran menolak untuk pulang. Dia beralasan tidak mendapatkan izin cuti, tapi kini dia malah pergi mengantarkan wanita lain ke rumah sakit dengan alasan demam.
"Karena kau tamu nya Gibran, kau bisa istirahat di rumah ku. Sebentar lagi Santi akan lewat, dia biasa nya pulang dari pasar jam seperti ini!" Pak Romi berkata pada Sarah.
Sarah hanya mengangguk kan kepala nya, tujuan nya datang kemari untuk memberikan kejutan pada Gibran. Tapi pada kenyataannya, diri nya lah yang di berikan kejutan oleh suami nya tersebut.
"Nah itu dia mobil nya!" Tiba - tiba salah satu dari mereka berkata sambil menunjuk kan sebuah mobil yang melintas di jalan.
Pak Romi segera berdiri, dia melambaikan tangan nya ke arah mobil itu.
"Ke sini sebentar!" Teriak pak Romi.
Mobil itu berhenti tepat di hadapan pak Romi, kaca mobil terbuka dan seorang wanita menyembul kan kepala nya dari dalam mobil itu.
"Ada apa pak?" Tanya Wanita itu.
"Santi, ini ada orang dari kantor nya Gibran. Dia datang untuk menemui Gibran, bawa dia untuk beristirahat di rumah!" Pak Romi berkata pada wanita yang bernama Santi.
"Baik pak, ayo mbak!" Ajak wanita itu dengan ramah.
Akhir nya Sarah pun mengikuti wanita itu, dia mengangguk kan kepala nya dan langsung masuk ke dalam mobil itu. Sarah berusaha bersikap biasa saja, meskipun di dalam hati nya begitu bergemuruh marah dan kecewa atas pengkhianatan suami nya.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah