NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENUJU MIMPI BURUK

​Di dalam kesunyian kamarnya di penthouse Valerius, Andre duduk bersila di atas tempat tidur. Ia memejamkan mata, menyingkirkan pemblokir notifikasi Sistem yang selalu ia matikan setiap kali berada di tengah pertarungan agar teks biru itu tidak menghalangi pandangannya. Begitu blokir itu dilepas, rentetan suara mekanis beruntun meledak di dalam kepalanya, diiringi jendela layar hologram biru yang memenuhi pandangannya.

​[Akumulasi Pengalaman dari 'Lembah Siksa' dan 'Invasi Sektor 3' dihitung...]

[Menyingkirkan 45 Monster Rawa Beracun (Rata-rata Lv. 35). Exp diperoleh.]

[Pengecualian: 10 Manusia terbunuh. Tidak ada Exp yang diberikan dari kematian sesama ras manusia.]

[Menyingkirkan Ratusan Vanguard Iblis Menengah (Lv. 20-30). Bonus Pembantaian Area aktif!]

[Membunuh Anomali: Jenderal Iblis Xar'Goth (Lv. 75). Bonus Lintas Tingkat Ekstra!]

[Level Anda meningkat!]

[Level Anda meningkat!]

...

[Level Anda meningkat! x24]

​Bibir Andre melengkung membentuk senyum tipis yang mematikan. Sistem dunia ini memang tidak pernah memberikan toleransi bagi pembunuh sesama ras, tapi ia memberikan hadiah mutlak bagi mereka yang menjadi algojo bagi ras penyerbu.

​[Level Saat Ini: 42 (Batas Kelas Second Job telah tertembus)]

[Atribut Bebas yang belum dialokasikan: 120 Poin.]

[Mendapatkan Item: 'Kristal Darah Xar'Goth'. (Mengkonsumsi kristal ini akan memberikan efek peningkat EXP sebesar 30% selama 3 hari berturut-turut untuk seluruh anggota Party).]

​"Alokasikan seluruh poin. Enam puluh ke Agility, enam puluh ke Strength," perintah Andre di dalam pikirannya.

​Layar hologram berkedip memperbarui panel statusnya. Pertahanan dan sihirnya masih sangat menyedihkan di angka 30-an, namun statistik STR dan AGI-nya kini melesat menyentuh angka 350. Di level 42, statistik kecepatannya bahkan setara dengan petarung level 80 yang fokus pada mobilitas. Sinergi antara Shadow Assassin dan Swordmaster benar-benar menciptakan badai yang tak terhentikan.

​Andre mengambil kristal merah berdenyut dari dalam inventaris Sistemnya dan memasukkannya ke dalam saku. Item pendongkrak EXP skala regu ini sangat langka, dan akan menjadi kunci utama untuk meroketkan level Marvin dalam beberapa jam ke depan.

​Satu jam kemudian, ketiga anggota Rishing Guild berdiri di landasan pacu penthouse.

​Marvin mengenakan jubah putih ringan yang diperkuat rajutan serat perak. Wajahnya sedikit pucat, namun rahangnya mengatup rapat dipenuhi tekad. Di punggungnya, ada tas ransel berisi ramuan penawar racun dan perban magis. Bastian berdiri di sampingnya, zirah emasnya telah diperbaiki sempurna, membawa perisai raksasa dengan tambahan modifikasi paku penahan benturan.

​"Kita berangkat ke Sektor 8," ucap Andre datar, menyerahkan 'Kristal Darah Xar'Goth' kepada Bastian untuk diaktifkan saat mereka masuk ke portal nanti. "Target kita adalah Dungeon 'Puncak Keputusasaan'. Tingkat Nightmare, rekomendasi level 80. Asosiasi Sektor Pusat sudah memberikan izin akses Kelas S untuk kita. Tidak ada petugas yang akan menghalangi."

​Marvin menelan ludah mendengarnya. "L-level 80, Kak? Aku masih level 1. Aku bahkan belum pernah membunuh Slime tingkat Easy."

​"Kau tidak perlu membunuh apa pun secara langsung, Vin," Bastian menepuk bahu Marvin sambil tertawa menenangkan. "Tugasmu hanya memastikan jantungku tetap berdetak. Biarkan aku yang dihajar, dan biarkan kakakmu yang memotong leher mereka. Begitu monster-monster itu mati, pembagian EXP regu akan menarik levelmu ke atas seperti roket."

​"Ayo naik," perintah Andre, memasuki kendaraan udara milik Keluarga Valerius. "Kita tidak punya waktu tiga hari. Kita selesaikan dungeon ini malam ini juga."

​Penerbangan menuju ujung utara Sektor 8 memakan waktu dua jam. Pemandangan kota yang gemerlap perlahan berganti menjadi pegunungan es tandus yang diselimuti badai salju abadi. Titik pendaratan mereka adalah sebuah kawah gunung berapi mati yang membeku. Di dasar kawah tersebut, menjulang sebuah gerbang portal dimensi raksasa berputar dalam warna hitam pekat yang dihiasi kilatan petir merah.

​Aura kematian yang memancar dari portal itu begitu pekat hingga membuat napas Marvin tersengal. Ini bukan dungeon biasa. Ini adalah domain milik naga kegelapan mutan yang tertidur.

​"Aktifkan kristalnya, Bastian. Marvin, pegang bahuku. Jangan pernah melepaskan pandanganmu dari punggung Bastian," instruksi Andre sambil mencabut pedang pinjaman berkualitas Medium yang sengaja ia siapkan sebagai senjata sementara sebelum mendapatkan pedang pamungkasnya dari Vulcan.

​Bastian meremukkan kristal merah itu. Seketika, debu merah magis menyelimuti tubuh mereka bertiga, memunculkan ikon Buff: EXP +30% di sudut pandangan Sistem mereka. Tanpa ragu, Bastian memimpin langkah menerobos membran hitam portal tersebut.

​Udara di dalam 'Puncak Keputusasaan' tidak sedingin di luar, namun seribu kali lebih mencekik. Mereka berdiri di atas jembatan batu sempit yang melayang di atas lautan lahar hitam. Langit-langit dimensi ini dipenuhi formasi stalaktit tajam. Bau belerang dan daging gosong menyengat tajam.

​Belum genap sepuluh langkah mereka berjalan melintasi jembatan itu, suara kepakan sayap yang memekakkan telinga terdengar dari kegelapan di atas mereka. Tiga ekor raksasa bersayap kelelawar, berkulit sisik hitam yang memancarkan api ungu, menukik tajam ke arah mereka.

​[Peringatan: Dark Wyvern (Lv. 68) terdeteksi!]

[Peringatan: Dark Wyvern (Lv. 68) terdeteksi!]

[Peringatan: Dark Wyvern (Lv. 65) terdeteksi!]

​"Sambut tamu kita, Tuan Muda!" seru Andre, merendahkan kuda-kudanya.

​"Dengan senang hati!" Bastian menghantam perisainya. "Absolute Provocation!"

​Tiga naga Wyvern itu langsung memutar leher mereka, mengabaikan Andre dan Marvin sepenuhnya, dan menyemburkan api ungu panas langsung ke arah Bastian. Hantaman api itu begitu brutal hingga mendorong tubuh Bastian mundur satu langkah, zirahnya mendesis panas. Darah menetes dari sudut bibir sang Tanker akibat benturan level yang terpaut jauh.

​"Sekarang, Marvin!"

​Mendengar aba-aba itu, Marvin mengulurkan tangan kanannya. Cahaya zamrud meledak terang. "Life Tether!"

​Sebuah pita energi hijau melesat dan terhubung langsung ke dada Bastian. Luka bakar di lengan Bastian seketika menutup, kulit yang hangus beregenerasi dalam hitungan detik. Vitalitas yang terus terkuras oleh api Wyvern kembali terisi penuh bagaikan tong yang dialiri air deras.

​Namun, Marvin tidak berhenti di situ. Matanya berubah menjadi ungu pekat. Ia mengulurkan tangan kirinya ke arah ketiga naga yang sedang fokus menyemburkan api tersebut. "Venomous Decay!"

​Kabut ungu pekat melesat dari tangan Marvin, menyelimuti tubuh ketiga naga tersebut. Sisik keras yang dirancang untuk menahan serangan magis tingkat tinggi mulai mendesis, meleleh, dan mengeluarkan asap hitam. DoT (Damage over Time) racun dari kelas Venomancer mengabaikan pertahanan fisik dan langsung menggerogoti pertahanan monster dari luar ke dalam.

​"Sempurna," bisik Andre dari dalam bayangan.

​Andre menggunakan Shadow Step, menghilang dari pandangan dan muncul di atas leher Wyvern pertama yang sisiknya baru saja melemah akibat racun Marvin. Pedang pinjamannya berlapis energi Swordmaster membelah leher naga itu dalam satu ayunan halus. Darah hitam menyembur, namun sebelum kepala itu jatuh, Andre melompat ke naga kedua dan menusukkan pedangnya langsung ke mata monster tersebut hingga menembus otak.

​Dua naga level 68 tumbang dalam tiga detik. Naga terakhir yang menyadari ancaman mematikan itu mencoba mengepakkan sayap untuk kabur.

​"Terlalu lambat."

​Garis tebasan Swordmaster membelah udara, memotong kedua sayap naga ketiga tersebut. Monster itu jatuh menabrak jembatan batu dengan suara retakan tulang yang keras, dan sebelum naga itu bisa mengaum, Andre memenggal kepalanya dengan presisi mutlak.

​[Dark Wyvern (Lv. 68) terbunuh!]

[Dark Wyvern (Lv. 68) terbunuh!]

[Dark Wyvern (Lv. 65) terbunuh!]

[Party EXP Booster (30%) diaktifkan!]

​Rentetan notifikasi Sistem meledak di depan mata Marvin bagaikan kembang api. Tubuh remaja itu diselimuti oleh pilar cahaya emas berturut-turut yang menyilaukan mata.

​[Level Anggota Party 'Marvin' meningkat!]

[Level Anggota Party 'Marvin' meningkat!]

[Level Anda meningkat!]

​Marvin jatuh terduduk, napasnya tersengal namun matanya membelalak tak percaya menatap panel statusnya. Hanya dalam waktu kurang dari satu menit pertarungan, ia telah meroket dari Level 1 langsung menuju Level 22. Auranya memadat, tubuhnya yang sebelumnya lemah kini teraliri oleh mana yang sangat kental.

​Bastian tertawa keras sambil membatalkan provokasinya, menyeka keringat dari dahinya. "Bagaimana rasanya, Nak? Inilah cara para elit mempermainkan hukum Sistem."

​Andre membersihkan sisa darah dari pedangnya yang kini sudah mulai menunjukkan retakan kecil akibat dipaksa menembus sisik naga. Ia mengalokasikan poin atribut barunya, merasa kecepatannya bertambah lagi meski hanya sedikit. Membunuh monster yang levelnya jauh di atasnya selalu memberikan lompatan evolusi yang adiktif.

​"Ini baru penjaga gerbangnya," ucap Andre, menatap jauh ke dalam lorong lahar yang semakin gelap di depan mereka. Dari kedalaman Dungeon itu, terdengar auman purba yang membuat jembatan batu di bawah kaki mereka bergetar hebat. "Bastian, perkuat kuda-kudamu. Marvin, siapkan semua racun terkuatmu. Malam ini, kita jadikan naga itu sebagai karpet batu loncatan guild kita."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!